Brad Garlinghouse says CLARITY Act could pass by April as Polymarket odds hit 85%

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-02-19Terakhir diperbarui pada 2026-02-19

Abstrak

Brad Garlinghouse, CEO of Ripple, has stated that the US CLARITY Act could pass as early as April, signaling potential regulatory clarity for digital assets. This optimism is reflected in prediction markets, with Polymarket traders assigning an 85% probability of the bill becoming law by 2026, a significant increase from 60% earlier this year. Garlinghouse and other industry leaders view the legislation as a crucial step toward resolving long-standing regulatory uncertainty, which they argue has disadvantaged US crypto firms. While some industry reservations remain about specific provisions, the rising market confidence suggests passage is increasingly seen as the base case. The act is viewed as a medium-term structural shift rather than an immediate market catalyst.

Brad Garlinghouse has said the US CLARITY Act could pass as early as April, adding momentum to a growing narrative that regulatory clarity for digital assets may finally be within reach.

Garlinghouse’s comments, made during a recent television interview, came as prediction markets sharply increased their confidence in the bill’s prospects.

Data from Polymarket shows traders now assigning an 85% probability that the legislation will be signed into law in 2026, up from around 60% earlier this year.

Prediction markets signal rising confidence

The jump in Polymarket odds suggests that confidence in the CLARITY Act has hardened beyond industry rhetoric. Prediction markets aggregate capital-weighted sentiment, meaning the surge reflects traders backing their views with money rather than opinion alone.

The move higher followed a series of public remarks from industry leaders, including Garlinghouse, who framed the bill as a meaningful—if imperfect—step toward resolving long-standing uncertainty around how digital assets are regulated in the US.

Ripple executive frames April as a key window

Garlinghouse, CEO of Ripple, said the industry is “closer than ever” to clear rules and pointed to April as a realistic timeline for passage, provided negotiations continue to move forward.

Ripple has been one of the most vocal supporters of market-structure legislation, following its multi-year legal battle with the US Securities and Exchange Commission.

Garlinghouse has consistently argued that prolonged regulatory ambiguity has pushed innovation offshore and disadvantaged US-based crypto firms.

Industry alignment remains uneven

While the Polymarket data suggests optimism, industry consensus is not universal.

Some firms have expressed reservations about aspects of the CLARITY Act, particularly around how authority would be divided between regulators and how certain crypto products would be classified.

Still, the combination of public executive support and rising market-priced probabilities indicates that traders increasingly see passage as the base case rather than a long shot.

Policy momentum versus market reality

The growing confidence in Washington contrasts with the broader crypto market, which remains sensitive to macro conditions and liquidity.

For now, the CLARITY Act’s progress appears to be viewed as a medium-term structural shift rather than an immediate market catalyst.

If the bill does advance on the timeline Garlinghouse outlined, it would mark one of the most consequential regulatory milestones for the US crypto industry to date.


Final Summary

  • Brad Garlinghouse’s April timeline aligns with a sharp rise in market-priced confidence around the CLARITY Act.
  • Polymarket odds at 85% suggest traders increasingly expect regulatory clarity despite remaining industry divisions.

Pertanyaan Terkait

QWhat is the current probability assigned by Polymarket traders for the CLARITY Act being signed into law in 2026?

APolymarket traders currently assign an 85% probability that the CLARITY Act will be signed into law in 2026.

QAccording to Brad Garlinghouse, when could the CLARITY Act potentially pass?

ABrad Garlinghouse stated that the CLARITY Act could pass as early as April.

QWhy has Ripple been a vocal supporter of market-structure legislation like the CLARITY Act?

ARipple has been a vocal supporter following its multi-year legal battle with the US Securities and Exchange Commission, arguing that prolonged regulatory ambiguity has pushed innovation offshore and disadvantaged US-based crypto firms.

QWhat does the surge in Polymarket odds for the CLARITY Act indicate about trader sentiment?

AThe surge in Polymarket odds to 85% indicates that traders are backing their optimistic views with money, reflecting a hardened confidence beyond mere industry rhetoric.

QIs there universal industry consensus on the CLARITY Act, and what are some reservations?

ANo, industry consensus is not universal. Some firms have expressed reservations about how authority would be divided between regulators and how certain crypto products would be classified under the act.

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit6j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit6j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit9j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit9j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

Artikel ini membahas dilema utama yang dihadapi ketua Federal Reserve terbaru, Christopher Warsh, dalam menanggapi ledakan AI. Inti persoalannya adalah apakah kemajuan AI saat ini mirip dengan situasi 1996 — di mana Alan Greenspan membiarkan ekonomi tumbuh tanpa menaikkan suku bunga karena percaya pada pertumbuhan produktivitas — atau lebih mirip 1999, ketika Greenspan akhirnya menaikkan suku bunga secara agresif untuk mencegah overheating ekonomi. Warsh cenderung pada pendekatan 1996, berargumen bahwa manfaat produktivitas AI membutuhkan waktu untuk terlihat dalam data resmi, dan menaikkan suku bunga terlalu dini justru dapat meredam pertumbuhan yang sebenarnya membantu menekan inflasi. Namun, konteks makroekonominya berbeda: tekanan tarif, defisit fiskal yang membesar, dan memudarnya manfaat globalisasi membuat risiko inflasi lebih tinggi daripada era 1990-an. Di sisi lain, kritikus seperti Austan Goolsbee dari Bank Sentral Chicago berpendapat bahwa ledakan AI yang sudah diantisipasi banyak orang justru dapat memicu kenaikan pengeluaran di muka, mendorong overheating ekonomi dan mengharuskan kenaikan suku bunga yang lebih tajam nantinya. Perdebatan ini mencerminkan perpecahan internal di Fed. Paradoks terakhir bagi Warsh adalah keinginannya untuk menghapus "forward guidance" (panduan kebijakan ke depan), suatu praktik yang justru dibuat pada 1999. Jika ekonomi memburuk, ia harus memilih antara menggunakan alat yang ingin dihapusnya atau menghadapi gejolak pasar akibat ketidakpastian. Jawaban atas semua ini bergantung pada penilaiannya: apakah kita berada di tahun 1996 atau 1999?

marsbit11j yang lalu

1996 atau 1999? Ujian Pertama Wash adalah 'Bagaimana Melihat AI'

marsbit11j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片