Чикагская товарная биржа приостановила торги фьючерсами и опционами из-за сбоя

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-12-27Terakhir diperbarui pada 2025-12-27

  • CME Group столкнулась со сбоем в дата-центрах CyrusOne.
  • Он длится уже несколько часов, рынки фьючерсов и опционов приостановлены.
  • Ситуация затронула EBS, BMD и другие площадки, полагающиеся на инфраструктуру оператора.

Чикагская товарная биржа приостановила торги фьючерсами и опционами 28 ноября 2025 года из-за сбоя в дата-центрах CyrusOne. Об этом заявил ее оператор, компания CME Group.

«Из-за проблем с охлаждением в дата-центрах CyrusOne наши рынки в настоящее время приостановлены. Служба поддержки работает над решением проблемы в ближайшее время и сообщит клиентам подробности предварительного открытия, как только они станут известны», — цитирует издание Bloomberg заявление CME Group.

Согласно официальному сайту оператора, сбой затронул платформу EBS Market, используемую для межбанковской валютной торговли, и Bursa Malaysia Derivatives Berhad (BMD), поскольку последняя полагается на инфраструктуру Globex. На ней торгуются фьючерсные контракты на пальмовое масло.

Сбой может оказать существенное влияние на фондовый рынок. На это в комментарии для Bloomberg указал Ник Твидейл, главный аналитик AT Global Markets:

«Трейдеры будут переходить на альтернативные инструменты ликвидности, где это возможно. Мы потеряли один из основных источников ликвидности на рынке. Это повышает риск резкого роста цен в случае серьёзного события».

Текущий инцидент уже превысил по продолжительности предыдущий крупный сбой, в 2019 году. Тогда рынки были недоступны в течение около трех часов.

Фьючерсы на сырую нефть марки WTI подскочили на 0,7%, Brent — 0,4%.

Кристофер Форбс, руководитель CMC Markets по Азии и Ближнему Востоку, в комментарии для Reuters добавил, что брокеры сильно рискуют, формируя ценообразование вслепую. По его словам, открытие рынков, вероятно, будет волатильным.

Ранее мы сообщали о том, что FanDuel и CME Group запустят рынок прогнозов в декабре 2025 года.

Bacaan Terkait

Dari Kontrak Hingga Pembayaran Kripto: Sber Tunjukkan Skema Pembayaran Legal dengan Orang Asing

Sberbank berencana meluncurkan layanan pembayaran internasional dalam mata uang digital untuk bisnis melalui aplikasi SberBusiness paling lambat akhir 2026. Layanan ini akan memungkinkan perusahaan Rusia melakukan pembayaran kepada mitra asing menggunakan cryptocurrency sesuai dengan skema yang diatur oleh hukum baru "Tentang Mata Uang Digital dan Hak Digital" (UU No. 282-FZ), yang mulai berlaku 1 September 2026. Skema hukumnya adalah sebagai berikut: perusahaan menandatangani kontrak dengan mitra asing, kemudian menghubungi perantara berlisensi, mentransfer rubel kepada mereka, dan perantara membeli serta mengirimkan cryptocurrency ke penerima, sekaligus menyiapkan pelaporan untuk otoritas pengawas. Tujuan layanan ini adalah menyediakan saluran alternatif untuk transaksi perdagangan luar negeri, terutama di mana pembayaran bank tradisional terhambat oleh pembatasan sanksi. Sberbank bertujuan untuk mengintegrasikan pembayaran cryptocurrency ke dalam proses bisnis yang mapan agar klien tidak perlu memahami aspek teknisnya. Namun, ada risiko terkait sanksi. Pada musim panas 2026, Inggris telah memasukkan sejumlah bursa crypto terkait Rusia ke dalam daftar sanksi. Oleh karena itu, perantara berlisensi dalam rantai pembayaran ini sendiri dapat menjadi target sanksi sekunder, yang dapat memengaruhi keandalan skema keseluruhan. Kelangsungan layanan ini akan bergantung pada dinamika politik dan ketahanannya terhadap tekanan regulator di masa depan.

cryptonews.ru2j yang lalu

Dari Kontrak Hingga Pembayaran Kripto: Sber Tunjukkan Skema Pembayaran Legal dengan Orang Asing

cryptonews.ru2j yang lalu

Ekonom Terkenal Mengkritik Tajam Kebijakan Fed Terbaru: 'Mereka Bergerak ke Arah yang Salah'

Ekonom James E. Torn mengkritik kebijakan moneter ketat Federal Reserve (The Fed), dengan argumen bahwa kenaikan suku bunga mungkin tidak cukup untuk mengatasi akar penyebab tekanan inflasi saat ini. Menurut Torn, inflasi tinggi saat ini tidak hanya didorong oleh permintaan konsumen yang kuat, tetapi juga oleh faktor-faktor seperti biaya energi, kekurangan perumahan, dan gangguan rantai pasokan. Ia memperingatkan bahwa menaikkan suku bunga lebih lanjut justru dapat melemahkan kapasitas produktif ekonomi. Torn menyoroti penurunan data kuartalan pekerjaan penuh waktu sebagai tanda transformasi struktural, bukan semata-mata ekonomi yang "terlalu panas". Ia juga mencatat tekanan di sektor perumahan akibat kebijakan moneter ketat. Ia berpendapat pertumbuhan ekonomi AS baru-baru ini lebih disebabkan oleh dampak kebijakan penawaran dan siklus investasi jangka panjang (seperti di AI dan infrastruktur), bukan oleh kredit berlebihan. Menaikkan suku bunga lebih lanjut dapat menghambat pendanaan untuk investasi produktif ini. Torn menambahkan, guncangan penawaran (seperti harga minyak atau tarif) biasanya menyebabkan kenaikan harga satu kali, bukan proses inflasi yang terus-menerus. Pertanyaan utama bagi The Fed adalah apakah pengetatan moneter lebih lanjut bijaksana saat pekerjaan penuh waktu menurun dan sektor perumahan tertekan. Ia menyimpulkan bahwa kenaikan suku bunga baru mungkin bukan "pengendalian inflasi yang hati-hati", melainkan penekanan permintaan yang keliru karena menilai ekonomi yang mengalami kendala penawaran sebagai ekonomi yang terlalu panas.

cryptonews.ru4j yang lalu

Ekonom Terkenal Mengkritik Tajam Kebijakan Fed Terbaru: 'Mereka Bergerak ke Arah yang Salah'

cryptonews.ru4j yang lalu

Jangan Percaya, Periksa: Tautan Berbahaya dengan AI Membuka Realitas Mengerikan bagi Pekerja Industri Kripto

Kecerdasan Buatan (AI) generatif semakin maju, dan pekerja di industri aset digital serta ledger terdistribusi sering menggunakannya. Namun, kelompok ini juga menjadi target empuk bagi penjahat siber. Baru-baru ini, salah satu pendiri Refi Hub, Numa Lunah, mengaku "diretas" melalui tautan berbahaya yang dikirimkan oleh asisten AI Claude. Tautan tersebut tampak sah dan mengarah ke aplikasi transkripsi, tetapi ternyata adalah situs palsu yang berisi perangkat lunak berbahaya. Perangkat lunak itu langsung berjalan dan mencoba mencuri semua datanya. Meski Numa berhasil membersihkan laptopnya dan menginstal ulang sistem tanpa kebocoran informasi sensitif, ia menemukan file SKILL.md yang terinfeksi dalam cadangan data. File itu, yang terlihat seperti panduan penulisannya sendiri, berisi instruksi untuk secara diam-diam mengunduh ulang malware dan mencuri kredensialnya setiap kali AI memuat file tersebut. Kasus ini bukan yang pertama di mana model bahasa besar (LLM) memberikan respons berbahaya. Para ahli telah memperingatkan bahwa serangan kriptojacking telah berkembang dari peracunan SEO menjadi peracunan jawaban LLM. Serangan semacam ini berasal dari model AI seperti Gemini, Claude, Copilot, dan ChatGPT, termasuk tautan unduhan yang dikendalikan penyerang, penginstal palsu, serta kode sumber dan keterampilan agen yang terinfeksi. Bagi pekerja kripto, risikonya lebih besar karena mereka sering menyimpan data rahasia yang tidak dapat dicabut, seperti frase seed, file kunci, kunci API bursa, dan kredensial panel kontrol bursa terpusat (CEX). Intinya, kerentanan paling berbahaya mungkin adalah kepercayaan dan kemalasan manusia. Budaya keamanan perlu diubah dari sekadar mempercayai alat AI menjadi skeptisisme menyeluruh terhadap otomatisasi itu sendiri. Setiap saran dari AI harus diperlakukan sebagai potensi ancaman. Numa diselamatkan karena ia memeriksa setiap file pengaturan dan konfigurasi sebelum mengizinkan AI menyentuhnya. Sayangnya, kebanyakan pengguna AI modern cenderung tidak memverifikasi kembali informasi dari AI dan terlalu mempercayainya.

cryptonews.ru4j yang lalu

Jangan Percaya, Periksa: Tautan Berbahaya dengan AI Membuka Realitas Mengerikan bagi Pekerja Industri Kripto

cryptonews.ru4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片