2026-08-08 Sabtu

Berita Kripto - Halaman 354

Tetap selangkah lebih maju di pasar kripto. Berita real-time, wawasan, harga, cerita yang sedang tren, dan analisis ahli—semuanya di satu tempat.

Model AI Terhebat Mulai Dikelola Ekspornya Seperti Uranium yang Dipekatkan

Tulisan ini membahas bagaimana model kecerdasan buatan (AI) paling canggih mulai dikenai kontrol ekspor yang ketat, setara dengan uranium yang diperkaya. Hal ini dipicu oleh perintah Departemen Perdagangan AS yang melarang warga negara asing mengakses model Fable 5 dan Mythos 5 dari Anthropic, sehingga perusahaan tersebut terpaksa menonaktifkan model-model tersebut secara global. Artikel menarik paralel dengan sejarah pengontrolan uranium. Sama seperti uranium yang menjadi sangat dikontrol setelah "dipadatkan" menjadi bahan fisi, model AI terdepan kini dianggap sebagai aset strategis karena mereka memadatkan berbagai kemampuan canggih (seperti pembuatan kode, penalaran) ke dalam satu titik akses yang mudah. Alat kontrol ekspor tradisional yang dirancang untuk barang fisik (seperti mesin) tidak efektif untuk perangkat lunak yang dapat disalin secara digital, sehingga pembatasan dilakukan pada sumbernya. Melihat ke depan, penulis memprediksi tiga kemungkinan perkembangan: 1. **Institusionalisasi Tinjauan Kemampuan:** Model baru akan melalui proses persetujuan ketat oleh pihak ketiga yang berwenang, dengan kemampuan tertentu yang memicu kontrol. 2. **Kaburnya Batas Yurisdiksi:** Hukum AS dapat memberlakukan kontrol secara unilateral terhadap pengguna AI di seluruh dunia, terlepas dari lokasi mereka. 3. **Pembelahan Jalur Teknologi:** Akan muncul dua jalur: model tertutup canggih dari AS yang berisiko dimatikan, versus model sumber terbuka atau dari yurisdiksi lain yang lebih dapat diandalkan meski mungkin kurang canggih. Artikel menyoroti krisis mendasar: kurangnya rezim kepemilikan yang jelas untuk "kecerdasan" digital. Perusahaan yang membangun proses bisnis di sekitar model AI tertentu tidak memiliki hak kepemilikan atasnya; mereka hanya membeli layanan. Ketika layanan dimatikan, mereka mengalami kerugian operasional besar yang tidak dilindungi hukum properti tradisional. Kesimpulannya, di dunia yang mungkin terfragmentasi ini, model yang dapat diandalkan dan tidak dapat diambil alih mungkin pada akhirnya lebih berharga daripada model yang paling canggih sekalipun.

marsbit06/15 05:44

Model AI Terhebat Mulai Dikelola Ekspornya Seperti Uranium yang Dipekatkan

marsbit06/15 05:44

Bitcoin ETF Alami Arus Keluar Berturut-turut US$4,4 Miliar Tembus Rekor, Dana Alir Masuk Kembali untuk Pertama Kalinya dalam Tiga Pekan

Analisis Arus Dana ETF Bitcoin AS menunjukkan periode penarikan terpanjang sejak peluncuran pada Januari 2024. Dari 15 Mei hingga 3 Juni, terjadi arus keluar bersih selama 13 hari berturut-turut dengan total sekitar $4,37 miliar, terutama didorong oleh penjualan besar di iShares Bitcoin Trust (IBIT) milik BlackRock. Penarikan dana ini, ditambah dengan penurunan harga Bitcoin sekitar 21% dalam periode yang sama, menyebabkan total aset kelolaan semua ETF Bitcoin AS menyusut sekitar $21,5 miliar menjadi $82,83 miliar. Titik balik muncul pada 12 Juni, ketika ETF Bitcoin AS mencatat arus masuk bersih harian sebesar $85,84 juta. Yang lebih signifikan, tidak ada satu pun dari 12 dana yang mengalami arus keluar pada hari itu—kondisi yang dilihat oleh beberapa analis sebagai sinyal pelemahan tekanan jual. Geoff Kendrick dari Standard Chartered menyebutkan peristiwa ini sebagai salah satu dari tiga indikator bahwa harga Bitcoin mungkin telah mencapai titik terendah siklus saat ini. Meskipun arus masuk baru-baru ini relatif kecil dibandingkan dengan total penarikan sebelumnya, ini dianggap sebagai awal yang penting untuk pemulihan. Analis menekankan bahwa arus dana ETF kini menjadi pendorong utama volatilitas harga Bitcoin, dan penarikan besar-besaran ini lebih mencerminkan pembalikan momentum daripada keruntuhan struktural, mengingat aliran kumulatif sejak peluncuran masih sangat positif di atas $55 miliar.

marsbit06/15 05:30

Bitcoin ETF Alami Arus Keluar Berturut-turut US$4,4 Miliar Tembus Rekor, Dana Alir Masuk Kembali untuk Pertama Kalinya dalam Tiga Pekan

marsbit06/15 05:30

Dari Valuasi Rp3 Triliun ke 'Jual Murah' Rp Miliaran, Apa yang Dialami Messari?

Pada 12 Juni, platform data dan pasar modal kripto terkemuka, Blockworks, mengumumkan akuisisi atas pesaing lamanya, Messari, dengan nilai transaksi lebih dari $10 juta. Akuisisi ini terjadi setelah Messari pernah mencapai valuasi sekitar $300 juta pada 2022, mencerminkan tekanan bertahan hidup perusahaan rintisan bernilai tinggi di tengah pasar bearish yang dalam dan gelombang konsolidasi di infrastruktur data. Setelah akuisisi, CEO Messari, Diran Li, akan bergabung dengan Blockworks dalam peran kepemimpinan senior. Aset inti Messari, termasuk platform data dan API-nya yang luas, akan diintegrasikan ke dalam ekosistem Blockworks. Blockworks, yang didirikan pada 2018, telah berevolusi dari media menjadi platform intelijen pasar modal on-chain, dengan fokus pada data institusional, hubungan investor, dan alat kepatuhan. Messari, juga didirikan pada 2018, dikenal sebagai platform penelitian dan analisis data kripto profesional. Akuisisi ini adalah bagian dari tren konsolidasi yang lebih besar di industri kripto. Penurunan signifikan dalam valuasi Messari—dari $300 juta menjadi sedikit di atas $10 juta—menggambarkan penyesuaian realitas terhadap valuasi berbasis narasi pertumbuhan di masa lalu. Blockworks berencana menggabungkan kekuatan datanya sendiri di sisi penerbit (emiten) dengan basis data luas dan kemampuan API Messari untuk membangun "sistem catatan tunggal" untuk pasar on-chain, terutama guna memenuhi permintaan yang berkembang untuk pengungkapan standar, data real-time, dan akses terprogram, yang didorong oleh adopsi institusional dan agen AI. Integrasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk membangun pertahanan kompetitif jangka panjang di ruang data kripto yang terfragmentasi.

marsbit06/15 05:15

Dari Valuasi Rp3 Triliun ke 'Jual Murah' Rp Miliaran, Apa yang Dialami Messari?

marsbit06/15 05:15

Jika Gelembung AI Sudah Mulai Pecah, Siapa yang Akan Bertahan?

## Ringkasan Artikel: Jika Gelembung AI Sudah Mulai Pecah, Siapa yang Akan Bertahan? Diskusi mengenai gelembung AI semakin hangat. Ray Dalio memperingatkan adanya gelembung, sementara Jensen Huang melihatnya sebagai awal revolusi produktivitas. Keduanya benar. Seperti gelembung internet pada tahun 2000 yang menghancurkan banyak perusahaan tetapi meninggalkan infrastruktur vital (kabel laut, broadband) yang mendorong kemunculan raksasa seperti Amazon, gelembung AI saat ini juga menyisakan fondasi penting. Inti masalahnya bukan pada ada tidaknya gelembung, tetapi apa yang tertinggal setelahnya. Investasi besar-besaran—triliunan dolar—dialirkan ke infrastruktur AI seperti data center, listrik, dan GPU. Namun, pendapatan dari lapisan aplikasi masih tertinggal. Meski terlihat seperti ketimpangan, ini adalah fase alami. Biaya pemrosesan AI (per token) telah anjlok lebih dari 99.7% sejak 2023. Biaya yang lebih murah ini justru membuka permintaan baru yang masif, menyebabkan pengeluaran perusahaan untuk AI justru melonjak—fenomena yang dikenal sebagai "Paradoks Jevons" dalam ekonomi. Pasar sedang membersihkan diri. Perusahaan yang hanya mengandalkan konsep dan API wrapper akan gulung tikar. Namun, transformasi mendalam sedang terjadi: 1. **Perpindahan nilai dari CapEx ke OpEx:** Keuntungan akan bergeser dari penjual "sekop" (seperti Nvidia) ke perusahaan aplikasi yang benar-benar menyelesaikan masalah di industri spesifik. 2. **Pencernaan valuasi oleh kinerja:** Valuasi tinggi untuk infrastruktur akan teratasi seiring dengan pertumbuhan pendapatan dan efisiensi yang dihasilkan AI di berbagai sektor. AI telah merambah ke alur kerja nyata: memperpendek siklus R&D di manufaktur, mengubah keuangan kuantitatif, serta menjadi asisten ahli di bidang hukum dan kedokteran. Gelembung akan pecah, menyisakan infrastruktur fisik dan algoritma yang mumpuni. Seperti internet yang kini tak terhindarkan, kita sedang menuju era di mana semua industri akan ditransformasi dan diberdayakan oleh AI. Keributan gelembung akan reda, tetapi momentum produktivitas dasar dari AI tidak akan hilang.

marsbit06/15 04:47

Jika Gelembung AI Sudah Mulai Pecah, Siapa yang Akan Bertahan?

marsbit06/15 04:47

Jika Gelembung AI Sudah Mulai Pecah, Siapa yang Akan Bertahan?

**Gelembung AI Mungkin Sedang Pecah, Siapa yang Akan Bertahan?** Industri AI saat ini menunjukkan tanda-tanda gelembung, dengan investasi infrastruktur besar-besaran (mencapai triliunan dolar untuk data center, listrik, GPU) belum sepenuhnya seimbang dengan pendapatan dari lapisan aplikasi. Mirip dengan gelembung dot-com tahun 2000, gelembung di pasar modal tidak bisa menghentikan revolusi produktivitas yang mendasarinya. Sama seperti era internet yang meninggalkan infrastruktur seperti kabel laut dan broadband, investasi berlebihan di AI saat ini akan menciptakan fondasi fisik (pusat data, jaringan) yang murah untuk masa depan. Ketika biaya *token* atau pemrosesan AI anjlok (hingga 99.7%), kecerdasan buatan menjadi seperti listrik: murah dan dapat diakses. Ini justru membuka permintaan baru yang masif, membuat perusahaan meningkatkan pengeluaran AI mereka untuk otomatisasi alur kerja yang lebih kompleks di bidang seperti coding, hukum, keuangan, dan penelitian. Pasar sedang membersihkan diri. Perusahaan yang hanya membungkus API atau mengandalkan konsep tanpa nilai unik akan tersingkir. Namun, arah "AI+" tidak dapat dibalikkan. Nilai akan bergeser dari penyedia infrastruktur (*CapEx* seperti Nvidia) menuju perusahaan aplikasi yang benar-benar menyelesaikan masalah di industri vertikal dan mengoptimalkan operasi (*OpEx*). Singkatnya, gelembung di pasar modal akan pecah, membersihkan spekulan. Tetapi infrastruktur dan kemajuan teknologi yang ditinggalkan akan mengintegrasikan AI ke dalam semua sektor, mendorong kita menuju era di mana semua industri akan diubah dan diberdayakan oleh kecerdasan buatan, persis seperti bagaimana internet menjadi tak terhindarkan hari ini.

链捕手06/15 04:40

Jika Gelembung AI Sudah Mulai Pecah, Siapa yang Akan Bertahan?

链捕手06/15 04:40

CEO Microsoft: Di Era AI, Bagaimana Mendefinisikan Parit Pertahanan Sebuah Perusahaan?

CEO Microsoft, Satya Nadella, berpendapat bahwa di era AI, keunggulan kompetitif perusahaan yang sesungguhnya bukan terletak pada model AI terkuat mana yang dipilih, melainkan pada kemampuan perusahaan untuk menciptakan sistem pembelajaran berkelanjutan. Sistem ini mengkristalisasikan alur kerja, pengetahuan spesifik domain, penilaian organisasi, dan pengalaman karyawan, sehingga menjadi "lingkaran pembelajaran" yang terus berevolusi di mana aspek manusia dan AI saling memperkuat. Menurut Nadella, perusahaan masa depan akan mengakumulasi dua jenis modal: *human capital* (pengetahuan, daya nalar, jaringan, kreativitas karyawan) dan *Token Capital* (kemampuan AI yang dibangun dan dimiliki perusahaan sendiri). AI tidak akan mengurangi nilai modal manusia; justru peran manusia dalam menetapkan tujuan, menghubungkan bidang berbeda, dan mengenali pola kunci menjadi lebih penting. Tanpa arahan manusia, kekuatan komputasi hanya berputar di tempat. Tanpa pengetahuan internal organisasi, model yang kuat hanyalah alat eksternal. Inti pandangannya adalah bahwa masa depan yang stabil memerlukan ekosistem, bukan hanya model mutakhir tunggal. Nilai AI harus mengalir ke semua perusahaan, industri, dan negara, bukan hanya dinikmati oleh segelintir model umum. Perusahaan perlu membangun lingkungan evaluasi privat, pembelajaran penguatan privat, dan basis pengetahuan yang dapat dipertanyakan untuk mengubah pengalaman implisit menjadi kemampuan sistem yang dapat digunakan kembali, diskalakan, dan diulang. Parit pertahanan sejati suatu perusahaan bukanlah model AI tertentu, melainkan pengalaman kolektif seperti "karyawan senior" yang telah terkodifikasi dalam sistem. Pengalaman ini tetap ada meskipun model umum diganti. Ini adalah kunci kedaulatan perusahaan di era AI: kemampuan untuk mengubah pengetahuan organisasi menjadi sistem yang terus menghasilkan keuntungan berlipat, mempertahankan kekayaan intelektual, memperkuat kemampuan karyawan, dan menjaga nilai ekonomi AI tetap berada di dalam bisnis, industri, dan komunitas mereka sendiri. Nadella menekankan pentingnya membangun "ekosistem terdepan" yang memungkinkan setiap organisasi memiliki lingkaran pembelajaran mereka sendiri. Dengan begitu, nilai yang diciptakan di atas platform akan lebih besar daripada nilai yang ditangkap oleh platform itu sendiri, menciptakan keseimbangan yang stabil dan berkelanjutan bagi ekonomi yang lebih luas.

marsbit06/15 04:02

CEO Microsoft: Di Era AI, Bagaimana Mendefinisikan Parit Pertahanan Sebuah Perusahaan?

marsbit06/15 04:02

ETF Hanya Tiket Masuk: Institusionalisasi Sejati Bitcoin Terjadi di Tempat yang Tak Terlihat

**Ringkasan: Bitcoin Melampaui ETF, Menjadi "Bahan Baku" Keuangan Institusional** Sementara ETF Bitcoin menarik semua perhatian, perubahan institusional yang lebih dalam justru terjadi di balik layar. Bitcoin kini tidak hanya sekadar aset yang dimiliki, tetapi mulai berfungsi seperti obligasi pemerintah AS atau emas—sebagai **"bahan baku keuangan" (financial primitive)** yang mendukung berbagai produk dan layanan kompleks. **Contoh Implementasi:** * **Cadangan Asuransi:** Perusahaan asuransi di Barbados menggunakan Bitcoin senilai $40 juta sebagai cadangan untuk polis asuransi properti. * **Pinjaman dan Obligasi Bertingkat:** Platform seperti Ledn menawarkan pinjaman dengan jaminan Bitcoin. Bahkan, kumpulan pinjaman tersebut telah disekuritisasi menjadi obligasi senilai $188 juta yang **mendapat peringkat investasi (BBB-) dari S&P**, pertama kalinya untuk sekuritas berbasis aset digital. * **Jaringan Kolateral & Penyelesaian:** Lembaga seperti Anchorage Digital dan Copper.co mengembangkan jaringan yang memungkinkan institusi menggunakan Bitcoin sebagai margin dan menyelesaikan transaksi dengan aman, mirip dengan pasar tradisional. * **Strategi Tanpa Pandangan (Agnostic):** Dana lindung nilai menjalankan **strategi basis (basis trade)** dengan memanfaatkan selisih harga futures dan spot Bitcoin, di mana aliran dana mereka dapat memengaruhi pasar secara mekanis, terlepas dari sentimen harga. * **Bendahara Perusahaan:** Perusahaan seperti Strategy (contoh hipotetis) membeli Bitcoin dalam skala besar dengan mendanainya melalui penerbitan obligasi konversi dan saham preferen, menciptakan produk pendapatan tetap yang didukung oleh Bitcoin. **Uji Tekanan dan Risiko:** Penurunan harga Bitcoin sekitar 27% pada Februari 2026 menguji ketahanan sistem ini. Mekanisme pencairan (liquidation) otomatis berfungsi seperti dirancang, namun juga mengungkap **risiko efek domino (contagion)** jika banyak lender mencairkan jaminan secara bersamaan saat harga turun tajam. **Kesimpulan:** ETF memecahkan masalah **cara memiliki** Bitcoin. Evolusi yang lebih signifikan adalah menjawab **untuk apa** Bitcoin dimiliki. Dengan mulai berintegrasi ke dalam mekanisme inti keuangan—sebagai kolateral, cadangan, dan dasar untuk instrumen berperingkat—peran institusional terpenting Bitcoin mungkin tidak akan pernah terlihat jelas dalam grafik aliran dana ETF, karena ia perlahan-lahan **menjadi bagian dari mesin keuangan itu sendiri**.

marsbit06/15 03:57

ETF Hanya Tiket Masuk: Institusionalisasi Sejati Bitcoin Terjadi di Tempat yang Tak Terlihat

marsbit06/15 03:57

Pendiri ZEC Tanggapi Bug Orchard: Tidak Ada Tanda Pencurian, Akan Membekukan Kolam Orchard

Pendiri Zcash (ZEC) merespons kerentanan keamanan yang ditemukan di modul Orchard, dengan fokus pada empat pertanyaan utama: apakah kerentanan telah dieksploitasi, apakah aset pengguna yang sah dapat ditarik, apakah pengguna dapat memverifikasi total pasokan ZEC tidak mengalami penambahan buatan, dan apakah ada kerentanan pemalsuan serupa lainnya. Berdasarkan investigasi, kemungkinan kerentanan ini telah dieksploitasi dianggap rendah. Alasannya termasuk kerumitan teknis yang tinggi untuk menemukan dan memanfaatkannya, respons cepat tim dengan membekukan sementara pool Orchard, dan tidak adanya bukti transaksi mencurigakan yang menunjukkan eksploitasi. Aset pengguna yang sah di Orchard diperkirakan dapat ditarik normal jika kerentanan belum dieksploitasi. Namun, jika sudah dieksploitasi, ada risiko beberapa aset sah tidak dapat ditarik penuh karena batas saluran penarikan. Pengguna yang khawatir dapat memindahkan asetnya ke alamat transparan (t-address) atau pool privasi Sapling, dengan mempertimbangkan trade-off privasi dan risiko lainnya. Saat ini, pengguna biasa belum dapat secara independen memverifikasi bahwa total pasokan ZEC tidak bertambah secara tidak sah karena adanya kerentanan ini. Namun, rencana peningkatan jaringan Ironwood akan menutup permanen pool Orchard. Setelah itu, siapa pun yang menjalankan node dapat memverifikasi bahwa tidak ada token yang dapat keluar melebihi jumlah yang awalnya disetor dengan sah, sehingga memulihkan kemampuan verifikasi mandiri pengguna. Pemeriksaan menyeluruh oleh Shielded Labs dan mitra, dibantu oleh alat AI canggih, belum menemukan kerentanan pemalsuan token lainnya. Tim semakin yakin bahwa tidak ada kerentanan berbahaya serupa yang masih tersembunyi. Kesimpulannya, berdasarkan analisis saat ini, aset pengguna dianggap aman dan tidak ada indikasi penambahan pasokan ZEC yang tidak sah. Peningkatan Ironwood yang akan datang diharapkan dapat secara permanen mengatasi masalah verifikasi pasokan ini.

Foresight News06/15 03:51

Pendiri ZEC Tanggapi Bug Orchard: Tidak Ada Tanda Pencurian, Akan Membekukan Kolam Orchard

Foresight News06/15 03:51

Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Apakah Saham-saham AI Tetap Bertahan?

**Ringkasan:** Pasar keuangan global saat ini sedang memantau ketat Bank of Japan (BoJ) menjelang keputusan suku bunganya pada 16 Juni. Banyak ekonom memperkirakan kenaikan suku bunga dari 0.75% menjadi 1.0%. Keputusan ini penting karena **Yen Jepang telah lama menjadi "mata uang pembiayaan global" yang murah**. Melalui transaksi *carry trade*, investor meminjam Yen berbunga rendah untuk membeli aset berisiko tinggi dan berpotensi imbal hasil lebih besar seperti saham teknologi AI dan cryptocurrency. Kenaikan suku bunga BoJ, meski tampak kecil, menandakan awal **"uang murah" global mulai menghilang**. Ini meningkatkan biaya leverage dan dapat mengurangi selera risiko investor. Aset dengan *beta tinggi* seperti saham AI (Nvidia, Microsoft) dan crypto (Bitcoin, Ethereum) sangat sensitif terhadap perubahan likuiditas dan biaya pendanaan global ini. Risiko utamanya bukan pada tingkat bunga 1%, tetapi pada **kecepatan normalisasi kebijakan** BoJ. Jika pasar mulai memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih cepat (misalnya, menjadi 1.25% pada akhir tahun), dapat memicu gelombang *unwind* (penutupan posisi) transaksi *carry trade* Yen. Investor akan menjual aset berisiko untuk membeli kembali Yen, berpotensi menyebabkan penurunan harga aset-aset tersebut secara bersamaan dan memperbesar volatilitas pasar. Intinya: BoJ tidak akan mengakhiri narasi dasar AI atau crypto, tetapi dapat **meninggikan "ambang batas pembiayaan"** untuk aset berisiko global. Di fase valuasi tinggi, likuiditas yang menyusut dapat menurunkan kelonggaran pasar terhadap valuasi dan mengurangi multipla yang bersedia dibayar untuk pertumbuhan masa depan. Pasca-keputusan, pantau hubungan antara: * Penguatan Yen * Peningkatan yield obligasi Jepang * Tekanan simultan pada aset *beta tinggi* (saham tech momentum, crypto). Sinyal ini akan menunjukkan apakah pasar mulai memperhitungkan kontraksi lebih dalam dari rantai leverage Yen.

marsbit06/15 03:43

Bank of Japan Siap Naikkan Suku Bunga, Apakah Saham-saham AI Tetap Bertahan?

marsbit06/15 03:43

活动图片