Разница в надзоре за криптовалютами погубит мировые финансы — FSB

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-10-12Terakhir diperbarui pada 2025-10-16

Генеральный секретарь Совета по финансовой стабильности (FSB) стран «Большой двадцатки» Джон Шиндлер (John Schindler) призвал государства координировать регулирование криптовалют, поскольку разнообразие надзора создает пробелы, которые могут нарушить мировую финансовую стабильность.

Генсек FSB признал, что некоторые страны добились определенного прогресса в разработке правил для криптокомпаний. В начале года вступил в силу Закон о регулировании криптовалют в Евросоюзе (MiCA). США, ЕС, Гонконг и Великобритания учли рекомендации FSB по регулированию криптовалют и стейблкоинов. Но другие юрисдикции действуют медленнее, в связи с чем регулирование цифровых активов в разных странах существенно отличается, посетовал Шиндлер.

Недостаточное взаимодействие между странами G20 по этому вопросу и неравномерное принятие стандартов для работы с криптоактивами ослабляют надзор. Многие страны слишком медленно внедряют правила регулирования криптовалют, недоволен генсек.

Чтобы решить проблему, Шиндлер предложил регуляторам обмениваться информацией и координировать действия, чтобы снизить уязвимость каких-либо юрисдикций для финансовых рисков и предотвратить обход строгих правил. Отсутствие сотрудничества между государствами создает лазейки, которыми могут воспользоваться криптокомпании и инвесторы, перемещаясь в страны с более мягким законодательством. Каждая страна пытается установить свои правила для криптокомпаний, не сотрудничая с другими. Это способствует злоупотреблению цифровыми активами на мировом рынке, опасается генсек FSB.

За последний год рынок криптовалют показал двукратный рост и достиг $3,79 трлн. Помимо инвесторов, к криптовалютам проявляют интерес банки и другие финансовые учреждения. Люди и компании ежедневно используют криптоактивы для быстрых денежных переводов за границу, признал Шиндлер. Но предупредил: если какой-либо крупный стейблкоин потеряет привязку к доллару и потерпит крах, в мире начнется паника. Поэтому риски, связанные с криптовалютами, растут все сильнее, подчеркнул Шиндлер.

Ранее председатель FSB Клаас Нот (Klaas Knot) заявил, что по мере интеграции криптовалют в финансовый рынок, особенно с появлением криптовалютных биржевых фондов (ETF), цифровые активы могут угрожать всей мировой системе финансов.

Bacaan Terkait

Ethereum Menggunakan Lebih Sedikit Daya Dibanding Museum Inggris – Inilah Perubahannya

Ethereum telah mengalami perubahan signifikan, terutama sejak *The Merge*, yang mengganti sistem Proof-of-Work (PoW) yang intensif energi dengan Proof-of-Stake (PoS). Akibatnya, konsumsi listrik Ethereum turun lebih dari 99,9%, menjadi hanya 7,87 GWh per tahun—kurang dari setengah konsumsi listrik British Museum. Jaringan ini sekarang beroperasi dengan sekitar 8.522 node fisik dan hampir 894.000 validator. Laporan Cambridge Centre for Alternative Finance (CCAF) menunjukkan bahwa infrastruktur Ethereum tetap terdesentralisasi meskipun terkonsentrasi secara geografis, dengan 62% node berada di AS, Jerman, Finlandia, dan Prancis. Selain itu, 56,4% listrik yang digunakan berasal dari sumber berkelanjutan (nuklir dan energi terbarukan), lebih tinggi dari rata-rata global sekitar 43%. Jejak karbon Ethereum juga turun drastis, sekitar 99,98%, menjadi sekitar 2,37 kiloton CO2 setara per tahun—setara dengan jejak karbon 900 rumah tangga di Inggris. Perkembangan masa depan seperti verifikasi tanpa status (*stateless verification*) dapat lebih mengurangi kebutuhan energi dan perangkat keras. Sementara itu, harga ETH menunjukkan sinyal bullish, namun perlu menembus level $1.800 untuk melanjutkan momentum positif. Rencana pengembangan jangka panjang "Lean Ethereum" juga diumumkan, bertujuan untuk menyederhanakan protokol inti dalam tiga hingga empat tahun ke depan.

ambcrypto12m yang lalu

Ethereum Menggunakan Lebih Sedikit Daya Dibanding Museum Inggris – Inilah Perubahannya

ambcrypto12m yang lalu

Tiger Research: Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sedangkan Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

Pasar prediksi telah berkembang dari konsep akademis menjadi industri yang signifikan dengan volume perdagangan bulanan melebihi $14 miliar dan valuasi gabungan sekitar $400 miliar. Keikutsertaan Meta, dengan aplikasi Arena yang dipimpin langsung oleh Mark Zuckerberg, menandakan matangnya industri ini. Pasar prediksi berakar dari taruhan politik informal abad ke-18 dan pengembangan pasar elektronik untuk penelitian akademis pada 1988. Beroperasi dengan logika kontrak biner (ya/tidak), harga yang terbentuk secara organik melalui buku pesanan mencerminkan probabilitas suatu peristiwa. Mekanisme "skin in the game" — di mana peserta mempertaruhkan uang mereka sendiri — meningkatkan akurasi prediksi dibandingkan jajak pendapat tradisional, sebagaimana terbukti dalam prediksi kebijakan moneter AS dan pemilihan Korea Selatan. Namun, pendekatan regulator di Asia sangat berbeda dengan AS. Sementara pengadilan AS mengakui pasar prediksi sebagai instrumen keuangan, banyak yurisdiksi Asia masih mengklasifikasikannya sebagai perjudian. Hal ini menciptakan tiga masalah utama: arbitrase regulasi yang mendorong pengguna ke platform luar negeri, hilangnya kedaulatan atas data informasi penting, dan kurangnya perlindungan pengguna. Artikel ini menyerukan pergeseran diskusi kebijakan di Asia dari pelarangan menjadi pengaturan yang konstruktif, untuk mengintegrasikan pasar prediksi ke dalam sistem formal, memanfaatkan data yang dihasilkannya sebagai aset nasional, dan melindungi pengguna.

marsbit5j yang lalu

Tiger Research: Zuckerberg Mulai Bertaruh pada Pasar Prediksi, Sedangkan Negara-Negara Asia Masih Menganggapnya Sebagai Perjudian

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
活动图片