South Korea banks file 80+ stablecoin trademarks – Here’s what’s going on!

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-08-05

Key Takeaways

South Korean banks are ramping up crypto and stablecoin initiatives ahead of new legislation, signaling a major shift in regulatory stance. 


As the U.S. moves forward with the GENIUS Act to regulate payment stablecoins, other nations are quickly following suit, and South Korea is among the most proactive.

Major South Korean banks are now accelerating their crypto strategies, forming dedicated teams and drafting plans to issue and manage stablecoins, as per the Maeil Kyungjae newspaper.

“As discussions on legalizing stablecoins heat up rapidly, the banking sector is now taking proactive measures.”

This flurry of activity comes in anticipation of new legislation that could officially greenlight such operations, signaling the country’s growing readiness to embrace the digital asset economy.

Which banks have shown interest?

According to Maeil Newspaper, Woori Bank has launched a full-fledged “Digital Asset Team” under its New Business Partnership Platform.

This group, staffed by digital specialists, is reviving dormant projects like crypto custody and exploring fresh alliances with blockchain firms.

Meanwhile, KB Kookmin Bank is running a virtual asset consultative body across its affiliates.

The unit is tasked with building digital asset strategies, adjusting to policy shifts and coordinating initiatives across insurance, securities, and asset management arms.

Hana Bank is also exploring issuance infrastructure for Korean-won stablecoins. Shinhan Bank has deployed a 20-person task force to prototype services and secure trademarks in advance.

Even local players like Busan Bank and K-Bank are entering the fray.

Trademarks, tech pilots, and market timing

Beyond internal prep, South Korean lenders are making bold external moves. KB Kookmin has filed 81 stablecoin-related trademarks. 32 for won and 49 for foreign currency pairs.

Shinhan is running proof-of-concept tests, reviewing regulation scenarios, and designing integration plans for stablecoin products.

Woori plans to jointly launch “Vitgo Korea,” a stablecoin-focused custodian venture with foreign partners, and has already signed new agreements in the space.

Clearer rules, faster action

South Korea is reviewing new bills to define stablecoin issuance, crypto custody, and digital asset exchange guidelines.

This reflects a sharp divergence from the U.S., where regulation remains fragmented, and agency oversight is split.

The GENIUS Act covers only payment stablecoins, while SEC and CFTC roles continue to overlap.

In contrast, South Korea’s Digital Asset Basic Act (DABA) offers one unified legal framework, including tokens, NFTs, and custody rules.

Will this, in turn, lead to a crypto boost?

Commenting on this shift, Sangmin Seo, head of the Kaia DLT Foundation, emphasized that South Korea’s regulatory clarity could soon become a model for other countries. 

Seo put it best when he said,

“This election, Korean politics sees crypto as a narrative to gain voters’ favors, positioning it as another national growth engine besides AI and semiconductors.”

Share

Bacaan Terkait

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit55m yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit55m yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

Pasar kripto memasuki sesi kritis pada 3 Juli dengan kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total $2,13 miliar mencapai masa kadaluarsa. Data ini memberikan gambaran posisi investor di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Sekitar 31.000 opsi Bitcoin (nilai $1,9 miliar) dengan rasio put-call 0,70 dan titik maximum pain $61.000 telah kadaluarsa. Sementara itu, 135.000 opsi Ethereum (nilai $230 juta) kadaluarsa dengan rasio put-call 1,29 dan titik maximum pain $1.650. Rasio put-call Ethereum di atas 1 menunjukkan jumlah opsi jual (put) lebih banyak daripada opsi beli (call), mengindikasikan banyak trader melakukan lindung nilai atau bersikap defensif terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. Aktivitas kadaluarsa terkonsentrasi di sekitar level eksposur gamma kunci, yaitu $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum. Meskipun Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $60.000, sentimen pasar tetap terbagi. Pemulihan belum tentu menandai awal rebound berkelanjutan. Secara keseluruhan, data menunjukkan trader tetap waspada memasuki kuartal ketiga. Posisi defensif Ethereum dan konsentrasi aktivitas lindung nilai mengisyaratkan banyak peserta pasar masih bersiap untuk volatilitas tinggi, alih-alih mengantisipasi kenaikan harga yang pasti. Perhatian investor juga mulai bergeser ke pasar keuangan tradisional dan aset seperti saham ter-tokenisasi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片