Coinbase envisions ‘everything exchange’ after 26% dip in Q2 revenue

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-07-31Terakhir diperbarui pada 2025-08-01

Key Takeaways

  • Coinbase saw its shares plummet nearly 10% in the after-hours trading on the 31st of July, after the Q2 earnings fell short of Wall Street expectations. However, the company remains optimistic for the future, citing policy victories and sharing plans for an everything exchange.

Coinbase, the popular U.S.-based centralized crypto exchange, released its shareholder letter for the second quarter of 2025. It showed a 39% decline in transaction revenue, and crypto spot volumes were down roughly 32%.

Lower market volatility had also contributed to the reduced trading activity.

In a post on X, senior investment strategist at Bitwise, Juan Leon, observed that this outcome was “reflecting underlying operating leverage pressures in a lower-volatility market.”

The report was not without its positives. Stablecoin-related revenue rose 12% to $332 million. Even though overall revenue was down 26%, subscription and service sales were down only 6% to $656 million.

Looking forward, Coinbase projects subscription and service revenue to reach $665 million- $745 million in the fiscal third quarter.

This below-par Q2 revenues saw the shares of Coinbase [COIN] plunge 9.28% in after-hours trading on the 31st of July, according to Yahoo Finance data.

Analysts had expected a second-quarter revenue of $1.56-$1.59 billion. Coinbase reported $1.5 billion in revenue, and the adjusted net income, excluding investment gains, was $33 million.

Coinbase celebrates policy wins, plans an ‘everything exchange’

In July, two major policy moves reshaped the landscape for digital assets. The GENUIS Act, signed into law by President Donald Trump, created a federal regulatory framework for stablecoins. 

Meanwhile, the House passed the CLARITY Act, which outlines jurisdictional roles for the CFTC and SEC, and sets regulatory guidelines for digital assets beyond stablecoins.

Together, these measures form a comprehensive structure for overseeing stablecoins and tokenized assets.

 In the company report, Coinbase described the legislation as “monumental milestones,” noting that the new clarity could unlock significant market opportunities.

Speaking to CNBC, the Vice President of Product at Coinbase, Max Branzburg, said that Coinbase will be expanding beyond crypto and is planning to become an “everything exchange”. He said,

“We’re building an exchange for everything. Everything you want to trade, in a one-stop shop, on-chain. … We’re bringing all assets on-chain — stocks, prediction markets, and more. We’re building the foundations for a faster, more accessible, more global economy.”

The future the company is envisioning will include tokenized real-world assets, stocks, derivatives, prediction markets, and early-stage token sales.

This “everything exchange” will be available first in the U.S. over the next few months. Based on jurisdictional approvals, a gradual international rollout would follow.

Share

Bacaan Terkait

Pujian dari Hinton, Presentasi Kontributor Inti Gemini: Akan Ada Miliaran AI Superhuman Selevel Einstein di Masa Depan

Adam Brown, kontributor inti Gemini dan pemimpin tim Blueshift di DeepMind, menyampaikan pidato berjudul "Training Sand to Think: Artificial General Intelligence & Future of Physics". Dia menceritakan perkembangan AI yang pesat, dari kemampuan seperti TK hingga level doktoral, dan memproyeksikan masa depan fisika. Brown menekankan bahwa model bahasa besar (LLM) bukanlah program yang ditulis, tetapi "ditumbuhkan" melalui pelatihan. Hukum penskalaan (*Scaling Law*), yang didorong oleh cara berpikir fisikawan, menjadi kunci revolusi AI, di mana peningkatan skala komputasi, data, dan model secara konsisten meningkatkan kinerja. AI telah melampaui berbagai uji benchmark akademis, mulai dari matematika SMA (MATH), kualifikasi doktoral (GPQA), hingga ujian relativitas umum dan mekanika kuantum tingkat lanjut. Bahkan, AI telah mencapai level medalis emas dalam Olimpiade Matematika Internasional (IMO) dan, yang lebih penting, berhasil memecahkan konjektur matematika "Unit Distance" Erdős yang berusia 80 tahun secara mandiri. Dengan menarik paralel dari perkembangan komputer catur, Brown memprediksi tahapan "manusia-centaur" (kolaborasi manusia-AI) menuju era "AI superhuman" dalam penelitian ilmiah. Meskipun AI saat ini masih memiliki kelemahan seperti otonomi rendah dan perencanaan yang lemah, AI sudah mampu mengubah lanskap fisika sebagai tutor pribadi, asisten pemrograman yang kuat, dan alat penelusuran literatur. Brown menyimpulkan bahwa kita berada di ambang zaman keemasan kolaborasi manusia-AI. Jika tren ini berlanjut, kita mungkin akan segera memiliki miliaran "AI Einstein" supercerdas yang beroperasi secara bersamaan, membuka babak baru yang paling menarik dalam sejarah fisika dan sains.

marsbit33m yang lalu

Pujian dari Hinton, Presentasi Kontributor Inti Gemini: Akan Ada Miliaran AI Superhuman Selevel Einstein di Masa Depan

marsbit33m yang lalu

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

IPO Terbesar Li Yanhong: Saham Kunlun Chip Sangat Diburu, Valuasi Ditargetkan 3400 Miliar Kunlun Chip, perusahaan chip AI yang dipisahkan dari Baidu, sedang mempersiapkan IPO di Hong Kong dengan valuasi target sekitar 500 miliar dolar AS (sekitar 3400 miliar yuan). Jika tercapai, valuasinya akan melampaui kapitalisasi pasar Baidu saat ini. Saat ini, perusahaan berada dalam tahap krusial mencari investor dasar (cornerstone investors), di mana persaingan untuk mendapatkan jatah saham sangat ketat dan sulit diperoleh. Laporan menyebutkan Kunlun Chip memberi prioritas kepada calon investor yang juga berkomitmen untuk membeli chip-nya, dengan nilai pembelian chip harus mencapai 3 hingga 7 kali nilai langganan saham. Persyaratan ini diduga membatasi investor murni finansial dan lebih mengutamakan investor industri. Didirikan pada 2021 sebagai kelanjutan dari departemen chip Baidu, Kunlun Chip telah mengumpulkan 57 investor, termasuk dana pemerintah dan raksasa industri seperti China Mobile dan BYD. Produk utamanya, Kunlun P800, diluncurkan pada 2024 dan menjadi pesaing untuk Nvidia A800. Bisnis eksternal perusahaan kini telah melampaui pasokan ke internal Baidu, dengan klien besar seperti China Mobile dan Bank China Merchants. IPO ini dipandang sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang penting bagi Baidu, yang dianggap 'terlambat menuai' dalam persaingan model AI besar (LLM) meski memulai lebih dulu. Dengan ledakan permintaan komputasi AI, keberhasilan Kunlun Chip diharapkan dapat menjadi momentum balik bagi Baidu. Perusahaan juga dilaporkan sedang mempersiapkan IPO paralel di pasar STAR China.

marsbit43m yang lalu

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

marsbit43m yang lalu

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

Menurut laporan media, Kunlunxin (Kunlun Chip), perusahaan chip AI milik Baidu, sedang dalam persiapan untuk IPO dengan valuasi target sekitar 500 miliar USD (sekitar 3,4 triliun RMB). Jika terealisasi, valuasinya diperkirakan akan melampaui nilai pasar Baidu sendiri, menjadikannya IPO terbesar bagi Robin Li, pendiri Baidu. Artikel menyebutkan bahwa Kuota *cornerstone investor* untuk IPO Kunlunxin sangat kompetitif dan sulit diperoleh. Perusahaan dilaporkan lebih memprioritaskan investor strategis yang juga berkomitmen untuk membeli chip, dengan rasio pembelian hingga 3-7 kali nilai investasi mereka. Kunlunxin, yang dulunya merupakan departemen chip Baidu, didirikan sebagai perusahaan independen pada 2021. Sejak itu, perusahaan telah mengumpulkan dana dari banyak investor ternama, termasuk CPE Source Capital, IDG Capital, dan dana pemerintah. Produk utama Kunlunxin, chip P800 yang diluncurkan pada 2024, ditargetkan untuk pasar *data center inference*. Perusahaan memiliki basis klien yang luas, termasuk Baidu sendiri, China Mobile, dan bank-bank besar. Baru-baru ini diungkapkan bahwa bisnis eksternal Kunlunxin kini melebihi pasokan ke Baidu. IPO ini dilihat sebagai momen penting bagi Baidu, yang merupakan salah satu perusahaan pionir AI di Tiongkok tetapi melihat persaingan ketat dari pendatang baru seperti DeepSeek, Kimi, dan perusahaan model besar lainnya. Di tengah ledakan permintaan daya komputasi AI, keberhasilan Kunlunxin dianggap sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang krusial untuk "membalikkan keadaan". Perusahaan dikabarkan sedang mengejar IPO ganda di pasar saham Hong Kong dan China (*A+H*).

链捕手48m yang lalu

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

链捕手48m yang lalu

Trading

Spot
活动图片