Mirip dengan utang global, jumlah uang beredar (M2) tumbuh dengan laju yang sangat cepat. Indikator M2 di AS, yang pada dasarnya mencerminkan volume semua uang yang beredar dalam perekonomian Amerika, mencapai rekor 23,16 triliun dolar. Jika kita menjumlahkan indikator dari semua negara dan wilayah besar, termasuk AS, zona euro, China, dan Jepang, indikator global M2 mencapai sekitar 103 triliun dolar.
Pada dasarnya, M2 sama dengan uang tunai ditambah dana di rekening yang sangat likuid, dan pengamat pasar memantaunya karena pertumbuhan jumlah uang beredar dapat menyebabkan berbagai konsekuensi. Misalnya, modal berlebih dapat dialihkan ke investasi dalam logam mulia, saham, mata uang kripto, dan aset lainnya yang menarik minat investor yang mencari imbal hasil yang lebih tinggi. Beberapa perkiraan indikator M2 lebih tinggi: misalnya, Michael Howell dari Crossborder Capital menganggap angka ini mendekati 195 triliun dolar.
Lonjakan Tajam Harga Bitcoin Kembali Mengesahkan Topik Likuiditas
Pergerakan terakhir harga Bitcoin pada dasarnya mengembalikan indikator global M2 ke pusat perbincangan. Setelah mencapai puncak mingguan di atas $81.000, $BTC diperdagangkan dalam rentang $78.250 hingga $79.500 selama 24 jam terakhir. Pada awal Agustus, harga $BTC berada di kisaran sekitar $63.000 dan melonjak tajam setelah pengumuman Departemen Keuangan AS tentang pembelian kembali obligasi. Meskipun mengalami kenaikan yang sangat mengesankan, harga Bitcoin masih sekitar 37% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa pada Oktober 2025 yang melebihi $126.000.
Kesenjangan antara indikator global M2 dan harga Bitcoin dapat menjadi alasan untuk perdagangan "mengejar ketertinggalan". Hal ini dijelaskan karena pasokan $BTC tetap dan terbatas pada 21 juta, sementara pemerintah di seluruh dunia dapat mencetak uang fiat sesuai keinginan mereka. Inti dari taruhan ini adalah bahwa pemerintah akan terus membanjiri sistem keuangan, dan sebagai hasilnya, aset yang langka seperti Bitcoin akan menjadi fokus perhatian. Pada saat yang sama, siklus harga historis Bitcoin membuat kesepakatan ini sangat mungkin terjadi.
Harga Bitcoin melonjak tajam pada tahun 2017–2018 dan sekali lagi pada tahun 2020–2021. Siklus bullish ini bertepatan dengan perluasan jumlah uang beredar M2 dan peningkatan likuiditas. Pada saat yang sama, pengetatan kondisi berikutnya oleh pemerintah menyebabkan siklus bearish. Di sisi lain, modal baru dapat disimpan di deposito bank dan dana pasar uang untuk waktu yang cukup lama. Jika dolar menguat dengan suku bunga yang stabil, preferensi diberikan pada tempat-tempat tertentu untuk menempatkan uang tunai. Likuiditas dapat tetap terkendali untuk beberapa waktu sampai mencapai aset seperti emas, saham, atau Bitcoin.
Dolar Bisa Mendorong atau Menghalangi "Pertumbuhan Mengejar Ketertinggalan" Bitcoin
Selama setahun terakhir, banyak pengamat pasar beranggapan bahwa hubungan antara Bitcoin dan M2 telah rusak. Ini karena indikator global M2 terus tumbuh, sementara harga Bitcoin turun tajam setelah puncaknya pada Oktober. Pada dasarnya, likuiditas meningkat, sementara momentum pertumbuhan $BTC menurun, dan dapat diasumsikan dengan yakin bahwa dolar segar tetap terkunci dalam investasi yang menguntungkan untuk menyimpan uang tunai.
Beberapa pengamat, termasuk Ash Crypto di X, percaya bahwa penyelarasan Bitcoin yang telah lama dinantikan dengan M2 mungkin akhirnya mulai terbentuk. "Likuiditas global M2 mencapai rekor tertinggi sepanjang masa," tulis Ash Crypto di X. "Reli Bitcoin terkait penyelarasan mungkin baru saja dimulai," tambahnya. Pada saat yang sama, dolar AS memberikan $BTC sedikit ruang bernapas. Data dolar menunjukkan bahwa indeks dolar AS bulan ini anjlok tajam, sementara aset seperti emas dan Bitcoin melonjak.

Pada dasarnya, melemahnya dolar memberi tekanan pada "tempat perlindungan" uang tunai dan mendorong pemegangnya untuk bertindak. Di tengah peristiwa ini, ujian sesungguhnya masih akan datang, karena pengamat pasar akan memantau indikator M2 AS, M2 global, dan arus dana ke dana tertentu. Imbal hasil obligasi Treasury juga akan berperan, karena perdagangan likuiditas dapat dilanjutkan dalam beberapa minggu atau bulan mendatang.
Kesimpulan dari semua ini adalah bahwa, meskipun ada harapan orang-orang, tingkat rekor M2 global tidak secara otomatis berarti target harga Bitcoin yang lebih tinggi. Namun, jika likuiditas terus mengalir deras ke dalam sistem keuangan, dolar tetap lemah, dan modal mengalir ke aset alternatif seperti Bitcoin dan logam mulia, maka "balapan mengejar ketertinggalan" bisa dimulai lebih cepat dari yang dipikirkan orang. Perubahan kondisi seperti itu juga dapat menyebabkan hasil yang berlawanan.
end-content






