BSE Bars Jetking’s VDA Plan, Stalling India’s Crypto Push

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-28Terakhir diperbarui pada 2025-09-28

India’s cautious stance on cryptocurrencies has put a new kind of business model at risk. Jetking Infotrain, an IT training company that wanted to become the country’s first listed firm with a major crypto treasury, has been stopped by the Bombay Stock Exchange (BSE) from listing its shares after it raised money to invest in virtual digital assets (VDAs).

This decision shows that even as digital asset treasury companies, which hold Bitcoin and other cryptocurrencies on their balance sheets, are gaining traction worldwide, India is still reluctant to let public funds move into this space.

BSE Blocks Jetking’s Listing Over Bitcoin Strategy

Jetking had secured in-principle approval from BSE on May 9, 2025, to issue shares through a preferential allotment. On May 23, its board cleared the allotment of over 3.96 lakh shares worth more than ₹6 crore. The company’s filings listed education and skill development, general corporate purposes, and acquisition of VDAs as objectives.

Nearly ₹3.96 crore, around 60% of the proceeds, was to be deployed into cryptocurrencies. Jetking already holds crypto in its treasury, and under current rules, Indian companies can invest in VDAs much like mutual funds or securities, as long as they disclose holdings to the Registrar of Companies.

However, BSE rejected the listing application, stating that “the policy on investment in virtual digital assets (VDAs) is under review and till a final view emerges, we would not be able to process the applications of this nature.”

Regulatory Grey Area Exposed

The decision underscores a deeper policy gap. While companies are allowed to buy crypto directly using profits or internal accruals, capital market authorities are uncomfortable with listed companies raising equity to invest in digital assets.

A BSE spokesperson explained, “We had processed the application in the normal course as per extant norms. Final approval was kept on hold to take up the issue of fundraising for investment in VDA at the policy level with the Regulator. Subsequently, as per the revised norms, a decision was taken to reject the application.”

Jetking’s joint MD and CFO, Siddharth Bharwani, said the company is reviewing legal options, including approaching the Securities Appellate Tribunal. He pointed out that “it has been five years since the Supreme Court said that cryptos were not illegal but require regulations.”

The situation also creates complications around reversing share allotments and refunding investors after funds have already been deployed.

Crypto Treasury Model Faces a Setback

BSE’s stance could derail plans by Indian entrepreneurs to launch crypto treasury companies modeled after global leaders like Strategy (formerly MicroStrategy), XXI in the US, and Metaplanet in Japan. These companies hold large amounts of Bitcoin and other crypto assets on their balance sheets and are known as DATs.

Unlike exchange-traded funds (ETFs), which issue units backed by crypto, DATs can raise equity and debt and also stake their crypto — locking up tokens to help secure networks while earning newly minted rewards.

But India’s legal treatment of crypto as “intangible assets” rather than securities or currency complicates the picture. Without clearer classification, such entities fall outside traditional financial services rules and face additional hurdles under laws like FEMA.

“There’s an increasingly urgent need for clearer classification of virtual digital assets under various existing laws. An approach of express regulatory guidance would be preferred to policy uncertainty,” said Jaideep Reddy, partner at Trilegal.

Banks are also grappling with this uncertainty. Some wealthy Indians have invested in US crypto ETFs through the RBI’s Liberalised Remittance Scheme, but local banks remain divided on whether such investments are permissible since the underlying assets are crypto.

“Exchanges have wide discretion to deny listing where the use of funds looks speculative and policy is unsettled until there’s a formal regulatory framework on how listed companies can deploy capital into crypto or other VDAs,” said Moin Ladha, partner at Khaitan & Co.

Industry Pushback: “Stop Gatekeeping”

CoinDCX CEO Sumit Gupta reacted strongly to BSE’s move, pointing out that globally “over 145 companies from Metaplanet in Japan to Tesla in the U.S. have added Bitcoin or crypto on their balance sheets.”

He cited Strategy — “a roughly $90 billion enterprise” holding “over 620,000 BTC” — which “posted more than $14 billion in unrealized gains in Q2 2025 alone.”

Gupta highlighted Jetking’s efforts: the company spent months planning its crypto treasury strategy, secured in-principle approval, raised ₹6.1 crore, deployed ₹3.96 crore into Bitcoin, and planned further investments, only to see the plan overturned overnight.

He questioned the rationale for the decision, asking, “The Supreme Court has already affirmed that crypto trading and investing are legal and subject to taxation, so it will be interesting to know on what basis BSE wishes to bar a company from this activity?”

Gupta added that it was ironic to block a “profit-generating company aiming to adopt a proven global model” while allowing many loss-making startups with unsustainable business models to raise large sums.

Warning that such decisions could leave India behind, he wrote, “This is exactly how India ends up playing catch-up with every new technology wave. We hesitate, we restrict, and by the time others have figured it out, we’re left behind.”

With BSE’s rejection of Jetking’s listing, the future of crypto treasury companies in India looks uncertain. The case has once again highlighted the urgent need for clear regulations on how Indian companies can engage with digital assets, and whether the country is ready to embrace business models already flourishing abroad.

Also Read: India’s ED Charges Raj Kundra Over ₹150 Crore in Gain Bitcoin Scam


Mobile Only Image

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Harga Penerbitan STRC yang Didiskusikan dengan ChatGPT, Benarkah Akan Terjerumus ke dalam 'Death Spiral'?

Sejak diluncurkan oleh Strategy pada akhir Juli 2025, STRC, saham preferen yang dirancang untuk diperdagangkan di sekitar nilai nominal $100, telah terjerumus ke diskon yang dalam, bahkan sempat menyentuh rekor terendah $82.53. Harga saat ini sekitar $88.59, sekitar 13% di bawah nominal, yang mendorong imbal hasil efektifnya di atas 12.9%. Michael Saylor mengakui bahwa struktur STRC dirancang melalui diskusi panjang dengan AI. Saat ditanyakan kepada model AI seperti ChatGPT tentang kemungkinan pemulihan harga, jawabannya bersyarat: diperlukan peningkatan kepercayaan pasar, keberlanjutan pembayaran dividen, dan pemulihan harga Bitcoin. Kekhawatiran utama adalah apakah Strategy akan dipaksa menjual Bitcoin untuk memenuhi kewajiban dividen, terutama setelah penjualan simbolis 32 BTC baru-baru ini. Pembelian Bitcoin oleh Strategy juga melambat signifikan, dari miliaran dolar per minggu menjadi hanya sekitar $100 juta per minggu pada Juni. Selain itu, mekanisme penerbitan saham baru (ATM) untuk mendanai pembelian telah terhenti sementara karena diskon yang melebar. Ekonom Peter Schiff mengecam struktur ini sebagai "skema Ponzi terpusat", sementara pihak bullish seperti Jesse Myers menyalahkan likuidasi leverage sebagai penyebab penurunan harga. Myers berpendapat bahwa dengan kondisi saat ini, Strategy dapat membayar dividen STRC selama 32 tahun tanpa menjual Bitcoin, asalkan Bitcoin mengalami apresiasi tahunan sekitar 2%. Titik pengamatan kunci adalah pada 30 Juni, ketika pembayaran dividen beralih menjadi dua minggu sekali dan aturan penyesuaian suku bunga dividen otomatis berdasarkan harga rata-rata bulanan akan diterapkan. Karena harga tetap di bawah $95, kenaikan suku bunga dividen lebih lanjut hampir dipastikan, yang berpotensi memperburuk spiral jika Strategy kesulitan mendanainya tanpa menjual aset atau menerbitkan lebih banyak saham. Inti perdebatan adalah apakah mekanisme ini adalah "penstabil" atau "akselerator" krisis, dengan jawabannya tergantung pada kemampuan Strategy memenuhi kewajiban tanpa menjual Bitcoin.

marsbit2m yang lalu

Harga Penerbitan STRC yang Didiskusikan dengan ChatGPT, Benarkah Akan Terjerumus ke dalam 'Death Spiral'?

marsbit2m yang lalu

Harga Emisi STRC yang Dikembangkan Berbincang dengan ChatGPT, Benarkah Akan Terjebak dalam Death Spiral?

Artikel ini membahas kinerja saham preferen STRC milik perusahaan Strategy, yang dirancang untuk diperdagangkan pada nilai nominal 100 dolar AS, namun kini terperangkap dalam diskon hingga 13% di bawah nilai nominal. Penurunan harga ini mendorong imbal hasil efektifnya mendekati 13%. Latar belakang produk ini menarik karena CEO Michael Saylor mengaku merancang mekanismenya dengan bantuan AI. Terdapat perdebatan mengenai masa depan STRC. Di satu sisi, ada kekhawatiran bahwa diskon yang membesar dapat memicu "spiral kematian": harga turun, dividen naik secara otomatis, meningkatkan kewajiban kas Strategy, yang mungkin memaksa perusahaan untuk menjual lebih banyak Bitcoin (BTC) atau menerbitkan lebih banyak saham untuk membayarnya, sehingga semakin menekan harga. Peter Schiff, seorang ekonom, mengecam struktur ini sebagai skema Ponzi yang bergantung pada pendanaan baru. Di sisi lain, pendukung seperti Jesse Myers berargumen bahwa penjualan saat ini lebih disebabkan oleh likuidasi posisi leverage investor, bukan masalah mendasar pada model bisnis. Mereka percaya Strategy memiliki cadangan yang cukup dan opsi pendanaan lain, dengan penjualan BTC sebagai pilihan terakhir. Perusahaan sendiri telah mengubah kebijakan dividen STRC dari bulanan menjadi dua minggu sekali. Analisis dari model AI seperti ChatGPT, Grok, dan Claude menunjukkan bahwa pemulihan harga ke 100 dolar dimungkinkan, tetapi memerlukan peningkatan kepercayaan pasar, cakupan dividen yang berkelanjutan, dan kenaikan harga Bitcoin. Titik kunci pengamatan adalah akhir Juni, ketika penyesuaian otomatis tingkat dividen berdasarkan harga rata-rata dapat kembali meningkatkan kewajiban pembayaran Strategy, menguji ketahanan model ini di tengah tekanan pasar.

链捕手8m yang lalu

Harga Emisi STRC yang Dikembangkan Berbincang dengan ChatGPT, Benarkah Akan Terjebak dalam Death Spiral?

链捕手8m yang lalu

Mengapa Nvidia Berhutang Tanpa Masalah, Sementara SpaceX Jatuh Saat Menerbitkan Obligasi?

Pendahuluan: Tanggal 22-23 Juni, setelah mengumumkan rencana penerbitan obligasi senilai minimal $200 miliar untuk melunasi pinjaman jembatan sebelumnya, harga saham SpaceX di pasar sekunder terkoreksi. Peristiwa ini memicu pasar untuk memikirkan kembali perhitungan pengeluaran modal jangka panjang perusahaan. Perbandingan dengan NVIDIA: Tidak lama sebelumnya, NVIDIA berhasil menerbitkan obligasi bernilai $250 miliar dengan permintaan sangat tinggi. Pasar memandangnya sebagai upaya perusahaan kuat untuk mengamankan modal jangka panjang. Perbedaan respons pasar ini bukan karena aksi penerbitan obligasinya, melainkan karena tingkat kepercayaan terhadap arus kas. Inti Permasalahan SpaceX: SpaceX memiliki bisnis yang menghasilkan uang tunai (Starlink) dan pos kas yang besar (sekitar $1008 miliar). Namun, valuasinya juga mencakup proyek-proyek jangka panjang berbiaya tinggi yang belum sepenuhnya terkomersialisasi, seperti Starship, jaringan satelit global, transportasi ke Mars, dan kemungkinan infrastruktur AI. Penerbitan obligasi mengalihkan fokus pasar dari narasi "visi luar angkasa yang besar" ke pertanyaan "apakah arus kas dari bisnis yang ada dapat menutupi kecepatan pembakaran modal untuk semua proyek masa depan ini?". Tahap Narasi yang Berbeda: Narasi AI untuk NVIDIA telah masuk tahap verifikasi pendapatan dan laba, sehingga obligasi dipandang sebagai alat memperkuat kurva pertumbuhan yang sudah terbukti. Sebaliknya, narasi luar angkasa untuk SpaceX masih membutuhkan pembuktian bertahap lebih lanjut. Pasar menghargai kecepatan sebuah visi berubah menjadi pendapatan, laba, dan arus kas bebas. Pemulihan SpaceX: Ruang pemulihan SpaceX bergantung pada kemampuan pasar untuk melihat ekspansi laba Starlink yang dapat menutupi kurva pengeluaran modal yang berat. Kemajuan nyata dalam penggunaan ulang Starship yang sering dan biaya peluncuran yang lebih rendah, serta kejelasan batas pengeluaran modal, akan menjadi kunci agar utang dapat kembali dipandang sebagai alat pertumbuhan, bukan sumber tekanan.

marsbit8m yang lalu

Mengapa Nvidia Berhutang Tanpa Masalah, Sementara SpaceX Jatuh Saat Menerbitkan Obligasi?

marsbit8m yang lalu

Ethereum Next Stop Glamsterdam: Poin Inti Peningkatan yang Harus Anda Ketahui

**Glamsterdam: Peningkatan Inti Ethereum Berikutnya yang Perlu Anda Ketahui** Upgrade Glamsterdam Ethereum, dijadwalkan pada paruh kedua 2026, bukan sekadar peningkatan throughput. Ini merombak alur pembuatan blok, verifikasi, dan penentuan harga sumber daya untuk mempersiapkan peningkatan kapasitas di masa depan. Dua perubahan utama adalah: 1. **ePBS (EIP-7732):** Memisahkan peran "pengusul" blok (proposer) dan "pembangun" konten blok (builder) ke dalam protokol, mengurangi ketergantungan pada infrastruktur pihak ketiga seperti relay. Ini memperpanjang waktu validasi, memungkinkan peningkatan kapasitas blok yang lebih aman. 2. **BAL (EIP-7928):** Memperkenalkan daftar akses tingkat blok yang mencatat semua akun dan slot penyimpanan yang diakses selama eksekusi blok. Ini membuka pintu bagi pemrosesan paralel, membuat klien dapat memverifikasi transaksi dan memperbarui status dengan lebih efisien. Upgrade ini juga menangani inflasi database dengan **EIP-8037**, yang meningkatkan biaya pembuatan status baru untuk membebani operasi yang menyimpan data secara permanen, mencegah ledakan ukuran status. Secara total, sekitar 10 EIP direncanakan masuk Glamsterdam, mencakup kategori: alur pembuatan/verifikasi blok, penyesuaian harga gas (seperti penghapusan refund gas - EIP-7778), dan peningkatan pengalaman pengembang (seperti operasi stack EVM baru - EIP-8024). Upgrade ini bertepatan dengan perubahan kepemimpinan di Ethereum Foundation, yang menekankan bahwa realisasi visi Ethereum akan didukung oleh koalisi berbagai organisasi seperti ethlabs dan Ethereum Economic Zone. Singkatnya, Glamsterdam adalah penataan ulang fondasi teknis dan organisasi Ethereum untuk skalabilitas jangka panjang yang berkelanjutan.

Foresight News20m yang lalu

Ethereum Next Stop Glamsterdam: Poin Inti Peningkatan yang Harus Anda Ketahui

Foresight News20m yang lalu

Yayasan Ethereum Terpecah?! Pahami "Masa Depan Cerah" Ethlabs dalam Satu Artikel

Ethlabs, sebuah laboratorium penelitian dan pengembangan nirlaba independen, didirikan pada 22 Juni oleh lima mantan anggota Ethereum Foundation: Ansgar Dietrichs, Barnabé Monnot, Caspar Schwarz-Schilling, Josh Rudolf, dan Julian Ma. Misi mereka adalah memajukan Ethereum sebagai lapisan penyelesaian dasar netral untuk ekonomi global. Ethlabs berargumen bahwa Ethereum memiliki keunggulan unik karena netralitasnya yang tepercaya, aset dasar ETH, dan ekosistem pengembang serta DeFi yang kaya. Mereka memposisikan diri sebagai jembatan antara pengembang garis depan dan protokol inti, menerjemahkan kebutuhan pengguna, aplikasi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya menjadi peningkatan protokol, standar, dan infrastruktur. Didukung oleh investor seperti Bitmine, Sharplink, dan pendiri Consensys Joe Lubin, serta sekitar 50 pendukung komunitas termasuk Hayden Adams (Uniswap) dan Jesse Pollak (Base), Ethlabs menekankan kemandirian operasionalnya. Kehadiran mereka dilihat bukan sebagai persaingan dengan Ethereum Foundation, melainkan sebagai evolusi menuju model tata kelola ekosistem yang lebih terdesentralisasi dan kolaboratif dengan banyak node penelitian. Pendirian Ethlabs terjadi di tengah diskusi internal Ethereum Foundation tentang kriteria untuk proyek 'spinout'. Sementara ada area penelitian yang tumpang tindih, seperti MEV, Ethlabs bertujuan untuk berkontribusi sebagai satu node dalam jaringan tata kelola yang lebih luas, mendorong Ethereum menuju infrastruktur penyelesaian global yang lebih kompetitif.

Odaily星球日报25m yang lalu

Yayasan Ethereum Terpecah?! Pahami "Masa Depan Cerah" Ethlabs dalam Satu Artikel

Odaily星球日报25m yang lalu

Trading

Spot
Futures

Artikel Populer

Apa Itu $S$

Memahami SPERO: Tinjauan Komprehensif Pengenalan SPERO Seiring dengan perkembangan lanskap inovasi, munculnya teknologi web3 dan proyek cryptocurrency memainkan peran penting dalam membentuk masa depan digital. Salah satu proyek yang telah menarik perhatian di bidang dinamis ini adalah SPERO, yang dilambangkan sebagai SPERO,$$s$. Artikel ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menyajikan informasi terperinci tentang SPERO, untuk membantu para penggemar dan investor memahami dasar-dasar, tujuan, dan inovasi dalam domain web3 dan crypto. Apa itu SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ adalah proyek unik dalam ruang crypto yang berusaha memanfaatkan prinsip desentralisasi dan teknologi blockchain untuk menciptakan ekosistem yang mendorong keterlibatan, utilitas, dan inklusi finansial. Proyek ini dirancang untuk memfasilitasi interaksi peer-to-peer dengan cara baru, memberikan pengguna solusi dan layanan keuangan yang inovatif. Pada intinya, SPERO,$$s$ bertujuan untuk memberdayakan individu dengan menyediakan alat dan platform yang meningkatkan pengalaman pengguna dalam ruang cryptocurrency. Ini termasuk memungkinkan metode transaksi yang lebih fleksibel, mendorong inisiatif yang dipimpin komunitas, dan menciptakan jalur untuk peluang finansial melalui aplikasi terdesentralisasi (dApps). Visi mendasar dari SPERO,$$s$ berputar di sekitar inklusivitas, bertujuan untuk menjembatani kesenjangan dalam keuangan tradisional sambil memanfaatkan manfaat teknologi blockchain. Siapa Pencipta SPERO,$$s$? Identitas pencipta SPERO,$$s$ tetap agak samar, karena ada sumber daya publik yang terbatas yang memberikan informasi latar belakang terperinci tentang pendiriannya. Kurangnya transparansi ini dapat berasal dari komitmen proyek terhadap desentralisasi—sebuah etos yang banyak proyek web3 bagi, memprioritaskan kontribusi kolektif di atas pengakuan individu. Dengan memusatkan diskusi di sekitar komunitas dan tujuan kolektifnya, SPERO,$$s$ mewujudkan esensi pemberdayaan tanpa menonjolkan individu tertentu. Dengan demikian, memahami etos dan misi SPERO tetap lebih penting daripada mengidentifikasi pencipta tunggal. Siapa Investor SPERO,$$s$? SPERO,$$s$ didukung oleh beragam investor mulai dari modal ventura hingga investor malaikat yang berdedikasi untuk mendorong inovasi di sektor crypto. Fokus investor ini umumnya sejalan dengan misi SPERO—memprioritaskan proyek yang menjanjikan kemajuan teknologi sosial, inklusivitas finansial, dan tata kelola terdesentralisasi. Fondasi investor ini biasanya tertarik pada proyek yang tidak hanya menawarkan produk inovatif tetapi juga memberikan kontribusi positif kepada komunitas blockchain dan ekosistemnya. Dukungan dari investor ini memperkuat SPERO,$$s$ sebagai pesaing yang patut diperhitungkan di domain proyek crypto yang berkembang pesat. Bagaimana SPERO,$$s$ Bekerja? SPERO,$$s$ menerapkan kerangka kerja multi-faceted yang membedakannya dari proyek cryptocurrency konvensional. Berikut adalah beberapa fitur kunci yang menekankan keunikan dan inovasinya: Tata Kelola Terdesentralisasi: SPERO,$$s$ mengintegrasikan model tata kelola terdesentralisasi, memberdayakan pengguna untuk berpartisipasi aktif dalam proses pengambilan keputusan mengenai masa depan proyek. Pendekatan ini mendorong rasa kepemilikan dan akuntabilitas di antara anggota komunitas. Utilitas Token: SPERO,$$s$ memanfaatkan token cryptocurrency-nya sendiri, yang dirancang untuk melayani berbagai fungsi dalam ekosistem. Token ini memungkinkan transaksi, hadiah, dan fasilitasi layanan yang ditawarkan di platform, meningkatkan keterlibatan dan utilitas secara keseluruhan. Arsitektur Berlapis: Arsitektur teknis SPERO,$$s$ mendukung modularitas dan skalabilitas, memungkinkan integrasi fitur dan aplikasi tambahan secara mulus seiring dengan perkembangan proyek. Kemampuan beradaptasi ini sangat penting untuk mempertahankan relevansi di lanskap crypto yang selalu berubah. Keterlibatan Komunitas: Proyek ini menekankan inisiatif yang dipimpin komunitas, menggunakan mekanisme yang memberikan insentif untuk kolaborasi dan umpan balik. Dengan memelihara komunitas yang kuat, SPERO,$$s$ dapat lebih baik memenuhi kebutuhan pengguna dan beradaptasi dengan tren pasar. Fokus pada Inklusi: Dengan menawarkan biaya transaksi yang rendah dan antarmuka yang ramah pengguna, SPERO,$$s$ bertujuan untuk menarik basis pengguna yang beragam, termasuk individu yang mungkin sebelumnya tidak terlibat dalam ruang crypto. Komitmen ini terhadap inklusi sejalan dengan misi utamanya untuk memberdayakan melalui aksesibilitas. Garis Waktu SPERO,$$s$ Memahami sejarah proyek memberikan wawasan penting tentang trajektori dan tonggak perkembangannya. Berikut adalah garis waktu yang disarankan yang memetakan peristiwa signifikan dalam evolusi SPERO,$$s$: Fase Konseptualisasi dan Ideasi: Ide awal yang membentuk dasar SPERO,$$s$ dikembangkan, sangat selaras dengan prinsip desentralisasi dan fokus komunitas dalam industri blockchain. Peluncuran Whitepaper Proyek: Setelah fase konseptual, whitepaper komprehensif yang merinci visi, tujuan, dan infrastruktur teknologi SPERO,$$s$ dirilis untuk menarik minat dan umpan balik komunitas. Pembangunan Komunitas dan Keterlibatan Awal: Upaya jangkauan aktif dilakukan untuk membangun komunitas pengguna awal dan investor potensial, memfasilitasi diskusi seputar tujuan proyek dan mendapatkan dukungan. Acara Generasi Token: SPERO,$$s$ melakukan acara generasi token (TGE) untuk mendistribusikan token asli kepada pendukung awal dan membangun likuiditas awal dalam ekosistem. Peluncuran dApp Awal: Aplikasi terdesentralisasi (dApp) pertama yang terkait dengan SPERO,$$s$ diluncurkan, memungkinkan pengguna untuk terlibat dengan fungsionalitas inti platform. Pengembangan Berkelanjutan dan Kemitraan: Pembaruan dan peningkatan berkelanjutan terhadap penawaran proyek, termasuk kemitraan strategis dengan pemain lain di ruang blockchain, telah membentuk SPERO,$$s$ menjadi pemain yang kompetitif dan berkembang di pasar crypto. Kesimpulan SPERO,$$s$ berdiri sebagai bukti potensi web3 dan cryptocurrency untuk merevolusi sistem keuangan dan memberdayakan individu. Dengan komitmen terhadap tata kelola terdesentralisasi, keterlibatan komunitas, dan fungsionalitas yang dirancang secara inovatif, ia membuka jalan menuju lanskap keuangan yang lebih inklusif. Seperti halnya investasi di ruang crypto yang berkembang pesat, calon investor dan pengguna dianjurkan untuk melakukan riset secara menyeluruh dan terlibat dengan perkembangan yang sedang berlangsung dalam SPERO,$$s$. Proyek ini menunjukkan semangat inovatif industri crypto, mengundang eksplorasi lebih lanjut ke dalam berbagai kemungkinan yang ada. Meskipun perjalanan SPERO,$$s$ masih berlangsung, prinsip-prinsip dasarnya mungkin benar-benar mempengaruhi masa depan cara kita berinteraksi dengan teknologi, keuangan, dan satu sama lain dalam ekosistem digital yang saling terhubung.

86 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.17Diperbarui pada 2024.12.17

Apa Itu $S$

Apa Itu AGENT S

Agent S: Masa Depan Interaksi Otonom di Web3 Pendahuluan Dalam lanskap Web3 dan cryptocurrency yang terus berkembang, inovasi secara konstan mendefinisikan ulang cara individu berinteraksi dengan platform digital. Salah satu proyek perintis, Agent S, menjanjikan untuk merevolusi interaksi manusia-komputer melalui kerangka agen terbuka. Dengan membuka jalan untuk interaksi otonom, Agent S bertujuan untuk menyederhanakan tugas-tugas kompleks, menawarkan aplikasi transformasional dalam kecerdasan buatan (AI). Eksplorasi mendetail ini akan menyelami seluk-beluk proyek, fitur uniknya, dan implikasinya untuk domain cryptocurrency. Apa itu Agent S? Agent S berdiri sebagai kerangka agen terbuka yang inovatif, dirancang khusus untuk mengatasi tiga tantangan mendasar dalam otomatisasi tugas komputer: Memperoleh Pengetahuan Spesifik Domain: Kerangka ini secara cerdas belajar dari berbagai sumber pengetahuan eksternal dan pengalaman internal. Pendekatan ganda ini memberdayakannya untuk membangun repositori pengetahuan spesifik domain yang kaya, meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan tugas. Perencanaan Selama Rentang Tugas yang Panjang: Agent S menggunakan perencanaan hierarkis yang ditingkatkan pengalaman, pendekatan strategis yang memfasilitasi pemecahan dan pelaksanaan tugas-tugas rumit dengan efisien. Fitur ini secara signifikan meningkatkan kemampuannya untuk mengelola beberapa subtugas dengan efisien dan efektif. Menangani Antarmuka Dinamis dan Tidak Seragam: Proyek ini memperkenalkan Antarmuka Agen-Komputer (ACI), solusi inovatif yang meningkatkan interaksi antara agen dan pengguna. Dengan memanfaatkan Model Bahasa Besar Multimodal (MLLM), Agent S dapat menavigasi dan memanipulasi berbagai antarmuka pengguna grafis dengan mulus. Melalui fitur-fitur perintis ini, Agent S menyediakan kerangka kerja yang kuat yang mengatasi kompleksitas yang terlibat dalam mengotomatisasi interaksi manusia dengan mesin, membuka jalan untuk berbagai aplikasi dalam AI dan seterusnya. Siapa Pencipta Agent S? Meskipun konsep Agent S secara fundamental inovatif, informasi spesifik tentang penciptanya tetap samar. Pencipta saat ini tidak diketahui, yang menyoroti baik tahap awal proyek atau pilihan strategis untuk menjaga anggota pendiri tetap tersembunyi. Terlepas dari anonimitas, fokus tetap pada kemampuan dan potensi kerangka kerja. Siapa Investor Agent S? Karena Agent S relatif baru dalam ekosistem kriptografi, informasi terperinci mengenai investor dan pendukung keuangannya tidak secara eksplisit didokumentasikan. Kurangnya wawasan yang tersedia untuk umum mengenai fondasi investasi atau organisasi yang mendukung proyek ini menimbulkan pertanyaan tentang struktur pendanaannya dan peta jalan pengembangannya. Memahami dukungan sangat penting untuk mengukur keberlanjutan proyek dan potensi dampak pasar. Bagaimana Cara Kerja Agent S? Di inti Agent S terletak teknologi mutakhir yang memungkinkannya berfungsi secara efektif dalam berbagai pengaturan. Model operasionalnya dibangun di sekitar beberapa fitur kunci: Interaksi Komputer yang Mirip Manusia: Kerangka ini menawarkan perencanaan AI yang canggih, berusaha untuk membuat interaksi dengan komputer lebih intuitif. Dengan meniru perilaku manusia dalam pelaksanaan tugas, ia menjanjikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna. Memori Naratif: Digunakan untuk memanfaatkan pengalaman tingkat tinggi, Agent S memanfaatkan memori naratif untuk melacak sejarah tugas, sehingga meningkatkan proses pengambilan keputusannya. Memori Episodik: Fitur ini memberikan panduan langkah demi langkah kepada pengguna, memungkinkan kerangka untuk menawarkan dukungan kontekstual saat tugas berlangsung. Dukungan untuk OpenACI: Dengan kemampuan untuk berjalan secara lokal, Agent S memungkinkan pengguna untuk mempertahankan kontrol atas interaksi dan alur kerja mereka, sejalan dengan etos terdesentralisasi Web3. Integrasi Mudah dengan API Eksternal: Versatilitas dan kompatibilitasnya dengan berbagai platform AI memastikan bahwa Agent S dapat dengan mulus masuk ke dalam ekosistem teknologi yang ada, menjadikannya pilihan menarik bagi pengembang dan organisasi. Fungsionalitas ini secara kolektif berkontribusi pada posisi unik Agent S dalam ruang kripto, saat ia mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah dengan intervensi manusia yang minimal. Seiring proyek ini berkembang, aplikasi potensialnya di Web3 dapat mendefinisikan ulang bagaimana interaksi digital berlangsung. Garis Waktu Agent S Pengembangan dan tonggak Agent S dapat dirangkum dalam garis waktu yang menyoroti peristiwa pentingnya: 27 September 2024: Konsep Agent S diluncurkan dalam sebuah makalah penelitian komprehensif berjudul “Sebuah Kerangka Agen Terbuka yang Menggunakan Komputer Seperti Manusia,” yang menunjukkan dasar untuk proyek ini. 10 Oktober 2024: Makalah penelitian tersebut dipublikasikan secara terbuka di arXiv, menawarkan eksplorasi mendalam tentang kerangka kerja dan evaluasi kinerjanya berdasarkan tolok ukur OSWorld. 12 Oktober 2024: Sebuah presentasi video dirilis, memberikan wawasan visual tentang kemampuan dan fitur Agent S, lebih lanjut melibatkan pengguna dan investor potensial. Tanda-tanda dalam garis waktu ini tidak hanya menggambarkan kemajuan Agent S tetapi juga menunjukkan komitmennya terhadap transparansi dan keterlibatan komunitas. Poin Kunci Tentang Agent S Seiring kerangka Agent S terus berkembang, beberapa atribut kunci menonjol, menekankan sifat inovatif dan potensinya: Kerangka Inovatif: Dirancang untuk memberikan penggunaan komputer yang intuitif seperti interaksi manusia, Agent S membawa pendekatan baru untuk otomatisasi tugas. Interaksi Otonom: Kemampuan untuk berinteraksi secara otonom dengan komputer melalui GUI menandakan lompatan menuju solusi komputasi yang lebih cerdas dan efisien. Otomatisasi Tugas Kompleks: Dengan metodologinya yang kuat, ia dapat mengotomatisasi tugas-tugas kompleks yang melibatkan banyak langkah, membuat proses lebih cepat dan kurang rentan terhadap kesalahan. Perbaikan Berkelanjutan: Mekanisme pembelajaran memungkinkan Agent S untuk belajar dari pengalaman masa lalu, terus meningkatkan kinerja dan efektivitasnya. Versatilitas: Adaptabilitasnya di berbagai lingkungan operasi seperti OSWorld dan WindowsAgentArena memastikan bahwa ia dapat melayani berbagai aplikasi. Saat Agent S memposisikan dirinya di lanskap Web3 dan kripto, potensinya untuk meningkatkan kemampuan interaksi dan mengotomatisasi proses menandakan kemajuan signifikan dalam teknologi AI. Melalui kerangka inovatifnya, Agent S mencerminkan masa depan interaksi digital, menjanjikan pengalaman yang lebih mulus dan efisien bagi pengguna di berbagai industri. Kesimpulan Agent S mewakili lompatan berani ke depan dalam pernikahan AI dan Web3, dengan kapasitas untuk mendefinisikan ulang cara kita berinteraksi dengan teknologi. Meskipun masih dalam tahap awal, kemungkinan aplikasinya sangat luas dan menarik. Melalui kerangka komprehensifnya yang mengatasi tantangan kritis, Agent S bertujuan untuk membawa interaksi otonom ke garis depan pengalaman digital. Saat kita melangkah lebih dalam ke dalam ranah cryptocurrency dan desentralisasi, proyek-proyek seperti Agent S pasti akan memainkan peran penting dalam membentuk masa depan teknologi dan kolaborasi manusia-komputer.

938 Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.14Diperbarui pada 2025.01.14

Apa Itu AGENT S

Cara Membeli S

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Sonic (S) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Sonic (S) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Sonic (S) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Sonic (S) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Sonic (S)Lakukan trading Sonic (S) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

1.4k Total TayanganDipublikasikan pada 2025.01.15Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli S

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga S (S) disajikan di bawah ini.

活动图片