Pakistan Invites Crypto Firms to Apply for Licenses Under New Framework

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-09-15Terakhir diperbarui pada 2025-09-15

Pakistan has launched a federal licensing regime for international cryptocurrency businesses. The country has invited leading exchanges and virtual asset service providers (VASPs) to submit Expressions of Interest (EoIs) for entry into its digital asset market.

On Saturday, the Pakistan Virtual Asset Regulatory Authority (PVARA) issued the call, as reported by local news outlet Dawn. “This EoI is our invitation to the world’s leading VASPs to partner in building a transparent and inclusive digital financial future for Pakistan,” stated Bilal bin Saqib, PVARA Chair and Minister of State for Crypto and Blockchain.

Eligibility is restricted to firms licensed by established regulators, such as the US Securities and Exchange Commission (SEC), the UK Financial Conduct Authority, the EU’s VASP framework, the UAE’s Virtual Assets Regulatory Authority, and the Monetary Authority of Singapore. Applications must detail the company’s profiles, current licenses and jurisdictions, proposed services (including trading, custody, and payments), technology and security measures, assets under management, revenues, compliance history, and a tailored business model for Pakistan.

The framework, established under the Virtual Assets Ordinance 2025, seeks to prevent illicit finance while facilitating fintech, remittance, and tokenization opportunities, including Shariah-compliant products, through regulatory sandboxes. PVARA is responsible for licensing, regulating, and supervising VASPs in accordance with standards set by the Financial Action Task Force (FATF), the International Monetary Fund (IMF), and the World Bank.

Pakistan’s Crypto Surge: New Authority, Bitcoin Reserve, and Global Collaboration

Pakistan ranks third in Chainalysis’ 2025 Global Crypto Adoption Index report, advancing and establishing itself as one of the world’s most rapidly expanding cryptocurrency markets. On May 22, 2025, the country’s government set up a new organization called the Pakistan Digital Assets Authority (PDAA)

Further, on May 28, 2025, Pakistan introduced its first government-backed Bitcoin reserve. At the Bitcoin 2025 conference in Las Vegas, Bilal bin Saqib emphasized this move as part of the country’s shift toward a pro-cryptocurrency regulatory framework.

Additionally, Pakistan allocated 2,000 megawatts of surplus electricity for Bitcoin mining and AI centers, an initiative by the Pakistan Crypto Council backed by the Ministry of Finance. However, in July, the IMF raised concerns over using surplus power for crypto mining, rejecting a proposal for subsidized electricity to energy-intensive sectors, including miners.

While establishing a new regulatory authority to oversee cryptocurrencies, the country faced a paradox as the State Bank of Pakistan continues to uphold its ban on crypto trading.

Also Read: India and Pakistan in Crypto Adoption War: Who Stands Where?


Mobile Only ImageMobile Only Image

Bacaan Terkait

Jika STRC Tidak Kembali ke Anchor, Maka Tidak Ada Bull Run untuk BTC

Penulis menganalisis situasi saham preferen STRC MicroStrategy yang terus "terlepas" dari nilai target $100, kini diperdagangkan sekitar $75. Penyusutan nilai ini mengancam saluran pendanaan utama perusahaan. STRC dirancang sebagai alat pendanaan efisien untuk terus membeli Bitcoin (BTC). Namun, pelepasan nilai berarti MicroStrategy kesulitan menerbitkan saham preferen baru dengan harga penuh. Lebih buruk lagi, STRC yang beredar ($10,49 miliar) membebani arus kas dengan dividen tunai tahunan sekitar $1,2 miliar. Dengan cadangan tunai sekitar $14 miliar, perusahaan hanya dapat menutupi pembayaran dividen ini kurang dari setahun. Untuk mengatasi kekurangan uang tunai dan tetap membeli BTC, MicroStrategy kini mengandalkan penerbitan saham biasa (ATM Offering). Namun, dalam penawaran terbaru, hanya 10% dana yang digunakan untuk membeli BTC, sementara 90% untuk menambah cadangan kas. Praktik ini mengakibatkan pengenceran kepemilikan BTC per saham bagi pemegang saham biasa, yang dapat melemahkan proposisi nilai inti perusahaan. Sebagai pembeli marginal terbesar BTC, perubahan strategi MicroStrategy dari pembeli agresif menjadi perusahaan yang berfokus pada pelestarian kas berisiko mengurangi tekanan beli yang stabil di pasar BTC. Jika tekanan keuangan memburuk, kemungkinan penjualan BTC oleh perusahaan dapat menjadi risiko baru bagi pasar, mengubah perannya dari pendorong menjadi ancaman potensial.

marsbit9m yang lalu

Jika STRC Tidak Kembali ke Anchor, Maka Tidak Ada Bull Run untuk BTC

marsbit9m yang lalu

STRC Tidak Kembali ke Anchor, BTC Tidak Akan Ada Bull Market

Strategi Keuangan MicroStrategy (STRC) terus mengalami de-anchoring dari nilai targetnya sebesar $100, dengan harga jatuh hingga mendekati $75. Artikel ini menganalisis implikasi seriusnya bagi MicroStrategy dan pasar Bitcoin (BTC). STRC adalah alat pendanaan utama MicroStrategy, dirancang untuk mendanai pembelian BTC secara berkelanjutan. De-anchoring yang terus-menerus merusak kemampuan pendanaan ini. Lebih berbahaya lagi, STRC kini menjadi beban arus kas karena mewajibkan pembayaran dividen tunai tahunan lebih dari $1,2 miliar. Dengan cadangan tunai sekitar $1,4 miliar, MicroStrategy hanya dapat menutupi pembayaran dividen ini kurang dari setahun. Untuk mengatasi tekanan likuiditas, MicroStrategy telah beralih ke penjualan saham biasa (ATM Offering). Namun, dana yang terkumpul kini lebih banyak digunakan untuk menambah cadangan kas daripada membeli BTC, yang menyebabkan dilusi nilai BTC per saham bagi pemegang saham biasa. Jika tren ini berlanjut, model bisnis inti perusahaan—terus menambah kepemilikan BTC per saham—akan terancam. Sebagai pembeli marjinal terbesar BTC, perubahan ini memiliki dampak signifikan. Aliran pembelian baru MicroStrategy ke pasar BTC melemah. Lebih mengkhawatirkan, tekanan arus kas dapat memaksa perusahaan untuk menjual sebagian dari kepemilikannya yang besar, mengubahnya dari pendorong utama harga menjadi risiko potensial di atas pasar. Artikel menyimpulkan bahwa selama masalah STRC tidak terselesaikan, tekanan pada model bisnis MicroStrategy akan terus membayangi prospek pemulihan harga Bitcoin.

Odaily星球日报9m yang lalu

STRC Tidak Kembali ke Anchor, BTC Tidak Akan Ada Bull Market

Odaily星球日报9m yang lalu

Tornado Cash Kembali Terkena Serangan Governance: Proposal Palsu Menargetkan Treasury Komunitas Senilai $23 Juta

**Tornado Cash Kembali Menghadapi Serangan Governance: Proposal Palsu Targetkan Perbendaharaan Komunitas Senilai $23 Juta** Pada 25 Juni 2026 pukul 06.18, Proposal #67 muncul di halaman voting DAO Tornado Cash. Proposal yang tampak resmi dan rinci ini mengusulkan pembaruan model ekonomi, tetapi kode kontraknya tidak diverifikasi, sehingga logika eksekusi sebenarnya tidak dapat ditinjau. Peneliti keamanan menemukan bahwa tujuan sebenarnya dari proposal ini adalah mengganti alamat administrator protokol secara diam-diam. Fungsi dalam kode akan mengembalikan alamat milik penyerang yang sangat mirip dengan alamat governance yang sah, sehingga sulit dibedakan. Jika disetujui, penyerang dapat mengambil alih kendali, menguras sekitar 2300 USD jutaan token TORN dari perbendaharaan komunitas, dan mengosongkan saldo relayer. Alamat pembuat proposal didanai melalui Railgun, protokol privasi pesaing, sehingga menyembunyikan identitas asli. Saat ini, proposal telah mendapatkan 100% suara menolak (27.163 TORN), tetapi kuorum 100.000 TORN belum tercapai. Voting akan ditutup pada 30 Juni. Ini adalah serangan governance kedua yang dihadapi Tornado Cash, setelah insiden serupa pada Mei 2023 yang merugikan $2,17 juta. Serangan ini menyoroti kerentanan berulang dalam struktur governance-nya, yang tidak dilengkapi dengan timelock untuk memberikan jeda pemeriksaan keamanan. Artikel ini juga memberikan saran untuk pengguna: ikuti peringatan peneliti keamanan, tolak proposal dengan kontrak tidak terverifikasi, dan delegasikan hak suara jika tidak aktif. Bagi pengembang, implementasi timelock adalah pertahanan penting.

Foresight News31m yang lalu

Tornado Cash Kembali Terkena Serangan Governance: Proposal Palsu Menargetkan Treasury Komunitas Senilai $23 Juta

Foresight News31m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片