以太坊Danksharding落地后,哪些项目将是最终赢家?

SevenUP DAODipublikasikan tanggal 2022-08-31Terakhir diperbarui pada 2022-08-31

Abstrak

Danksharding由以太坊研究员Dankrad Feist首先提出的扩容方案,旨在规避 MEV(矿工可提取价值)问题,从而最大限度地提高系统去中心化和安全性属性,而这是通过提议者-构建者分离(PBS)以及crList 的组合方案来实现的。

Danksharding由以太坊研究员Dankrad Feist首先提出的扩容方案,旨在规避 MEV(矿工可提取价值)问题,从而最大限度地提高系统去中心化和安全性属性,而这是通过提议者-构建者分离(PBS)以及crList 的组合方案来实现的。

在以太坊研究者们看来,danksharding可能会成为以太坊的救世扩容方案。而Vitalik Buterin等人撰写的EIP-4844‌提案,则是实施danksharding扩容方案的第一步,其将大幅度降低现有rollup二层网络的gas费用,以此提高整个生态的竞争力。

那么当danksharding方案成功实施后,它会成为哪些项目的催化剂呢?来自thetie的研究员Vaish Puri‌提出了他认为会受到积极影响的几个项目:Arbitrum、 Optimism 、Chainlink以及LayerZero。我们可以先看看他陈述的逻辑,然后结合思考得出一个自己的结论。

一、谁会是danksharding的受益者?

假设danksharding于今年年底随着“上海硬分叉”部署到以太坊网络(前几天,V神为原型 danksharding(EIP-4844)编写了一个FAQ页面‌,有兴趣的读者可以看一看),那么除了以太坊本身之外,接下来还有哪些项目会是直接的受益者呢?

Vaish Puri提出,Rollup二层网络项目(例如Arbitrum和Optimism)、Chainlink预言机,以及新出现的跨链项目LayerZero会是danksharding的最大受益者。

以下是他提出的一些论据:

二、Arbitrum, Optimism 以及 Chainlink

Arbitrum 是一个采用optimistic rollup方案的L2项目,当前其网络的TVL略高于20亿美元,目前是以太坊L2赛道的领头羊之一,而随着以太坊设置实施 danksharding,Arbitrum的增长可能会呈指数级增长。

值得注意的一点是,在 Arbitrum 的 TVL 开始崭露头角时,他们的GitHub 提交数却显著下降了,而Optimism 则保持稳定的开发状态。这有点奇怪,因为人们一般会认为,随着大众对项目的兴趣越来越大,团队开发频率也会随之增加,但Arbitrum 似乎并非如此。

2020 年初,Offchain Labs 的联合创始人 Ed Felten宣布Abritrum 计划与 Chainlink 的去中心化预言机网络集成,从而降低网络gas费用,并提高网络吞吐量。

此外,Chainlink-Arbitrum 的集成,将估值外包给了 Chainlink 节点,并允许开发人员将Chainlink喂价集成到他们的dApp 中,而无需重写任何智能合约。由于 danksharding 使执行层和分片之间的耦合更加紧密,我们预期会看到需求将出现飙升。

由于 Chainlink 已经成为预言机市场中的主要领导者,并且它与很多项目建立了合作伙伴关系,可以肯定地说,Chainlink将为Dank-sharding的交易量/市值飙升做好了准备。Chainlink 的一个主要问题在于,它并不是真正意义上的去中心化项目(严格来说是治理方面),尽管这似乎不会影响系统的整体健康。

评论:最近,optimistic rollup方案以压倒性的支持优势胜过了zk-rollup方案,这主要是因为danksharding的提出。从中短期来看,Arbitrum和Optimism确实更容易实现扩展,目前从TVL这一指标来看,Arbitrum还处于领先位置,但Optimism的gas优化要更好(参见https://l2fees.info/),并且L2赛道的竞争还没有进入白热化的(发token)阶段,目前很难说哪只团队会是最后的胜出者。而从长期来看,zk-rollup依然会是最终的L2解决方案,这一点是没有变的。

而Vaish Puri分析的预言机需求增长逻辑,译者认为是说的通的,而Chainlink作为预言机赛道的龙头,自然会成为投资者的关注点之一,而其他类似UMA这样的龙二预言机项目,也值得我们去跟一跟进展。

三、LayerZero

LayerZero 是一种“全链”互操作性协议,其使命是提供一种“经得起未来考验”的不变基础设施,在这个基础设施中,开发者永远不必在智能合约中更改接口。

LayerZero推出了“超轻节点”(ULN)方案,并声称其拥有轻节点的所有安全性以及中间链的成本效益。这是通过按需将区块头流式传输到oracle预言机来实现的,而不是按顺序保留所有区块头。

本质上,LayerZero只是一个使用ULN的链上端点协议,其使用预言机和中继器在链上端点之间传输数据。LayerZero利用了Chainlink等预言机的安全特性,并通过中继系统增加了另一层安全性。LayerZero的端点设计实际上足够轻,它可以在昂贵的L1系统上运行,而不会将大部分成本转嫁给最终用户。

事实上,借助LayerZero协议,我们不仅可以实现跨链转账,理论上我们还可以进行跨链借贷、跨链swap交易、跨链治理以及跨链状态共享。

LayerZero 的全链桥Stargate已经上线,其正在为完全可组合的流动性传输协议奠定基础。

长话短说,LayerZero可以无缝连接所有链,无论它是EVM链还是非 EVM链。本质上LayerZero是创建了一个跨链通信协议。

目前,所有跨链桥项目的TVL总和超过了220亿美元,其中Avalanche的跨链桥处于领先的地位。

而随着danksharding的落地,以太坊网络的流量和吞吐量预计将迅速增加。

而以太坊在全球的快速采用将带来巨大的需求,这将使得传统的跨链桥变得笨重,并影响响应速度。而廉价的链间通信将变得非常受欢迎,而LayerZero的Stargate在理论上可以满足这一需求。

LayerZero 的开发相对处于起步阶段,我们可以从他们的gitbook页面以及GitHub页面可以看出这一点,尽管如此,该项目的进展正在以惊人的速度前进。

评论:danksharding落地并促进以太坊生态之后,rollup与rollup之间的跨链需求会大幅增加,短期EVM fork链转向l2链的需求也会增长,而Stargate同时支持了Arbitrum、Optimism以及非以太坊生态的EVM fork链,这确实为接下来的资产转移潮做好了应对准备,但安全性才是我们用户应该要重点关注的属性,短期内,还是应以测试为主。而其他rollup与rollup之间的跨链桥项目,也同样是值得去追踪的。

总结

Danksharding 不仅仅是对经典分片的重新设计,它还是一个改变游戏规则的提案,一旦成功实施,这将标志着区块链进入一个新时代。很快,Dankrad Feist 和以太坊基金会的魔术师们就能够解决可扩展性、去中心化以及安全性的三难问题。而Danksharding的落地,将振兴Arbitrum、Optimism等rollup生态,以及像Chainlink这样的预言机项目,同时,它还会创造一个促进LayerZero 等创新解决方案的环境。

在这篇文章中,我们考虑的是Danksharding方案的受益者,但并未谈论相关的受害者,而这个话题同样是非常有意思的,在下一篇文章中,我们来具体谈谈这个问题。

Bacaan Terkait

Standard Chartered Lagi-lagi Menyanyikan 'Mimpi Gila' 50 Kali, Membuat 'Kue Kosong' untuk AAVE dengan Target Rp 3.500 (sekitar $3,500)

Penulis: Jae, PANews Bank Standard Chartered kembali membuat pernyataan mengejutkan di industri crypto, dengan memperkirakan token AAVE berpotensi melonjak 50 kali lipat menjadi $3.500 pada akhir 2030. Laporan mereka berfokus pada narasi makro seperti pertumbuhan besar DeFi TVL menuju $2,7 triliun dan gelombang tokenisasi aset dunia nyata (RWA), yang diyakini akan mendorong pendapatan protokol Aave. Analisis inti bank tersebut adalah: skala deposit menentukan kapasitas pinjaman, yang kemudian mendorong pendapatan biaya, dan akhirnya mengubahnya menjadi kapitalisasi pasar token. Aave, dengan arus kas yang sehat dan program pembelian kembali/burning token, dipandang sebagai aset yang didorong oleh arus kas dan saat ini dinilai terlalu rendah. Laporan terbaru dari Grayscale juga mendukung pandangan ini. Pada tingkat mikro, Aave mendominasi pasar dengan keuntungan bersih. Data menunjukkan Aave menghasilkan sekitar 80,7% dari total laba yang dipertahankan ("Earnings") di sektor peminjaman, meskipun hanya memiliki sekitar setengah dari total TVL sektor. Arsitektur teknis baru V4 dan pasar pinjaman berizin Horizon juga dilihat sebagai faktor pendukung. Namun, tantangan struktural tetap ada. Model pinjaman *peer-to-pool* Aave menyebabkan inefisiensi modal yang signifikan, dengan dana menganggur menimbulkan kerugian besar setiap tahun. Kelemahan ini membuatnya rentan terhadap risiko sistemik, seperti yang terlihat dalam insiden keamanan KelpDAO April lalu, dan membuka peluang bagi pesaing seperti Morpho yang menawarkan efisiensi lebih tinggi. Pada intinya, prediksi optimis Bank Standard Chartered mencerminkan ambisi lembaga keuangan tradisional terhadap masa depan aset yang ditokenisasi. Namun, bagi Aave, perjalanan menuju realisasi "kue" $3.500 tersebut akan bergantung pada kemampuannya mengatasi kelemahan struktural, meningkatkan efisiensi, dan menemukan jalur yang kokoh untuk mendukung pertumbuhan skala triliunan dolar.

链捕手12m yang lalu

Standard Chartered Lagi-lagi Menyanyikan 'Mimpi Gila' 50 Kali, Membuat 'Kue Kosong' untuk AAVE dengan Target Rp 3.500 (sekitar $3,500)

链捕手12m yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang penggalangan dana besar-besaran oleh perusahaan teknologi raksasa seperti SpaceX, Alphabet, dan Meta, menimbulkan kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, analisis menunjukkan bahwa ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak berikutnya dalam perkembangan AI. Alasan utama optimisme terletak pada intensitas investasi modal (Capex) yang terus berlanjut dan bahkan meningkat tajam. Lima penyedia cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya telah meningkatkan panduan Capex mereka untuk tahun 2026 secara signifikan, dengan angka mencapai ratusan miliar dolar AS. Ini menunjukkan komitmen kuat untuk membangun infrastruktur AI. Siklus investasi ini diperkirakan akan lebih tahan lama dibandingkan siklus perangkat keras sebelumnya karena beberapa alasan: 1. **Kompleksitas dan Hambatan Fisik:** Investasi tidak hanya untuk chip (GPU), tetapi juga untuk listrik, transformator, pendinginan, jaringan, dan ruang data. Banyak dari komponen ini menghadapi kendala pasokan yang parah dan waktu tunggu produksi yang panjang (misalnya, transformator bisa memakan waktu 4 tahun). 2. **Sifat Proyek yang Berkelanjutan:** Proyek infrastruktur berskala besar, sekali dimulai, lebih mahal untuk dihentikan di tengah jalan daripada diselesaikan. 3. **Data Pendukung:** Perusahaan seperti Eaton melaporkan lonjakan pesanan data center lebih dari 200%, menunjukkan bahwa investasi ini didukung oleh aktivitas konstruksi nyata. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI (Return on Investment):** Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, menekan arus kas bebas. Namun, model bisnis cloud historis menunjukkan bahwa fase investasi masif dapat diikuti oleh monetisasi skala besar. Sinyal untuk mengubah pandangan akan muncul jika panduan Capex diturunkan atau penggunaan produk AI meleset dari ekspektasi – yang saat ini belum terjadi. 2. **Gelembung seperti tahun 2000:** Krisis dot-com dipicu oleh kelebihan pasokan infrastruktur (serat optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru sebaliknya, ditandai oleh **kekurangan pasokan** di banyak lapisan infrastruktur fisik yang kritis dan tidak dapat diproduksi secara berlebihan dengan mudah. Kesimpulannya, gelombang penggalangan dana saat ini mencerminkan kebutuhan untuk mendanai tahap ekspansi AI berikutnya yang penuh dengan hambatan teknis dan logistik. Sinyal dari perusahaan menunjukkan investasi belum melambat. Meskipun risiko selalu ada, bukti saat ini lebih mendukung narasi bahwa siklus AI masih berlanjut, hanya saja dengan dinamika dan tantangan yang telah berubah.

marsbit1j yang lalu

Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Namun Alasannya Telah Berubah

marsbit1j yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

**Investasi Pasang Surut: Kami Masih Optimis dengan Rantai Industri AI, Tapi Alasannya Berubah** Pasar saat ini dihadapkan pada gelombang besar pengumpulan modal dari raksasa teknologi seperti IPO SpaceX senilai $750 miliar dan rencana pendanaan besar-besaran oleh Alphabet dan Meta. Ini memicu kekhawatiran bahwa siklus AI mungkin telah mencapai puncaknya. Namun, menurut "Tidal Investment", ini bukan tanda akhir, melainkan peralihan ke babak baru. Alasan untuk tetap optimis telah berubah. Dua tahun lalu, cerita didorong oleh ledakan permintaan dan imajinasi industri. Pada pertengahan 2026, fokusnya beralih ke pertanyaan apakah intensitas investasi ini berkelanjutan. Kunci jawabannya terletak pada niat dan kemampuan para pemain kunci untuk terus berinvestasi. Data menunjukkan investasi justru semakin agresif. Panduan belanja modal (Capex) 2026 dari lima vendor cloud utama (Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, Oracle) semuanya dinaikkan secara signifikan, mencapai angka ratusan miliar dolar AS. Bahkan perusahaan dengan arus kas kuat pun mengatur ulang struktur modalnya untuk mendanai infrastruktur AI. Siklus investasi ini sulit berhenti karena beberapa alasan. Pertama, investasi tersebar di banyak lapisan fisik seperti komputasi, memori, jaringan, dan yang paling kritis: **listrik**. Kemacetan bergeser dari chip ke komponen fisik seperti transformer, pendinginan cair, dan akses jaringan listrik, yang membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk dikembangkan. Kedua, pesanan untuk peralatan pendukung data center (seperti dari Eaton yang melonjak 240%) membuktikan ada progres konstruksi riil di balik angka Capex yang besar. Pasar memiliki dua kekhawatiran utama: 1. **ROI**: Pertumbuhan Capex melampaui pertumbuhan pendapatan, meningkatkan beban penyusutan dan menekan arus kas bebas (seperti yang dialami Amazon). Namun, ini mirip dengan fase awal pengembangan cloud. Risiko ROI nyata, tetapi belum ada sinyal seperti panduan Capex yang diturunkan atau pesanan yang dibatalkan. 2. **Gelembung seperti tahun 2000**: Krisis dot-com disebabkan oleh kelebihan pasokan infrastruktur (seperti fiber optik) yang mudah dibangun. Situasi saat ini justru terbalik. Infrastruktur fisik yang dibutuhkan AI (listrik, transformer) sangat kompleks, membutuhkan waktu lama, dan tidak dapat "dipra-pasang" seperti fiber optic, sehingga risiko kelebihan pasokan mendadak lebih rendah. Kesimpulannya, gelombang pendanaan besar-besaran ini lebih mencerminkan **"istirahat tengah babak"** daripada akhir permainan. Tantangan di babak selanjutnya (keterbatasan listrik, pasokan transformer) justru membutuhkan lebih banyak modal dan waktu. Siklus investasi AI masih berlangsung, hanya saja alur ceritanya yang berubah dari narasi murni pertumbuhan menjadi narasi ketahanan dan realisasi nilai dalam menghadapi kendala fisik.

链捕手1j yang lalu

Tidal Investment: Kami Masih Optimis dengan Rantai Pasokan AI, tapi Alasan Kami Berubah

链捕手1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

**Ringkasan: 15 Protokol Kripto Penghasil Pendapatan yang Dinilai Terlalu Rendah Menurut Grayscale** Grayscale Research melaporkan bahwa 15 protokol on-chain dengan pendapatan tertinggi saat ini diperdagangkan pada kelipatan pendapatan (revenue multiple) yang sangat rendah, banyak di antaranya hanya 1x hingga 9x. Protokol seperti Pump.fun, PancakeSwap, dan Meteora bahkan memiliki kapitalisasi pasar yang hampir setara dengan pendapatan satu tahun mereka. Rendahnya valuasi ini terjadi meskipun protokol-protokol ini menghasilkan pendapatan ratusan juta dolar dengan biaya operasional minimal. Grayscale berpendapat bahwa potensi disahkannya *CLARITY Act* (Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital) pada bulan depan bisa menjadi katalis. Regulasi yang lebih jelas diharapkan dapat mengurangi hambatan bagi lembaga keuangan tradisional, mendorong lebih banyak aktivitas dan nilai terkunci (TVL) di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi), yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan protokol-protokol ini. Laporan ini mengelompokkan protokol berdasarkan kelipatan pendapatannya: - **"Klub 1x"**: Pump.fun (PUMP), PancakeSwap (CAKE), Meteora (MET), Collector Crypt (CARDS). - **Kelipatan satu digit**: Raydium (RAY), Lido Finance (LDO), Aerodrome (AERO), Sky (SKY), Jupiter (JUP), Ether.fi (ETHFI), Lighter (LIT), Aave (AAVE). - **Kelipatan tinggi**: Hyperliquid (HYPE, 15x), World Liberty Financial (WLFI, 17x), dan Uniswap (UNI, 37x) yang dinilai berdasarkan narasi dan nilai opsi masa depan. Grayscale juga memberikan analisis valuasi DCF (Discounted Cash Flow) untuk Aave, dengan target harga sekitar $175. Namun, penting dicatat bahwa Grayscale memiliki kepentingan komersial dalam laporan ini sebagai perusahaan pengelola aset kripto, dan katalis regulasi (CLARITY Act) belum tentu terwujud. Investor disarankan untuk melakukan penilaian mandiri.

marsbit1j yang lalu

Grayscale: 15 Protokol Kripto Penghasil Uang Ini, Harganya Sangat Terendervaluasi

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片