以Doodles为例,分析注意力经济如何影响NFT价值?

深潮TechFlowDipublikasikan tanggal 2022-08-15Terakhir diperbarui pada 2022-08-15

Abstrak

在这个时代,我们有机会接触到无穷无尽的数字媒体和产品。然而,我们实际上无法全部吸收,因为我们被一种非常宝贵的资源所限制:注意力。

注意力经济在 NFT 中是什么呢?

f157c7f066dceff995895b871c44b64.png

在这个时代,我们有机会接触到无穷无尽的数字媒体和产品。然而,我们实际上无法全部吸收,因为我们被一种非常宝贵的资源所限制:注意力。

作为普通人,我们一次只能关注这么多事情,把注意力花在一个话题上就会消耗我们对另一个话题的精力。如果可以选择,我们更愿意把注意力花在我们最感兴趣和最满意的事物上。

另一面,项目需要我们的注意力来赚钱并保持他们的影响力。通过用户的注意力,他们可以将其转化为广告、商品、订阅或任何其他收入来源。我们的注意力对项目方来说是无价的,所以他们才会不断地相互竞争,这就是注意力经济。

那么,注意力经济在 NFT 中是什么呢?

首先,运营一个 NFT 项目非常像经营一个公司——一个销售 NFT 的公司。

那么公司如何销售 NFT 呢?

很简单,通过赢得并保持我们的注意力。

那些赢得我们注意力的项目会赢得销售、长期持有人、影响力、网络效应等好处,并保持吸引力和相关性。而那些失去我们关注的项目则会失去影响力,逐渐淡出人们的视线。

对于许多项目来说,公告和路线图是吸引注意力的主要形式。有些项目试图通过游戏来维持注意力,有些则通过制作独特或新颖的体验(讲故事、燃烧机制等)来增加用户黏性。

有时,注意力可能来自项目之外,如某个知名钱包大批量购买某个 NFT,大 V 带货,一些关于项目的谣言等等。

这些方法和活动会引起人们对项目的关注,从而产生兴趣和交流(网络效应),因此为他们的 NFT 带来了价值。 当 NFT 有价值时,就会有人愿意购买。

如果项目在没有公告、进展或在拖拖拉拉的情况下运行太久,就可能会失去我们的注意力。 当一个项目的注意力开始消退时,其 NFT 的价值也会随之消退。

另一件要考虑的事情是 NFT 的受众本身。NFT 中的大多数人是来赚钱的,而不是来 HODL 的。

NFT 交易者倾向于下一个更好的理念(也就是下一个好的盈利机会),因此注意力集中的时间会很短。当他们有可能在其他地方赚取更多的钱时,NFT 交易者不会一直持有并等待下一次的公告发布(机会成本)。

现在,让我们看看一些项目,看看我们如何应用和使用这个概念。我将首先以 Doodles 为案例进行深入研究(我保证不是想给 Doodles 打广告),稍后也会触及其他一些项目。

Doodles 早在 2021 年 10 月推出,并通过 Burnt Toast 和其他 NFT OG —— Poopie 和 Evankeast 吸引 NFT 玩家们的注意。

在 Mint 之前,Doodles 关闭了他们 Discord 的进入,在里面的人都被列入了白名单,这为外面的人创造了巨大的 FOMO。

由此导致了 Mint 的空前成功,给荒谬的 Gas 价格,立即高涨的地板价,以及大量的 Twitter 参与度埋下了伏笔。

Doodles 在 Mint 时吸引了人们的注意力,之后呢?

作为参考,这里有一张 Doodles 的价格走势图,以及著名事件和时间段:

事件 1——Mint 后

除了巴塞尔艺术展活动外,Doodles 在这一时期很平静。对于大多数项目来说,这种不活跃的状态会导致注意力缓慢地流失到零。而 Doodles 相反,这成为一个注意力有机增长和积累的时期。

在这两个月里,创始人的采访、社区 Twitter Space,以及没有什么其他事情的熊市,都有助于维持和引起人们对 Doodles 的关注。

事件 2——新年牛市的爆发

Doodles 一直在缓慢地、有机地整合着,一旦牛市的兆头出现,他们就开始运作了。这使得媒体/Twitter 的参与度达到顶峰,大量的 ATH 买盘出现在稀有 Doodles 上,Doodles 的 Alpha 聊天也成为一个热点。

Doodles 在注意力经济中占主导地位,就像前面提到的,当注意力和兴趣很高时,NFT 的价值就会上升,人们就会买进,因为他们期望它能继续上升。直到注意力不复存在......

关注和炒作不会永远持续下去。在某些时候,人们开始失去兴趣,并期待着下一个东西。有时,一些新的东西出现了,把人们的注意力带走了。随着注意力的减弱,价格也随之回落。

而这就是后面所发生的事情。对 Doodles 的关注和炒作很快就结束了,价格回落,人们开始把注意力转向下一个标的。( Azuki 和动漫风!)

教训 1:

当一个项目在关注度和炒作方面占据主导地位时,它的价格很可能已经达到顶峰(潜在的顶部),因此是出售的好时机。

事件 3——Space Doodle 的预告

当预告发布时,人们很兴奋,也很买账(关注度高峰),但随着地板价慢慢回调,直到......

事件 4——Space Doodle 发布

虽然社区成员在发布前兴趣高涨,但一旦发布(注意力高峰),他们的兴趣很快就消失了。(我们无法用 Space Doodle 做任何事情......)。

事件 5——SXSW

在 Space Doodles 令人失望的发布之后,大部分人对 Doodles 的信心不足,关注度处于低谷,地板价也在逐渐下跌。但是,Doodles 决定开始 SXSW 活动。

Doodles 在 SXSW 中受到了一致好评,这表明 Doodles 会继续存在,并做一些很酷的事情。人们的注意力和信心开始回来了,地板价也开始重新振作起来。

教训 2:

当一个项目正在经历关注度的低谷时(潜在的价格底部),而你坚信该项目有能力将失去的关注度带回来,那么这可能是购买的好时机。

事件 6——爆款蓝筹

BAYC/MAYC 冲击 ATH 的利润,Otherside/Koda 空投的利润,以及对 Otherside 空投机制的不满,导致人们大力猜测哪些项目接下来会跑赢或比 Yuga 做得更好。

这导致了注意力的高峰,人们 FOMO 买入了所有的下一个蓝筹——Doodles、Azuki、Clone-X。

不幸的是,这种高峰期遇到了市场的下跌,地板价格急剧回落。

事件 7——Dooplicator

空投往往会产生抛售压力,Dooplicator 也不例外。对许多人来说,获得空投后就对 Doodles 没有了兴趣,就导致抛售和地板价格下降。

然而,对于那些希望接触到 Doodles 生态系统的人来说,注意力反而转向了 Dooplicators。

事件 8——NYC 和相关新闻

NYC 开始后,人们对 Doodles 寄予了厚望。事实也确实如此,它使人们重新对该项目产生了大量的关注和兴趣,地板价也随之上升(关注高峰)。但是,像往常一样,炒作消失了,在横盘了一段时间后,价格开始慢慢回调下来。

其他项目呢?

Goblintown 在 5 月时掀起了一场风暴。不可否认,它确实抢走了 NFT 板块的注意力。他们的免费 Mint 在市场不景气的时候出现了。即使对于他们艺术的评价两极分化严重,但做得非常好。

谁是这次炒作的幕后 Boss?有大量的猜测说这可能是 Yuga、Larva,甚至是 Beeple,这些谣言给价格的上涨充当了燃料。

但是,这并不持久。Goblintown 最终透露了他们的创始人,不出意料,并不是人们期望的那样。突然间,人们不再那么感兴趣了,而且随着更新速度的减慢,价格也开始回落。

今年早些时候,Coolcats 决定他们的下一步是建造一个游戏。虽然人们不确定这是否是正确的方向,但仍有兴趣,毕竟,它是 Coolcats。

但是,到了发布的时候,Cool Cats 却把它搞砸了。Cool Pet 的 Mint 和游戏都遇到了问题。人们开始对这个团队失去信心,这不是一个所谓的顶级项目做事的方式。

当 OthersideMeta 下跌时,它理所当然地引起了这个人们的集体关注,毕竟它是 Yugalabs,这也就导致了其他项目的下跌,因为人们清仓其他 NFT 买进了它。

尽管有炒作和 Yuga 的影响力,人们最终对 Otherside 的关注还是逐渐消失了。

正如你所见,将注意力保持在顶部是极其困难的。不管一个项目有多大,不管有多大的突破性,一旦炒作结束和/或有新的东西出现,人们就会继续前进,地板价就会开始下滑。

我们还可以看到,注意力可以来自于项目之外,社区在创造和维持叙事方面有很大的作用。这意味着你也有能力吸引对一个项目的关注,并影响它的价值。

与传统项目一样,NFT 也是靠注意力经济运行的。了解注意力经济的概念可以帮助你识别注意力的高峰和低谷,从而帮助你决定是买还是卖。

Bacaan Terkait

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Harga Bitcoin menyentuh level terendah dalam 20 bulan terakhir, jatuh di bawah $60,000 pada 25 Juni. Aset kripta utama lainnya seperti ETH dan SOL juga terkoreksi tajam. Lebih dari $1 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam 24 jam, dengan mayoritas adalah posisi long. Indeks Fear & Greed turun ke 15, menandakan sentimen "ketakutan ekstrem". Pilar utama bull run sebelumnya—yaitu strategi pembelian berkelanjutan oleh perusahaan seperti Strategy (MSTR) dan aliran dana institusional melalui ETF spot AS—sedang melemah secara bersamaan. Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, kini mencatat kerugian mengambang lebih dari $14,6 miliar. Produk pendanaan terbarunya, STRC, telah anjlok 25% dari nilai nominalnya, mengancam kemampuan perusahaan untuk terus mengumpulkan dana dan membeli Bitcoin. Sementara itu, ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar bersih besar-besaran, dengan sekitar $2,8-3,5 miliar mengalir keluar sepanjang Juni. Lingkungan makro yang ketat dengan inflasi tinggi dan penundaan ekspektasi pemotongan suku bunga AS semakin menekan aset berisiko seperti kripto. Modal institusional juga tampak beralih ke sektor AI. Faktor jangka pendek, termasuk kadaluarsa opsi Bitcoin senilai sekitar $10 miliar pada 26 Juni, diperkirakan akan terus memicu volatilitas. Analis memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya bagi pasar mungkin datang pada awal Juli setelah likuidasi kontak berjangka kuartalan dan penurunan leverage.

Foresight News4m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Foresight News4m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

STRC, saham preferen Strategos yang ditargetkan pada nilai nominal $100, telah jatuh di bawah $80, menawarkan yield dividen tersirat yang tampak tinggi sekitar 13-15%. Artikel ini menganalisis apakah ini peluang beli atau perangkap. Poin utamanya: Diskon ini bukan hanya karena likuiditas, tetapi mencerminkan keraguan pasar tentang kemampuan model pembiayaan Strategos. Strategos mengandalkan siklus "menerbitkan sekuritas -> membeli BTC" untuk tumbuh. STRC, sebagai lapisan pendanaan berbiaya tinggi yang membutuhkan pembayaran dividen tunai, menjadi titik tekanan jika siklus ini melambat. Alasan utama STRC melemah: 1. Tekanan pada harga BTC dan premium saham MSTR, mengurangi efisiensi pendanaan. 2. Mekanisme penerbitan STRC terhambat saat harga jauh di bawah nominal. 3. Kompetisi dari produk pendapatan serupa (seperti SATA) menarik likuiditas. 4. Sinyal risiko: Strategos menjual sedikit BTC (32 BTC) untuk mendanai dividen, mempertanyakan komitmen "hanya beli, tidak jual". STRC bukan skema Ponzi karena didukung aset BTC nyata, tetapi memiliki risiko "Ponisifikasi" jika dividennya semakin bergantung pada penjualan BTC atau penerbitan sekuritas baru. "Ledakan" atau kegagalan bagi STRC lebih mungkin berupa keruntuhan bertahap dalam kepercayaan dan kemampuan pendanaan, dipicu oleh kombinasi: BTC turun dalam, diskon STRC yang dalam berlanjut, tekanan biaya dividen tunai, dan penjualan BTC menjadi rutin untuk membayar dividen. Kesimpulan: STRC bukan aset pendapatan tetap bebas risiko. Ini adalah taruhan pada apakah model perbendaharaan BTC Strategos dapat bertahan dalam pasar bearish. Membelinya adalah spekulasi pada pemulihan harga menuju $100 dan keberlanjutan narasi pendanaan Strategos, sambil menerima risiko dividen tertunda atau harga diskon yang berkepanjangan.

marsbit19m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

marsbit19m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

Penulis: Gu Yu, ChainCatcher Di dunia bisnis tradisional, aset merek adalah garis hidup perusahaan. Mengganti nama secara sering hampir setara dengan menghancurkan pertahanan bisnis secara sukarela. Namun, di dunia kripto, aturannya seringkali berkebalikan. Menurut statistik RootData, lebih dari 16% proyek kripto pernah mengganti nama, termasuk banyak proyek terkenal. Artikel ini membahas alasan umum di balik fenomena ini: 1. **Loyalitas merek kripto yang rendah:** Pengguna awal banyak proyek kripto seringkali adalah investor, pemburu airdrop, atau pedagang naratif, bukan konsumen setia. Loyalitas mereka lebih terikat pada potensi keuntungan daripada pengalaman produk. Nama lama yang dikaitkan dengan penurunan harga, narasi usang, atau kontroversi bisa menjadi beban, bukan aset. 2. **Strategi pemasaran dan penyesuaian:** Beberapa pergantian nama merupakan penyesuaian strategis yang sah saat cakupan bisnis berkembang melampaui nama awal (contoh: Matic Network menjadi Polygon). Namun, banyak juga yang bertujuan "menumpang" pada tren panas pasar (seperti AI, RWA) untuk mendapatkan perhatian dan modal segar. Pergantian nama juga bisa menjadi alat hubungan masyarakat untuk memutus hubungan dengan masa lalu setelah peretasan, kerugian, atau kegagalan yang merusak kepercayaan. 3. **Ruang abu-abu "ganti nama dan ganti token":** Yang perlu diwaspadai adalah ketika pergantian nama disertai migrasi token. Ini bisa menjadi kesempatan untuk "mereset" likuiditas dan grafik harga lama, menciptakan kesan segar. Dalam proses ini, seringkali terjadi perubahan pada tokenomics yang tidak menguntungkan pemegang token lama, seperti pengenceran melalui penambahan pasokan untuk insentif baru. **Kesimpulan:** Masalah sebenarnya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan pada motif di baliknya. Pergantian nama untuk memperluas visi strategis dengan produk nyata dapat positif. Namun, jika tujuannya adalah melarikan diri dari sejarah kegagalan, menggeser narasi usang, atau mereset grafik harga dan likuiditas untuk permainan lama yang sama, maka itu adalah tanda bahaya. Ketika sebuah proyek mengganti nama, pertanyaan kritisnya adalah: Apa kemampuan atau strategi baru yang nyata? Apakah tokenomics berubah? Sejarah lama apa yang paling ingin mereka lupakan?

marsbit24m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

marsbit24m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

**Artikel Inti (Ringkasan dalam Bahasa Indonesia):** Franklin Templeton mengajukan dua ETF baru yang dirancang untuk membawa Bitcoin ke investasi tradisional melalui mekanisme "konfigurasi default" dan rencana reinvestasi dividen (DRIP). Produk ini, yaitu Franklin US Equity Bitcoin Reinvestment Index ETF dan Franklin US Equity Innovation Sector Bitcoin Reinvestment Index ETF, akan berinvestasi di ETF Bitcoin spot, futures, dan opsi. Dengan alokasi awal 95% saham dan 5% Bitcoin, dividen dari bagian saham akan digunakan secara otomatis untuk membeli Bitcoin. Namun, terdapat batasan: porsi Bitcoin akan dijual kembali jika melebihi 5% (diturunkan ke 4,5%) selama rebalancing triwulanan, dengan batas keras maksimal 20% dari aset dana. Desain ini berarti dalam pasar bullish, dana justru menjadi penjual Bitcoin yang terprogram, berpotensi menciptakan tekanan jual. Artikel ini mengkritik dampak langsungnya yang kecil terhadap permintaan Bitcoin. Dengan yield dividen rendah (sekitar 1% atau 0,5%), daya beli tahunan untuk Bitcoin sangat minimal dibandingkan volume pasar harian. Target utama produk ini adalah penasihat keuangan, memungkinkan mereka mengalokasikan Bitcoin kepada klien secara tidak langsung dan "patuh regulasi", dengan menampilkannya sebagai produk ekuitas AS biasa. Kesimpulannya, meski mekanisme "default" yang memanfaatkan inersia investor berpotensi membuka akses besar seperti dana pensiun 401(k) di masa depan (terutama setelah perubahan regulasi AS baru-baru ini), dalam jangka pendek, aliran dana masuk dari produk ini diperkirakan sangat terbatas, dan desainnya justru bisa menjadi sumber tekanan jual pasif jika Bitcoin naik signifikan.

Foresight News27m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

Foresight News27m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

Mengapa proyek kripto sering mengganti nama? Di dunia bisnis tradisional, mengganti merek sama dengan menghancurkan asetnya. Namun, di ekosistem kripto, statistik menunjukkan lebih dari 16% proyek pernah mengubah namanya, termasuk nama-nama besar seperti Matic (Polygon), Elrond (MultiversX), dan lainnya. Ada beberapa alasan di balik tren ini. Pertama, loyalitas pengguna di kripto rendah karena pengguna terutama adalah investor atau pencari keuntungan jangka pendek. Nama lama yang dikaitkan dengan kinerja buruk atau kerugian bisa menjadi beban. Kedua, pergantian nama bisa menjadi strategi pemasaran untuk menyegarkan narasi, menyesuaikan dengan konsep pasar yang sedang tren (seperti AI, RWA), atau menjauhi citra negatif setelah insiden seperti peretasan. Ketiga, perubahan yang lebih berbahaya adalah ketika pergantian nama disertai dengan migrasi token. Hal ini dapat digunakan untuk me-reset grafik harga lama, memberikan peluang baru bagi proyek dan pembuat pasar, dan terkadang digunakan untuk menyembunyikan perubahan tokenomics seperti pengenceran melalui penambahan pasokan. Masalah utamanya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan jika itu dilakukan untuk melarikan diri dari sejarah: melupakan kegagalan narasi, harga yang terpuruk, atau kepercayaan yang hilang. Saat sebuah proyek mengumumkan perubahan nama, pertanyaan kritis adalah: apakah ada peningkatan kemampuan nyata di baliknya, apakah tokenomics berubah, dan sejarah apa yang coba mereka tinggalkan? Pergantian nama bisa menjadi awal baru yang sah, tetapi juga bisa sekadar permainan lama dengan kemasan baru.

链捕手33m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

链捕手33m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片