SoftBank and Ark to Join in Tether’s $20B Funding Round

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-26Terakhir diperbarui pada 2025-09-26

ether, the company behind the world’s largest stablecoin, is preparing for a fund raising round and SoftBank Group and Ark Investment Management are looking to join, but final commitments have not yet been made.

According to Bloomberg’s report on Friday, the investment firms are among high-profile backers holding early discussions as Tether seeks new capital to boost its global presence.

Tether Targets Record-Breaking Valuation

Tether is looking to raise between $15 billion and $20 billion by selling about a 3% stake through a private deal. If this deal goes through, the company could be valued at close to $500 billion. That would make Tether one of the most valuable private companies in the world, in the same league as OpenAI, and other tech giants

The company is being advised by New York-based investment bank Cantor Fitzgerald, which has long been run by Howard Lutnick, now serving as U.S. Commerce Secretary.

Bloomberg reported earlier in the week that Tether’s plan could become one of the largest crypto funding deals ever attempted. 

Stablecoin Giant Expands Its Reach

Tether is the biggest player in the stablecoin market. Its main token, USDT, is tied to the value of the U.S. dollar and is widely used for trading and moving money quickly the crypto world without relying on banks 

According to CoinGecko, USDT has a market value of about $173 billion, making it the largest stablecoin in circulation.

Tether Usdt Price Chart
USDT Price Chart | Source: CoinGecko

The El Salvador-based company has also invested in other sectors including artificial intelligence, cloud computing, telecommunications, and even real estate.

SoftBank, led by Masayoshi Son, has a long history of investing in new technology, including chips, AI, and self-driving cars. The firm started increasing its exposure to the crypto space recently. Ark Invest, run by Cathie Wood, has also expanded its digital asset portfolio, previously investing in Circle, a direct rival to Tether.

Also Read: Theta Capital is Seeking $200M for its Blockchain Fund-of-Funds


Mobile Only Image

Bacaan Terkait

Pajak Kripto 0,2% di Negara Bagian Illinois Memicu Gugatan Hukum Besar-besaran

Asosiasi Blockchain dan Dewan Inovasi Crypto mengajukan gugatan pada 21 Agustus di Pengadilan Distrik Sangaamon County terhadap Direktur Departemen Pendapatan Illinois David Harris, Jaksa Agung Kwame Raoul, dan Jaksa Sangaamon County John Milhizer. Mereka menuntut agar Hukum Pajak Aset Digital dinyatakan tidak sah dan mengajukan perintah pengadilan sementara serta permanen untuk mencegah pemberlakuannya. Gugatan ini mempertanyakan pajak baru Illinois sebesar 0,2% pada nilai aset digital untuk transaksi tertentu yang dilakukan melalui perantara aset digital. Pajak ini bisa dikenakan bahkan untuk aktivitas seperti mentransfer bitcoin antar akun atau membayar layanan penyimpanan, yang biasanya tidak dikenai pajak untuk aset keuangan tradisional seperti saham atau emas. Penggugat berargumen bahwa hukum ini tidak memiliki padanan nyata, tidak jelas, dan berpotensi diskriminatif. Ketidakjelasan mencakup definisi peristiwa kena pajak (apakah satu transaksi bisa menimbulkan beberapa peristiwa pajak), cara penilaian aset, dan metode untuk menentukan lokasi klien. Ketiadaan kejelasan ini membebani perusahaan dengan biaya kepatuhan tinggi dan risiko sanksi pidana. Proses legislatif hukum ini juga dikritik. RUU Senat 3019 awalnya hanya dua halaman mengenai pertanian, tetapi amandemen menjelang akhir sesi mengubahnya menjadi paket 1.624 halaman, dengan ketentuan pajak aset digital kurang dari 20 halaman. Proses ini disebut melanggar persyaratan konstitusional Illinois. Gugatan juga menyatakan pajak ini melanggar Undang-Undang Kebebasan Pajak Internet federal, Klausul Perdagangan Tersembunyi, dan jaminan proses hukum. Tujuan utama penggugat saat ini adalah menghentikan pemberlakuan pajak yang dijadwalkan pada 1 Januari, mencegah kewajiban pendaftaran dan pemungutan bagi bisnis. Kasus ini menjadi ujian apakah satu negara bagian dapat mengenakan pajak khusus pada aktivitas keuangan hanya karena menggunakan aset digital.

cryptonews.ru1j yang lalu

Pajak Kripto 0,2% di Negara Bagian Illinois Memicu Gugatan Hukum Besar-besaran

cryptonews.ru1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片