AGI Bukan Akhir, Makalah Baru DeepMind: Menuju ASI, Kemajuan AI yang Sesungguhnya Baru Dimulai
Jika Kecerdasan Buatan Umum (AGI) tercapai, apakah itu titik akhir? Tim Google DeepMind dalam laporan terbarunya berpendapat bahwa AGI **bukanlah akhir perjalanan**. AI diprediksi akan terus berkembang melampaui kemampuan tim ahli manusia terbaik, menuju Superintelligence (ASI).
Laporan ini membedakan tiga konsep: AGI (kecerdasan setara manusia rata-rata), ASI (melampaui manusia di hampir semua bidang), dan UAI (batas teoretis maksimal). Transisi dari AGI ke ASI dapat melalui empat jalur potensial:
1. **Ekspansi Lanjutan**: Meningkatkan skala komputasi, model, dan data.
2. **Inovasi Algoritma**: Penyempurnaan paradigma yang ada atau pergeseran paradigma baru.
3. **Peningkatan Diri Secara Rekursif**: AI yang lebih kuat membantu mengembangkan generasi AI berikutnya yang lebih kuat.
4. **Koordinasi Multi-Agen**: Kecerdasan kolektif dari banyak sistem AGI yang berkolaborasi.
Namun, terdapat enam kemacetan potensial: dinding data, tekanan sumber daya ekonomi & alam, batasan paradigma jaringan saraf saat ini, meningkatnya kesulitan penelitian, hambatan abstraksi, serta tantangan regulasi dan penerimaan sosial.
Laporan ini juga menyoroti bahwa jika AI melampaui manusia, sistem evaluasi (benchmark) yang ada menjadi tidak relevan. Diperlukan kerangka pengukuran baru, seperti tugas kolaborasi/kompetisi multi-agen, pengujian yang dihasilkan otomatis, atau indikator tidak langsung seperti produktivitas ekonomi. ASI bukanlah sistem ajaib yang mahatahu; perkembangannya tetap dibatasi oleh hukum fisika, kompleksitas komputasi, data, sumber daya, dan umpan balik dunia nyata. Arah dan kecepatan kemajuan AI masih penuh ketidakpastian, sehingga memerlukan penelitian, prediksi, dan mekanisme evaluasi yang terus diperbarui.
marsbit5m yang lalu