Назван возможный объем эмиссии ЦФА в России к концу года

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-06-01Terakhir diperbarui pada 2025-10-02

Аналитики компании «Яков и Партнеры», совместно с экспертами Центрального университета, сообщили, что к концу года в России объем эмиссии цифровых финансовых активов (ЦФА) может составить более 1 трлн рублей.

В исследовании «Сдать артефакты в музей? Цифровые финансовые активы как новая инфраструктура глобальных финансовых рынков» специалисты отметили, что в 2024 году объем эмиссии ЦФА составил почти 316 млрд рублей (470 выпусков). За первый квартал объем ЦФА в обращении составил 293,5 млрд рублей против 50 млрд рублей годом ранее, а число их выпусков выросло почти в десять раз — до 1 000.

По мнению специалистов, Россию вместе со Швейцарией, Сингапуром, Гонконгом и ОАЭ можно отнести к странам с разработанным регулированием и большими объемами эмиссии цифровых финансовых активов. При этом Китай и Индия попали в список государств, где доминирует ограничительное регулирование и нет эмиссии.

Как считают аналитики, внедрение цифровых финансовых активов в странах экономического блока БРИКС может привлечь не менее $50 млрд инвестиций к 2030 году, или порядка $12,5 млрд ежегодно. Они подчеркнули, что дальнейшее развитие инфраструктуры ЦФА в России и других странах БРИКС будет напрямую зависеть от уровня интеграции с традиционными финансовыми системами и готовности регуляторов поддерживать инновации.

При благоприятных условиях цифровые активы могут стать не только альтернативным инструментом инвестирования, но и основой для формирования новых моделей трансграничных расчетов, снижая зависимость развивающихся экономик от доминирующих мировых валют.

Ранее замминистра финансов Иван Чебесков в рамках седьмого ежегодного саммита Crypto Summit рассказал, что главная проблема российского рынка цифровых активов — фрагментарность и несовместимость между различными платформами.

Bacaan Terkait

Pandangan: Investasi Nilai di Pasar Saham AS, Bukan Berarti Investasi Fundamental

**Ringkasan: Investasi Nilai Saham AS Bukan Berarti Investasi Fundamental** Artikel ini menawarkan perspektif bahwa investasi berbasis nilai di pasar saham AS sering disalahartikan sekadar sebagai investasi fundamental. Penulis menggunakan analogi penemuan astronomi Henrietta Leavitt tentang "lilin standar" untuk membedakan antara kecerahan bintang yang tampak (analog dengan kelipatan valuasi saham) dan kecerahan sebenarnya (fundamental perusahaan). Poin kunci: * **Memisahkan Tampilan dan Realitas:** Kinerja saham jangka panjang bergantung pada pertumbuhan fundamental dan perubahan kelipatan valuasi (seperti P/E). Kelipatan valuasi menggabungkan dua hal: kualitas bisnis sesungguhnya dan premi yang bersedia dibayar pasar untuk masa depan. Banyak investor menderita kerugian karena gagal membedakan keduanya. * **"Fundamental Sudah Mati" adalah Narasi yang Berisiko:** Meski tren terkini (seperti dominasi "Magnificent 7") seolah mendukung pendapat bahwa momentum lebih penting daripada fundamental, artikel memperingatkan bahwa ini adalah narasi berbahaya. Alpha (keuntungan berlebih) justru berasal dari saat pasar salah menilai fundamental suatu aset. * **Matriks Persepsi:** Penulis memperkenalkan matriks empat kuadran untuk mengklasifikasikan saham berdasarkan bagaimana mereka *tampak* (mahal/murah) dan *hasilnya* (ternyata mahal/murah). Contoh seperti Meta (2022) yang tampak murah dan terbukti sangat murah (kuadran 3) atau Cisco (2000) yang tampak mahal dan terbukti memang mahal (kuadran 2) menunjukkan pentingnya menilai ekspektasi yang sudah terbentuk dalam harga. * **Pasar Mungkin Semakin Tidak Efisien:** Dunia dengan bisnis yang kompleks, narasi yang kuat, dan aliran informasi yang masif justru dapat memperlebar kesenjangan antara persepsi pasar dan realitas fundamental, menciptakan lebih banyak peluang (dan jebakan) bagi investor yang dapat membedakannya. * **Peringatan untuk Era AI:** Optimisme berlebihan terhadap teknologi baru (seperti AI) sering menyebabkan investor membayar premi terlalu tinggi untuk pertumbuhan masa depan yang belum pasti, berisiko memasuki kuadran saham "tampak mahal dan terbukti mahal". Kesimpulannya, investasi nilai yang sukses membutuhkan kemampuan untuk mengurai kelipatan valuasi, mengevaluasi fundamental di balik narasi pasar, dan bersikap kontraian ketika konsensus ekstrem terbentuk, seperti keyakinan bahwa "fundamental tidak penting lagi".

marsbit7m yang lalu

Pandangan: Investasi Nilai di Pasar Saham AS, Bukan Berarti Investasi Fundamental

marsbit7m yang lalu

Ramalan Harga Chainlink untuk Tahun 2026-2032: Apakah Sentimen Mendukung Pembelian LINK?

**Ringkasan Analisis Harga Chainlink (LINK) untuk 2026-2032** Chainlink (LINK), penyedia jaringan oracle terdesentralisasi utama, terus memperluas integrasi dan penggunaannya di ekosistem blockchain, didorong oleh adopsi DeFi dan lembaga keuangan tradisional. Harga saat ini sekitar $10.68, dengan kapitalisasi pasar $7.98 miliar. Analisis teknis menunjukkan tren bullish kuat, dengan harga di atas rata-rata bergerak utama dan MACD harian mendukung momentum naik. Namun, RSI 4-jam sekitar 80 menandakan kondisi jenuh beli, meningkatkan potensi konsolidasi atau koreksi jangka pendek. Level kunci untuk diperhatikan adalah resistance di $10.88-$11.00 dan support di $10.40-$10.20. **Prediksi Harga Chainlink:** * **2026:** Harga rata-rata diprediksi $11.38, dengan kisaran $7.00 - $17.00. * **2027-2032:** Prediksi menunjukkan tren naik bertahap. Harga rata-rata diperkirakan mencapai $13.02 (2027), $19.11 (2029), $24.57 (2030), $30.01 (2031), dan $35.45 (2032). * **Puncak 2032:** Harga maksimum diproyeksikan mendekati **$52.95**, mendekati rekor sejarahnya di $52.88. Analis dari CoinCodex dan DigitalCoinPrice memberikan prediksi yang bervariasi untuk 2026-2027. Artikel menyoroti berita positif seperti adopsi Chainlink CCIP oleh Komisi Stablecoin Wyoming untuk token FRNT mereka. Secara keseluruhan, meskipun ada sinyal teknis jenuh beli jangka pendek, fundamental Chainlink yang kuat dan perannya penting dalam ekosistem blockchain mendukung prospek jangka panjang yang optimis. Investor disarankan untuk memantau level support/resistance dan mengelola risiko dengan hati-hati.

cryptonews.ru20m yang lalu

Ramalan Harga Chainlink untuk Tahun 2026-2032: Apakah Sentimen Mendukung Pembelian LINK?

cryptonews.ru20m yang lalu

Perwakilan CME Duffy Berkonflik dengan CFTC dan Kalshi Terkait Pasar Prediksi

Konflik antara perwakilan CME Group Terrence Duffy dengan CFTC dan perusahaan pasar prediksi Kalshi memanas dalam rapat Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Isu utamanya adalah regulasi pasar prediksi (prediction markets) yang volumenya melonjak dari $16,5 miliar (2024) menjadi $63,5 miliar (2025). Duffy mengkritik kontrak acara yang disertifikasi mandiri oleh bursa, menyebutnya rentan manipulasi dan merugikan industri. Ia juga mengaitkannya dengan visi AS sebagai "ibukota kripto dunia". Ketua CFTC Michael Selig membantah contoh yang diberikan Duffy, menyebutnya "berita palsu". Pertikaian ini mencerminkan perebutan yurisdiksi: CFTC mengklaim otoritas federal atas kontrak derivatif ini, sementara banyak negara bagian menganggapnya sebagai perjudian yang diatur hukum negara bagian. Skandal insider trading baru-baru ini, termasuk yang melibatkan seorang tentara AS dan seorang operator teleprompter Donald Trump, semakin memperuncing ketegangan. Pertengkaran verbal terjadi antara Duffy dan COO Kalshi, Luana Lopez Lara, mengenai efisiensi dan integritas pasar. Konflik ini telah masuk pengadilan, dengan CME menggugat CFTC terkait persetujuan produk Kalshi. Hasil persengketaan ini akan berdampak besar tidak hanya bagi pasar prediksi, tetapi juga bagi derivatif kripto terbaru yang kini ditawarkan Kalshi. Intinya, ada tiga kekuatan yang tumpang tindih: regulator federal (CFTC), otoritas negara bagian, dan keputusan pengadilan federal yang akan menentukan batas yurisdiksi masing-masing.

cryptonews.ru21m yang lalu

Perwakilan CME Duffy Berkonflik dengan CFTC dan Kalshi Terkait Pasar Prediksi

cryptonews.ru21m yang lalu

Trading

Spot
活动图片