Ripple Vs SEC: Will the August 15 Deadline Bring Closure?

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-08-04Terakhir diperbarui pada 2025-08-04

The months-long court fight between the U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) and Ripple Labs is nearing another crucial juncture, with a key development due by mid-August. The SEC has an August 15, 2025 deadline to report back to the appellate court a development that might finally provide an end to an open-ended lawsuit that has left the XRP token in limbo for years.

The December 2020 suit was over whether or not Ripple’s sales of XRP constitute unregistered securities transactions. In a 2023 milestone ruling, U.S. District Judge Analisa Torres held that institutional sales of XRP did constitute securities but programmatic sales on exchanges did not. 

Xrp Sale On Exchanges Is Not Securities
XRP sale on Exchanges is not Securities| Source: Judge Ruling

This limited win for Ripple was considered a milestone moment for crypto regulation, leading to more broad-based institutional interest in XRP.

While Ripple has dropped its appeal in the case, the SEC has not. Legal commentator Bill Morgan recently tweeted that while there’s no hard and fast requirement for the SEC to drop its appeal, it is required to bring the appellate court up to date by August 15. 

Whether this leads to action or merely another plea for delay remains to be seen but crypto watchers are anticipating action in the next few weeks.

Judge Torres recently denied a suggested settlement between the SEC and Ripple, which would see fines cut back and certain injunctions terminated. 

Judge Torres Denied Settlement Between Ripple And Sec
Judge Torres Denied Settlement between Ripple and SEC | Source: Court Document

That decision has added to the uncertainty, though XRP enthusiasts are optimistic in the wake of recent institutional and market developments.

Regardless of all the legal back-and-forth, XRP continues to climb. Its speed and low transaction fees have made it appealing for cross-border transactions and banks.

The growing likelihood of an XRP spot ETF has also contributed to the optimism, with some companies having reportedly started holding XRP as part of their treasury reserves.

While regulatory stress mounts, so does mainstream interest in XRP. The end result of this judicial drama may influence not only the fate of Ripple itself, but the overall landscape of crypto regulation within the U.S.

Also Read: Ripple SEC Case Update: Judge Torres Signs Memo Endorsement, XRP Price to $15?



Bacaan Terkait

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

Menurut laporan, Anthropic sedang bernegosiasi dengan Samsung mengenai chip AI khusus dan telah memulai pengembangan awal chip AI buatan sendiri, mengikuti langkah OpenAI. Kedua perusahaan bergerak menuju kompetisi terintegrasi perangkat lunak dan keras. Motif utama di balik pengembangan chip mandiri ini adalah kendali atas daya komputasi, bukan sekadar pengurangan biaya. Dengan kebutuhan komputasi yang terus meningkat, ketergantungan pada penyedia eksternal seperti GPU Nvidia menimbulkan risiko pasokan dan tekanan biaya. Chip khusus memungkinkan perusahaan mengoptimalkan perangkat keras sesuai dengan arsitektur model spesifik mereka, mencapai peningkatan efisiensi melalui sinergi perangkat lunak-perangkat keras. Meskipun demikian, chip buatan sendiri tidak akan segera menggantikan pemasok eksternal. Proses pengembangan membutuhkan waktu 18-24 bulan, dan chip mandiri kemungkinan akan digunakan untuk beban kerja yang stabil dan frekuensi tinggi (seperti inferensi), sambil tetap memanfaatkan GPU/TPU untuk skenario lainnya. Hal ini berfungsi sebagai opsi cadangan dan alat negosiasi jangka panjang. Tren ini mencerminkan perlombaan yang lebih luas menuju "kemandirian daya komputasi" di industri AI, seperti yang terlihat pada inisiatif serupa dari Google, Amazon, Meta, dan Microsoft. Bagi Samsung, mendapatkan pesanan dari Anthropic akan meningkatkan posisinya dalam persaingan foundry AI. Secara keseluruhan, persaingan model besar kini meluas dari algoritme ke penguasaan atas tumpukan perangkat keras dan daya komputasi.

marsbit53m yang lalu

OpenAI dan Anthropic Ingin "Mengembangkan Chip Sendiri", Selain Biaya, Lebih Penting adalah Kendali atas Daya Komputasi

marsbit53m yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

Pasar kripto memasuki sesi kritis pada 3 Juli dengan kontrak opsi Bitcoin dan Ethereum senilai total $2,13 miliar mencapai masa kadaluarsa. Data ini memberikan gambaran posisi investor di tengah sentimen pasar yang berhati-hati. Sekitar 31.000 opsi Bitcoin (nilai $1,9 miliar) dengan rasio put-call 0,70 dan titik maximum pain $61.000 telah kadaluarsa. Sementara itu, 135.000 opsi Ethereum (nilai $230 juta) kadaluarsa dengan rasio put-call 1,29 dan titik maximum pain $1.650. Rasio put-call Ethereum di atas 1 menunjukkan jumlah opsi jual (put) lebih banyak daripada opsi beli (call), mengindikasikan banyak trader melakukan lindung nilai atau bersikap defensif terhadap potensi penurunan harga lebih lanjut. Aktivitas kadaluarsa terkonsentrasi di sekitar level eksposur gamma kunci, yaitu $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum. Meskipun Bitcoin berhasil merebut kembali level psikologis $60.000, sentimen pasar tetap terbagi. Pemulihan belum tentu menandai awal rebound berkelanjutan. Secara keseluruhan, data menunjukkan trader tetap waspada memasuki kuartal ketiga. Posisi defensif Ethereum dan konsentrasi aktivitas lindung nilai mengisyaratkan banyak peserta pasar masih bersiap untuk volatilitas tinggi, alih-alih mengantisipasi kenaikan harga yang pasti. Perhatian investor juga mulai bergeser ke pasar keuangan tradisional dan aset seperti saham ter-tokenisasi.

TheNewsCrypto1j yang lalu

Awan Bearish Berkumpul saat Opsi Bitcoin dan Ethereum Senilai $2,13 Miliar Berakhir

TheNewsCrypto1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片