以太坊合并下月到来 别被这八种说法误导

蜂巢TechDipublikasikan tanggal 2022-08-15Terakhir diperbarui pada 2022-08-16

Abstrak

预测合并将在9月15日左右发生,但确切日期取决于哈希率。

「预测合并将在9月15日左右发生,但确切日期取决于哈希率。」8月12日,以太坊联合创始人Vitalik Buterin在推特公布了一个相对明晰的网络合并日期。这意味着,区块链世界万众期待的大事——以太坊合并将在一个月后到来。

「合并」(The Marge)是区块链网络以太坊在其历史上最重要的升级。这次升级中,当前以太坊主网(现有的执行层)将与权益证明(PoS)共识层「信标链」相结合。这标志着以太坊会终结现行的工作量证明(PoW)共识,以消除对能源密集型挖矿的需求,转而使用以质押ETH的方式来保护网络运转。

以太坊合并不仅会使网络的能源消耗减少约99.95%,也为它后续的分片等扩展计划升级奠定了基础。

整个预热期间,一些用户仍对以太坊合并存在误解,比如,「合并将降低Gas费」、「合并后交易会明显加快」、「合并将导致以太坊区块链停机」等等。针对这些错误说法,目前,以太坊官网已经一一澄清。

误解1:“运行一个节点需要质押32 ETH”

正解:任何人都可以自由同步自己的以太坊自我验证副本,即运行一个节点,不需要ETH,合并前、合并后都不需要。「质押32 ETH」其实是对出块节点的要求。

以太坊节点有两种类型:出块节点和非出块节点。

出块节点只是以太坊上所有节点的一小部分,包括工作量证明(PoW)下的挖矿节点和权益证明(PoS)下的验证节点。这类出块节点需要投入经济资源(例如PoW需要的GPU 哈希算力、PoS要求的ETH质押)以换取出块后的奖励。

除了要具有 1-2 TB 可用存储空间和互联网连接的消费级计算机之外,网络上的其他节点(即大多数节点)不需要提供任何经济资源。这些节点不出块,但它们仍然为保护网络发挥关键作用——监听新区块并根据网络共识规则验证新区块的有效性,监督所有出块者承担责任。如果该区块有效,这些节点负责将有效信息广播至网络。如果该区块因任何原因无效,节点软件将忽略它并停止广播。

在任一共识机制(PoW或PoS)下,任何人都可以运行非出块节点。如果有能力,以太坊官方强烈建议所有用户运行一个节点,因为这对以太坊的去中心化非常有价值,并且可以为任何运行非出块节点的个人带来额外好处——例如提高安全性、隐私性和抗审查性。

误解2:“合并将降低Gas费”

正解:Merge是共识机制的改变,不是网络容量的扩大,不会降低Gas费用。

Gas费是网络需求相对于网络容量的产物。合并后的以太坊不再使用PoW共识,过渡到PoS共识后不会显著改变任何直接影响网络容量或吞吐量的参数。

根据以Rollup扩容技术为中心的路线图,以太坊倡导集中在Layer2网络中扩展用户的活动,同时使Layer1 主网成为安全的去中心化结算层。Layer2对汇总数据的存储进行了优化,以帮助汇总交易成倍地降低。向PoS共识过渡是实现这一目标的关键前提。

误解3:“合并后交易会明显加快”

正解:尽管存在一些细微变化,但Layer1的交易速度将基本保持不变。

交易的「速度」可以通过几种方式来衡量,包括交易包含在一个块中的时间和完成确认的时间。这两种变化在合并后略有变化,但不会以用户会注意到的方式变化。

在出块速度方面,从历史上看,PoW机制下是大约每13.3秒就有一个新的区块产生。在信标链上,每12 秒恰好出现一次slots(12秒的时隙),每个slots都是验证者出块的机会。大多数slots都有块产出,但不一定全部都有(即验证器离线)。PoS机制下的区块生成频率将比PoW多约10%。「这是一个相当微不足道的变化,用户不太可能注意到。」

而在确认交易时,PoS共识引入了以前不存在的交易最终性概念。在PoW共识下,为确认交易而挖掘每个区块时,逆转区块的能力会成倍增加,但它永远不会完全达到零。在PoS共识下,确认区块被捆绑进了验证者的epoch中(投票时段,6.4分钟的时间跨度,包含32次出块机会即32 slots)。当一个epoch结束时,验证者投票来决定是否认为该epoch「合理」。如果验证者同意证明 epoch 的合理性,它将在下一个epoch中完成确认。撤销最终交易在经济上是不可行的,因为它需要获得并销毁超过1/3的质押ETH。

在PoW共识下,许多 Dapp 的运行需要大量的区块来确认交易,这些确认所花费的时间与PoS共识下最终确认的费时相当。因此,确认工作可以提供额外的安全保证,但不会显著加快交易速度。

误解4:“合并一完成就可撤回质押的ETH”

正解:这次的合并升级尚未启用对质押ETH的提款,以太坊的「上海升级」将启用提款。

质押的ETH、迄今为止的质押奖励以及合并后新发行的ETH 仍将锁定在信标链上,无法退出。「上海升级」计划了提款功能,这是继以太坊合并后的下一次重大升级。这意味着新发行的ETH虽然在信标链上积累,但在合并后至少会在6-12 个月内保持锁定,无法流动。

误解5:“上海升级前,验证者无法获得可流动的ETH奖励”

正解:小费和MEV(Miner Extractable Value即矿工可提取价值)将记入验证者控制的主网账户,立即可用。

需要知道的是,共识层发行的ETH是对为共识做出贡献的验证者的奖励,信标链代表了新发行的ETH。验证者有一个唯一的地址来保存其质押的ETH和质押奖励,这部分ETH会一直锁定到「上海升级」。

而执行层(当前的以太坊主网)上的ETH与共识层是分开计算的。当用户在以太坊主网上执行交易时,必须以ETH支付Gas费,包括给验证者的小费。这个ETH已经在执行层,不是由信标链协议新发行的,因此可以立即提供给验证者(注意,验证者要给Fee Recipient客户端软件提供正确的地址)。

误解6:“启用提款后,质押者可立即退出”

正解:出于安全原因,验证者退出的速率将受到限制。

「上海升级」启用提款后,会激励所有验证者将其质押余额提取到32 ETH以上,因为这些资金不会增加收益,否则会被锁定。APR(由质押的ETH总量决定)激励可能会导致验证者退出,以收回他们的全部余额;验证者也可能会把他们的奖励进行再质押,以赚取更多收益。

这里有一个重要的警告——完整的验证者退出时会受协议的速率限制,每个epoch只能退出6个验证者(即6.4分钟的退出时间,因此每天有1350 个验证者可退出,或者说,超过1000万ETH的质押量下,每天只有约 43200 ETH 可退出)。

为什么要限制速率?一来,速率限制会根据质押的ETH总量进行调整,以防止大量资金外流。另外,它可以防止潜在的攻击者使用他们的质押进行「罚没攻击」——在协议执行罚没的同一时期退出他们的全部质押余额。

可见,以太坊故意将APR设置为动态调整模式,这就允许利益相关者根据市场来决定他们愿意为保护网络付出多少。启用提款后,如果速率过低,验证者将以协议限制的速率退出,这就会导致所有留下来的验证者的APR提高,此时,新的质押者会被吸引,或者退出的质押者会回归。

误解7:“合并后质押APR预计会增加三倍”

正解:根据最新的估计预测,以太坊合并后,质押 APR 增长接近 50%,而非200%。

质押者的APR在合并后的确会增加,但想了解具体增加多少,就要弄清APR增长来自何处。

增长并不来自ETH发行量的增加,相反,以太坊合并后,ETH的发行量会减少约 90%。增长事实上来自于网络交易费用的重新分配,这些费用将开始流向验证者,而非过去的矿工。

当验证者出块时,网络费用是一个独立的收入来源。可以想象,验证者收到的费用金额与他们出块当时网络的活动成正比。活跃在网络上的用户支付的费用越多,验证者收到的费用就越多。

从最近的以太坊区块链活动来看,目前支付的所有 Gas 费中,约有10% 以小费的形式支付给矿工,其余的则被销毁。预测数据比这个百分比要高得多,并且是在网络使用率处于历史最高水平时计算的。将10%的数字推断为近期网络活动的平均值,预估质押的APR将增加到约7%,比基本发行APR(截至2022年6月)高出约 50%。

误解8:“合并将导致以太坊网络停机”

正解:合并升级旨在以零停机时间过渡到权益证明(PoS)共识。

以太坊开发者已经投入了大量的工作来确保向PoS共识过渡时不会破坏网络或伤害用户。

就像在飞行途中为火箭飞船更换引擎,以太坊合并被设计为在切换期间无需暂停任何操作即可执行。合并将由终端总难度 (TTD)触发,这是对构建链的总算力的累积衡量。当时机成熟并满足这一标准时,区块将从一个使用PoW共识构建的区块过渡到通过PoS共识构建的区块中。

8月12日,以太坊联合创始人Vitalik Buterin 在推特上提示,网络的终端总难度已设置为58750000000000000000000。这意味着,以太坊 PoW 网络现在有大致固定数量的哈希可供矿工挖掘。在这个终端总难度触发了合并后,PoW制下的矿工将退出以太坊的舞台,PoS制下的验证者将接手网络的出块工作。

Bacaan Terkait

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Harga Bitcoin menyentuh level terendah dalam 20 bulan terakhir, jatuh di bawah $60,000 pada 25 Juni. Aset kripta utama lainnya seperti ETH dan SOL juga terkoreksi tajam. Lebih dari $1 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam 24 jam, dengan mayoritas adalah posisi long. Indeks Fear & Greed turun ke 15, menandakan sentimen "ketakutan ekstrem". Pilar utama bull run sebelumnya—yaitu strategi pembelian berkelanjutan oleh perusahaan seperti Strategy (MSTR) dan aliran dana institusional melalui ETF spot AS—sedang melemah secara bersamaan. Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, kini mencatat kerugian mengambang lebih dari $14,6 miliar. Produk pendanaan terbarunya, STRC, telah anjlok 25% dari nilai nominalnya, mengancam kemampuan perusahaan untuk terus mengumpulkan dana dan membeli Bitcoin. Sementara itu, ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar bersih besar-besaran, dengan sekitar $2,8-3,5 miliar mengalir keluar sepanjang Juni. Lingkungan makro yang ketat dengan inflasi tinggi dan penundaan ekspektasi pemotongan suku bunga AS semakin menekan aset berisiko seperti kripto. Modal institusional juga tampak beralih ke sektor AI. Faktor jangka pendek, termasuk kadaluarsa opsi Bitcoin senilai sekitar $10 miliar pada 26 Juni, diperkirakan akan terus memicu volatilitas. Analis memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya bagi pasar mungkin datang pada awal Juli setelah likuidasi kontak berjangka kuartalan dan penurunan leverage.

Foresight News4m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Foresight News4m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

STRC, saham preferen Strategos yang ditargetkan pada nilai nominal $100, telah jatuh di bawah $80, menawarkan yield dividen tersirat yang tampak tinggi sekitar 13-15%. Artikel ini menganalisis apakah ini peluang beli atau perangkap. Poin utamanya: Diskon ini bukan hanya karena likuiditas, tetapi mencerminkan keraguan pasar tentang kemampuan model pembiayaan Strategos. Strategos mengandalkan siklus "menerbitkan sekuritas -> membeli BTC" untuk tumbuh. STRC, sebagai lapisan pendanaan berbiaya tinggi yang membutuhkan pembayaran dividen tunai, menjadi titik tekanan jika siklus ini melambat. Alasan utama STRC melemah: 1. Tekanan pada harga BTC dan premium saham MSTR, mengurangi efisiensi pendanaan. 2. Mekanisme penerbitan STRC terhambat saat harga jauh di bawah nominal. 3. Kompetisi dari produk pendapatan serupa (seperti SATA) menarik likuiditas. 4. Sinyal risiko: Strategos menjual sedikit BTC (32 BTC) untuk mendanai dividen, mempertanyakan komitmen "hanya beli, tidak jual". STRC bukan skema Ponzi karena didukung aset BTC nyata, tetapi memiliki risiko "Ponisifikasi" jika dividennya semakin bergantung pada penjualan BTC atau penerbitan sekuritas baru. "Ledakan" atau kegagalan bagi STRC lebih mungkin berupa keruntuhan bertahap dalam kepercayaan dan kemampuan pendanaan, dipicu oleh kombinasi: BTC turun dalam, diskon STRC yang dalam berlanjut, tekanan biaya dividen tunai, dan penjualan BTC menjadi rutin untuk membayar dividen. Kesimpulan: STRC bukan aset pendapatan tetap bebas risiko. Ini adalah taruhan pada apakah model perbendaharaan BTC Strategos dapat bertahan dalam pasar bearish. Membelinya adalah spekulasi pada pemulihan harga menuju $100 dan keberlanjutan narasi pendanaan Strategos, sambil menerima risiko dividen tertunda atau harga diskon yang berkepanjangan.

marsbit19m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

marsbit19m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

Penulis: Gu Yu, ChainCatcher Di dunia bisnis tradisional, aset merek adalah garis hidup perusahaan. Mengganti nama secara sering hampir setara dengan menghancurkan pertahanan bisnis secara sukarela. Namun, di dunia kripto, aturannya seringkali berkebalikan. Menurut statistik RootData, lebih dari 16% proyek kripto pernah mengganti nama, termasuk banyak proyek terkenal. Artikel ini membahas alasan umum di balik fenomena ini: 1. **Loyalitas merek kripto yang rendah:** Pengguna awal banyak proyek kripto seringkali adalah investor, pemburu airdrop, atau pedagang naratif, bukan konsumen setia. Loyalitas mereka lebih terikat pada potensi keuntungan daripada pengalaman produk. Nama lama yang dikaitkan dengan penurunan harga, narasi usang, atau kontroversi bisa menjadi beban, bukan aset. 2. **Strategi pemasaran dan penyesuaian:** Beberapa pergantian nama merupakan penyesuaian strategis yang sah saat cakupan bisnis berkembang melampaui nama awal (contoh: Matic Network menjadi Polygon). Namun, banyak juga yang bertujuan "menumpang" pada tren panas pasar (seperti AI, RWA) untuk mendapatkan perhatian dan modal segar. Pergantian nama juga bisa menjadi alat hubungan masyarakat untuk memutus hubungan dengan masa lalu setelah peretasan, kerugian, atau kegagalan yang merusak kepercayaan. 3. **Ruang abu-abu "ganti nama dan ganti token":** Yang perlu diwaspadai adalah ketika pergantian nama disertai migrasi token. Ini bisa menjadi kesempatan untuk "mereset" likuiditas dan grafik harga lama, menciptakan kesan segar. Dalam proses ini, seringkali terjadi perubahan pada tokenomics yang tidak menguntungkan pemegang token lama, seperti pengenceran melalui penambahan pasokan untuk insentif baru. **Kesimpulan:** Masalah sebenarnya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan pada motif di baliknya. Pergantian nama untuk memperluas visi strategis dengan produk nyata dapat positif. Namun, jika tujuannya adalah melarikan diri dari sejarah kegagalan, menggeser narasi usang, atau mereset grafik harga dan likuiditas untuk permainan lama yang sama, maka itu adalah tanda bahaya. Ketika sebuah proyek mengganti nama, pertanyaan kritisnya adalah: Apa kemampuan atau strategi baru yang nyata? Apakah tokenomics berubah? Sejarah lama apa yang paling ingin mereka lupakan?

marsbit24m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

marsbit24m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

**Artikel Inti (Ringkasan dalam Bahasa Indonesia):** Franklin Templeton mengajukan dua ETF baru yang dirancang untuk membawa Bitcoin ke investasi tradisional melalui mekanisme "konfigurasi default" dan rencana reinvestasi dividen (DRIP). Produk ini, yaitu Franklin US Equity Bitcoin Reinvestment Index ETF dan Franklin US Equity Innovation Sector Bitcoin Reinvestment Index ETF, akan berinvestasi di ETF Bitcoin spot, futures, dan opsi. Dengan alokasi awal 95% saham dan 5% Bitcoin, dividen dari bagian saham akan digunakan secara otomatis untuk membeli Bitcoin. Namun, terdapat batasan: porsi Bitcoin akan dijual kembali jika melebihi 5% (diturunkan ke 4,5%) selama rebalancing triwulanan, dengan batas keras maksimal 20% dari aset dana. Desain ini berarti dalam pasar bullish, dana justru menjadi penjual Bitcoin yang terprogram, berpotensi menciptakan tekanan jual. Artikel ini mengkritik dampak langsungnya yang kecil terhadap permintaan Bitcoin. Dengan yield dividen rendah (sekitar 1% atau 0,5%), daya beli tahunan untuk Bitcoin sangat minimal dibandingkan volume pasar harian. Target utama produk ini adalah penasihat keuangan, memungkinkan mereka mengalokasikan Bitcoin kepada klien secara tidak langsung dan "patuh regulasi", dengan menampilkannya sebagai produk ekuitas AS biasa. Kesimpulannya, meski mekanisme "default" yang memanfaatkan inersia investor berpotensi membuka akses besar seperti dana pensiun 401(k) di masa depan (terutama setelah perubahan regulasi AS baru-baru ini), dalam jangka pendek, aliran dana masuk dari produk ini diperkirakan sangat terbatas, dan desainnya justru bisa menjadi sumber tekanan jual pasif jika Bitcoin naik signifikan.

Foresight News27m yang lalu

Triliun Rupiah Pintu Masuk Dana Pensiun? ETF Reinvestment Dividen Bitcoin Franklin Templeton Punya Plafon Jual

Foresight News27m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

Mengapa proyek kripto sering mengganti nama? Di dunia bisnis tradisional, mengganti merek sama dengan menghancurkan asetnya. Namun, di ekosistem kripto, statistik menunjukkan lebih dari 16% proyek pernah mengubah namanya, termasuk nama-nama besar seperti Matic (Polygon), Elrond (MultiversX), dan lainnya. Ada beberapa alasan di balik tren ini. Pertama, loyalitas pengguna di kripto rendah karena pengguna terutama adalah investor atau pencari keuntungan jangka pendek. Nama lama yang dikaitkan dengan kinerja buruk atau kerugian bisa menjadi beban. Kedua, pergantian nama bisa menjadi strategi pemasaran untuk menyegarkan narasi, menyesuaikan dengan konsep pasar yang sedang tren (seperti AI, RWA), atau menjauhi citra negatif setelah insiden seperti peretasan. Ketiga, perubahan yang lebih berbahaya adalah ketika pergantian nama disertai dengan migrasi token. Hal ini dapat digunakan untuk me-reset grafik harga lama, memberikan peluang baru bagi proyek dan pembuat pasar, dan terkadang digunakan untuk menyembunyikan perubahan tokenomics seperti pengenceran melalui penambahan pasokan. Masalah utamanya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan jika itu dilakukan untuk melarikan diri dari sejarah: melupakan kegagalan narasi, harga yang terpuruk, atau kepercayaan yang hilang. Saat sebuah proyek mengumumkan perubahan nama, pertanyaan kritis adalah: apakah ada peningkatan kemampuan nyata di baliknya, apakah tokenomics berubah, dan sejarah apa yang coba mereka tinggalkan? Pergantian nama bisa menjadi awal baru yang sah, tetapi juga bisa sekadar permainan lama dengan kemasan baru.

链捕手33m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Ganti Nama?

链捕手33m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片