SEC Rules Boost Stablecoins as Cash Equivalents

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-05Terakhir diperbarui pada 2025-08-05

The U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) updated staff guidance for classifying U.S. dollar-backed stablecoins, such as USDC, as cash equivalents for corporate accounting purposes. As per the guidance, to qualify as cash equivalents, stablecoins must be fully backed by cash or Treasury bills, maintain a consistent value of $1.00, and guarantee redemption. 

This move aligns with the agency’s recent efforts to move away from restrictive measures under Chair Paul Atkins. Earlier, on April 4, 2025, the SEC had published guidance related to stablecoins, aligning it with the GENIUS Act. 

The new guidance aims to simplify financial reporting for companies, promote greater institutional adoption of stablecoins in traditional finance, and establish clearer rules for stablecoins. According to the new regulations, issuers are required to obtain either federal or state approval and provide proof of cash reserves. According to a report by Bloomberg, these steps help make digital currencies more trustworthy and encourage their use in everyday finance.

Market Impact of SEC’s Clarity

The new SEC guidance provides competitive advantages for compliant stablecoin issuers over unregulated alternatives. Stablecoins like USDC, priced at $0.9998 and with a market capitalization of $64.38 billion at the time of writing, are set to gain from this. 

Industry watchers are also anticipating that this will encourage more institutional adoption of stablecoins as well as innovation for creating a compliant stablecoin infrastructure. 

Also Read: SEC Boosts Bitcoin ETF Limits, BlackRock’s IBIT Set to Gain



Bacaan Terkait

Jika MicroStrategy Benar-benar Menjual 491 Bitcoin, Seberapa Besar Dampaknya Terhadap Pasar?

Trader terkenal Lightcrypto mengklaim bahwa MicroStrategy (MSTR), perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin (BTC) terbesar, mungkin telah mulai menjual aset kriptonya, yaitu sekitar 491 BTC (senilai kurang dari $30 juta). Jumlah ini sangat kecil dibandingkan total kepemilikan perusahaan yang sekitar 847.000 BTC, hanya setara dengan 0.058%. Klaim ini muncul setelah MicroStrategy mengumumkan kerangka kerja baru yang mengizinkan penjualan hingga $1,25 miliar BTC untuk tujuan seperti menambah cadangan dolar, membayar dividen saham prioritas, dan membeli kembali saham. Jika penjualan 491 BTC benar terjadi, hal ini bukanlah aksi "dump" besar, melainkan lebih seperti tetesan pertama dari saluran penjualan yang baru diresmikan. Alasan di balik potensi penjualan terkait dengan produk saham prioritas perpetual perusahaan (STRC), yang saat ini diperdagangkan di bawah nilai nominalnya. Untuk mendukung produk ini dan struktur modalnya, MicroStrategy perlu menyediakan arus kas, salah satu opsinya adalah dengan menjual sebagian BTC. Untuk pasar saham MSTR, pengumuman kerangka penjualan justru sempat dilihat positif dalam jangka pendek karena memberikan kepastian likuiditas. Namun dalam jangka menengah, ini dapat mengubah narasi perusahaan dari "pembeli Bitcoin murni" menjadi entitas yang juga harus mengelola liabilitas, yang berpotensi memengaruhi premium valuasinya. Bagi pasar Bitcoin itu sendiri, 491 BTC tidak signifikan secara teknis. Namun, secara psikologis, ini dapat mengikis persepsi bahwa MicroStrategy adalah "pembeli terakhir" yang tak tergoyahkan, karena kini perusahaan memiliki mekanisme resmi untuk menjadi penjual. Kunci ke depan adalah apakah pasar akan melihat penjualan kecil seperti ini sebagai pengecualian atau sebagai bagian dari pola baru.

marsbit1j yang lalu

Jika MicroStrategy Benar-benar Menjual 491 Bitcoin, Seberapa Besar Dampaknya Terhadap Pasar?

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片