Компания Citi прогнозирует рост курса биткоина до $181 000 в 2026 году

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-01Terakhir diperbarui pada 2025-10-02

Американский инвестиционный банк Citi представил новый прогноз по рынку криптовалют, согласно которому курс биткоина (BTC) может вырасти до $181 000 в течение 2026 года. Главным фактором роста аналитики называют устойчивый приток капитала через биржевые фонды (ETF), которые продолжают пользоваться высоким спросом у институциональных инвесторов. Банк отмечает, что интерес к криптовалютным инструментам сохраняется даже на фоне нестабильной макроэкономической ситуации.

По итогам 2025 года Citi ожидает, что биткоин достигнет отметки $133 000, что немного ниже прежнего прогноза в $135 000. Прогноз по эфиру (ETH), напротив, был повышен с $4300 до $4500. Эксперты банка подчеркивают, что разброс возможных сценариев остается широким: в оптимистичном случае биткоин может завершить год на уровне $156 000, а в неблагоприятном снизиться до $83 000. Для эфира верхняя планка оценена в $6100.

На момент публикации отчета биткоин торговался вблизи $119 550, а эфир — около $4400. Аналитики подчеркивают, что текущая динамика подтверждает интерес инвесторов, но рост цен в дальнейшем напрямую зависит от объемов новых вливаний. Именно приток в ETF может стать определяющим фактором для достижения целей банка.

В 12-месячной перспективе Citi устанавливает целевой уровень по биткоину в $181 000, что отражает уверенность в притоке институционального капитала. Для эфира прогнозируется рост до $5400. При этом исследователи банка отметили, что биткоин лучше позиционирован для привлечения средств благодаря своей репутации «цифрового золота». Эфир, в свою очередь, может выиграть за счет стейкинга и доходности в экосистеме DeFi.

Отдельно подчеркивается, что благоприятная регуляторная среда в США играет важную роль в формировании положительных ожиданий. Тем не менее в Citi предостерегли, что глобальные экономические риски сохраняются. Рецессионные процессы, снижение интереса к цифровым активам и нестабильность на фондовых рынках могут повлиять на темпы роста.

Bacaan Terkait

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit11m yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit11m yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

Pasar kripto memasuki sesi kritis pada 3 Juli dengan kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total $2,13 miliar mencapai masa kadaluarsa. Data ini memberikan gambaran posisi investor di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Sekitar 31.000 opsi Bitcoin (nilai $1,9 miliar) dengan rasio put-call 0,70 dan titik maximum pain $61.000 telah kadaluarsa. Sementara itu, 135.000 opsi Ethereum (nilai $230 juta) kadaluarsa dengan rasio put-call 1,29 dan titik maximum pain $1.650. Rasio put-call Ethereum di atas 1 menunjukkan jumlah opsi jual (put) lebih banyak daripada opsi beli (call), mengindikasikan banyak trader melakukan lindung nilai atau bersikap defensif terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. Aktivitas kadaluarsa terkonsentrasi di sekitar level eksposur gamma kunci, yaitu $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum. Meskipun Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $60.000, sentimen pasar tetap terbagi. Pemulihan belum tentu menandai awal rebound berkelanjutan. Secara keseluruhan, data menunjukkan trader tetap waspada memasuki kuartal ketiga. Posisi defensif Ethereum dan konsentrasi aktivitas lindung nilai mengisyaratkan banyak peserta pasar masih bersiap untuk volatilitas tinggi, alih-alih mengantisipasi kenaikan harga yang pasti. Perhatian investor juga mulai bergeser ke pasar keuangan tradisional dan aset seperti saham ter-tokenisasi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

TheNewsCrypto1j yang lalu

Ulasan Pedas|Mengapa 'Tech Lead' Terkenal Melikuidasi Bitcoinnya? Si 'Jagoan Investasi' Datang!

**Ringkasan dalam Bahasa Indonesia:** Artikel ini membahas tiga peristiwa terkini di dunia kripto yang disajikan dalam format komentar tajam. 1. **Kekalahan Tech Lead oleh Leverage:** Patrick Shyu, mantan Tech Lead Google dan Meta, mengungkapkan dalam video viral bahwa ia mengalami kerugian besar dan terpaksa menjual seluruh Bitcoin miliknya setelah harga turun dari $120.000 menjadi $60.000. Penyebab utamanya adalah penggunaan leverage yang terlalu tinggi. Ia mengkritik bahwa pasar diperdagangkan berdasarkan perhatian (bukan fundamental), Bitcoin kehilangan sorotan karena demam AI, dan terdapat risiko struktural seperti kendali kode inti oleh sedikit orang serta ancaman komputasi kuantum. Namun, ia tetap optimis jangka panjang untuk Bitcoin. 2. **"Investment Genius" Michael Saylor:** Sebuah meme di Reddit menggambarkan Michael Saylor (CEO MicroStrategy) sebagai "investment genius" yang dengan percaya diri terus mengakumulasi Bitcoin, sambil membandingkannya dengan investor biasa. Postingan ini menyoroti perbedaan strategi dan keyakinan yang ekstrem di pasar. 3. **Trump dan "Trump Coin":** Laporan keuangan dari Gedung Putih mengungkap bahwa Donald Trump menghasilkan setidaknya $1.4 miliar dari kripto pada tahun pertamanya kembali menjabat. Namun, di sisi lain, "Trump Coin" (mata uang kripto yang terkait dengannya) anjlok 97%, menyebabkan kerugian besar bagi banyak investor. Insiden ini menimbulkan kritik bahwa Trump memanfaatkan pengaruhnya untuk keuntungan pribadi, sementara pendukungnya dirugikan. Artikel ini menyimpulkan bahwa minggu ini diwarnai oleh refleksi, candaan di internet, dan realita perbedaan keuntungan yang tajam di pasar kripto yang bergejolak.

Foresight News1j yang lalu

Ulasan Pedas|Mengapa 'Tech Lead' Terkenal Melikuidasi Bitcoinnya? Si 'Jagoan Investasi' Datang!

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片