Сервисы прогнозных рынков стали угрозой для онлайн-букмекеров США

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-11-05Terakhir diperbarui pada 2025-11-05

  • Kalshi и Polymarket бросили вызов FanDuel и DraftKings на фоне рекордных объемов ставок.
  • В частности, количество прогнозных контрактов на платформе Kalshi превысило 2,5 млрд.
  • Аналитики предупредили о конце доминирования традиционных букмекеров.

На фоне стремительного роста объемов ставок на рынках прогнозов акции ведущих букмекерских компаний резко упали. Трейдеры на Уолл-стрит считают, что рынок прогнозов становится «следующим большим делом» в сфере онлайн-гемблинга, вытесняя традиционные платформы ставок. Об этом говорится в Bloomberg.

Согласно изданию, после того, как Robinhood Markets Inc и Kalshi сообщили о резком росте объемов сделок на рынках прогнозов, инвесторы начали массово продавать акции букмекеров. В частности, компания DraftKings Inc потерпела падение более чем на 16%, что стало самым большим недельным снижением с конца 2022 года, а Flutter Entertainment PLC, владелец FanDuel, потеряла более 8%.

Аналитики Уолл-стрит также быстро отреагировали — некоторые снизили целевые цены, а другие даже вдвойне снизили рейтинг DraftKings до уровня «продавать».

«Этим компаниям нужно представить стратегию для инвесторов — будь то запуск собственных prediction markets или усиление маркетинга. Пока этого не произойдет, рынки прогнозов будут представлять угрозу», — заявил Джордан Бендер, аналитик Citizens.

Такие платформы, как Kalshi и Polymarket, которые сначала привлекали пользователей ставками на политические события, теперь активно расширяются в спортивном сегменте.

По данным аналитической платформы Dune, по состоянию на конец сентября количество еженедельных операций на рынке прогнозов Kalshi превысило 2,5 млрд прогнозных контрактов, а партнерство с Robinhood позволило предлагать ставки на все — от матчей Национальной футбольной лиги (NFL) до политических гонок.

Генеральный директор Robinhood Markets Inc Влад Тенев отметил, что рынок прогнозов Robinhood пересек отметку в 4 млрд контрактов на события, заключенных за все время существования, из которых более 2 млрд пришлись на III квартал 2025 года.

По его словам, эти рынки не вписываются в привычные категории, однако уже меняют индустрию спортивных ставок, трансформируют подачу новостей и дают трейдерам новый инструмент для оценки ожиданий рынка.

«Рынки прогнозов часто отвергают как “азартные игры” — так же, как когда-то автомобили называли “тележками без лошадей”», — отметил Тенев.

В то же время Kalshi запустила возможность создания собственных парле — сложных комбинаций ставок, что является ключевым источником прибыли традиционных операторов, таких как DraftKings.

В материале отметили, что рынки прогнозов получили дополнительное преимущество благодаря налоговым послаблениям, введенным во время администрации президента США Дональда Трампа. Они позволяют трейдерам уменьшать налогообложение, поскольку такие сделки трактуются как финансовые контракты.

Кроме того, Дональд Трамп-младший стал советником Polymarket, после того как его венчурная фирма инвестировала в компанию.

Несмотря на рост популярности рынков прогнозов, некоторые штаты США обвиняют Kalshi в нарушении законов об азартных играх, а FanDuel в ответ объединился с CME Group, чтобы создать собственные контракты уже в этом году.

В то же время многие инвесторы остаются лояльными к старым лидерам: более 80% аналитиков сохраняют рейтинг «покупать» для DraftKings и Flutter, согласно данным Bloomberg.

Однако скорость, с которой рынки прогнозов завоевывают долю рынка, вызвала беспокойство среди участников индустрии.

«Рынки прогнозов быстрее набирают обороты во время критического сезона NFL, тогда как рост объемов DraftKings замедляется. Они являются реальной альтернативой традиционным операторам вроде DraftKings», — сказал основатель фонда Бен Акселер.

Напомним, что Polymarket ожидает решения Комиссии по торговле товарными фьючерсами для работы на рынке США.

Bacaan Terkait

Skript Baru Paradigm: Tangan Kiri Crypto, Tangan Kanan AI & Robot

Paradigm, lembaga modal ventura terkemuka, mengumumkan pengumpulan dana sebesar $12 miliar untuk fund keempatnya pada 8 Juli 2026. Pergerakan ini menandai pergeseran strategis dari fokus eksklusif pada cryptocurrency ke perluasan ke bidang teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (AI) dan robotika. Perubahan ini telah diawali dengan revisi deskripsi Twitter resmi Paradigm pada Maret 2026, dari "firma investasi crypto berbasis penelitian" menjadi "kami membangun dan berinvestasi dalam perusahaan serta ide yang membentuk batas terdepan". Manajer umum Alana Palmedo menyatakan bahwa meski crypto tetap menjadi inti, perkembangan pesat di bidang AI dan robotika tidak dapat diabaikan. Fund baru ini telah melakukan investasi awal di perusahaan-perusahaan teknologi keras seperti Zipline (jaringan drone otonom), True Anomaly (keamanan luar angkasa), dan SendCutSend (manufaktur otomatis logam). Paradigm melihat titik konvergensi antara crypto dan AI terletak pada *AI Agents* (agen AI otonom). Mereka aktif mendukung pengembangan AI yang terdesentralisasi dan sumber terbuka (misalnya, investasi di Nous Research), membangun blockchain yang ramah terhadap interaksi agen (seperti proyek Tempo), serta mengembangkan alat-alat seperti EVMbench dan platform Centaur. Di sisi crypto, Paradigm tetap berkomitmen pada pasar turunan (seperti Hyperliquid), pasar prediksi (misalnya Kalshi), dan alat pengembangan untuk pengembang (seperti Reth dan Foundry). Evolusi Paradigm mencerminkan pergeseran narasi di pasar modal ventura global, di mana aliran modal besar-besaran ke sektor AI mendorong lembaga VC terkemuka untuk memperluas batas investasi mereka, sambil tetap mempertahankan fokus pada infrastruktur crypto yang menghasilkan arus kas nyata.

Foresight News24m yang lalu

Skript Baru Paradigm: Tangan Kiri Crypto, Tangan Kanan AI & Robot

Foresight News24m yang lalu

Dominoe Saham Preferen: Strive Rugi Besar 7,08 Juta Dolar, Rantai Risiko Strategy Merembet Rantai

Perusahaan penyimpanan Bitcoin, Strive, mengungkap kerugian nilai wajar sebesar US$7,08 juta pada portofolio saham preferen STRC milik strategi dalam 8 hari, meskipun jumlah sahamnya tidak berubah. Hal ini menunjukkan bagaimana risiko dari satu perusahaan dapat menyebar melalui kepemilikan silang saham preferen di industri ini, mengubah persepsi aset ini dari instrumen pendapatan tetap menjadi aset kredit berisiko. Strategi merespons dengan merilis "kerangka kerja modal kredit digital" yang komprehensif. Ini termasuk meningkatkan dividen tahunan STRC menjadi 12%, menetapkan aturan cadangan tunai minimal untuk menutup 12 bulan pembayaran dividen, serta otorisasi untuk membeli kembali hingga US$10 miliar dalam sekuritasnya dan menjual Bitcoin hingga US$12,5 miliar untuk memperkuat cadangan dolar. Kalkulator nilai wajar pihak ketiga untuk STRC, yang mengasumsikan kelangsungan usaha dan pembayaran dividen permanen, menghasilkan perkiraan nilai hanya US$49,887 per saham, jauh di bawah nilai nominalnya. Hal ini menyoroti ketergantungan nilai pada kelangsungan kemampuan membayar dividen. Pasar kini memantau dua skenario: apakah risiko terbatas hanya pada Strategi, atau apakah akan menyebar ke seluruh industri jika diskon saham preferen seperti STRC dan SATA milik Strive melebar, menekan kemampuan membayar dividen, dan memicu penjualan Bitcoin aktual. Pengungkapan keuangan Strive selanjutnya akan menjadi sinyal penting untuk menentukan jalur mana yang akan terjadi.

marsbit27m yang lalu

Dominoe Saham Preferen: Strive Rugi Besar 7,08 Juta Dolar, Rantai Risiko Strategy Merembet Rantai

marsbit27m yang lalu

Perusahaan Kripto Diborong Raksasa, Baik atau Buruk?

*Laporan oleh Blockchain Knight* Di tengah pasar bear, raksasa tradisional justru aktif melakukan akuisisi strategis di industri crypto. Dalam sebulan terakhir, setidaknya ada 5 akuisisi penting: 1. **Robinhood** membeli **WonderFi** (Kanada) senilai $180 juta untuk akses pasar dan lisensi. 2. **Figure** mengakuisisi **Kiavi** senilai $717 juta untuk ekspansi ke pinjaman properti berbasis RWA (Real World Assets). 3. **Franklin Templeton** membeli **250Digital** untuk membentuk divisi crypto baru yang melayani dana pensiun. 4. **Samsung Securities** membeli 2% saham **Dunamu**, operator Upbit Korea. 5. **Blockworks** (media) membeli **Messari** (data) dengan diskon >90% dari valuasi puncaknya. **Analisis Tren:** - **Harga Murah:** Akuisisi terjadi saat valuasi startup crypto anjlok, memungkinkan pembeli dengan kas kuat mendapatkan aset berharga dengan harga diskon besar. - **Loncatan Regulasi:** Membeli perusahaan yang sudah memegang lisensi lokal (seperti di Kanada dan Korea) adalah cara cepat dan aman untuk berekspansi di tengah lingkungan regulasi yang ketat. - **Validasi Teknologi:** Akuisisi besar di sektor RWA (Figure-Kiavi) menandakan adopsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan masa depan sudah dimulai. - **Persiapan Masa Depan:** Raksasa keuangan dengan visi jangka panjang (3-5 tahun) memanfaatkan masa sepi ini untuk membangun fondasi, menguji infrastruktur, dan memposisikan diri untuk menguasai pasar saat siklus makro berbalik dan likuiditas kembali. **Kesimpulan:** Gelombang akuisisi ini menandai transisi industri crypto dari era "liar" menuju tahap institusional dan teratur. Bagi pemain besar dengan strategi matang, pasar bear justru menjadi peluang emas untuk konsolidasi dan persiapan menyambut pertumbuhan berikutnya.

marsbit1j yang lalu

Perusahaan Kripto Diborong Raksasa, Baik atau Buruk?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片