Bitcoin mencatatkan peningkatan mingguan terbesar dalam nilai dolar sepanjang sejarah. Pada periode 17 hingga 23 Agustus 2026, aset tersebut naik dari sekitar $63.000 menjadi $79.000. CEO perusahaan Strive, Matt Cole, dalam komentarnya untuk The Block, menyatakan bahwa bitcoin menunjukkan terobosan tidak hanya terhadap dolar, tetapi juga terhadap emas.
Menurut Cole, dunia perlahan memasuki periode peningkatan permintaan atas aset-aset yang langka. Perkembangan kecerdasan buatan dan meningkatnya ketersediaan berbagai barang dapat mengalihkan modal ke emas, perak, dan bitcoin.
"Yang membuat minggu ini sangat menarik adalah bahwa bitcoin membuat terobosan baik terhadap dolar maupun terhadap emas. Terobosannya bersifat eksplosif," kata Cole.
Dia meyakini bahwa dinamika relatif bitcoin dan emas dapat menentukan alokasi modal selanjutnya. Jika cryptocurrency pertama ini terus mengungguli aset-aset lainnya, ia mampu menarik bagian likuiditas baru yang tidak proporsional besar, catat sang ahli.
Cole menambahkan, dia merasa lebih optimis terhadap bitcoin daripada sebelumnya. Menurutnya, siklus pasar berikutnya mungkin menjadi siklus "terkuat" dalam sejarah cryptocurrency. Meski begitu, dia tidak menutup kemungkinan adanya koreksi jangka pendek, namun mengharapkan investor akan aktif membeli pada saat penurunan.
Analis Menunjuk Level-Level Penting
Analis Zeus Research, Dominic John, meyakini kenaikan bitcoin dapat berlanjut dalam jangka pendek berkat arus masuk baru ke ETF dan perbaikan likuiditas makroekonomi.
Menurutnya, faktor positif tambahan bisa jadi adalah kemajuan CLARITY Act pada bulan September. Namun, sebelum tahap pertumbuhan berikutnya, analis mengakui kemungkinan periode konsolidasi. Menurut John, tugas kunci bagi bitcoin adalah kembali ke level $80.000.
"Jika terobosan bertahan, saya mengharapkan pergerakan menuju $85.000-$90.000, dan $100.000 menjadi mungkin jika arus masuk ke ETF dan likuiditas makro tetap mendukung," ujarnya.
Sementara itu, analis BTC Markets, Rachel Lucas, mengingatkan untuk tidak menjelaskan kenaikan bersejarah ini dengan satu faktor saja. Menurutnya, pergerakan seperti ini biasanya adalah hasil kombinasi dari penutupan posisi short, permintaan spot, dan situasi di pasar derivatif.
Lucas menyarankan investor untuk memantau arus masuk ke Bitcoin ETF spot, serta minat terbuka dan tingkat pembiayaan.
Jika kenaikan didukung terutama oleh permintaan spot, ini menciptakan dasar yang lebih kokoh untuk kelanjutan rally. Di sisi lain, tingkat pembiayaan yang terlalu panas dan minat terbuka yang tinggi dapat mengindikasikan peningkatan risiko koreksi tajam.
Dia juga mencatat bahwa pengambilan keuntungan dan volatilitas setelah kenaikan yang begitu cepat adalah bagian normal dari pembentukan harga dan tidak serta merta harus dipandang sebagai sinyal bearish.
Perlu diingat, pada periode 17 hingga 21 Agustus, ETF Bitcoin dan Ethereum menunjukkan hasil mingguan terbaik tahun 2026 dengan arus masuk sebesar $2,62 miliar.
end-content






