Капитализация крипторынка вернулась к $4 трлн

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-09-24Terakhir diperbarui pada 2025-09-24

Капитализация криптовалютного рынка в пятницу, 12 сентября, вновь преодолела отметку в $4 трлн. Прорыв произошел на фоне притока корпоративных инвестиций в альткоины и ожидания смягчения финансовой политики США, демонстрируют данные аналитической платформы CoinMarketCap.

Рынок цифровых активов приблизился к историческому максимуму благодаря росту доминирования эфира (14,1%) и прочих альткоинов (29,2%). Этот рост привел к сокращению влияния биткоина до 57,2% рынка.

215.png

Капитализация биткоина в моменте достигла $2,95 трлн. Первая криптовалюта постепенно отыгрывает двухнедельное падение стоимости и торгуется в пределах $114 900.

BTCUSDT_2025-09-12_15-17-54.png

Схожую динамику демонстрирует эфир. Капитализация крупнейшего альткоина достигла $546 млрд, а рыночная стоимость превысила $4516 за монету.

ETHUSDT_2025-09-12_15-26-01.png

Инфляция в США выросла за август до 2,9%, что стало максимумом с начала года. Это подогрело интерес корпоративных клиентов к криптовалютным инструментам хеджирования. На этом фоне недельный приток в спотовые ETF на биткоин и эфир составил около $2,93 млрд.

214.png

Платформа прогнозов Polymarket оценивает вероятность снижения ключевой ставки Федеральной резервной системы США в 87%, усиливая бычий импульс на крипторынке.

«Дальнейшее движение криптовалютного рынка может зависеть от поворота монетарной политики США и устойчивости потоков в спотовые ETF на биткоин», — подчеркнули аналитики торговой платформы XS.com в комментариях для Finbold.

Ранее сын американского президента Дональда Трампа Эрик Трамп заявил о высокой вероятности взрывного роста капитализации крипторынка в ближайшие 12–18 месяцев.

Bacaan Terkait

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Robinhood Chain adalah contoh sempurna dari bagaimana perusahaan tradisional memilih model L1+L2 Ethereum saat beralih ke bisnis berbasis blockchain. Alih-alih membangun infrastruktur dari nol atau mengadopsi model rantai mandiri yang mahal, Robinhood menggunakan Ethereum sebagai L1 untuk penyelesaian, keamanan, dan likuiditas, sambil membangun L2 khususnya sendiri dengan teknologi Arbitrum. Ini memungkinkan kendali, kinerja tinggi, dan kepatuhan terhadap regulasi, tanpa biaya dan risiko untuk memelihara ekosistem keamanan dan token gas-nya sendiri. Perbedaan ini mencerminkan pergeseran mendasar dalam industri crypto. Era sebelumnya didorong oleh model "tokenomics" di mana proyek memilih infrastruktur untuk memaksimalkan nilai token. Namun, era baru ini didominasi oleh bisnis nyata (real-world) yang menggunakan teknologi blockchain sebagai infrastruktur untuk mengoptimalkan produk dan arus kas mereka. Targetnya bukan lagi penjualan token, tetapi melayani kebutuhan konsumen nyata. Perusahaan seperti ini memerlukan keseimbangan: L1 Ethereum menawarkan desentralisasi maksimal, netralitas, dan likuiditas global. Sementara itu, L2 (seperti Base milik Coinbase atau Robinhood Chain) menyediakan lingkungan eksekusi yang dapat dikustomisasi, biaya rendah, dan dikendalikan oleh operator. Model "barbel" Ethereum ini—pusat yang kuat (L1) dan tepi yang sangat terdiversifikasi (L2)—menjadi pilihan bisnis yang rasional bagi perusahaan yang fokus pada produk dan pelanggan. Pergeseran ini menguntungkan Ethereum dan ETH. Adopsi oleh bisnis nyata akan mengintegrasikan ETH lebih dalam ke dalam ekonomi dunia, mendistribusikannya ke lebih banyak pengguna, dan memperkuat statusnya sebagai aset likuid dan penyimpan nilai yang andal. Keputusan Robinhood bukanlah eksklusif, melainkan mercusuar untuk masa depan di mana perusahaan dunia nyata membangun di atas Ethereum melalui keputusan komersial pragmatis, bukan ideologi.

Odaily星球日报39m yang lalu

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Odaily星球日报39m yang lalu

Trading

Spot
活动图片