Суд Лондона и Минфин решает судьбу 61 000 изъятых биткоинов

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-05-01Terakhir diperbarui pada 2025-10-02

Власти Великобритании продолжают обсуждать, как можно распорядиться рекордными криптоактивами, которые были конфискованы по делу о международном мошенничестве. Согласно сведениям издания Financial Time, Высокий суд Лондона предлагает вернуть пострадавшим лишь 640 млн фунтов стерлингов (номинал первичных инвестиций).

При этом прибыль, накопленная в результате резкого роста стоимости биткоина, останется под контролем властей. Речь идет о 61 000 BTC, конфискованных в 2018 году. По нынешнему курсу данные активы оцениваются почти в $7,3 млрд.

Изъятая криптовалюта связанная с делом гражданки Китая Чжимин Цянь и ее помощника Сенг Хок Линга из Малайзии. По версии правоохранительных органов, в 2014 году субъекты организовали мошенническую схему, которая проработала до 2017 года. В результате пострадали не менее 128 тыс. человек. Согласно данным следствия, фигуранты перевели полученные от инвесторов активы в криптовалюты, после чего переехали в Великобританию.

Они попытались легализовать похищенные средства, приобретая разные объекты недвижимости в Лондоне, что привлекло внимание правоохранительных органов. В апреле 2024 года они были задержаны.

Внутри самого правительства Великобритании позиция относительно дальнейшей судьбы изъятых биткоинов пока неоднозначна. Часть чиновников высказала мнение, что накопленный профит от роста стоимости ведущей цифровой валюты мог бы быть использован для обслуживания государственного долга. Стоит отметить, что речь идет о почти $41 млрд. Также было немало законодателей, которые отметили, что подобные попытки приведут длительным судебным тяжбам, включая и международные иски. По мнению экспертов крипторынка, конечное решение Суда Лондона может сформировать резонансный прецедент.

Bacaan Terkait

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

**Judul: Segitiga Mustahil Sebenarnya Masalah Palsu** Industri crypto telah membangun sistem kriptografi paling kuat, tetapi ironisnya gagal melindungi privasi keuangan pengguna. Setiap transaksi dan kepemilikan terpapar secara publik. Blokchain pada dasarnya adalah komputer bersama yang lambat dan mahal, yang nilainya terletak pada akses tanpa izin dan konsensus terdesentralisasi. Selama satu dekade, industri terobsesi dengan "trilema" skalabilitas, keamanan, dan desentralisasi. Namun, kendala sebenarnya yang menghalangi masuknya modal triliunan dolar justru adalah **legalitas** dan **privasi**. 1. **Legalitas:** Sifat tanpa izin menciptakan ketidakpastian hukum. Namun, perkembangan regulasi seperti Undang-Undang GENIUS di AS mulai memberikan kejelasan kerangka hukum. 2. **Privasi:** Transparansi rantai publik bukanlah fitur, melainkan **pajak**. Setiap posisi dan transaksi yang terbuka mengundang eksploitasi seperti MEV (Miner Extractable Value), yang telah menyedot miliaran dolar dari pengguna biasa. Modal institusional besar tidak akan pernah menempatkan neracanya di tempat yang bisa dibaca pesaing secara real-time. Solusinya bukan transparansi penuh atau penyembunyian total. Kriptografi modern memungkinkan **privasi yang patuh (compliant privacy)**. Kita dapat membuktikan suatu pernyataan (misalnya, kecukupan cadangan, kepatuhan KYC, transaksi bersih) tanpa membongkar data dasarnya. Audit dan kepatuhan tetap terjaga, tetapi kebocoran informasi dan "pajak transparansi" dihilangkan. Dengan menutup dua cacat ini—melalui kemajuan regulasi dan adopsi privasi yang dapat dibuktikan—blokchain akan mengalami peningkatan murni. Ia akan berubah dari "spreadsheet Google yang mahal dan terbuka" menjadi mesin bersama yang dapat dipercaya yang akhirnya dapat menjaga rahasia. Inilah jembatan yang akan membawa sistem keuangan bernilai triliunan dolar ke dalam dunia yang sebenarnya dirancang untuknya sejak awal.

marsbit10j yang lalu

The Impossible Triad Is Fundamentally a Pseudo-Problem

marsbit10j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

Kebutuhan chip optik sedang melonjak, memicu gelombang ekspansi kapasitas global di seluruh rantai pasokan. Di AS, Coherent memperluas pabrik 6 inci InP di Texas dengan pendanaan pemerintah, didukung investasi strategis dari Nvidia. Nokia menambah kapasitas pengujian dan pengemasan chip fotonik. Di Jepang, JX Advanced Metals berinvestasi besar untuk meningkatkan produksi substrat InP hingga 7-10 kali lipat. Di Eropa, IQE dan Tower Semiconductor menyepakati kesepakatan pasokan wafer epitaksial InP jangka panjang, menandakan konvergensi antara platform silicon photonics dan material III-V. Di Cina, perusahaan seperti Suzhou Ray Technology (Soluxe) dan San'an Optoelectronics secara agresif memperluas produksi chip optik dan bahan baku seperti InP. Ekspansi ini didorong oleh permintaan bandwidth yang meledak dari pusat data AI, terlepas dari jalur arsitektur masa depan seperti CPO (Co-Packaged Optics). Laporan Morgan Stanley menekankan bahwa kebutuhan konten optik akan terus tumbuh, baik dengan modul pluggable tradisional, NPO, CPO, atau arsitektur hybrid. Berbagai rute sumber cahaya seperti SiPh + Laser CW, VCSEL, dan MicroLED diperkirakan akan hidup berdampingan untuk aplikasi jarak berbeda dalam pusat data. Pada dasarnya, ini adalah perlombaan kapasitas global di mana AS membangun kembali manufaktur domestik, Jepang menguasai bahan baku, Eropa mendorong integrasi heterogen, dan Cina dengan cepat mengembangkan rantai pasokan terintegrasi secara vertikal. Perlombaan senjata di era fotonik telah memasuki tahap intensif.

marsbit13j yang lalu

Chip Optik, Perluasan Kapasitas Produksi Secara Kolektif

marsbit13j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片