Американец из Калифорнии признал вину по делу о краже криптовалюты на $263 млн

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-18Terakhir diperbarui pada 2025-11-19

Главное:

  • Кунал Мехта признал участие в схеме по краже криптовалюты на $263 млн.
  • Он помогал отмывать не менее $25 млн и регистрировал экзотические авто на подставные компании.
  • Мехта — восьмой участник группировки, признавший вину.

45-летний Кунал Мехта из Калифорнии признал себя виновным в участии в многоштатной схеме, похищавшей криптовалюту методом социальной инженерии. Министр юстиции США сообщил, что Мехта, известный под псевдонимами «Папа», «Бухгалтер» и «Шрек». Он признал вину по статье RICO и в отмывании $25 млн и стал восьмым фигурантом, признавшим вину в рамках дела.

Схема действовала как минимум с октября 2023 года и объединяла участников из нескольких штатов. Группировка использовала фишинговые методы, поддельные номера и взлом оборудования для кражи криптовалюты у жертв по всей стране. По данным следствия, одним из крупнейших эпизодов стала кража более 4100 BTC у жертвы в Вашингтоне, оцениваемая на тот момент в $263 млн.

Как работала схема

Следствие установило, что Мехта отвечал за отмывание средств. Он конвертировал украденную криптовалюту в наличные с комиссией 10%, создавал подставные компании и проводил через них банковские переводы, маскируя происхождение средств. По данным прокуратуры, Мехта также помогал участникам схемы регистрировать экзотические автомобили на подставные юридические лица, чтобы скрыть их стоимость и собственность.

Расследование показало, что участники тратили похищенные криптоактивы на роскошные товары: вечеринки стоимостью до $500 000 за ночь, часы и украшения премиум-класса, аренду вилл и частных самолетов, а также парк из 28 эксклюзивных автомобилей, включая Lamborghini, Ferrari, McLaren и Rolls-Royce.

«Мы стремимся искоренить мошенничество и привлечь виновных к ответственности», — заявила прокурор США Жанин Феррис Пирро.

ФБР и IRS-CI ведут дело совместно с прокуратурой США по округу Колумбия. Правоохранители напоминают гражданам о распространенности мошенничества в сфере криптовалют и призывают не передавать личные данные или коды подтверждения неизвестным лицам.

Недавно в США 39-летний Шэншэн Хэ был приговорен к 51 месяцу тюрьмы за участие в схеме отмывания $37 млн через компанию Axis Digital и банки на Багамах. Он переводил деньги инвесторов в стейблкоины USDT и отправлял их организаторам в Камбодже.

Также в Австралии в ходе совместной операции Федеральная полиция и ФБР арестовали 55 человек и предъявили около 800 обвинений. Власти изъяли криптоактивы на сумму $37,9 млн, раскрыв масштабную международную сеть, действовавшую через зашифрованное приложение AN0M. Расследование показало, что преступная группа занималась торговлей наркотиками и отмыванием денег.

Bacaan Terkait

Penyelesaian Sepanjang Waktu Saham AS Telah Tiba, Mata Uang Kripto Tidak Berhasil Mendapatkan Tiket Masuk

Selama bertahun-tahun, industri kripto kerap mempromosikan aset digital sebagai pasar yang beroperasi 24/7 tanpa henti, berbeda dengan bursa tradisional yang tutup pada pukul 4 sore. Namun, narasi utama ini kini mendapat tantangan besar. Perusahaan penyelesaian terbesar di dunia, Depository Trust & Clearing Corporation (DTCC), melalui anak perusahaannya National Securities Clearing Corporation (NSCC), baru saja mengumumkan telah menerapkan sistem kliring yang beroperasi 24 jam selama lima hari kerja dalam seminggu. DTCC yang menangani transaksi senilai kuadriliun dolar setahun kini dapat memproses perdagangan saham secara *overnight*. Perpanjangan jam kliring ini mengurangi keunggulan diferensiasi pasar kripto. Satu-satunya kelebihan yang tersisa adalah kripto masih dapat diperdagangkan di akhir pekan, sedangkan DTCC saat ini belum. Namun, jika permintaan pasar tinggi, DTCC berpotensi membuka layanan kliring di akhir pekan di masa depan. Artikel ini juga menekankan bahwa langkah DTCC ini tidak berkaitan dengan adopsi blockchain publik atau aset kripto. DTCC secara konsisten memilih infrastruktur privat dan terizin untuk proyek-proyeknya, seperti platform Ion dan jaringan Canton untuk tokenisasi obligasi pemerintah AS, bukan menggunakan blockchain publik seperti Ethereum atau XRP Ledger. Harapan komunitas kripto, khususnya pemegang XRP, bahwa DTCC akan mengintegrasikan teknologi mereka, sekali lagi tidak terwujud. Kesimpulannya, pasar keuangan tradisional berhasil meluncurkan sistem kliring 24/5 dengan infrastruktur matang yang ada, tanpa melibatkan atau memberikan "tiket masuk" bagi industri kripto.

marsbit17m yang lalu

Penyelesaian Sepanjang Waktu Saham AS Telah Tiba, Mata Uang Kripto Tidak Berhasil Mendapatkan Tiket Masuk

marsbit17m yang lalu

Penelitian Terbaru Grayscale: Apa Mesin Pertumbuhan Selanjutnya untuk Solana?

**Ringkasan: Studi Terbaru Grayscale – Apa Mesin Pertumbuhan Selanjutnya untuk Solana?** Laporan terbaru Grayscale, "Solana: Crypto's Financial Bazaar", menandai pergeseran fokus dalam menilai Solana. Daripada sekadar menekankan performa teknis (TPS tinggi), laporan ini menyoroti evolusi Solana menjadi platform aplikasi yang menampung aktivitas ekonomi skala besar, bagaikan "pasar finansial digital" yang hidup. Kompetisi rantai publik kini memasuki babak baru: yang diperebutkan bukan lagi kecepatan, tetapi kelimpahan aktivitas ekonomi riil. Grayscale menggarisbawahi bahwa nilai jangka panjang ditentukan oleh pengguna aktif harian, volume transaksi, pendapatan, dan ekosistem aplikasi yang berkelanjutan. Laporan ini menguraikan tiga aplikasi perwakilan yang membentuk roda pertumbuhan Solana: 1. **Jupiter**: Agregator DEX yang telah menjadi pusat likuiditas dan infrastruktur keuangan inti bagi ekosistem DeFi Solana. 2. **Pump.fun**: Melampaui label "Meme", platform ini menunjukkan kemampuan Solana untuk menarik pengguna massal (2 juta pengguna aktif bulanan) dan menghasilkan pendapatan berkelanjutan, memvalidasi jaringan untuk aplikasi konsumen frekuensi tinggi. 3. **Helium & DePIN**: Mewakili perluasan batas Solana ke dunia nyata. Proyek DePIN (Infrastruktur Fisik Terdesentralisasi) menghubungkan sumber daya fisik seperti jaringan nirkabel dan layanan lokasi, membuka jalur pertumbuhan jangka panjang dengan mengaitkan blockchain ke ekonomi riil. Ke depan, naratif pertumbuhan Solana bergeser dari Meme ke area yang lebih berkelanjutan dan berorientasi kelembagaan: **AI Agent & Pembayaran Machine-to-Machine, Stablecoin & Pembayaran, serta Aset Dunia Nyata (RWA) dan Tokenisasi.** Fondasi Solana yang cepat dan murah dipandang cocok untuk menangani penyelesaian transaksi AI yang tinggi dan frekuensi tinggi, serta aplikasi pembayaran digital global. Minat institusional yang bangkit kembali didorong oleh kematangan model bisnis lapisan aplikasi, pematangan ekosistem stablecoin & pembayaran, dan komunitas pengembang yang tetap aktif. Tantangan tetap ada, seperti bagaimana jaringan menangkap nilai dari aktivitas ekonomi yang diciptakan dan membangun keberlanjutan di luar siklus hype. Namun, sinyalnya jelas: nilai Solana di masa depan akan lebih ditentukan oleh kemampuannya sebagai pasar ekonomi digital yang berkembang pesat daripada sekadar menjadi blockchain tercepat.

marsbit21m yang lalu

Penelitian Terbaru Grayscale: Apa Mesin Pertumbuhan Selanjutnya untuk Solana?

marsbit21m yang lalu

Mereka Menunggu 7 Tahun untuk Menghasilkan Uang Ini

Mata uang kripto stablecoin pertama yang terdaftar di bursa, Circle, mengalami penurunan hampir 20% dalam semalam. Penyebabnya adalah pengumuman formasi baru aliansi Open USD yang beranggotakan Visa, Stripe, Mastercard, Coinbase, BlackRock, Google, IBM, dan Ripple. Aliansi ini berencana meluncurkan stablecoin dolar AS dengan model bagi hasil pendapatan cadangan kepada perusahaan yang mengadopsinya. Hal ini mengancam model bisnis utama Circle yang mengandalkan pendapatan bunga dari cadangan aset stablecoin USDC-nya. Peristiwa ini mengingatkan pada upaya Facebook (kini Meta) meluncurkan Libra (kemudian Diem) pada 2019, yang juga melibatkan banyak nama besar serupa tetapi akhirnya gagal akibat tekanan regulator dan masalah kepercayaan. Perbedaan kunci Open USD adalah narasi yang lebih sederhana dan fokus pada infrastruktur pembayaran bisnis yang patuh hukum, didukung oleh kerangka regulasi stablecoin AS yang kini lebih jelas. Meski daftar anggotanya kuat, Open USD menghadapi tantangan klasik aliansi besar: kelincahan dan pembagian manfaat. Poin kritisnya adalah membangun likuiditas dan kepercayaan yang setara dengan USDC yang telah mapan. Meski tidak akan langsung menggantikan USDC, kehadirannya berpotensi mengambil alih aliran pertumbuhan baru dan mendisrupsi posisi istimewa Circle di pasar. Penurunan harga saham Circle mencerminkan penilaian ulang pasar: dari "tiket tunggal menuju era stablecoin" menjadi "hanya salah satu penerbit kuat dalam persaingan yang ketat". Esensi perjuangan tetap sama seperti era Libra: siapa yang mengontrol pipa tempat uang digital bergerak dalam ekonomi internet.

marsbit21m yang lalu

Mereka Menunggu 7 Tahun untuk Menghasilkan Uang Ini

marsbit21m yang lalu

Google di Tengah Badai, Kapitalisasi Pasar Menguap Ratusan Miliar Dolar AS, Dapatkah Gemini Spark Menyelamatkannya?

Perusahaan induk Google, Alphabet, baru-baru ini menghadapi gejolak besar setelah serangkaian kepergian penting dari para ilmuwan inti AI. Noam Shazeer (salah satu "Transformer Eight"), John Jumper (penerima Nobel Kimia 2024), Jonas Adler, dan Alexander Pritzel, yang berkontribusi pada bidang inti seperti arsitektur model, sains, pemrograman, dan pelatihan awal, dilaporkan pindah ke OpenAI atau Anthropic. Hal ini memicu kekhawatiran investor tentang kemampuan Google mempertahankan talenta, menyebabkan saham Alphabet turun 5-6% dalam dua hari dan kapitalisasi pasar menyusut ratusan miliar dolar. Di tengah kekacauan ini, Google meluncurkan produk AI baru, Gemini Spark. Berbeda dengan asisten chatbot biasa, Spark berjalan di cloud sebagai "karyawan digital" yang terus bekerja meski perangkat dimatikan. Ia terintegrasi mendalam dengan ekosistem Google Workspace (Gmail, Kalender, Docs, dll.) dan dapat melakukan tugas multi-langkah secara otomatis menggunakan kerangka kerja "Antigravity" (Tasks, Skills, Schedules). Misalnya, mengatur email klien, mengekstrak tanggal penting, atau mengelola folder Drive. Untuk tindakan berisiko seperti pembayaran, Spark akan meminta konfirmasi pengguna. Namun, aksesnya saat ini terbatas pada pengguna langganan Google AI Ultra (sekitar $100/bulan), menimbulkan kritik soal harga. Artikel ini menyoroti dilema Google: meski memiliki ekosistem produktivitas terkuat (Workspace) yang sempurna untuk pengembangan "agen AI", perusahaan tampak terlambat bergerak dibandingkan pesaing seperti OpenAI dan Anthropic serta proyek open-source seperti OpenClaw. Keterlambatan ini diduga karena kehati-hatian ekstrem Google sebagai raksasa teknologi yang khawatir terhadap risiko privasi dan kesalahan operasional. Spark menandai titik balik di mana Google akhirnya membiarkan AI benar-benar mengotomasi alur kerja. Pertanyaan besarnya adalah: apakah Spark, meskipun menunjukkan arah yang tepat untuk AI sebagai tenaga kerja otomatis, dapat menghentikan pendarahan kepercayaan investor dan menebus kehilangan para pionir kunci yang membangun fondasi AI Google? Masa depan sepuluh tahun berikutnya perusahaan kini dipertaruhkan.

marsbit45m yang lalu

Google di Tengah Badai, Kapitalisasi Pasar Menguap Ratusan Miliar Dolar AS, Dapatkah Gemini Spark Menyelamatkannya?

marsbit45m yang lalu

Trading

Spot
活动图片