China Meluncurkan Produksi Mesin Cetak Chip: Mengapa Para Ahli Tidak Terburu-buru Memberikan Sambutan
Perusahaan milik negara asal Shanghai, Aishengna Electronic Technology Group, telah memulai produksi mesin lithografi imersi DUV, peralatan kritis untuk pembuatan chip semikonduktor. Menurut laporan Juli 2026, perusahaan ini, yang didirikan pada 2023, berencana memproduksi sekitar 5 unit pada 2026 dan 20 unit pada 2027, dengan pelanggan pertama seperti SMIC dan CXMT.
Namun, para ahli menyatakan skeptisisme. Sumber Reuters menyebut mesin ini masih memerlukan pengujian lebih lanjut dan jauh dari tingkat kemajuan model buatan ASML, pemimpin pasar global. Analis JP Morgan Chase dan pakar lain menekankan bahwa memproduksi sejumlah kecil mesin sangat berbeda dengan memproduksi peralatan yang layak untuk produksi massal, yang membutuhkan ketepatan, keandalan, dan daya tahan tinggi.
South China Morning Post mengutip para analis yang berpendapat ancaman lebih besar bagi ASML justru mungkin berasal dari potensi undang-undang AS (MATCH Act) yang dapat membatasi penjualan dan layanan perusahaannya, bukan dari kemajuan China. Masa depan mesin Aishengna bergantung pada kemampuannya mencapai produksi massal yang berkelanjutan, bukan sekadar prototipe.
Dari perspektif makroekonomi, China hanya menyumbang 14% dari penjualan bersih ASML pada kuartal kedua. Pola historis juga menunjukkan bahwa perkembangan China di bidang lithografi, seperti prototipe EUV di Shenzhen pada 2025, seringkali membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk beralih dari tahap laboratorium ke produk massal. Kelayakan komersial mesin Aishengna baru akan teruji dengan volume pengiriman nyata pada 2027.
cryptonews.ru1j yang lalu