Avalanche, Cosmos and Polygon ETPs Launched by ETC Group

u.todayDipublikasikan tanggal 2022-03-28Terakhir diperbarui pada 2022-03-28

Abstrak

The new investment vehicles have become available on Zurich-based SIX Swiss Exchange and Frankfurt-based Deutsche Börse.

British crypto-investment firm ETC Group launched three new cryptocurrency exchange-traded products that track the value of three cryptocurrencies: Avalanche (AVAX), Polygon (MATIC), and Cosmos (ATOM), according to a Monday report published by ETF Stream.  
The new investment vehicles have become available on Zurich-based SIX Swiss Exchange and Frankfurt-based Deutsche Börse.
ETC Group founder Bradley Duke claims that investors have become “increasingly interested” in gaining exposure to the hottest altcoins in order to diversify their portfolios. Duke claims that the newest products offer a substantial level of liquidity for high-quality trading.    
ETC Group also provides institutional investors with exposure to such cryptocurrencies as Bitcoin Cash, Ethereum, and Litecoin.
In December, Europe’s top provider of institutional-grade crypto-backed securities also launched ETPs for Polkadot, Solana, Cardano, and Tezos.  
Earlier this month, the company also made a trailblazing move by launching the world’s first metaverse-focused exchange-traded fund (ETP). It helps investors to gain exposure to a slew of companies that work on such cutting-edge technologies as VR/AR and 3D graphics.
ETC Group rolled out the first centrally cleared Bitcoin exchange-traded product in the world back in 2020 Deutsche Boerse. Last October, it topped $1.5 billion in assets under management, becoming the world’s number one physically-backed single cryptocurrency ETP.
Last June, the company announced that it would list the first Bitcoin ETP in the U.K.
The company now offers eight physically-backed ETPs that track the value of separate cryptocurrencies.
Having launched its products in Frankfurt, Vienna, Paris, London, Amsterdam, Zurich and Frankfurt, ETC Group has managed to gain a significant presence on European financial markets. Europe is generally known to be more crypto-friendly compared to the U.S.

Bacaan Terkait

Securitize Melantai di Bursa Saham, Saham "RWA Pertama" yang Sebenarnya Hadir

**Securitize, Perusahaan Tokenisasi Aset RWA, Melakukan IPO di NYSE** Securitize, sebuah platform tokenisasi aset dunia nyata (RWA), telah mencatatkan sahamnya (kode: SECZ) di Bursa Efek New York pada 2 Juli. Yang menarik, pada hari pertama penawaran umumnya, perusahaan juga meluncurkan versi token dari saham SECZ di blockchain Solana dan Avalanche. Peristiwa ini bukan sekadar "saham AS di-chain", melainkan contoh penting di mana penerbit saham (*issuer*) secara aktif terlibat dalam mendemonstrasikan tokenisasi ekuitas publiknya sendiri. Berbeda dengan produk tokenisasi pihak ketiga yang seringkali hanya berupa eksposur sintetis, Securitize menyatakan token SECZ mewakili saham biasa yang sama yang diperdagangkan di NYSE. Tokenisasi ini tidak ditujukan untuk pasar tanpa izin. Akses terhadap token SECZ dibatasi untuk investor AS yang memenuhi syarat (*eligible U.S. investors*) melalui platform Securitize yang telah diatur, lengkap dengan persyaratan KYC/AML. Hal ini menegaskan bahwa kepatuhan terhadap regulasi sekuritas tradisional tetap menjadi bagian inti dari desain produk. Blockchain Solana dan Avalanche berperan sebagai lapisan eksekusi untuk mencatat kepemilikan dan aturan transfer, bekerja dalam sistem hybrid bersama infrastruktur registri dan penyelesaian tradisional. Dengan aset yang dikelola lebih dari $40 miliar dan bermitra dengan raksasa seperti BlackRock dan KKR, langkah Securitize ini memberikan *trust anchor* (jangkar kepercayaan) yang lebih kuat bagi pasar RWA. Ini memajukan narasi dari aset privat seperti obligasi ke kategori yang lebih sensitif: saham perusahaan publik. Nilai sebenarnya dari sampel ini akan diuji oleh beberapa faktor kunci: likuiditas sekunder yang berkelanjutan untuk token, eksekusi hak pemegang saham (seperti dividen dan suara), serta yang terpenting, apakah perusahaan publik non-kripto lainnya akan mengikuti jejak serupa.

marsbit40m yang lalu

Securitize Melantai di Bursa Saham, Saham "RWA Pertama" yang Sebenarnya Hadir

marsbit40m yang lalu

Membeli ETH dengan Harga Diskon, Mana yang Dipilih: Bitmine atau SharpLink?

Dalam pasar ETH yang lesu, dua perusahaan perbendaharaan besar, Bitmine dan SharpLink, telah mengalami kerugian mengambang di atas 50%. SharpLink baru-baru ini membeli kembali 39.196 ETH dengan harga rata-rata $3.609, mencatat kerugian mengambang lebih dari $1,7 miliar. Bitmine terus memperluas neracanya, memegang 5,7 juta ETH (sekitar 4,7% pasokan beredar) dengan kerugian mengambang melebihi $11 miliar. Meski biaya rata-rata dan penurunan harga saham keduanya serupa, diskon pasar terhadap nilai aset bersih (mNAV) mereka berbeda signifikan: SharpLink didiskon sekitar 21%, sedangkan Bitmine hanya sekitar 6%. Perbedaan ini berasal dari beberapa faktor kunci: 1. **Skala & Likuiditas:** Bitmine memiliki skala kepemilikan dan likuiditas perdagangan saham yang jauh lebih besar, mengurangi biaya transaksi bagi investor. 2. **Kemampuan Pendanaan:** Bitmine lebih agresif dalam mengumpulkan modal (mengumpulkan $19,2 miliar dalam setahun) dan telah diterima dalam indeks Russell 1000, menarik lebih banyak investor institusional. SharpLink bergantung pada penempatan privat dan ATM yang lebih kecil. 3. **Narasi & Eksekusi:** SharpLink fokus pada narasi tokenisasi RWA dan sahamnya sendiri di Ethereum, tetapi implementasinya masih tertunda. Bitmine berinvestasi di ekosistem yang lebih luas ("saham moonshot") dan, bersama SharpLink, mendanai Ethlabs untuk mendukung riset Ethereum. **Kesimpulan untuk Investor:** * **Bitmine** lebih unggul untuk **trading jangka pendek** karena likuiditas tinggi dan diskon mNAV yang kecil, memudahkan masuk dan keluar pasar. * **SharpLink** mungkin menawarkan **potensi pemulihan yang lebih besar untuk jangka panjang** jika ETH pulih, karena diskonnya yang lebih dalam dan struktur modal yang lebih sederhana tanpa bebas biaya dividen prioritas seperti Bitmine. Pilihan bergantung pada toleransi risiko: Bitmine membawa risiko gelembung valuasi masa lalu dan struktur modal kompleks, sementara risiko SharpLink terlihat pada diskon harga yang dalam dan likuiditas yang lebih rendah.

marsbit54m yang lalu

Membeli ETH dengan Harga Diskon, Mana yang Dipilih: Bitmine atau SharpLink?

marsbit54m yang lalu

Membeli ETH yang Terdiskon, Mana yang Lebih Baik, Bitmine atau SharpLink?

Dalam pasar Ethereum (ETH) yang melemah, dua perusahaan perbendaharaan terbesar, SharpLink dan Bitmine, mencatat kerugian mengambang lebih dari 50%. SharpLink baru-baru ini membeli 39.196 ETH dengan harga rata-rata $3.609, menanggung kerugian mengambang $1,7 miliar, sementara Bitmine memegang 5,7 juta ETH dengan kerugian melebihi $11 miliar. Meski biaya rata-rata dan penurunan harga saham keduanya serupa, diskon pasar terhadap nilai aset bersih (NAV) berbeda signifikan: SharpLink didiskon sekitar 21%, sedangkan Bitmine hanya 6%. Perbedaan ini terutama berasal dari kemampuan pendanaan, likuiditas, dan eksekusi narasi. SharpLink, dengan narasi kelembagaan yang kuat dan rencana tokenisasi saham RWA, bergantung pada pendanaan skala kecil dan memiliki likuiditas terbatas. Bitmine, dengan skala kepemilikan besar dan pencatatan di indeks Russell 1000, memiliki kemampuan pendanaan agresif dan likuiditas tinggi, namun struktur modalnya melibatkan saham preferen yang menambah biaya tetap. Untuk eksposur tidak langsung ke ETH, Bitmine menawarkan likuiditas dan efisiensi perdagangan yang lebih baik dalam jangka pendek. Namun, untuk investasi jangka panjang, SharpLink, dengan diskon lebih dalam dan struktur modal lebih sederhana, berpotensi memiliki ruang pemulihan valuasi yang lebih besar jika ETH pulih. Pilihan bergantung pada toleransi risiko: risiko likuiditas dan harga SharpLink versus risiko struktur modal dan gelembung valuasi Bitmine.

链捕手1j yang lalu

Membeli ETH yang Terdiskon, Mana yang Lebih Baik, Bitmine atau SharpLink?

链捕手1j yang lalu

Berlomba Menjajah Wilayah Bersama Robinhood, Apakah Lighter Sedang Menyusun Strategi Besar?

Lighter, bursa perdagangan berjangka perpetual dan spot terdesentralisasi, terus menunjukkan perkembangan. Proyek yang didirikan oleh Vladimir Novakovski pada 2022 ini baru saja memperbarui model ekonominya dengan fokus pada program pembakaran token LIT dan mengubah sumber imbalan staking menjadi cadangan ekosistem. Sebelumnya, protokol telah membeli kembali sekitar 15,5 juta LIT dari pendapatan, dan batch pertama pembakaran permanen direncanakan setelah Q2 2026. Kemitraan strategis dengan Robinhood menjadi sorotan utama. Lighter ditetapkan sebagai mitra resmi perdagangan berjangka perpetual Robinhood dan terintegrasi langsung ke dalam Robinhood Wallet. Ini membuka akses bagi jutaan pengguna Robinhood untuk bertransaksi kontrak perpetual secara mandiri. Lighter mengalokasikan $11 juta dalam LIT sebagai insentif bagi komunitas Robinhood. Ke depan, Lighter berencana meluncurkan produk opsi pada Q3 2024, memperluas penawarannya di pasar derivatif. Proyek ini juga sedang menjajaki kerja sama dengan regulator AS (CFTC) untuk menjadi bursa terdesentralisasi yang mematuhi peraturan. Namun, perhatian perlu diberikan pada rencana unlock token tim dan VC yang signifikan pada akhir 2026, yang berpotensi mempengaruhi harga token LIT. Kesuksesan Lighter ke depan akan sangat bergantung pada eksekusi tim, transparansi, dan kondisi pasar secara keseluruhan.

Foresight News1j yang lalu

Berlomba Menjajah Wilayah Bersama Robinhood, Apakah Lighter Sedang Menyusun Strategi Besar?

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片