Роберт Кийосаки: Биткоин спасет от экономического коллапса в Европе

cryptonews.ruDipublikasikan tanggal 2025-01-01Terakhir diperbarui pada 2025-09-02

Автор книги о личных финансах «Богатый папа, бедный папа» Роберт Кийосаки (Robert Kiyosaki) заявил, что золото, серебро и биткоин помогут инвесторам сохранить их капитал при надвигающемся экономическом коллапсе в европейских странах.

Кийосаки отметил сильное падение стоимости гособлигаций по всему миру: с 2020 года казначейские облигации США упали на 13%, европейские — на 24%, а британские — на 32%. Это означает, что британская экономика становится неспособной обслуживать свои долги, объяснил инвестор. По его словам, экономика Германии тоже рушится из-за «зеленой» энергетической политики: производство немецких товаров, в том числе автомобилей, стало слишком дорогим из-за высокой стоимости энергии в стране.

Предприниматель подчеркнул, что Япония и Китай отказываются от казначейских облигаций США в пользу золота и серебра. В связи с падением американских казначейских облигаций, Кийосаки раскритиковал финансовых консультантов, продвигающих традиционный портфель облигаций и акций в соотношении 60/40. Он также упомянул политическую нестабильность и социальные волнения, особенно во Франции.

«Европа стала поджаристым тостом: французы на грани восстания, как в День взятия Бастилии. Они достают гильотины, скоро полетят головы, поскольку Франция может признать себя банкротом. В Германии назревает гражданская война. Военный конфликт России и Украины продолжается: погибли миллионы людей, включая женщин и детей. Наши мировые лидеры затерялись в пространстве? Спасайтесь от этого безумия — копите золото, серебро и биткоины», — написал Кийосаки в соцсети Х.

Ранее знаменитый инвестор выразил недоверие к биржевым фондам (ETF), привязанным к биткоину и драгоценным металлам, заявив, что лучше инвестировать в эти активы напрямую. В мае Кийосаки заявил, что люди могут разбогатеть, даже купив 0,01 BTC.

Bacaan Terkait

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit55m yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit55m yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

Pasar kripto memasuki sesi kritis pada 3 Juli dengan kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total $2,13 miliar mencapai masa kadaluarsa. Data ini memberikan gambaran posisi investor di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Sekitar 31.000 opsi Bitcoin (nilai $1,9 miliar) dengan rasio put-call 0,70 dan titik maximum pain $61.000 telah kadaluarsa. Sementara itu, 135.000 opsi Ethereum (nilai $230 juta) kadaluarsa dengan rasio put-call 1,29 dan titik maximum pain $1.650. Rasio put-call Ethereum di atas 1 menunjukkan jumlah opsi jual (put) lebih banyak daripada opsi beli (call), mengindikasikan banyak trader melakukan lindung nilai atau bersikap defensif terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. Aktivitas kadaluarsa terkonsentrasi di sekitar level eksposur gamma kunci, yaitu $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum. Meskipun Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $60.000, sentimen pasar tetap terbagi. Pemulihan belum tentu menandai awal rebound berkelanjutan. Secara keseluruhan, data menunjukkan trader tetap waspada memasuki kuartal ketiga. Posisi defensif Ethereum dan konsentrasi aktivitas lindung nilai mengisyaratkan banyak peserta pasar masih bersiap untuk volatilitas tinggi, alih-alih mengantisipasi kenaikan harga yang pasti. Perhatian investor juga mulai bergeser ke pasar keuangan tradisional dan aset seperti saham ter-tokenisasi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片