七年之后,EOS等来了纽交所的钟声——但钟声为谁而鸣?

marsbitDipublikasikan tanggal 2025-08-11Terakhir diperbarui pada 2025-08-12

七年之后,EOS等来了纽交所的钟声——但钟声为谁而鸣?

2025年8月13日,纽约。 全球资本市场的中心,纽交所(NYSE)的开市钟声照常响起。但在这一天,钟声里多了一丝加密世界特有的复杂回响。由Block.one孵化、脱胎于EOS生态的数字资产交易所Bullish,在这一天正式挂牌上市,股票代码BLSH。

这并非一次普通的IPO。在将发行规模从6亿美元大幅提升至近10亿美元后,认购依然火爆,吸引了包括贝莱德(BlackRock)与“木头姐”Cathie Wood的ARK Invest等一众华尔街巨鳄作为锚定投资者。J.P. Morgan和Jefferies的承销商名单,更是为其镀上了一层传统金融的金色光环。Bullish上市首日,市值轻松突破48亿美元。

然而,在加密社区,尤其是EOS的长期持有者眼中,这钟声却显得遥远而刺耳。人们的思绪被拉回到七年前,那个燥热而绝望的夏天。

2018年8月,在经历了上半年最后的疯狂后,加密市场坠入深渊。彭博社当时的加密展望报告用“抛售模式”(dump mode)来形容EOS,这个刚刚完成创纪录42亿美元ICO、被誉为“天王级项目”的公链,其价格从高点暴跌超过90%,市场弥漫着背叛与恐慌。正是在那时,一则传闻中来自知名投资人李笑来的朋友圈截图,成为了无数EOS投资者的精神图腾:“七年之后再看EOS”。

EOS

这是一个饱含长期主义信念的宣言,一个在废墟之上许下的承诺。

如今,七年之期已到。一个源自EOS生态、手握其ICO巨额资金的公司,确实以一种无比辉煌的方式,站上了世界资本之巅。但问题是,这真的是李笑来和无数社区成员当年所期待的那个“未来”吗?这钟声,究竟是为谁而鸣?

两条岔路:公链的抗争与帝国的诞生

要回答这个问题,我们必须回溯七年间两条截然不同却又彼此纠缠的发展轨迹:一条属于EOS公链本身,另一条则属于其最初的缔造者——Block.one(B1)。

EOS的开局堪称梦幻。凭借其创始人Daniel Larimer(BM)的技术光环和“百万TPS”的性能愿景,它一度被视为“以太坊杀手”的最有力竞争者。2018年至2019年,EOS的DApp生态确实经历了短暂的繁荣,以BetDice为代表的博彩类应用和EOS Knights等游戏,凭借着低廉的交易成本吸引了大量用户和投机者。然而,这种繁荣是脆弱的。复杂的CPU、NET、RAM资源模型劝退了大量开发者,而投机驱动的生态也未能沉淀出真正的价值。

更致命的是,社区逐渐感受到来自Block.one的“背叛”。B1手握从社区募集的42亿美元巨款,却并未如承诺般投入10亿美元扶持生态系统。其核心开发团队对EOSIO底层代码的迭代日渐缓慢,反而将大量资源投入到与公链无关的“面子工程”上,例如那个最终以惨淡收场的社交平台Voice。

社区的失望演变成了愤怒。2021年8月,一个完全由社区成员和节点自发组建的组织——EOS网络基金会(ENF)正式成立,旨在接管EOS的未来。其首席执行官Yves La Rose在一次公开演讲中的言论,至今读来依旧振聋发聩:“EOS正如我们所知的那样,是一个失败。它辜负了我们的期望,未能兑现其承诺。它是一场悲剧,我们无法再依赖Block.one的疏忽和欺诈。”

这场决裂在2021年底达到了高潮。ENF领导下的社区做出了一个在公链历史上极为罕见的决定:通过共识修改,停止向Block.one支付其尚未解锁的、价值数亿美元的EOS代币。随后,社区主导了对EOSIO代码库的硬分叉,将其更名为“Antelope”(羚羊协议),联合Telos、WAX等姊妹链,彻底宣告了“EOS独立日”的到来。这是一场悲壮但彻底的切割,一场去中心化社区对创始公司的“流放”。

与此同时,Block.one正走在另一条通往商业帝国的大道上。他们并未理会社区的控诉,而是利用从EOS ICO中获得的、包括那传奇的164,000枚比特币在内的庞大资产,悄然孵化着一个野心勃勃的项目——Bullish。

EOS

B1的首席执行官Brendan Blumer将Bullish的诞生描述为“将彻底改变高性能交易领域的格局”。其核心武器是一种被称为“混合订单簿”的技术,它巧妙地将传统金融的高频交易引擎(中央限价订单簿,CLOB)与DeFi世界创新的自动化做市商(AMM)相结合。这种设计为平台带来了机构级的深度、极低的交易滑点和高度的可靠性,完美地迎合了华尔街的需求。

七年间,EOS公链在抗争中求生,在独立后艰难地重建家园。而Block.one则利用公链的“奶水”,精心饲养出了一头华尔街的金牛。当Bullish在纽交所敲钟时,这两条路的终点,一个在去中心化的旷野,一个在中心化资本的殿堂,形成了最刺眼的对比。


清算时刻:无法兑现的价值与被重新定义的成功

Bullish的IPO,成为了一个残酷的“清算时刻”。它以最直观的方式,暴露了EOS生态中最核心的矛盾:价值的归属。

一个最简单的事实是:Bullish近50亿美元的市值,与其原生母体EOS公链之间,不存在任何直接的价值捕获机制。持有EOS代币,并不能让你分享到Bullish交易手续费的分红,也无法让你从其股价上涨中获益。这笔源自社区的巨额财富,在资本市场完成了一次华丽的变身和增值,最终却与社区本身“完美”地隔离开来。

EOS

这背后,是两种对“成功”截然不同的定义。

对于EOS社区和绝大多数Web3的信徒而言,成功意味着一个繁荣、去中心化、由代币经济驱动的公共基础设施。它应该像以太坊一样,其自身的价值(ETH)随着生态的繁荣而水涨船高。

但对于Block.one而言,成功的定义显然更为传统。他们最终选择了一条更为主流、更易被监管和资本市场理解的道路——打造一家合规的、中心化的金融科技巨头。从商业角度看,B1的选择无疑是“正确”且高效的。但这种“正确”是以牺牲最初的Web3愿景为代价的。

然而,故事并未就此结束。被“抛弃”的EOS社区,在ENF的带领下,正爆发出惊人的生命力。这条抗争之路,或许正在孕育一种更符合加密精神的成功。

在“独立”之后,“新EOS”的技术迭代速度显著加快。由Antelope联盟驱动的Leap 5.0等核心软件升级不断推出。更具战略意义的是,他们倾力打造了EOS EVM。这个兼容以太坊的虚拟机并非简单的复制品,它展现了惊人的性能。就在今年年初的一场“铭文热潮”压力测试中,EOS EVM在单日处理了高达1765万笔交易,而网络Gas费几乎为零。这一数据,让它在拥挤的EVM赛道中拥有了无可比拟的竞争优势。

如今的ENF,正积极探索将EOS定位为比特币第二层(BTC L2)解决方案。他们不再执着于成为“另一个以太坊”,而是试图在Web3世界中找到一个更精准、更具价值的生态位。这是一种务实、坚韧且面向未来的反击。


钟声为谁而鸣?

现在,让我们回到最初的问题:七年之后,李笑来的预言实现了吗?

答案取决于你站在哪里聆听钟声。

如果你站在纽交所的交易大厅,答案是肯定的,甚至远超预期。那个在2018年濒临崩溃的生态,其资本、人才和技术积累,最终孕育出一个被全球最高资本殿堂认可的金融巨兽。从这个宏大的“EOS生态圈”概念来看,这无疑是一场巨大的胜利。

但如果你站在一个EOS社区成员、一个去中心化信仰者的角度,答案则是否定的。他们等来的不是一个去中心化世界计算机的崛起,而是一场资本的盛宴,自己却未被邀请。他们用真金白银支持的理想,最终的果实被他人摘走,结在了另一棵树上。

这或许就是EOS这七年故事最深刻的启示。Bullish的上市,是加密世界与华尔街融合的一个里程碑,却也可能成为“VC币”模式反噬社区的经典案例。它警示着未来所有的公链项目:一个项目最初的愿景与承诺,和其商业实体最终的利益诉求,可能会走向截然不同的方向。

然而,这曲悲歌中也奏响了希望的强音。EOS的真正遗产,或许并非Bullish那响彻华尔街的钟声,而是ENF带领社区“流放”B1后,在去中心化世界里敲响的独立钟声。它证明了一个去中心化的社区,有能力通过共识解雇自己的“上帝”,有能力在被釜底抽薪后依靠自己重建家园。

纽交所的钟声为Bullish和Block.one的财富而鸣,这声音洪亮、清晰,传遍了全球的金融频道。而在代码的世界里,为EOS社区的独立与自救而鸣的钟声,虽然安静,却可能在Web3的历史长河中,激起更为深远的回响。

七年一梦,有人功成名就,有人含恨自强。EOS的故事,未完待续。

Bacaan Terkait

Diskon 99% untuk MiMo Bukan Hanya Pemasaran! Luo Fuli Membantah Para Pengecam di X

**Ringkasan:** Xiaomi MiMo memotong harga API MiMo-V2.5 hingga **99%**, memicu spekulasi tentang perang harga atau strategi merugi. Luo Fuli, kepala MiMo, merespons dengan mempublikasikan blog teknis 5000 kata yang merinci **enam pilar teknikal** di balik potongan harga besar ini. Intinya, diskon 99% terutama untuk **Input (Cache Hit)** – bagian dimana pengguna membaca ulang konteks historis dalam percakapan panjang. Ini menjadi mungkin karena serangkaian optimasi teknikal yang mengubah biaya komputasi untuk bagian tersebut mendekati nol. **Enam Pilar Teknikal:** 1. **Arsitektur Hybrid SWA:** Menggunakan Sliding Window Attention di sebagian besar lapisan model, mengurangi volume **KVCache** (memori jangka pendek model) hingga **1/7**. 2. **Manajemen KVCache Dua Kolam:** Mengalokasikan memori secara terpisah untuk lapisan SWA dan Full Attention, benar-benar mewujudkan penghematan teoretis 1/7 dan meningkatkan jumlah pengguna yang dapat dilayani secara bersamaan. 3. **Prefix Cache yang Dioptimalkan:** Meningkatkan aturan pencocokan cache untuk arsitektur SWA, menghasilkan **tingkat keberhasilan cache 93-95%** untuk pembacaan ulang. Artinya, sebagian besar permintaan "baca ulang" tidak memerlukan komputasi GPU baru. 4. **Sistem Cache Terdistribusi GCache:** Menyimpan data cache di **SSD bawaan mesin GPU**, menghilangkan biaya penyimpanan cluster khusus dan memperpanjang masa hidup cache. 5. **Sistem Penjadwalan LLM-Router:** Mengarahkan permintaan secara cerdas berdasarkan kesamaan prefix dan panjang konteks, memprioritaskan permintaan yang menggunakan cache, meningkatkan efisiensi dan mengurangi latensi. 6. **Multi-Token Prediction (MTP):** Mengoptimalkan proses generasi output model, mempercepat pembuatan respons dan melengkapi pengurangan biaya di sisi input. **Kesimpulan:** Penurunan harga 99% bukanlah gimmick pemasaran atau strategi merugi, tetapi hasil dari **efisiensi sistemik rekayasa AI** yang telah divalidasi di lingkungan produksi. Rantai optimasi ini secara kumulatif mengurangi biaya komputasi per permintaan hingga lebih dari 95%, memungkinkan penurunan harga ekstrem sambil mempertahankan profitabilitas. Luo Fuli menekankan bahwa ini adalah masalah teknikal yang terwujud, bukan sekadar perang harga.

marsbit1j yang lalu

Diskon 99% untuk MiMo Bukan Hanya Pemasaran! Luo Fuli Membantah Para Pengecam di X

marsbit1j yang lalu

Rp 426 Triliun, "Tim Murni Tionghoa" Menopang Perusahaan Pemrograman AI dengan Valuasi Tertinggi di Dunia

Pada Mei 2025, Cognition AI, startup pengembangan AI yang didirikan oleh tiga pendiri berkebangsaan China pemenang Olimpiade Informatika, mengumumkan pendanaan baru senilai lebih dari $10 miliar, yang menaikkan valuasinya menjadi $26 miliar. Lonjakan valuasi ini, hanya dalam 8 bulan sejak valuasi $10,2 miliar sebelumnya, didorong oleh kepercayaan investor bahwa agen AI seperti "Devin" perusahaan mereka akan menjadi infrastruktur rekayasa perangkat lunak generasi berikutnya. Awalnya, Cognition menciptakan sensasi dengan meluncurkan Devin, yang dipasarkan sebagai "insinyur perangkat lunak AI" pertama yang dapat menangani tugas pengkodean secara mandiri. Namun, produk awal ini menuai kritik karena kinerja yang tidak konsisten dan harga yang tinggi. Untuk mengatasi kekurangan ini, Cognition melakukan pivoting strategis dengan mengakuisisi Windsurf, sebuah platform IDE berbasis AI, pada tahun 2025. Akuisisi ini memberi Cognition dua jalur produk: Devin untuk menangani tugas-tugas rekayasa asinkron yang dapat didelegasikan, dan Windsurf IDE sebagai alat bantu kolaboratif bagi pengembang dalam editor kode. Kombinasi ini terbukti sukses. Cognition melaporkan pertumbuhan penggunaan perusahaan lebih dari 10 kali lipat tahun ini, dengan run-rate pendapatan mencapai $492 juta dan pertumbuhan penggunaan bulanan Devin sebesar 50% selama enam bulan terakhir. Kliennya termasuk nama-nama besar seperti Goldman Sachs, NASA, dan Angkatan Darat AS. Intinya, valuasi $26 miliar ini mencerminkan keyakinan pasar bahwa Cognition, dengan strategi "dua kaki"nya, berada di posisi yang tepat untuk menangkap peluang adopsi AI berskala besar di sektor rekayasa perangkat lunak perusahaan, yang bergerak menuju sistem hybrid di mana manusia dan AI berkolaborasi.

marsbit1j yang lalu

Rp 426 Triliun, "Tim Murni Tionghoa" Menopang Perusahaan Pemrograman AI dengan Valuasi Tertinggi di Dunia

marsbit1j yang lalu

Anak Muda Kelahiran 2000an yang Paling Booming di Wall Street

“Hanya karena aku lebih awal, bukan berarti aku salah.” Kalimat ini dari film “The Big Short” menggambarkan dengan tepat Leopold Aschenbrenner, seorang manajer dana lindung nilai termuda di Wall Street. Pada 2024, di usianya yang baru 23 tahun, Leopold dipecat oleh OpenAI karena tuduhan kebocoran informasi. Alih-alih patah semangat, ia justru mendirikan dana lindung nilai bernama Situational Awareness LP. Berbeda dengan tren pasar yang berfokus pada chip AI, ia justru memilih untuk berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur pendukung AI yang ‘membosankan’ seperti pasokan listrik, pusat data, dan jaringan energi. Hasilnya spektakuler. Hingga kuartal pertama 2026, nilai portofolio dananya telah melonjak menjadi $13,7 miliar dari hanya $255 juta di akhir 2024. Ia berhasil karena melihat masa depan AI dibatasi oleh hambatan fisik, sehingga ia memilih untuk berinvestasi pada hambatan itu sendiri. Portofolionya unik: ia menggunakan opsi jual (put option) senilai miliaran dolar untuk meng-hedge saham-saham teknologi dan semikonduktor panas seperti NVIDIA dan AMD. Sementara itu, fokus investasi utamanya adalah pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar bersih seperti Bloom Energy, serta perusahaan pusat data dan penambangan kripto yang memiliki akses ke lahan dan listrik berlimpah. Satu pengecualian adalah saham SanDisk, yang justru dibeli dan diberi opsi beli (call option). Saham SanDisk kemudian meroket sekitar 160% pada kuartal kedua 2026. Kejelian Leopold terbukti benar. Era AI kini memicu ‘demam’ infrastruktur besar-besaran. Raksasa teknologi seperti Amazon, Alphabet, dan Meta meningkatkan belanja modal mereka secara drastis untuk membangun pusat data baru. Kebutuhan global akan listrik untuk pusat data AI diprediksi akan melampaui konsumsi listrik seluruh Jepang pada 2030. Demikian pula dengan permintaan akan komponen pendukung seperti modul optik dan serat optik yang melonjak. Kisah Leopold mengajarkan bahwa di balik masa depan AI yang canggih dan ‘ringan’, terdapat pondasi yang ‘berat’ dan ‘bisu’: listrik, tanah, chip, jaringan, dan sistem pendingin. Masa depan yang hebat selalu tumbuh dari aset-aset yang tampak diam ini.

marsbit4j yang lalu

Anak Muda Kelahiran 2000an yang Paling Booming di Wall Street

marsbit4j yang lalu

Menganalisis Operasi Jenius Cathy Wood di Circle

**Rangkuman Operasi Jenius Cathy Wood pada Saham Circle** Cathy Wood, manajer investasi ARK Invest, menunjukkan operasi yang luar biasa pada saham Circle, perusahaan penerbit stablecoin USDC. Ia memanfaatkan fenomena "pop IPO" dengan cerdas. **1. Mendapatkan Harga IPO yang Murah:** ARK membeli 4,49 juta saham Circle pada harga IPO $31 per saham, sebelum saham melonjak 168% di hari pertama perdagangan. **2. Menjual di Puncak Harga Tertinggi:** Ketika saham Circle meroket menjadi sekitar $299 pada Juni 2025 didorong oleh RUU *GENIUS Act*, Wood mulai menjual sekitar 1,7 juta saham secara bertahap dengan harga rata-rata sekitar $210. Penjualan ini sebagian dipicu oleh aturan rebalancing ARK (batas 10% per saham dalam satu dana) dan antisipasi terhadap membanjirnya saham yang dilepas setelah masa *lock-up* berakhir. **3. Membeli Kembali Saat Harga Turun Drastis:** Setelah mencapai puncaknya, harga saham Circle terus turun, bahkan menyentuh $49,90. Wood mulai membeli kembali saham secara bertahap saat harga berada di kisaran $80-$130. Pada akhir kuartal pertama 2026, kepemilikannya di Circle telah kembali ke level sekitar 4,5 juta saham, mirip dengan saat setelah IPO. **Pelajaran Utama:** Kesuksesan Wood didasari oleh: - **Keyakinan jangka panjang** pada bisnis model Circle sebagai infrastruktur penting untuk digital dollar. - **Eksekusi bertahap**, tidak mencoba memprediksi puncak atau dasar harga secara sempurna, melainkan menjual dan membeli dalam beberapa tahap. - **Disiplin alokasi aset** dengan aturan rebalancing yang otomatis, yang memaksa profit-taking saat suatu posisi menjadi terlalu besar dan menyediakan uang tunai untuk dibeli kembali saat harga turun. Bagi investor rata-rata, periode "pop IPO" justru sering kali berisiko tinggi. Kisah ini menggarisbawahi pentingnya memiliki tesis investasi yang kuat, biaya masuk yang baik, dan disiplin dalam mengelola portofolio.

marsbit5j yang lalu

Menganalisis Operasi Jenius Cathy Wood di Circle

marsbit5j yang lalu

CEO Sharplink: Masa Depan Ethereum Sedang Terjadi

Penulis Joseph Chalom, mantan eksekutif BlackRock dan CEO Sharplink, memberikan perspektif tentang masa depan Ethereum, menekankan bahwa perdebatan seputar Ethereum Foundation (EF) dan harga ETH tidak menangkap gambaran besar. Menurutnya, Ethereum telah memenangkan kepercayaan institusional melalui tiga atribut kunci: kepercayaan, keamanan, dan likuiditas. Ethereum mendominasi penyelesaian nilai stablecoin global, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), dan transaksi DeFi bernilai tinggi. Keunggulan ini adalah hasil dari pengembangan protokol yang ketat oleh EF selama satu dekade, dengan rilis peningkatan besar seperti The Merge, EIP-1559, Dencun, dan roadmap teknologi ambisius menuju skalabilitas dan ketahanan kuantum. Desentralisasi Ethereum justru menjadi kekuatan, bukan kelemahan, bagi institusi yang membutuhkan netralitas dan infrastruktur yang tidak dikendalikan oleh entitas tunggal. Chalom membandingkan Ethereum dengan Amazon di masa awal: potensi pasarnya bukan hanya perdagangan kripto, tetapi seluruh sistem keuangan global. Nilai ETH terkait erat dengan ekspansi jaringan ini. Dia menganjurkan pendekatan "beli saat takut" seperti yang dilakukan Warren Buffett dan BlackRock, melihat periode ketakutan pasar sebagai peluang. Sementara EF berfokus pada atribut inti (CROPS), ada kebutuhan akan lebih banyak suara dari pemangku kepentingan ekosistem, seperti Sharplink dan lainnya, untuk memimpin narasi dan adopsi institusional. Masa depan Ethereum, menurutnya, sedang terjadi sekarang.

marsbit5j yang lalu

CEO Sharplink: Masa Depan Ethereum Sedang Terjadi

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片