India Cannot Afford to Miss Crypto Fintech Revolution as it Did With Dot Com Boom

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-08-07Terakhir diperbarui pada 2025-08-16

Key Takeaways

  • India’s hardline stance on crypto risks missing the next big tech boom.
  • The country sat out the dot-com and internet revolutions in the early 2000s.
  • A thriving domestic crypto community is pushing for change, but progress remains slow.

India—home to 1.4 billion people and trillions in economic potential—is standing at the edge of another technological breakthrough: the global crypto and fintech revolution.

But instead of leading the charge, the world’s most populous democracy remains stuck in a holding pattern.

Despite having one of the largest and most active crypto user bases in the world, India’s government continues to treat the industry with skepticism—offering heavy taxes but no legal clarity.

Top Crypto Tax Software
Sponsored
Disclosure
We sometimes use affiliate links in our content, when clicking on those we might receive a commission at no extra cost to you. By using this website you agree to our terms and conditions and privacy policy.

Lessons From the Dot-Com Era

This isn’t the first time India has hesitated in the face of a global tech shift.

In the early 2000s, it largely dismissed the dot-com and internet boom as a fad.

The result? A generation of innovation passed it by, forcing India’s vast talent pool into service industries catering to foreign markets rather than building global technology leaders at home.

That hesitation sparked a persistent brain drain.

Top engineers from India’s leading universities continue to leave for better opportunities abroad.

Now, the pattern is repeating itself in crypto: leading Indian blockchain companies are relocating to Dubai and Singapore to escape high taxes and regulatory uncertainty.

Heavy Taxes, Light Assurances

Despite years of promises, India has yet to table a comprehensive crypto bill in parliament.

The first nationwide policy discussions began after the Reserve Bank of India’s controversial banking ban on crypto in 2018—later overturned by the Supreme Court.

The court urged the government to develop a regulatory framework.

Instead, lawmakers moved quickly on just one front: taxation. In 2022, a 30% tax on crypto gains was introduced. Since then, the government has collected significant revenue:

  • FY 2022–23: ₹269.09 crore ($32 million).
  • FY 2023–24: ₹437.43 crore ($52 million).
  • FY 2024–25: ₹29,208 crore ($130 million).

Many in the industry saw this as tacit recognition that crypto was not illegal. But hopes faded as no regulatory clarity followed.

Indian Crypto Scams, Hacks, and Silence

The absence of clear rules has turned India’s crypto landscape into a high-risk environment.

Fraudulent schemes and hacks thrive in the regulatory vacuum.

The most glaring example came in the $230 million WazirX hack, which left customer funds in limbo.

WazirX later moved to Singapore for restructuring, while Indian authorities refused to intervene—despite repeated appeals from the community.

The Crypto World Moves Ahead From India

Globally, governments are moving toward clearer crypto rules.

The U.S. under Donald Trump is positioning itself as a leader in crypto adoption, while allies like South Korea, Japan, Pakistan, Hong Kong, Vietnam, the European Union, and the UK are rolling out comprehensive regulations.

India’s Parliament Finance Panel has signaled interest in studying Virtual Digital Assets (VDAs) in 2024–25, raising hopes for a shift toward a more progressive policy.

If change doesn’t come soon, India risks replaying the dot-com era mistake—missing the innovation wave and settling for the role of service provider to the global crypto economy.

Was this Article helpful? Yes No

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Kepala Petugas Investasi Bitwise: Penurunan Besar STRC adalah Sinyal Dasar, Bull Market akan Dimulai pada Musim Gugur

Bitwise CIO: Penurunan STRC Tanda Pasar Dasar, Bullish Diperkirakan Mulai Musim Gugur Bitwise CIO Matt Hougan menganalisis penurunan baru-baru ini di harga Bitcoin (di bawah $60.000) dan kaitannya dengan saham preferen Strategy, STRC. STRC adalah produk saham preferen yang dirancang stabil di sekitar nilai nominal $100 dengan hasil dividen tinggi, menarik $10.5 miliar yang digunakan perusahaan untuk membeli Bitcoin. Ketika harga Bitcoin dan saham induk MSTR turun, kekhawatiran atas kemampuan Strategy membayar dividen menyebabkan harga STRC anjlok ke $75. Strategy merespons dengan kerangka baru: mereka mungkin menjual sebagian Bitcoin untuk membayar dividen, membiarkan harga STRC mengambang bebas, dan berpotensi membeli kembali saham. Ini menandai perubahan peran Strategy dari pembeli Bitcoin satu arah menjadi pelaku pasar yang lebih dinamis. Hougan berpendapat volatilitas STRC adalah ciri khas akhir siklus, di mana leverage berlebihan (uang yang mencari pendapatan stabil masuk ke aset volatil seperti Bitcoin) sedang dilikuidasi. Pembersihan leverage ini diperlukan untuk menemukan dasar pasar. Sinyal mendekati dasar pasar termasuk: MSTR diperdagangkan di bawah nilai aset bersih (NAV), Indeks Fear & Greed Crypto di level ekstrem 'takut', dan funding rate futures Bitcoin yang terus negatif. Kesimpulan Hougan: Pasar sedang dalam proses pembersihan yang menyakitkan namun perlu. Dengan leverage berlebih keluar, dasar pasar diperkirakan sudah dekat, dan bullish baru kemungkinan akan dimulai pada musim gugur tahun ini. Pembeli utama berikutnya diperkirakan akan berasal dari lembaga keuangan tradisional seperti bank, dana pensiun, dan dana kekayaan sovereign.

marsbit19m yang lalu

Kepala Petugas Investasi Bitwise: Penurunan Besar STRC adalah Sinyal Dasar, Bull Market akan Dimulai pada Musim Gugur

marsbit19m yang lalu

Upgrade Terbesar Sejak The Merge? Bagaimana Glamsterdam Mempengaruhi Ethereum?

Peningkatan besar Ethereum berikutnya, Glamsterdam, direncanakan akan diluncurkan di mainnet pada paruh kedua 2026. Upgrade ini dianggap sebagai perubahan terbesar sejak The Merge karena secara mendasar merestrukturisasi bagaimana blok diproduksi dan dieksekusi. Tiga perubahan intinya adalah: 1. **ePBS (Enshrined Proposer-Builder Separation)**: Mengintegrasikan mekanisme pemisah proposer dan pembangun blok langsung ke dalam protokol konsensus. Ini menghilangkan ketergantungan pada perantara pihak ketiga (relay) dan memperpanjang waktu untuk memproses muatan eksekusi, membuka jalan bagi peningkatan batas Gas (Gas Limit) di masa depan. 2. **BALs (Block-Level Access Lists)**: Menyediakan "peta akses" yang menyatakan bagian status mana yang akan dibaca atau ditulis oleh transaksi dalam sebuah blok. Hal ini memungkinkan pemrosesan transaksi paralel untuk transaksi yang tidak saling terkait dan mempercepat sinkronisasi node. 3. **Penetapan Ulang Harga Gas**: Memisahkan biaya untuk komputasi dan pembuatan status baru. Operasi yang menambah beban penyimpanan permanen jaringan (seperti membuat akun atau kontrak baru) akan dikenakan biaya yang lebih akurat, sementara operasi komputasi murni mungkin menjadi lebih terjangkau. Kombinasi perubahan ini bertujuan untuk memungkinkan peningkatan kapasitas mainnet Ethereum yang signifikan tanpa mengorbankan desentralisasi dengan membebani node. Bagi pengguna, dampaknya kemungkinan berupa biaya transaksi sederhana yang lebih rendah dan perkiraan biaya yang lebih akurat, meskipun operasi yang intensif menciptakan status baru mungkin menjadi lebih mahal. Upgrade ini juga akan meningkatkan pelacakan transfer ETH internal dan kapasitas data untuk lapisan-2 (L2).

marsbit1j yang lalu

Upgrade Terbesar Sejak The Merge? Bagaimana Glamsterdam Mempengaruhi Ethereum?

marsbit1j yang lalu

Venice AI Raised 65 Million USD Funding Valued at 1 Billion USD, Founder Says 'Tidak Jual Token', $VVV Dapat Katalis Baru?

**Venice AI Raih Pendanaan $65 Juta dengan Valuasi $1 Miliar, Janji Tidak Jual Token VVV** Platform AI privasi Venice, yang didirikan oleh Erik Voorhees, berhasil mengumpulkan $65 juta dalam pendanaan Seri A yang dipimpin Dragonfly, dengan valuasi mencapai $1 miliar. Pendanaan ini merupakan pertama kalinya dari investor eksternal sejak platform diluncurkan dua tahun lalu. Struktur pendanaan unik menggabungkan ekuitas (8,98% saham) dengan hak atas token VVV: investor menerima 150 juta token VVV yang akan dicairkan bertahap, serta waran untuk membeli tambahan 500 juta VVV dalam 8 tahun ke depan dengan harga yang telah ditetapkan. Voorhees menekankan bahwa tim dan perusahaannya belum pernah menjual satu pun token VVV dari kas mereka, dan berencana terus melakukan pembelian kembali dan penghancuran token. Dana akan digunakan untuk membangun infrastruktur komputasi sendiri, termasuk pusat data pertama, guna mengurangi ketergantungan pada sewa GPU, menurunkan biaya, dan meningkatkan margin keuntungan. Keuntungan diharapkan dapat mendukung program pembakaran token VVV yang lebih besar. Meskipun waran untuk 500 juta VVV berpotensi menambah pasokan token di masa depan (sekitar 6000 VVV/hari setelah masa tunggu 1 tahun), Voorhees memperkirakan dampaknya terhadap pasar akan minimal. Venice mengklaim telah mencapai profitabilitas dengan run-rate pendapatan lebih dari $70 juta dan memiliki 3 juta pengguna. Token VVV mengalami kenaikan harga menyusul pengumuman ini.

marsbit2j yang lalu

Venice AI Raised 65 Million USD Funding Valued at 1 Billion USD, Founder Says 'Tidak Jual Token', $VVV Dapat Katalis Baru?

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli DOT

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Polkadot (DOT) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Polkadot (DOT) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Polkadot (DOT) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Polkadot (DOT) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Polkadot (DOT)Lakukan trading Polkadot (DOT) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

461 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.12Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli DOT

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga DOT (DOT) disajikan di bawah ini.

活动图片