2026-08-18 Selasa

Berita Kripto - Halaman 835

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Dalam Semalam, Para Bos Kripto Dikerjain Habis-habisan oleh Vanity Fair

Dalam artikel berjudul "Semalam, Para Bos Kripto Dipermalukan oleh Vanity Fair" karya Gu Yu dari ChainCatcher, majalah ternama Vanity Fair memuat foto sejumlah tokoh terkemuka industri kripto seperti Cathie Wood (ARK Invest), Olaf Carlson-Wee (Polychain), dan Michael Novogratz (Galaxy Digital) yang memicu gelombang kritik dan ejekan. Melalui artikel bertajuk "The Crypto True Believers Who Are Still Standing", Vanity Fair menyoroti upaya industri kripto—setelah melalui badai regulasi dan pasar—untuk mendefinisikan ulang peta kekuatan global pada 2026 melalui pendanaan politik dan narasi "penyelamat". Namun, alih-alih fokus pada tren industri, majalah tersebut justru menonjolkan detail kehidupan pribadi yang dianggap aneh dan kontradiktif, seperti obsesi mencari kehidupan alien, latihan survivalisme ekstrem, atau kebiasaan berjalan tanpa alas kaki di tempat umum. Para ahli seperti Noelle Acheson dan Dennison Bertram mengkritik sudut pandang merendahkan dan sinis dari Vanity Fair. Foto-foto sengaja dikomposisikan untuk membuat subjek terlihat kaku, tidak bersahabat, atau bahkan menyeramkan—seperti penggunaan sudut kamera yang merendahkan Cathie Wood atau pencahayaan yang menggelapkan wajah Novogratz. Jinelle D'Lima dari Nozomi menegaskan bahwa esensi kripto bukanlah tentang mencari pengakuan mainstream, melainkan tentang memberdayakan sistem yang tidak bergantung pada pihak berwenang. Artikel ini menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati industri kripto terletak pada kode yang tetap berjalan, bukan pada pengakuan media arus utama.

marsbit03/18 11:30

Dalam Semalam, Para Bos Kripto Dikerjain Habis-habisan oleh Vanity Fair

marsbit03/18 11:30

WEEX Labs: Lobster Meledak, Apa yang Bisa Dibawa Ekonomi Agentik ke Web3?

WEEX Labs membahas ledakan popularitas OpenClaw, sebuah proyek AI open-source yang disebut-sebut sebagai "kepiting lobster" oleh komunitas Tiongkok karena logonya yang khas. CEO Nvidia, Jensen Huang, memujinya sebagai proyek open-source terbesar dan paling sukses dalam sejarah, bahkan menyamakannya dengan momen peluncuran iPhone oleh Steve Jobs. Berbeda dengan alat AI tradisional seperti ChatGPT yang hanya merespons pertanyaan, OpenClaw adalah AI agent yang mampu melakukan eksekusi tugas secara mandiri. Ia dapat mengoperasikan sistem, mengontrol browser, menjalankan kode, menggunakan API, dan merencanakan serta memperbaiki tindakan secara otomatis hingga tugas selesai. Dengan lebih dari 27.000 "Skills" yang tersedia di ClawHub, agen ini dapat menangani beragam fungsi. Keberhasilan OpenClaw bukan sekadar tren AI, tetapi merupakan awal dari ekonomi Agentic, di mana AI beralih dari sekadar berbicara menjadi benar-benar bekerja. Web3 dianggap sebagai wadah alami untuk ekonomi ini karena karakteristiknya yang cocok, seperti eksekusi kontrak pintar, interaksi tanpa izin, dan penyelesaian pembayaran global yang instan dengan stablecoin. Beberapa inovasi yang mendukung integrasi ini termasuk protokol x402 untuk pembayaran otonom, ERC-8004 untuk reputasi dan identitas, serta berbagai layanan seperti Clawpay dan ClawCredit. Contoh penerapan lainnya adalah Circle Skills yang memungkinkan agen menghasilkan pembayaran USDC, MistTrack Skills untuk analisis risiko AML, dan RootData yang meningkatkan efisiensi pembuatan konten. Proyek-proyek yang terkait dengan konsep Agentic juga bermunculan, seperti KITE (blockchain L1 untuk AI), Pieverse (protokol pembayaran on-chain), dan GPS (pasar Skills berorientasi keamanan). Bahkan, ada meme coin bernama "Lobster" yang terinspirasi oleh fenomena ini. Pada akhirnya, ledakan OpenClaw menandai transisi menuju era Agentic, di mana AI agent dapat beroperasi 24/7, melakukan transaksi, berkolaborasi, dan mendorong inovasi di ekosistem Web3.

marsbit03/18 10:37

WEEX Labs: Lobster Meledak, Apa yang Bisa Dibawa Ekonomi Agentik ke Web3?

marsbit03/18 10:37

SEC dan CFTC AS Bersatu untuk "Melepaskan", Aset Kripto Adalah "Komoditas Digital" Bukan "Sekuritas"

Artikel ini melaporkan bahwa regulator AS, SEC dan CFTC, secara resmi mengklasifikasikan ulang sebagian besar aset kripto sebagai "komoditas digital" dan bukan sekuritas. Keputusan ini, yang diumumkan dalam dokumen penjelasan pada 17 Maret, membagi aset kripto ke dalam lima kategori utama: komoditas digital, koleksi digital, alat digital, stablecoin (dengan larangan membayar bunga), dan sekuritas digital. Kategori non-sekuritas mencakup aktivitas seperti penambangan DeFi, staking (kecuali jika aset dasarnya adalah sekuritas), aset terbungkus (wrapped assets), dan sebagian besar airdrop. Dokumen tersebut juga menegaskan bahwa suatu aset yang awalnya dijual melalui penawaran (seperti ICO) dapat berhenti diklasifikasikan sebagai sekuritas jika menjadi terdesentralisasi atau memperoleh utilitas. Implikasi utama dari klasifikasi ini diharapkan dapat memberikan kejelasan hukum, membuka jalan untuk IPO pertukaran kripto di AS, menghilangkan hambatan audit untuk aset seperti token platform, dan memungkinkan aliran likuiditas ke protokol DeFi. Meskipun ini menandai berakhirnya era "liar" dengan berkurangnya area abu-abu, artikel menyimpulkan bahwa langkah ini merupakan kemajuan penting untuk adopsi arus utama dan kelangsungan hidup industri jangka panjang, meskipun mungkin membatasi beberapa inovasi karena meningkatnya kepatuhan terhadap peraturan.

Odaily星球日报03/18 10:21

SEC dan CFTC AS Bersatu untuk "Melepaskan", Aset Kripto Adalah "Komoditas Digital" Bukan "Sekuritas"

Odaily星球日报03/18 10:21

活动图片