Perusahaan forensik dan kepatuhan kripto, AMLBot, telah meluncurkan AI Tracer, yang digambarkan sebagai alat analisis blockchain mandiri yang memetakan pergerakan dana yang terlihat dari hash transaksi di seluruh jaringan blockchain.
AMLBot menyatakan bahwa alat ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan saat ini akan perangkat lunak dan pengetahuan khusus untuk melacak transaksi. Perusahaan tersebut juga mengatakan bahwa alat ini mampu melacak melalui jembatan (bridges) yang memindahkan aset lintas-rantai (cross-chain) atau ketika aset dibagi ke beberapa dompet.
"Prosesnya otomatis: AI menjelajahi grafik transaksi, mengikuti pergerakan dana dari alamat awal melalui dompet perantara menuju titik akhir apa pun yang dicapai oleh uang tersebut, dan mencocokkan label entitas yang dikenal — bursa, layanan, alamat yang ditandai — terhadap setiap dompet yang ditemuinya," kata perusahaan itu dalam siaran pers yang dibagikan kepada Cointelegraph.
Menurut pengumuman tersebut, AI Tracer tidak dapat melihat transfer antara akun internal bursa, menentukan alasan suatu pembayaran dilakukan, membekukan aset, atau menjamin pemulihan. Laporannya dimaksudkan sebagai titik awal investigasi dan tidak menggantikan audit atau proses hukum.
Alat ini menawarkan pengecekan gratis dan menyediakan paket berbayar dengan batas yang lebih tinggi untuk jumlah pengecekan otomatis. Jaringan yang saat ini didukung meliputi Bitcoin, Bitcoin Cash, Litecoin, TRON, Ethereum, BNB Chain, Ethereum Classic, Polygon, Arbitrum, Base, Optimism, Solana, Cardano, dan Ripple.
AMLBot mengatakan alat ini cocok untuk jurnalis, peneliti, pedagang, dan pengguna kripto yang ingin membaca jalur transaksi, serta agen penegak hukum yang menyelidiki kejahatan kripto dan penyelidik independen atau tim kepatuhan.
Terkait: AMLBot Ungkap Rekayasa Sosial Jadi Penggerak 65% Kasus Kripto yang Diselidikinya pada 2025





