All about first-ever stablecoin insurance premium – USDC, PYUSD & what’s next!

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2026-03-10Terakhir diperbarui pada 2026-03-10

Abstrak

Major insurance broker Aon has executed what is believed to be the first stablecoin-based insurance premium payments, utilizing USDC on Ethereum and PYUSD on Solana. This move, completed within minutes instead of days, demonstrates real-world adoption of stablecoins for institutional transactions. It comes amid ongoing U.S. regulatory debates, including the failed CLARITY Act compromise and the framework provided by the GENIUS Act of 2025. The stablecoin market has surged to nearly $270 billion, with transaction volumes exceeding $1.7 trillion. While this signals a shift towards faster, scalable blockchain networks, global regulatory approaches vary significantly, as seen in South Korea's potential ban on dollar-based stablecoins. The success of stablecoins hinges on both technological adoption and cohesive global regulation.

While policymakers in Washington continue to debate the future of digital asset yields, major companies are already moving forward.

Insurance broker Aon recently executed what may be the first stablecoin-based insurance premium payments by a large global broker.

Instead of relying on traditional bank transfers that can take several days to settle, Aon used USDC on Ethereum and PYUSD on Solana, completing the payments within minutes.

Aon carried out the transactions in partnership with Coinbase and Paxos, following the framework introduced under the GENIUS Act of 2025.

Interesting timing...

It came just a week after the 1st of March deadline to reach a compromise on the CLARITY Act compromise failed, leaving banks and crypto firms divided on how stablecoin rewards should be regulated.

By moving insurance premium payments on-chain now, Aon is showing that real-world stablecoin adoption is already underway.

Even as lawmakers continue debating policy, stablecoins are beginning to change how financial transactions take place in industries like insurance.

Aon’s move is also part of a larger trend in the financial system. Stablecoins are growing quickly as a way to move money digitally.

Stablecoin market dynamics

According to the Cambridge Digital Money Dashboard, the total supply of stablecoins reached nearly $270 billion by the 10th of March.

This is a huge jump compared to 2019, when stablecoins were still small and not widely used.

While USDT still holds the largest share of the stablecoin market, USDC is also putting pressure on USDT’s market dominance.

This coincided with the monthly Stablecoin Transaction Volume by Stablecoin, crossing $1.7 trillion as per Visa on-chain analytics data.

Therefore, for institutions like Aon, the decision between stablecoins comes down to transaction speed and network scalability.

Execs weighing in

Remarking on the same, Tim Fletcher, CEO of Aon’s financial services group, said,

“By building real-world understanding of stablecoins early, we are strengthening our ability to advise on risk, governance and resilience as digital finance evolves.”

Echoing similar sentiments, Brett Tejpaul, Co-CEO of Coinbase Institutional, added,

“By settling insurance premiums using stablecoins, including USDC, we are helping Aon scale their financial operations with speed, transparency, and scalable institutional-grade infrastructure.”

Aon’s experiment is important because it shows how stablecoin payments can work across different blockchains.

The transactions using USDC on Ethereum [ETH] and PayPal USD (PYUSD) on Solana [SOL] highlight that institutions are becoming more comfortable using faster and scalable blockchain networks.

Did the GENIUS Act play a role here?

Needless to say, the GENIUS Act of 2025 has made this flexibility increasingly important by introducing clearer federal rules for using stablecoins in financial operations.

With greater regulatory clarity, large brokers like Aon can now link their advisory services directly with blockchain-based payment systems.

However, while Western institutions are beginning to adopt stablecoins, the situation looks very different in parts of Asia.

In South Korea, the Financial Services Commission (FSC) is reportedly considering a ban on U.S. dollar–based stablecoins such as USDT and USDC in its upcoming corporate trading rules.

Therefore, as stablecoins continue to grow in 2026, their success depends not only on technology but also on whether regulators globally can agree on how to define and regulate digital money.


Final Summary

  • Settling insurance premiums in minutes instead of days shows how blockchain can make financial transactions faster and more efficient.
  • Laws such as the GENIUS Act and debates around the CLARITY Act will determine how widely stablecoins are used in financial services.

Pertanyaan Terkait

QWhat significant milestone did insurance broker Aon recently achieve with stablecoins?

AAon recently executed what may be the first stablecoin-based insurance premium payments by a large global broker, using USDC on Ethereum and PYUSD on Solana.

QWhich two stablecoins and their respective blockchains did Aon use for the transactions, and what was the key benefit?

AAon used USDC on the Ethereum blockchain and PYUSD on the Solana blockchain. The key benefit was that the payments were completed within minutes instead of the several days it can take for traditional bank transfers to settle.

QHow does the GENIUS Act of 2025 relate to Aon's use of stablecoins?

AThe GENIUS Act of 2025 introduced clearer federal rules for using stablecoins in financial operations, providing the regulatory framework that allowed Aon to link its advisory services directly with blockchain-based payment systems.

QAccording to the article, what is a major regulatory challenge facing stablecoins in a key Asian market?

AIn South Korea, the Financial Services Commission (FSC) is reportedly considering a ban on U.S. dollar–based stablecoins such as USDT and USDC in its upcoming corporate trading rules.

QWhat two factors do institutions like Aon consider when choosing between different stablecoins?

AFor institutions like Aon, the decision between stablecoins comes down to transaction speed and network scalability.

Bacaan Terkait

Ladang Bitcoin Berubah Jadi Pusat Data AI: Dilema 'Jual Diri' Sangha

Penambangan Bitcoin Beralih ke Pusat Data AI: Keputusan 'Penjualan' Sangha Pada Desember 2025, Spencer Marr meresmikan penambangan Bitcoin Genesis di Texas. Namun, hanya enam bulan beroperasi, perusahaannya, Sangha, pada Juni 2026 mulai mempertimbangkan untuk menjual, membentuk usaha patungan, atau mencari mitra strategis untuk fasilitas tersebut. Alasannya bukan karena rugi, tetapi karena nilainya yang tinggi di mata industri AI. Tambang berdaya 19.9MW ini terhubung langsung ke ladang surya 180MW milik Hanwha Group, dengan pasokan listrik cadangan dari TotalEnergies. Model "triple-win" ini berhasil menekan biaya listrik hingga sekitar $32/MWh, jauh di bawah rata-rata industri AS. Meski tambang tetap menguntungkan, Sangha melihat peluang lebih besar. Mereka telah mengubah perjanjian kelistrikan untuk meningkatkan kapasitas situs menjadi 110.4MW, menjadikannya aset siap-AI yang sangat berharga. Bagi perusahaan AI, memiliki situs dengan akses listrik murah dan perizinan yang sudah siap lebih berharga daripada waktu konstruksi yang lama. Sangha kini memasarkan Genesis bukan hanya untuk penambangan Bitcoin, tetapi juga untuk komputasi AI, HPC, dan strategi hibrida. Pergeseran ini mencerminkan tren industri yang lebih luas, di mana perusahaan penambangan kripto beralih ke AI. Namun, berbeda dengan perusahaan publik, struktur berbasis proyek Sangha memudahkan penjualan aset tunggal seperti Genesis. Intinya, keputusan Sangha adalah kalkulasi bisnis: menjual aset kelistrikan yang bernilai tinggi kepada pembeli AI mungkin lebih menguntungkan daripada mengembangkannya sendiri untuk penambangan Bitcoin jangka panjang.

marsbit10m yang lalu

Ladang Bitcoin Berubah Jadi Pusat Data AI: Dilema 'Jual Diri' Sangha

marsbit10m yang lalu

Peringatan Terbaru Dalio: Jangan Terlalu Tergila-gila dengan AI, Imbal Hasil Ril AS Kemungkinan -5% hingga -10% dalam 5-10 Tahun Mendatang

Ray Dalio, pendiri Bridgewater, memperingatkan bahwa pasar saham AS saat ini didominasi oleh segelintir perusahaan di sektor AI, menciptakan risiko konsentrasi yang tinggi. Berdasarkan pengalaman 50 tahunnya, Dalio menekankan bahwa pada tahap siklus seperti ini, bertaruh besar pada segelintir perusahaan teknologi baru sering berakhir dengan kegagalan bagi sebagian besar investor. Meskipun AI adalah teknologi revolusioner, ketidakpastian yang melekat pada perusahaan-perusahaan ini sangat besar. Mereka menghadapi risiko seperti persaingan global (terutama dari China), perubahan kebijakan, gejolak geopolitik, dan potensi terdisrupsi oleh teknologi yang lebih baru. Dalio menyatakan fakta bahwa risiko tinggi tak terbantahkan, sambil memberikan pandangannya bahwa imbal hasil riil pasar saham AS dalam 5-10 tahun ke depan mungkin sekitar -5% hingga -10%. Solusinya adalah **diversifikasi**. "Piala Suci" investasinya adalah membangun portofolio sekitar 15 posisi bagus yang tidak berkorelasi dan menyeimbangkan risikonya. Secara matematis, portofolio yang terdiversifikasi dengan baik dapat menghasilkan rasio imbal hasil/risiko yang jauh lebih baik daripada taruhan terkonsentrasi, bahkan dengan imbal hasil yang sama. Kesimpulannya, Dalio menyarankan untuk tidak terbawa euphoria AI. Alih-alih berkonsentrasi pada saham-saham teknologi yang berisiko tinggi dan berkorelasi tinggi, investor harus menyadari ketidaktahuan mereka dan melindungi diri melalui diversifikasi yang cerdas untuk mencapai imbal hasil yang menarik dengan risiko yang lebih rendah.

marsbit51m yang lalu

Peringatan Terbaru Dalio: Jangan Terlalu Tergila-gila dengan AI, Imbal Hasil Ril AS Kemungkinan -5% hingga -10% dalam 5-10 Tahun Mendatang

marsbit51m yang lalu

Valuasi Rain Mendekati $20 Miliar: Perang Kartu U Tiba di Sistem Hadiah

Rain, perusahaan infrastruktur pembayaran stablecoin yang bernilai hampir $20 miliar, kini memperluas layanannya dengan meluncurkan Rain Rewards. Program loyalitas ini terintegrasi langsung ke dalam infrastruktur penerbitan kartu Rain, memungkinkan mitra (seperti perusahaan, fintech, atau bank) dengan mudah membuat program reward merek sendiri untuk meningkatkan keterlibatan dan retensi pengguna. Data uji coba dengan Avalanche Card menunjukkan peningkatan belanja 25% pada pengguna yang bergabung. Inti bisnis Rain adalah menyediakan "sistem belakang" yang memungkinkan entitas bisnis menerbitkan kartu (kredit/prepaid) dan dompet yang didukung stablecoin, serta mengakses penyelesaian lintas batas, pengelolaan risiko, dan now, sistem reward. Sebagai Anggota Principal Visa dan Mastercard, Rain bertindak sebagai lapisan penghubung antara aset on-chain dan jaringan pembayaran tradisional. Perkembangan pesat Rain tercermin dari putaran pendanaan berturut-turut: $24.5 juta (Seri A, Maret 2025), $58 juta (Seri B, Agustus 2025), dan $250 juta (Seri C, Januari 2026) yang mendorong valuasinya menjadi $19.5 miliar. Rain juga berinovasi dengan fitur seperti Agent Control Layer untuk mengatur pembayaran otomatis oleh AI Agent. Dengan mengintegrasikan rewards, kontrol agen, dan infrastruktur inti, Rain membangun sistem operasi pembayaran stablecoin yang lengkap, menargetkan aliran dana on-chain ke dalam skenario pembayaran sehari-hari baik oleh manusia maupun mesin.

Foresight News55m yang lalu

Valuasi Rain Mendekati $20 Miliar: Perang Kartu U Tiba di Sistem Hadiah

Foresight News55m yang lalu

Sinyal Pasar Bawah Sejarah Terulang? Messari yang Bernilai 3 Miliar Terjual Murah 10 Juta

Penanda Sinyal Sejarah Terulang? Messari yang Pernah Bernilai $300 Juta Terjual Murah $10 Juta Messari, yang pernah menjadi platform data kripto terdekat dengan Bloomberg dan bernilai $300 juta pada 2022, baru-baru ini dijual kepada pesaingnya Blockworks dengan harga hanya sekitar $10 juta. Penurunan dramatis ini bukan hanya kisah satu perusahaan. AI menjadi ancaman struktural bagi bisnis inti Messari, yaitu laporan penelitian dan data. Di saat yang sama, industri secara keseluruhan mengalami kontraksi mendalam: platform data seperti DappRadar dan Parsec tutup, media seperti CoinDesk dijual murah, dan perusahaan seperti Dune melakukan PHK besar-besaran. Venture Capital (VC) juga mundur. Investasi VC kripto anjlok lebih dari 80% dalam 6 bulan, dana dan perhatian dialihkan ke AI. Banyak firma VC kripto legendaris berhenti beroperasi atau memperluas fokus ke luar kripto, dengan salah satu mitra Dragonfly Capital menyebut situasi saat ini sebagai "kepunahan massal". Namun, kondisi suram ini mungkin justru merupakan sinyal bottom historis. Indeks Fear & Greed Kripto telah lama berada di zona "ketakutan ekstrem", mirip dengan momen sebelum siklus bull sebelumnya. Pemegang jangka panjang Bitcoin mengontrol hampir 80% pasokan yang beredar, pola yang biasanya terlihat di area bawah pasar. Aktivitas VC yang rendah juga mirip dengan periode sebelum ledakan DeFi pada 2020. Beberapa pelaku pasar justru melihat peluang dalam keputusasaan ini. Dragonfly Capital baru saja mengumpulkan dana baru senilai $650 juta, sementara Blockworks, yang membeli Messari, dengan sengaja mengkonsolidasi industri data kripto. Sejarah menunjukkan bahwa titik balik besar sering kali dimulai ketika semuanya terlihat paling suram.

marsbit1j yang lalu

Sinyal Pasar Bawah Sejarah Terulang? Messari yang Bernilai 3 Miliar Terjual Murah 10 Juta

marsbit1j yang lalu

Volume Pengiriman TPU Google Dinaikkan 50%

Kebutuhan AI akan daya komputasi terus meningkat, dan pasar sedang mengalami koreksi ekspektasi penting. Beberapa lembaga luar negeri secara diam-diam telah merevisi perkiraan pengiriman Google TPU ke atas. Dari perkiraan awal 10 juta unit untuk tahun 2027, penelitian industri terbaru menunjukkan angka ini dapat dinaikkan menjadi 15 juta unit, peningkatan 50%. Peningkatan signifikan dalam volume TPU ini akan langsung mengalir ke seluruh rantai pasokan. Skema interkoneksi optik penuh yang standar pada kluster TPU Google berarti kebutuhan perangkat keras pendukungnya kaku dan hampir tetap, termasuk NPO Optical Engine (yang dipasangkan 1:1 dengan TPU), modul optik 1.6T, OCS Optical Switch, catu daya server, serta kabel serat optik dan konektor MPO. Setiap kenaikan ekspektasi pengiriman TPU akan mendorong ekspektasi kinerja seluruh rantai ini. Di antara segmen-segmen ini, pendinginan cair (*liquid cooling*) muncul sebagai arah inti dengan perubahan terbesar. Dengan peningkatan daya chip TPU generasi baru, solusi pendingin tradisional sudah tidak memadai. Tahun 2026 diprediksi menjadi tahun peluncuran besar-besaran pendinginan cair untuk Google. Selain akselerasi kinerja, pola persaingan global sedang berubah. Produsen luar negeri menghadapi kendala kapasitas dan teknologi, membuka peluang bagi produsen domestik China untuk masuk ke rantai pasokan inti Google dengan keunggulan iterasi cepat dan kapasitas memadai. Pasar pendinginan cair khusus Google diproyeksikan melonjak dari level ratusan miliar menjadi 300 miliar dalam dua tahun, didorong oleh peningkatan volume dan nilai per unit. Logika di pasar serat optik juga diperbarui. Kebutuhan akan interkoneksi padat di pusat data AI telah mengubahnya dari komoditas siklus menjadi sumber daya strategis. Siklus ekspansi yang panjang untuk preform serat optik (18-24 bulan) menciptakan ketidakseimbangan pasokan dan permintaan global. Vendor cloud besar seperti Google mengamankan pasokan jangka panjang. Produsen serat optik China, dengan keunggulan kapasitas dan biaya, diperkirakan akan mendominasi hampir setengah dari permintaan global untuk serat AIDC pada 2026. Selain itu, peningkatan pasokan TPU juga mendorong pemulihan di segmen pendukung lain seperti modul optik 1.6T dan catu daya server bertegangan tinggi, di mana produsen China juga mendapat peluang substitusi. Intinya, fokus investasi beralih dari spekulasi chip ke pertumbuhan pasti infrastruktur pendukung komputasi. Revisi besar pasokan TPU Google ini mengunci visibilitas kinerja untuk dua tahun ke depan di seluruh rantai industri.

marsbit2j yang lalu

Volume Pengiriman TPU Google Dinaikkan 50%

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Cara Membeli PYUSD

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Paypal USD (PYUSD) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Paypal USD (PYUSD) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Paypal USD (PYUSD) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Paypal USD (PYUSD) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Paypal USD (PYUSD)Lakukan trading Paypal USD (PYUSD) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

202 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli PYUSD

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga PYUSD (PYUSD) disajikan di bawah ini.

活动图片