2026-06-19 Jumat

Berita Kripto - Halaman 493

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Apa Selanjutnya Untuk RUU Struktur Pasar Crypto? Tanggal dan Titik Balik Penting yang Akan Datang

Masa depan RUU CLARITY, yang dikenal sebagai RUU struktur pasar crypto, masih belum pasti setelah tenggat waktu 1 Maret yang ditetapkan Gedung Putih berlalu tanpa kesepakatan antara perbankan dan perwakilan crypto. Meski ada kekhawatiran negosiasi mandek, laporan menunjukkan pembahasan masih berlanjut secara tertutup. Sumber industri perbankan menyatakan kedua belah pihak masih aktif menyusun draf bahasa legislatif dan tidak terikat ketat pada tenggat waktu 1 Maret. Namun, ketegangan tetap ada terkait perselisihan hasil (yield) stablecoin. Meski ada kesepakatan prinsip bahwa saldo stablecoin tidak boleh menghasilkan bunga, perusahaan crypto masih berupaya membuat mekanisme alternatif seperti program keanggotaan atau staking yang meniru imbal hasil. Perwakilan perbankan menekankan bahwa aktivitas pinjaman atau staking harus didefinisikan sebagai "aktif", "bona fide", dan "dikunci waktu", dengan imbal hasil terkait kinerja investasi nyata. Di sisi lain, Komite Perbankan Senat dikabarkan mempertimbangkan tanggal markup pada pertengahan hingga akhir Maret, memberikan waktu tambahan untuk menyelesaikan masalah yang belum terselesaikan, termasuk ketentuan DeFi dan masalah etika. Menurut Amanda Tuminelli dari DeFi Education Fund, pembahasan DeFi kini diprioritaskan kedua setelah perdebatan yield, namun proses secara keseluruhan terus bergerak. Jalan ke depan bergantung pada penyelesaian sengketa yield stablecoin dan finalisasi bahasa legislatif yang dapat memuaskan pemangku kepentingan.

bitcoinist03/05 01:03

Apa Selanjutnya Untuk RUU Struktur Pasar Crypto? Tanggal dan Titik Balik Penting yang Akan Datang

bitcoinist03/05 01:03

Properti Menjebak Beberapa Generasi, Sampai Seseorang Memutuskan untuk 'Memotongnya'

Judul: "Real Estat Menjebak Beberapa Generasi, Sampai Seseorang Memutuskan untuk 'Membaginya'" Artikel ini membahas masalah transfer kekayaan besar sebesar $124 triliun dari generasi baby boomer ke generasi muda, yang sebagian besar berupa real estat. Orang tua membeli rumah sebagai tempat tinggal, yang tanpa disadari menjadi aset paling berharga. Namun, bagi generasi penerus, warisan ini justru menjadi beban karena properti tersebut tidak likuid, penuh beban emosional, dan rumit secara hukum. Generasi muda, khususnya milenial dan Gen Z, menghadapi rasio harga rumah terhadap pendapatan yang dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan orang tua mereka, ditambah dengan utang siswa dan suku bunga hipotek yang mahal. Warisan rumah bernilai tinggi di kota yang tidak terjangkau justru menciptakan dilema: menjual, mempertahankan, menyewakan, atau bernegosiasi dengan saudara. Tokenisasi aset dunia nyata (RWA) di blockchain ditawarkan sebagai solusi. Dengan mengubah kepemilikan properti menjadi token digital, aset yang tidak likuid ini dapat dibagi, diperjualbelikan sebagian, dialihkan tanpa perantara, dan digunakan sebagai jaminan di DeFi. Tokenisasi mengatasi masalah likuiditas, distribusi warisan, mobilitas, dan akses bagi generasi penerus. Meskipun tidak menyelesaikan krisis keterjangkauan perumahan, tokenisasi memfasilitasi transfer kekayaan ke generasi yang lebih terbuka terhadap aset digital seperti kripto. Lembaga keuangan besar seperti JPMorgan dan BlackRock telah mulai mengembangkan infrastruktur ini, menandakan perubahan signifikan dalam cara kekayaan dikelola dan diwariskan di masa depan.

比推03/04 22:12

Properti Menjebak Beberapa Generasi, Sampai Seseorang Memutuskan untuk 'Memotongnya'

比推03/04 22:12

活动图片