HIVE tests investor appetite for AI-Bitcoin infrastructure in Andean markets

cointelegraphDipublikasikan tanggal 2025-12-11Terakhir diperbarui pada 2025-12-11

Abstrak

HIVE Digital Technologies has become the first Bitcoin and AI infrastructure company to list on a Latin American exchange, debuting on the Colombian Stock Exchange under the ticker HIVECO. This listing provides access to investors across the Andean market system, which includes Colombia, Peru, and Chile. The move reflects the sector’s expansion as Bitcoin mining and high-performance computing (HPC) companies seek broader capital market opportunities. HIVE, which already trades in North America and Europe, has existing operations in Latin America, including hydroelectric-powered data centers in Paraguay. The company, like other major Bitcoin miners, has been diversifying into AI and HPC due to compressed mining margins following the 2024 Bitcoin halving, rising costs, and falling revenues. This strategic shift highlights the growing importance of diversification in the current challenging mining economy.

HIVE Digital Technologies has debuted on the Colombian Stock Exchange under the ticker HIVECO, becoming the first Bitcoin and AI infrastructure company to trade publicly on a Latin American exchange. The move marks another sign of the sector’s expansion as Bitcoin miners and high-performance computing (HPC) companies push deeper into global capital markets.

Announced on Thursday, the listing makes HIVE available to investors across the Andean market system, which links the exchanges of Colombia, Peru and Chile.

For a region traditionally dominated by energy and natural-resources issuers, the addition of a digital infrastructure company offers exposure to a growing sector that sits at the intersection of high-performance computing, renewable power and Bitcoin (BTC).

Colombia’s exchange is one of the Andean marketplace’s most institutionally connected platforms, giving HIVE access to a broader, more integrated investor base than is typical elsewhere in Latin America.

Source: HIVE Digital Technologies

HIVE shares are already traded in North America and Europe, including on the TSX Venture Exchange, the Nasdaq and the Frankfurt Stock Exchange.

On the Nasdaq, HIVE shares slipped more than 1% on Thursday, though they remain up for the year.

Related: Bitcoin miners gambled on AI last year, and it paid off

HIVE’s Latin American footprint grows as Bitcoin mining economics tighten

HIVE already has an operational footprint in Latin America, having developed Tier I data centers in Paraguay powered entirely by hydroelectricity. The company began expanding its presence there in late 2024 and completed the acquisition of its Yguazú site in March of this year, as previously reported by Cointelegraph.

HIVE was among the early Bitcoin miners to pivot toward AI and high-performance computing as mining economics tightened and demand for GPU infrastructure surged.

Other major public miners, including Core Scientific, Hut 8, Riot Platforms, TeraWulf and Marathon Holdings have also expanded into AI and HPC workloads in varying degrees.

Current mining costs for public Bitcoin miners. Source: TheMinerMag

While these companies remain active in Bitcoin mining, the sector is operating in one of its toughest environments to date. Industry research describes current miner margins as historically compressed, with revenue at “structural lows” amid falling hash price and rising operating costs.

Much of the pressure stems from the 2024 Bitcoin halving, which reduced block rewards to 3.125 BTC and effectively halved mining revenue. Higher electricity costs and ongoing equipment expenses have added further strain, making diversification into AI and HPC increasingly important for many miners.

Related: Thirteen years after the first halving, Bitcoin mining looks very different in 2025

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Tunjukkan Padaku "The Lord of the Rings", Karpathy Rekomendasikan Tolok Ukur Baru untuk Evaluasi Model Besar

Karpathy dari Anthropic memperkenalkan "The Lord of the Rings (LOTR) Benchmark", sebuah tolok ukur baru untuk menguji kemampuan model bahasa besar (LLM) dalam tugas pemahaman ruang dan pembuatan kode yang kompleks. Tantangannya adalah meminta LLM (Claude 3.5 Opus dalam demo ini) untuk membaca awal novel "The Lord of the Rings" dan menerjemahkannya menjadi dunia 3D interaktif yang berjalan di browser menggunakan Three.js. Proses ini membutuhkan sekitar 100 juta token, 2 jam, dan 5500 baris kode. Hasilnya adalah animasi 3D sederhana yang menunjukkan karakter dan adegan awal cerita, meskipun masih terdapat kesalahan teknis seperti karakter yang melayang. Benchmark ini diusulkan sebagai pengganti tes "Pelican Riding a Bicycle" SVG yang populer sebelumnya. Tes baru ini dianggap lebih menantang karena tidak hanya menguji pembuatan gambar statis, tetapi juga kemampuan model untuk memahami hubungan spasial, merencanakan proyek besar, menulis kode panjang, dan memelihara konsistensi visual sepanjang waktu. Demo ini memicu respons luas dari komunitas. Banyak pengguna mencoba tugas serupa dengan model lain seperti DeepSeek, menghasilkan proyek seperti model 3D kota New York, konser Kanye West virtual, hingga prototipe game. Hal ini menunjukkan potensi LLM dalam menurunkan ambang batas pembuatan konten 3D dan prototipe yang dapat dimainkan. Diskusi berlanjut tentang apakah tes ini benar-benar mengukur "pemahaman spasial" atau hanya keterampilan penulisan kode Three.js yang baik. Namun, banyak yang setuju bahwa kemampuan model untuk menerjemahkan deskripsi tekstual yang kompleks ke dalam dunia 3D yang koheren merupakan kemajuan signifikan dalam kemampuan penalaran umum mereka. Karpathy telah membuka sumber proyek demo LOTR, mendorong eksplorasi lebih lanjut tentang bagaimana LLM dapat menciptakan, memahami, dan berinteraksi dengan dunia virtual.

marsbit11m yang lalu

Tunjukkan Padaku "The Lord of the Rings", Karpathy Rekomendasikan Tolok Ukur Baru untuk Evaluasi Model Besar

marsbit11m yang lalu

Membuat Tulang Orakel Berusia Tiga Ribu Tahun Bicara: Sistem Bantuan Penafsiran Pertama yang Meniru Alur Kerja Ahli Manusia

Menyuarakan Tulang Oracle yang Tertidur 3000 Tahun: Sistem AI Pertama Tiru Alur Kerja Ahli Para peneliti dari Universitas Sains dan Teknologi Huazhong dkk. meluncurkan sistem kecerdasan buatan bernama AlphaOracle, sistem bantu pertama yang meniru alur kerja ahli dalam menguraikan dan menafsirkan tulang oracle (jiaguwen). Sistem ini dirancang untuk membantu para ahli menyelesaikan pekerjaan yang rumit dalam memecahkan kode tulang kuno dari Dinasti Shang. AlphaOracle bekerja dengan mensimulasikan proses penelitian ahli: menganalisis evolusi bentuk karakter, memeriksa konteks penggunaan dalam kalimat lengkap dan prasasti serupa, lalu mencari bukti pendukung dalam literatur kuno dan penelitian modern untuk membentuk rantai bukti yang lengkap. Setiap langkah analisis dilengkapi dengan sumber, kandidat jawaban, dan tingkat keyakinan, memudahkan ahli untuk memeriksa ulang. Dari lebih dari 4500 karakter berbeda yang ditemukan, baru sekitar 1500 yang telah berhasil diuraikan. AlphaOracle bertujuan membantu memecahkan sekitar 3000 karakter yang tersisa. Dalam evaluasi melibatkan 86 ahli dan peneliti, 78.7% peserta memberikan penilaian positif, memperkirakan sistem ini dapat menghemat rata-rata 64% waktu analisis. Sistem ini memproses dalam empat langkah utama: 1) Mengurai dan merekonstruksi kalimat dari gambar rubbing; 2) Menganalisis bentuk karakter melalui evolusi dan komponen; 3) Menguji hipotesis dalam konteks kalimat dan prasasti serupa; 4) Mencari dukungan bukti dari literatur klasik dan penelitian modern. Laporan akhir yang dihasilkan menyajikan semua bukti secara terstruktur untuk ditinjau ahli. AlphaOracle tidak dimaksudkan untuk menggantikan keputusan akhir ahli, tetapi bertindak sebagai asisten cerdas yang efisien dalam menemukan petunjuk, mengumpulkan bukti, dan membandingkan interpretasi. Pendekatan ini juga berpotensi diterapkan pada bidang studi aksara kuno lainnya, membuka jalan bagi kolaborasi yang lebih produktif antara kecerdasan buatan dan keahlian manusia dalam mengungkap sejarah.

marsbit24m yang lalu

Membuat Tulang Orakel Berusia Tiga Ribu Tahun Bicara: Sistem Bantuan Penafsiran Pertama yang Meniru Alur Kerja Ahli Manusia

marsbit24m yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli HIVE

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Hive (HIVE) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Hive (HIVE) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Hive (HIVE) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Hive (HIVE) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Hive (HIVE)Lakukan trading Hive (HIVE) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

204 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.13Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli HIVE

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga HIVE (HIVE) disajikan di bawah ini.

活动图片