Senat AS mengingatkan bahwa salah satu hambatan dalam pengesahan RUU CLARITY Act, yang krusial bagi pasar kripto lokal, adalah konflik kepentingan Presiden AS Donald Trump terkait bisnis kriptonya. Senator dari Partai Demokrat Ruben Gallego, partisipan kunci dalam negosiasi RUU tersebut, menunjukkan bahwa beberapa versi ketentuan etika telah dikirimkan kepada Trump namun tanpa hasil, seperti dilaporkan The Block.
"Kami berulang kali mengirimkan usulan ke Gedung Putih, tetapi kami tidak mendapat tanggapan, atau tanggapan yang sangat terlambat," kata Gallego.
Pada Rabu, 19 Agustus, dalam acara di Gedung Putih yang dihadiri para pejabat dan eksekutif perusahaan kripto besar, Trump menyatakan bahwa Kongres perlu "mengambil langkah berikutnya" dengan menyetujui CLARITY Act, yang peninjauannya ditunda hingga musim gugur. Di tengah pernyataannya, harga Bitcoin naik menjadi $70 ribu, mencetak rekor tertinggi sejak awal musim panas.
Ekspansi kepentingan bisnis Trump di industri kripto dan peningkatan pendapatan darinya menimbulkan kekhawatiran di kalangan sebagian anggota Kongres. Perhatian tertuju pada meme coin Trump Official Trump (TRUMP) dan proyek kripto keluarganya, World Liberty Financial. Menurut laporan keuangan yang dirilis pada Juni, Trump telah memperoleh hampir $1,5 miliar dari kripto.
Pada Juli, Trump menyetujui larangan bagi pejabat pemerintah untuk menerbitkan dan membiayai aset kripto. Teks ketentuan tersebut menyatakan bahwa penegakannya akan dilakukan oleh Departemen Kehakiman dan ketentuan ini akan berlaku hingga tahun 2029.
Formulasi ini menuai kritik dari Demokrat, yang menyatakan bahwa ketentuan tersebut tidak memadai. Versi terbaru mengusulkan agar penegakan aturan ini dilakukan oleh Jaksa Agung negara bagian.
Pemungutan suara prosedural pendahuluan untuk CLARITY Act di Senat dijadwalkan pada 15 September. Untuk lolos dari prosedur ini, RUU tersebut memerlukan 60 suara.
Menurut Gallego, agar hal itu terjadi, "perlu ada undang-undang etika yang tepat, serta penyelesaian beberapa masalah yang belum terselesaikan." Di antaranya adalah regulasi imbal hasil stablecoin dan kekhawatiran bahwa RUU tersebut tidak cukup efektif dalam memerangi kegiatan ilegal.
"Ada kekuatan politik tertentu yang lebih memilih agar masalah ini tidak menjadi masalah politik baik dari kiri maupun kanan. Ada juga mereka yang ingin memimpin negara, ingin 'mendaratkan pesawat ini' dan terus berinovasi di dunia," kata Gallego.





