Lessons we learned from the Terraform-FTX implosions

CointelegraphDipublikasikan tanggal 2022-12-10Terakhir diperbarui pada 2022-12-10

Abstrak

The crises cryptocurrency experienced in 2022 served as a reminder of some classic bits of investing wisdom.

In May 2022, Terraform Labs’ LUNA cryptocurrency and TerraUSD (UST) stablecoin collapsed, triggering a massive shock in the crypto industry. Six months later, the bruised industry took another hammering as one of the largest cryptocurrency exchanges, FTX, filed for bankruptcy protection and billions of dollars of user assets went missing. The FTX empire, once valued at more than $30 billion, fell to zero in fewer than 10 days.

FTX reportedly has more than 1 million creditors, most of whom are retail investors who were convinced that FTX would not collapse and had been keeping their assets on the exchange. Taking a look at Mt. Gox in 2014 — whose creditors still failed to reclaim compensation — FTX may be a repeat of that mistake.

It can be said that FTX succeeded because of Alameda Research, and failed because of Alameda too. An investigative report led careful users to uncover serious problems with Alameda’s balance sheet, which then led to a deeper dive into its unclear, unexplained financial dealings with FTX.

Many well-known venture capital and crypto companies have also been caught in the trouble. Sequoia Capital, Temasek and others announced that they were making their investments in FTX down to zero; BlockFi, a crypto lending platform, has filed for bankruptcy due to its exposure to FTX; and crypto broker Genesis, a subsidiary of Digital Currency Group, is on the verge of bankruptcy due to a liquidity crisis and may not be able to repay investors’ funds.

When the crypto tide ebbed, we knew who was swimming naked. After the craze, the market is left in a mess.

The collapse of FTX provides a precious opportunity for all users, practitioners and lawmakers to reflect on the problems and reinvent the crypto industry.

I don’t think we should blame the FTX failure on cryptocurrency itself. It doesn’t mean that the emergence of Bitcoin and the crypto industry was a mistake. We should be thinking about the business models that cryptocurrency exchanges run and how to effectively decentralize governance, etc.

The overturned cart ahead is a warning to the ones behind. The implosion of exchanges is mainly attributed to their untransparent funding disclosure. We have seen that the top cryptocurrency exchanges — including Binance, OKX and Huobi — have announced their fund reserves to prove their security to ensure the interests of users.

The shock of FTX’s bankruptcy still needs much time to be digested, and the crisis will not stop here, but I believe in the unstoppable bursting momentum of the crypto industry.

The crypto industry has its twists and turns as it develops, but its future is promising. While 2022 is a particularly tough year for the crypto space, it will continue to grow, evolve and look for a way out amid the skepticism.

With the COVID-19 pandemic raging and the global “rate hike wave,” the crypto winter could be harsher and more prolonged than expected. Although we cannot precisely predict and estimate how long it will last, we can get over the difficulties together.

As a journalist who has worked on the front line of the industry for many years, I have learned some deep lessons from the LUNA crash to the FTX collapse:

If you hear any rumors about the insolvency of an exchange or a project, be sure to transfer your assets out as soon as possible. As an old Chinese saying goes, a true man won’t stand beside a collapsing wall.

Not your key, not your coins. This is a cliche, but it is also a truth. The only way we can protect our crypto assets is by keeping our own private keys.

Cash is king when a crisis occurs. As bubbles burst and asset prices plunge, holding cash can make us safely survive the difficult period.

Don’t borrow money to invest, and don’t leverage. For most people, borrowing and leveraging will only accelerate bankruptcy. FTX was not immune to this.

Keep up with the industry by learning new things about centralized finance and decentralized finance, tokenomics, on-chain activity, how to use cold wallets, etc.

Personally, I am a crypto enthusiast and supporter with a long-term vision for blockchain technology. The crypto industry has faced its darkest hour more than once. There’s no making without breaking, and I hope we can regain our confidence and trust in the industry.

Bacaan Terkait

Dialog dengan Jason Huang, Pendiri NDV: Menusuk Gelembung AI dan Mitos MicroStrategy, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

Dalam wawancara dengan Jason Huang, pendiri NDV, dibahas penurunan harga Bitcoin baru-baru ini dan faktor-faktor penyebabnya. Jason menyebutkan bahwa penurunan awal disebabkan oleh tekanan jual siklus empat tahunan Bitcoin, sementara penurunan terkini dipicu oleh koreksi pasar saham AS, kontraksi likuiditas, serta tekanan utang MicroStrategy (MSTR). Ia menilai pasar belum mencapai titik terendah sebenarnya, karena dasar pasar bearish biasanya memerlukan peristiwa besar seperti runtuhnya FTX untuk memicu keputusasaan menyeluruh. Mengenai strategi investasi, dana tahap kedua Jason menghasilkan sekitar 20% tahun ini, dengan diversifikasi ke komoditas seperti minyak, emas, dan perak. Ia menghindari saham AI karena kurangnya keunggulan perdagangan, dan mengkhawatirkan gelembung dalam perdagangan semikonduktor serta IPO SpaceX. Meski pesimis jangka pendek, Jason optimis dengan stablecoin sebagai inovasi paling jelas dan berguna dalam industri crypto, dengan ruang pertumbuhan yang masih besar. Jason juga membahas mekanisme MicroStrategy, yang menggunakan utang dan penerbitan saham untuk membeli Bitcoin. Namun, penurunan harga Bitcoin mengubah siklus positif menjadi negatif, memaksa perusahaan menjual aset kriptonya. Pasar merespons dengan "lari lebih dulu" karena kekhawatiran atas potensi penjualan lebih besar. Untuk pasar crypto, Jason percaya titik terendah belum tercapai dan memprediksi Bitcoin mungkin turun di bawah $48.000. Ia sangat tidak optimis dengan Ethereum, sementara tetap melihat peluang jangka panjang dalam Bitcoin dan aset seperti kartu olahraga, yang memiliki basis penggemar dan pasokan terbatas. Secara keseluruhan, Jason menekankan pentingnya menunggu kepanikan pasar sepenuhnya terlepaskan sebelum mempertimbangkan membeli aset kripto, serta menjaga jarak dari kebisingan pasar untuk keputusan investasi jangka panjang.

marsbit9m yang lalu

Dialog dengan Jason Huang, Pendiri NDV: Menusuk Gelembung AI dan Mitos MicroStrategy, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

marsbit9m yang lalu

Dialog dengan Pendiri NDV Jason Huang: Menusuk Gelembung AI dan Mitos Strategi Mikro, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

Pada episode podcast WuShuo, pendiri NDV Jason Huang membahas penurunan harga Bitcoin baru-baru ini, peristiwa penjualan MicroStrategy, risiko pasar makro, serta peluang di industri crypto. Menurutnya, setengah awal penurunan crypto didorong oleh tekanan jual siklus empat tahunan Bitcoin, sedangkan bagian baru-baru ini diperparah oleh koreksi saham AS, kontraksi likuiditas, dan tekanan utang MicroStrategy. Ia menilai pasar belum benar-benar mencapai titik terendah; titik balik bearish biasanya memerlukan peristiwa besar seperti runtuhnya FTX yang memicu keputusasaan luas dan kondisi di mana tidak ada lagi yang membahas pasar. Dalam strategi investasi, dana tahap kedua Jason menghasilkan sekitar 20% tahun ini, dengan diversifikasi ke komoditas seperti minyak, emas, dan perak. Ia menghindari saham AI karena merasa tidak memiliki keunggulan trading meski merupakan pengguna berat AI, serta mengkhawatirkan risiko gelembung dalam perdagangan padat terkait saham AS, semikonduktor, dan rencana IPO SpaceX. Meski pesimis untuk jangka pendek, ia tetap optimis tentang nilai jangka panjang stablecoin di industri crypto, menilai stablecoin sebagai inovasi paling jelas dan berguna dengan ruang penetrasi yang masih besar. Jason menganalisis masalah model bisnis MicroStrategy, di mana penurunan harga Bitcoin mengubah siklus positif menjadi negatif, memicu aksi jual antisipatif pasar. Untuk Bitcoin, ia memperkirakan pergerakan selanjutnya mungkin turun lebih dalam, dengan level $48.000 belum tentu menjadi support kuat. Ia sangat tidak optimis dengan Ethereum, sementara untuk Bitcoin ia melihat kemungkinan penurunan besar diikuti pemulihan signifikan dalam satu tahun ke depan, dengan titik terendah sejati sering muncul setelah kepanikan total dan ketidakpedulian pasar. Ia menekankan bahwa investor sebaiknya menjauhi kebisingan pasar saat kondisi paling suram, menetapkan harga beli target, dan fokus pada potensi jangka panjang berdasarkan difusi konsensus dan tingkat penetrasi.

链捕手15m yang lalu

Dialog dengan Pendiri NDV Jason Huang: Menusuk Gelembung AI dan Mitos Strategi Mikro, Mencari Kartu As Terakhir di Pasar Kripto

链捕手15m yang lalu

Arah Pasar Saham AS (24 Juni): Penurunan Tajam Saham Korea Selatan Mengguncang Chip Global, Micron Turun Lebih dari 10%, Kepastian Pasokan Jangka Panjang Menghadapi 'Ujian Keras'

**Pasar Saham AS (24 Juni): Saham Korea Anjlok, Guncang Chip Global, Micron Jatuh Lebih dari 10%, Kepastian Pasokan Jangka Panjang Diuji** Indeks KOSPI Korea anjlok 10% pada Senin, didorong oleh rumor bahwa SK Hynix mungkin memperlambat ekspansi produksi HBM4. Guncangan ini dengan cepat menyebar ke rantai pasok chip di AS. Saham Micron Technology anjlok 13,18%, Sandisk turun 13,64%, dan Marvell turun 8%. Indeks Philadelphia Semiconductor menutup turun 7,87%, sementara Nasdaq turun 2,21%. Saham chip, terutama memori, menjadi penyebab utama penurunan. Selain Micron dan Sandisk, Western Digital turun 8,5%. Raksasa chip seperti Nvidia, AMD, dan Intel juga terkoreksi. Sektor defensif seperti IBM, Accenture, Walmart, dan Johnson & Johnson relatif tahan banting. Tekanan jual ini tidak mengarah pada permintaan AI itu sendiri, tetapi pada penilaian ulang terhadap optimisme berlebihan terkait kapasitas chip memori. Rumor tentang SK Hynix memicu kekhawatiran bahwa sinyal lemah dari sisi pasokan HBM dapat mengurangi kepastian siklus infrastruktur AI. Perhatian beralih ke data inflasi PCE AS pada Kamis, yang akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga. Laporan keuangan Micron pada hari yang sama juga menjadi sorotan, dengan fokus pada margin HBM dan panduan kapasitas untuk 2027. Komentar konservatif dapat memicu penjualan lebih lanjut. Dari perspektif *Chao Xiang*, penurunan ini menandai pergeseran siklus arbitrase AI dari fase euforia ke fase penentuan harga yang lebih rasional. Saham seperti Micron, yang sebelumnya dihargai sebagai penjamin infrastruktur AI, kini dilihat lebih seperti komoditas siklis. Kepastian pasokan jangka panjang, yang sebelumnya dianggap kuat, kini dipertanyakan.

marsbit28m yang lalu

Arah Pasar Saham AS (24 Juni): Penurunan Tajam Saham Korea Selatan Mengguncang Chip Global, Micron Turun Lebih dari 10%, Kepastian Pasokan Jangka Panjang Menghadapi 'Ujian Keras'

marsbit28m yang lalu

Era AI, KOL dan Komunitas Seperti Apa yang Tidak Akan Sepenuhnya Tergantikan?

**Era AI: KOL dan Komunitas Seperti Apa yang Tidak Akan Tergantikan?** Wawancara ini menampilkan investor dan pembuat konten terkenal BitWu, membahas masa depan industri Web3 dan Crypto di tengah perkembangan AI. Berikut poin-poin kunci: **Tentang Diri dan Industri Crypto:** BitWu mendefinisikan dirinya sebagai investor dan praktisi jangka panjang. Ia tetap di industri Crypto karena melihat perubahan dunia tercepat di sini, serta menyaksikan sisi paling telanjang dari sifat manusia. **Pelajaran dari Siklus Pasar Naik-Turun (Bull/Bear Market):** Perubahan kognitif terbesar adalah beralih dari mengejar kekayaan instan menjadi bertahan hidup dan mencari keuntungan berbunga (compound interest), serta dari hanya percaya narasi menjadi memverifikasi struktur di baliknya. **Kesalahan Pemula & Kemampuan yang Perlu Dikembangkan:** Kesalahan umum adalah menganggap keuntungan di pasar naik sebagai kemampuan sendiri, kurangnya manajemen portofolio, dan hanya fokus pada imbal hasil tanpa memperhitungkan risiko. Kemampuan paling penting untuk dikembangkan adalah **kemampuan mengidentifikasi risiko**. **Perbedaan Siklus Saat Ini dengan 2021:** Jika 2021 didominasi investor ritail (retail) dan spekulasi, siklus saat ini lebih tentang masuknya Crypto ke infrastruktur keuangan global (stablecoin, RWA, AI, ETF, institusi). Ini membuat peluang bagi investor biasa lebih sulit. **Fokus Investasi 2-3 Tahun ke Depan:** BitWu fokus pada tiga area: 1. **Stablecoin:** Memiliki kebutuhan, pengguna, dan volume nyata. 2. **RWA (Real World Assets):** Menghubungkan aset tradisional dengan blockchain. 3. **AI:** Terutama konvergensi dengan Crypto, di mana Crypto dapat menjadi infrastruktur keuangan untuk AI Agent. **Dampak AI pada Crypto & Game:** AI dapat mengubah Crypto dari aset spekulasi menjadi "jalur keuangan untuk mesin" (AI Agent). Dalam gaming, AI dapat menciptakan game yang berevolusi, NPC yang lebih hidup, dan dunia game yang dinamis. **Masa Depan KOL dan Komunitas:** * **KOL:** KOL yang hanya mengumpulkan dan menyebarkan informasi akan digantikan AI. Namun, KOL bernilai tinggi dengan pengalaman, penilaian, gaya unik, dan kredibilitas **tidak akan tergantikan**. * **Komunitas:** Akan semakin penting tetapi terdiferensiasi. Komunitas berbasis "airdrops" atau "pump" akan menghilang. Komunitas berharga masa depan membutuhkan **kepercayaan, tujuan bersama, dan hubungan jangka panjang yang nyata** (dari online ke offline). **Analisis Kegagalan & Masa Depan Game Web3:** Game Web3 sebelumnya gagal karena terlalu fokus pada model ekonomi "Play-to-Earn" alih-alih kesenangan bermain game itu sendiri, yang berujung pada spiral kematian. Masa depan GameFi terletak pada kombinasi **AI, elemen sosial, dan UGC (User-Generated Content)**. Investasi ke depan harus fokus pada tim yang mampu menciptakan dunia game yang menyenangkan dan tahan lama, bukan hanya produk keuangan.

marsbit47m yang lalu

Era AI, KOL dan Komunitas Seperti Apa yang Tidak Akan Sepenuhnya Tergantikan?

marsbit47m yang lalu

Saham Preferen Bukan Pemicu Kebangkrutan Perusahaan, Cadangan Dolar MicroStrategy Dapat Membayar Dividen dan Bunga Sampai Februari 2027

**Ringkasan:** Artikel ini membahas peran unik **saham preferen (preferred shares)** dalam strategi keuangan MicroStrategy (MSTR), khususnya terkait investasinya di Bitcoin (BTC). Saham preferen MSTR, termasuk produk seperti STRC, secara hukum adalah ekuitas tetapi memiliki sifat seperti utang (misalnya, pembayaran dividen tetap/tertentu). Kelebihannya adalah tidak dianggap sebagai utang tradisional: tidak ada tekanan untuk melunasi pokok, dan pembayaran dividen tidak wajib. Jika MSTR kekurangan kas, mereka dapat **menunda atau mengakumulasi pembayaran dividen** saham preferen tanpa memicu default atau kebangkrutan. Risiko kebangkrutan yang sebenarnya justru datang dari **obligasi konversi (convertible notes)** yang jatuh tempo, yang jika tidak dikonversi akan memaksa penjualan BTC. Artikel menyoroti bahwa MSTR baru-baru ini mengumpulkan dana **$3.355 miliar** melalui penerbitan saham biasa ($MSTR), bukan saham preferen, sehingga tidak menambah beban dividen masa depan. Cadangan dolar mereka meningkat menjadi **$14 miliar**, cukup untuk membayar semua dividen saham preferen hingga **Februari 2027** dan setengah dari dividen Maret 2027. Dengan cadangan kuat ini dan asumsi bear market BTC akan berakhir sebelum obligasi konversi awal jatuh tempo (September 2027), MSTR memiliki ruang bernapas. Mereka dapat terus menerbitkan $MSTR saat pasar pulih untuk mengisi kembali cadangan dan membayar dividen, mengurangi tekanan seiring kenaikan harga BTC dan MSTR.

marsbit1j yang lalu

Saham Preferen Bukan Pemicu Kebangkrutan Perusahaan, Cadangan Dolar MicroStrategy Dapat Membayar Dividen dan Bunga Sampai Februari 2027

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片