Global CFOs Shows Strong Interest in Crypto: Deloitte Survey

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-07-31Terakhir diperbarui pada 2025-08-01

Nearly every major company CFO now plans to adopt cryptocurrency, according to Deloitte’s latest North American CFO Signals survey. The research, conducted from June 4 to June 18, polled 200 finance chiefs at firms with at least $1 billion in annual revenues. 

The survey finds that 99% CFOs believe cryptocurrency will play a significant role in business operations in the long run. Additionally, 23% of CFOs indicated that their treasury teams are planning to start using crypto for payments or investments within the next couple of years. This number jumps to almost 40% for CFOs at companies with annual revenues exceeding $10 billion.

This growth comes during a time of policy changes in the U.S., such as President Trump establishing a strategic Bitcoin reserve back in March and the new stablecoin legislation.

Key barriers remain despite growing adoption

Despite the growing interest in cryptocurrencies, CFOs are still treading carefully due to the challenges they present. One of which people worry about the most is Price volatility, which was highlighted by 43% of those surveyed. Just earlier this year, Bitcoin plummeted by 28% in a mere 10 weeks, which only added to their concerns.

According to the survey, it turned out that 42% of people focus on the complex accounting rules and controls, while 40% are concerned about the absence of consistent regulations across the industry. In addition, recent changes in regulations, like the SEC launching its crypto task force and updates to accounting guidelines, have not helped much so far.

Despite the potential risks, CFOs are eager to push ahead. As an example,15% are planning to invest in volatile cryptocurrencies like Bitcoin and Ethereum over the next two years. For larger companies, that number rises to 24%.

Expanding business use cases

Companies are not looking at investments alone, but also going into a variety of business uses for crypto. About 15% of them plan to start accepting stablecoins as payment within the next two years, with larger companies leading the charge. CFOs also recognise the advantages of using crypto for supply chain tracking, with 52% anticipating the use of non-stablecoins and 48% leaning towards stablecoins.

Furthermore, stablecoins offer faster cross-border payments and improved customer privacy, according to 45% of respondents. Over a third have already discussed cryptocurrency strategies with their boards, CIOs, and banking partners.

Also Read: SEC Launches “Project Crypto” to Make USA the Crypto Capital



Bacaan Terkait

Pujian dari Hinton, Presentasi Kontributor Inti Gemini: Akan Ada Miliaran AI Superhuman Selevel Einstein di Masa Depan

Adam Brown, kontributor inti Gemini dan pemimpin tim Blueshift di DeepMind, menyampaikan pidato berjudul "Training Sand to Think: Artificial General Intelligence & Future of Physics". Dia menceritakan perkembangan AI yang pesat, dari kemampuan seperti TK hingga level doktoral, dan memproyeksikan masa depan fisika. Brown menekankan bahwa model bahasa besar (LLM) bukanlah program yang ditulis, tetapi "ditumbuhkan" melalui pelatihan. Hukum penskalaan (*Scaling Law*), yang didorong oleh cara berpikir fisikawan, menjadi kunci revolusi AI, di mana peningkatan skala komputasi, data, dan model secara konsisten meningkatkan kinerja. AI telah melampaui berbagai uji benchmark akademis, mulai dari matematika SMA (MATH), kualifikasi doktoral (GPQA), hingga ujian relativitas umum dan mekanika kuantum tingkat lanjut. Bahkan, AI telah mencapai level medalis emas dalam Olimpiade Matematika Internasional (IMO) dan, yang lebih penting, berhasil memecahkan konjektur matematika "Unit Distance" Erdős yang berusia 80 tahun secara mandiri. Dengan menarik paralel dari perkembangan komputer catur, Brown memprediksi tahapan "manusia-centaur" (kolaborasi manusia-AI) menuju era "AI superhuman" dalam penelitian ilmiah. Meskipun AI saat ini masih memiliki kelemahan seperti otonomi rendah dan perencanaan yang lemah, AI sudah mampu mengubah lanskap fisika sebagai tutor pribadi, asisten pemrograman yang kuat, dan alat penelusuran literatur. Brown menyimpulkan bahwa kita berada di ambang zaman keemasan kolaborasi manusia-AI. Jika tren ini berlanjut, kita mungkin akan segera memiliki miliaran "AI Einstein" supercerdas yang beroperasi secara bersamaan, membuka babak baru yang paling menarik dalam sejarah fisika dan sains.

marsbit34m yang lalu

Pujian dari Hinton, Presentasi Kontributor Inti Gemini: Akan Ada Miliaran AI Superhuman Selevel Einstein di Masa Depan

marsbit34m yang lalu

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

IPO Terbesar Li Yanhong: Saham Kunlun Chip Sangat Diburu, Valuasi Ditargetkan 3400 Miliar Kunlun Chip, perusahaan chip AI yang dipisahkan dari Baidu, sedang mempersiapkan IPO di Hong Kong dengan valuasi target sekitar 500 miliar dolar AS (sekitar 3400 miliar yuan). Jika tercapai, valuasinya akan melampaui kapitalisasi pasar Baidu saat ini. Saat ini, perusahaan berada dalam tahap krusial mencari investor dasar (cornerstone investors), di mana persaingan untuk mendapatkan jatah saham sangat ketat dan sulit diperoleh. Laporan menyebutkan Kunlun Chip memberi prioritas kepada calon investor yang juga berkomitmen untuk membeli chip-nya, dengan nilai pembelian chip harus mencapai 3 hingga 7 kali nilai langganan saham. Persyaratan ini diduga membatasi investor murni finansial dan lebih mengutamakan investor industri. Didirikan pada 2021 sebagai kelanjutan dari departemen chip Baidu, Kunlun Chip telah mengumpulkan 57 investor, termasuk dana pemerintah dan raksasa industri seperti China Mobile dan BYD. Produk utamanya, Kunlun P800, diluncurkan pada 2024 dan menjadi pesaing untuk Nvidia A800. Bisnis eksternal perusahaan kini telah melampaui pasokan ke internal Baidu, dengan klien besar seperti China Mobile dan Bank China Merchants. IPO ini dipandang sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang penting bagi Baidu, yang dianggap 'terlambat menuai' dalam persaingan model AI besar (LLM) meski memulai lebih dulu. Dengan ledakan permintaan komputasi AI, keberhasilan Kunlun Chip diharapkan dapat menjadi momentum balik bagi Baidu. Perusahaan juga dilaporkan sedang mempersiapkan IPO paralel di pasar STAR China.

marsbit44m yang lalu

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

marsbit44m yang lalu

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

Menurut laporan media, Kunlunxin (Kunlun Chip), perusahaan chip AI milik Baidu, sedang dalam persiapan untuk IPO dengan valuasi target sekitar 500 miliar USD (sekitar 3,4 triliun RMB). Jika terealisasi, valuasinya diperkirakan akan melampaui nilai pasar Baidu sendiri, menjadikannya IPO terbesar bagi Robin Li, pendiri Baidu. Artikel menyebutkan bahwa Kuota *cornerstone investor* untuk IPO Kunlunxin sangat kompetitif dan sulit diperoleh. Perusahaan dilaporkan lebih memprioritaskan investor strategis yang juga berkomitmen untuk membeli chip, dengan rasio pembelian hingga 3-7 kali nilai investasi mereka. Kunlunxin, yang dulunya merupakan departemen chip Baidu, didirikan sebagai perusahaan independen pada 2021. Sejak itu, perusahaan telah mengumpulkan dana dari banyak investor ternama, termasuk CPE Source Capital, IDG Capital, dan dana pemerintah. Produk utama Kunlunxin, chip P800 yang diluncurkan pada 2024, ditargetkan untuk pasar *data center inference*. Perusahaan memiliki basis klien yang luas, termasuk Baidu sendiri, China Mobile, dan bank-bank besar. Baru-baru ini diungkapkan bahwa bisnis eksternal Kunlunxin kini melebihi pasokan ke Baidu. IPO ini dilihat sebagai momen penting bagi Baidu, yang merupakan salah satu perusahaan pionir AI di Tiongkok tetapi melihat persaingan ketat dari pendatang baru seperti DeepSeek, Kimi, dan perusahaan model besar lainnya. Di tengah ledakan permintaan daya komputasi AI, keberhasilan Kunlunxin dianggap sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang krusial untuk "membalikkan keadaan". Perusahaan dikabarkan sedang mengejar IPO ganda di pasar saham Hong Kong dan China (*A+H*).

链捕手49m yang lalu

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

链捕手49m yang lalu

Trading

Spot
活动图片