美债新势力:Tether跻身全球第18大持有者,拆解稳定币千亿吸金术

比推Dipublikasikan tanggal 2025-08-11Terakhir diperbarui pada 2025-08-11

原创 | Odaily 星球日报(@OdailyChina

作者 | 叮当(@XiaMiPP

原标题:Tether 跻身全球第18大美债持有者,稳定币“吸金术”全解析


近期,Tether 披露的最新数据显示,其持有的美国国库券规模已突破 1200 亿美元,这一数字不仅超越阿联酋、德国等主权国家的持仓量,还将一家稳定币发行商推上了全球第 18 大美债持有者的宝座。

对于熟悉加密市场的人而言,这个数字令人惊叹;而在传统金融眼中,这更像是一场结构性的“金融地壳运动”。有观点认为,Circle 和 Tether 等稳定币发行商正在吞噬比大多数国家都多的美国国债,这可能会重塑美国经济。

在支持者眼中,这是一种美元霸权的新延伸:通过链上流动性和全球支付网络,稳定币为美元在国际贸易和数字资产领域稳固主导地位提供了前所未有的抓手。但批评人士警告称,即使稳定币在整个市场中只占很小一部分,也可能导致银行业金融不稳定,因为稳定币可能会从银行存款中吸走资金,而由于存款是贷款的必要流动性,因此稳定币很可能会威胁信贷体系。

稳定币市场的繁荣与寡头格局

稳定币市场正处于流动性繁荣期。根据 stablecoins.asxn.xyz 数据,全球稳定币总市值已飙升至 2697.3 亿美元,创历史新高。其中,Tether 的 USDT 以 1644.9 亿美元的市值稳居榜首,Circle 的 USDC 以 649.7 亿美元紧随其后,二者合计占据市场份额超 85%,形成明显的寡头垄断格局。

更有意思的是,在高度集中的格局下,市场的创新活力并未被抑制。2024 年以来,稳定币总数量已增至 282 种,从链上支付到跨境结算,各类新场景不断催生新品类。

市值曲线方面,USDT 稳中有升,USDC 自 2025 年 5 月起出现增速放缓,而去中心化稳定币 USDe 则在 7 月录得超过 75%的单月涨幅,成为搅动格局的“黑马”。

USDT 与 USDC:两条路线,两种逻辑

虽然 USDT 与 USDC 都承诺 1:1 锚定美元,但在发展路径和品牌定位上,它们选择了截然不同的方向。

Tether(USDT):市场化的争议先锋

USDT 由注册于香港、总部位于瑞士的 Tether Limited 发行,以市场化路线称霸稳定币领域。凭借广泛的交易对和巨大的流通量,USDT 成为加密市场中最常用的稳定币,甚至在灰色地带中游刃有余。然而,其储备透明度问题长期饱受诟病。2021 年 10 月,Tether 就曾因储备金问题被美国监管机构罚款 4100 万美元。尽管定期发布储备报告,审计频率和细节的不足仍让市场对其信任度存疑。

Circle(USDC):合规化的稳健选择

相比之下,USDC 走的是合规化路线。由 Circle 和 Coinbase 联合创立的 Centre 联盟发行,Circle 作为一家受美国金融监管机构(FinCEN)监管的金融科技公司,每月发布由第三方会计事务所(如 Grant Thornton)审计的储备报告,证明其美元储备充足。USDC 的市场规模虽不及 USDT,但在去中心化金融(DeFi)和机构交易中,因其高透明度和合规性而备受青睐。

这不仅是两种产品的差异,更是两种对未来的战略下注:一种押注市场效率与流动性,另一种押注制度信任与合规护城河。

稳定币的“吸金”逻辑:无成本存款与巨额利润

稳定币发行商的商业模式在加密行业中是最清晰、最直接的,其核心是无成本揽储与稳定利差。当用户用 100 美元兑换 100 枚稳定币时,这 100 美元成为发行商的储备金。由于稳定币不向用户支付利息,发行商相当于获得了一笔无成本的存款。其后再将这些资金投入美国国债、回购协议等高流动性、低风险资产,赚取稳健的利息回报。

在千亿规模的资金池下,这个模式变成了一台持续运转的利润机器:收益稳定、风险可控,几乎是加密行业里最可预期的商业模式。

例如,Tether 的资产组合中,美国国债等现金等价物占比超过 80%,比特币占 5%,其余分布于公司债券、贵金属与担保贷款等。到 2025 年二季度,Tether 的美债持仓达到 1270 亿美元(直接持仓 1055 亿美元,间接持仓 213 亿美元),超越韩国的 1242 亿美元,位列全球第 18。

这种持仓结构的意义,不仅在于稳定币市场的盈利性,更在于其在美元流动性循环中的地位。稳定币为全球用户提供了美元的即时获取途径,同时将这些资金回流到美国国债市场,形成了一条“美元-链上-美债”的循环通道。这条通道增强了美债的全球需求,但也可能在极端情况下放大流动性波动,因为稳定币的赎回需求比传统银行存款更具即时性和集中性。

Circle 则在资产配置上更趋稳健:44%为美国国债,44%为国债回购协议,15%为银行存款。截至 2025 年 6 月 30 日,其国债与回购协议合计约 540 亿美元。(-3%为交易或结算中的暂时性差异,通常短期内会平衡,不会对整体储备稳定性构成重大威胁)这种配置更贴近传统金融机构的风险管理逻辑,也意味着其在短期兑付与利差收入之间会取得相对稳健的平衡。

财务表现:利润的另一面

根据 2025 年第二季度财务数据,Tether 总资产达 1625.7 亿美元,总负债(代币发行)为 1571.1 亿美元,资产净额约 54.7 亿美元,股东资本保持稳定。仅第二季度,Tether 就实现净利润 49 亿美元,上半年累计盈利 57 亿美元,其中 31 亿美元来自经常性利润,26 亿美元来自黄金和比特币持仓的估值增值。这意味着其盈利结构中有相当比例依赖资产价格波动,虽然当前市场环境有利,但在周期逆转时,估值收益可能迅速收缩。

Circle 则展现出更“银行化”的财务特征——截至 6 月,总资产 613.9 亿美元,总负债 613.3 亿美元,资产略高于负债。根据 tokenterminal.com 数据,过去一年协议收入达到 19 亿美元。主要来自国债和回购协议的利息收入,几乎没有依赖高波动性资产。这种模式在利率高企的当下极具吸引力,但若美国进入降息周期,收入压力可能会上升。

2025 年 7 月 18 日,美国总统特朗普签署了 GENIUS 法案,为稳定币行业划定了新边界,这也是稳定币从边缘创新走向主流金融的转折点。这一立法不仅是对行业扩张的回应,也反映出美国试图将稳定币纳入“数字美元”战略版图的意图。

对 Circle 这样的合规发行方而言,法案意味着市场空间的扩大;而对 Tether 而言,全球化市场优势可能会因储备透明度与合规标准的压力而面临挑战。无论最终走向如何,稳定币正在成为美元霸权在数字时代的延伸工具,也为全球金融体系埋下了新的变量。


Twitter:https://twitter.com/BitpushNewsCN

比推 TG 交流群:https://t.me/BitPushCommunity

比推 TG 订阅: https://t.me/bitpush

说明: 比推所有文章只代表作者观点,不构成投资建议

Bacaan Terkait

Peringatan Gelembung AI: Investasi AI Merupakan Pengembalian Negatif bagi Kebanyakan Raksasa Teknologi

Peringatan Gelembung AI: Investasi AI Membawa Pengembalian Negatif bagi Sebagian Besar Raksasa Teknologi Demam AI kini memasuki tahap pemeriksaan keuangan. Raksasa cloud seperti Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta, dan Oracle berencana menginvestasikan ratusan miliar dolar ke pusat data AI dalam lima tahun ke depan. Namun, analisis terhadap proyeksi pendapatan dan pengeluaran modal (capex) hingga 2030 mengungkap masalah: tingkat pengembalian investasi implisit diperkirakan sangat negatif bagi semua perusahaan kecuali Amazon, bahkan dalam skenario optimis ekstrem. Ini menunjukkan bahwa jika tren saat ini berlanjut, boom AI bisa menjadi salah satu peristiwa perusakan nilai pemegang saham terbesar. Ada dua jalan keluar: pendapatan yang jauh melebihi ekspektasi saat ini, atau pengurangan rencana investasi. Jalan pertama tampaknya mustahil, karena membutuhkan tambahan pendapatan triliunan dolar. Jalan kedua—pemotongan investasi—akan berdampak luas, meruntuhkan harga saham perusahaan-perusahaan teknologi global dan dapat mendorong ekonomi AS ke resesi, mengingat 93% pertumbuhan PDB AS belakangan ini didorong oleh investasi teknologi. IPO perusahaan AI seperti OpenAI dan Anthropic tahun ini bisa menjadi mekanisme transfer risiko, memindahkan ketidakpastian dari pemilik awal kepada investor ritail dan dana pensiun. Sementara euphoria pemasaran mungkin bertahan hingga setelah IPO tahun 2026, tekanan matematika yang tak terelakkan mungkin memaksa raksasa cloud mengumumkan pemotongan investasi pada 2027 atau 2028, mirip dengan jeda tiga tahun antara peringatan "irrational exuberance" Alan Greenspan pada 1996 dan pecahnya gelembung dotcom pada 2000.

marsbit42m yang lalu

Peringatan Gelembung AI: Investasi AI Merupakan Pengembalian Negatif bagi Kebanyakan Raksasa Teknologi

marsbit42m yang lalu

Dari Token ke Tenaga Kerja Mesin: AI Sedang Berubah dari Alat Menjadi 'Pekerja'

Dari Token ke Tenaga Kerja Mesin: AI Berubah dari Alat Menjadi "Pekerja" AI mulai menulis kode, menangani tiket dukungan pelanggan, dan meninjau dokumen hukum. Artikel ini mengusulkan kerangka baru: komersialisasi AI sedang bergerak menuju "pasar tenaga kerja mesin". Dalam pasar ini, token hanyalah unit pengukuran, GPU adalah bahan baku, dan model adalah alat produksi. Objek yang benar-benar ditetapkan harganya dan diperdagangkan adalah kerja ekonomi yang diselesaikan langsung oleh perangkat lunak. Mekanisme penetapan harga AI akan berkembang dari token mentah, kemampuan model yang terstandarisasi, tenaga kerja yang terspesialisasi industri, hingga pasar hasil yang dapat diprogram. Di masa depan, perusahaan mungkin tidak lagi peduli model atau GPU mana yang menyelesaikan suatu tugas, tetapi lebih pada apakah tugas itu diselesaikan dalam batas latensi, akurasi, keandalan, dan biaya yang ditentukan. Implikasinya, dampak AI pada pasar tenaga kerja manusia tidak hanya sekadar penggantian. Saat mesin mengambil alih lebih banyak pekerjaan yang dapat distandardisasi dan diverifikasi, peran manusia mungkin bergeser ke pengawasan, penanggung jawab, manajemen konteks, dan keputusan akhir. Dalam beberapa kasus, penilaian manusia untuk 1% akhir justru menjadi lebih berharga karena dapat membuka kunci 99% otomatisasi skala besar. Pasar AI adalah pasar ekspansif. Ketika biaya kerja turun, permintaan tidak tetap. Jika interaksi dukungan pelanggan menjadi lebih murah, perusahaan dapat menawarkan layanan 24/7, menciptakan pasar interaksi pelanggan yang lebih besar. Persaingan tahap berikutnya di pasar AI mungkin bukan lagi sekadar pertarungan kemampuan model atau perang harga daya komputasi, tetapi tentang siapa yang dapat pertama kali menstandarisasi, memverifikasi, dan menetapkan harga "pekerjaan", akhirnya menjadikan tenaga kerja mesin sebagai faktor produksi baru yang dapat dibeli, diselesaikan, dan diperdagangkan.

marsbit51m yang lalu

Dari Token ke Tenaga Kerja Mesin: AI Sedang Berubah dari Alat Menjadi 'Pekerja'

marsbit51m yang lalu

Diskon 99% untuk MiMo Bukan Hanya Pemasaran! Luo Fuli Membantah Para Pengecam di X

**Ringkasan:** Xiaomi MiMo memotong harga API MiMo-V2.5 hingga **99%**, memicu spekulasi tentang perang harga atau strategi merugi. Luo Fuli, kepala MiMo, merespons dengan mempublikasikan blog teknis 5000 kata yang merinci **enam pilar teknikal** di balik potongan harga besar ini. Intinya, diskon 99% terutama untuk **Input (Cache Hit)** – bagian dimana pengguna membaca ulang konteks historis dalam percakapan panjang. Ini menjadi mungkin karena serangkaian optimasi teknikal yang mengubah biaya komputasi untuk bagian tersebut mendekati nol. **Enam Pilar Teknikal:** 1. **Arsitektur Hybrid SWA:** Menggunakan Sliding Window Attention di sebagian besar lapisan model, mengurangi volume **KVCache** (memori jangka pendek model) hingga **1/7**. 2. **Manajemen KVCache Dua Kolam:** Mengalokasikan memori secara terpisah untuk lapisan SWA dan Full Attention, benar-benar mewujudkan penghematan teoretis 1/7 dan meningkatkan jumlah pengguna yang dapat dilayani secara bersamaan. 3. **Prefix Cache yang Dioptimalkan:** Meningkatkan aturan pencocokan cache untuk arsitektur SWA, menghasilkan **tingkat keberhasilan cache 93-95%** untuk pembacaan ulang. Artinya, sebagian besar permintaan "baca ulang" tidak memerlukan komputasi GPU baru. 4. **Sistem Cache Terdistribusi GCache:** Menyimpan data cache di **SSD bawaan mesin GPU**, menghilangkan biaya penyimpanan cluster khusus dan memperpanjang masa hidup cache. 5. **Sistem Penjadwalan LLM-Router:** Mengarahkan permintaan secara cerdas berdasarkan kesamaan prefix dan panjang konteks, memprioritaskan permintaan yang menggunakan cache, meningkatkan efisiensi dan mengurangi latensi. 6. **Multi-Token Prediction (MTP):** Mengoptimalkan proses generasi output model, mempercepat pembuatan respons dan melengkapi pengurangan biaya di sisi input. **Kesimpulan:** Penurunan harga 99% bukanlah gimmick pemasaran atau strategi merugi, tetapi hasil dari **efisiensi sistemik rekayasa AI** yang telah divalidasi di lingkungan produksi. Rantai optimasi ini secara kumulatif mengurangi biaya komputasi per permintaan hingga lebih dari 95%, memungkinkan penurunan harga ekstrem sambil mempertahankan profitabilitas. Luo Fuli menekankan bahwa ini adalah masalah teknikal yang terwujud, bukan sekadar perang harga.

marsbit2j yang lalu

Diskon 99% untuk MiMo Bukan Hanya Pemasaran! Luo Fuli Membantah Para Pengecam di X

marsbit2j yang lalu

Rp 426 Triliun, "Tim Murni Tionghoa" Menopang Perusahaan Pemrograman AI dengan Valuasi Tertinggi di Dunia

Pada Mei 2025, Cognition AI, startup pengembangan AI yang didirikan oleh tiga pendiri berkebangsaan China pemenang Olimpiade Informatika, mengumumkan pendanaan baru senilai lebih dari $10 miliar, yang menaikkan valuasinya menjadi $26 miliar. Lonjakan valuasi ini, hanya dalam 8 bulan sejak valuasi $10,2 miliar sebelumnya, didorong oleh kepercayaan investor bahwa agen AI seperti "Devin" perusahaan mereka akan menjadi infrastruktur rekayasa perangkat lunak generasi berikutnya. Awalnya, Cognition menciptakan sensasi dengan meluncurkan Devin, yang dipasarkan sebagai "insinyur perangkat lunak AI" pertama yang dapat menangani tugas pengkodean secara mandiri. Namun, produk awal ini menuai kritik karena kinerja yang tidak konsisten dan harga yang tinggi. Untuk mengatasi kekurangan ini, Cognition melakukan pivoting strategis dengan mengakuisisi Windsurf, sebuah platform IDE berbasis AI, pada tahun 2025. Akuisisi ini memberi Cognition dua jalur produk: Devin untuk menangani tugas-tugas rekayasa asinkron yang dapat didelegasikan, dan Windsurf IDE sebagai alat bantu kolaboratif bagi pengembang dalam editor kode. Kombinasi ini terbukti sukses. Cognition melaporkan pertumbuhan penggunaan perusahaan lebih dari 10 kali lipat tahun ini, dengan run-rate pendapatan mencapai $492 juta dan pertumbuhan penggunaan bulanan Devin sebesar 50% selama enam bulan terakhir. Kliennya termasuk nama-nama besar seperti Goldman Sachs, NASA, dan Angkatan Darat AS. Intinya, valuasi $26 miliar ini mencerminkan keyakinan pasar bahwa Cognition, dengan strategi "dua kaki"nya, berada di posisi yang tepat untuk menangkap peluang adopsi AI berskala besar di sektor rekayasa perangkat lunak perusahaan, yang bergerak menuju sistem hybrid di mana manusia dan AI berkolaborasi.

marsbit3j yang lalu

Rp 426 Triliun, "Tim Murni Tionghoa" Menopang Perusahaan Pemrograman AI dengan Valuasi Tertinggi di Dunia

marsbit3j yang lalu

Anak Muda Kelahiran 2000an yang Paling Booming di Wall Street

“Hanya karena aku lebih awal, bukan berarti aku salah.” Kalimat ini dari film “The Big Short” menggambarkan dengan tepat Leopold Aschenbrenner, seorang manajer dana lindung nilai termuda di Wall Street. Pada 2024, di usianya yang baru 23 tahun, Leopold dipecat oleh OpenAI karena tuduhan kebocoran informasi. Alih-alih patah semangat, ia justru mendirikan dana lindung nilai bernama Situational Awareness LP. Berbeda dengan tren pasar yang berfokus pada chip AI, ia justru memilih untuk berinvestasi besar-besaran pada infrastruktur pendukung AI yang ‘membosankan’ seperti pasokan listrik, pusat data, dan jaringan energi. Hasilnya spektakuler. Hingga kuartal pertama 2026, nilai portofolio dananya telah melonjak menjadi $13,7 miliar dari hanya $255 juta di akhir 2024. Ia berhasil karena melihat masa depan AI dibatasi oleh hambatan fisik, sehingga ia memilih untuk berinvestasi pada hambatan itu sendiri. Portofolionya unik: ia menggunakan opsi jual (put option) senilai miliaran dolar untuk meng-hedge saham-saham teknologi dan semikonduktor panas seperti NVIDIA dan AMD. Sementara itu, fokus investasi utamanya adalah pada perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang bahan bakar bersih seperti Bloom Energy, serta perusahaan pusat data dan penambangan kripto yang memiliki akses ke lahan dan listrik berlimpah. Satu pengecualian adalah saham SanDisk, yang justru dibeli dan diberi opsi beli (call option). Saham SanDisk kemudian meroket sekitar 160% pada kuartal kedua 2026. Kejelian Leopold terbukti benar. Era AI kini memicu ‘demam’ infrastruktur besar-besaran. Raksasa teknologi seperti Amazon, Alphabet, dan Meta meningkatkan belanja modal mereka secara drastis untuk membangun pusat data baru. Kebutuhan global akan listrik untuk pusat data AI diprediksi akan melampaui konsumsi listrik seluruh Jepang pada 2030. Demikian pula dengan permintaan akan komponen pendukung seperti modul optik dan serat optik yang melonjak. Kisah Leopold mengajarkan bahwa di balik masa depan AI yang canggih dan ‘ringan’, terdapat pondasi yang ‘berat’ dan ‘bisu’: listrik, tanah, chip, jaringan, dan sistem pendingin. Masa depan yang hebat selalu tumbuh dari aset-aset yang tampak diam ini.

marsbit5j yang lalu

Anak Muda Kelahiran 2000an yang Paling Booming di Wall Street

marsbit5j yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片