Will Pi Network hit $10 on the price charts?

ambcryptoDipublikasikan tanggal 2025-07-31Terakhir diperbarui pada 2025-08-01

For millions of Pi Network users, 20 February 2025 was supposed to be the start of something big. After years of tapping a button on their phones, the open mainnet finally arrived, and with it, a community-fueled obsession with a $10 price tag.

However, peel back the hype, and you’ll find a reality check rooted in hard numbers and serious questions about the project’s design.

At its heart, Pi runs on a version of the Stellar Consensus Protocol, which ditches the massive energy drain of Bitcoin. Your phone isn’t actually “mining” in the traditional sense; you’re just building small, trusted “Security Circles” to help verify transactions.

This low-effort approach is how Pi managed to create a maximum supply of 100 billion coins – A staggering figure. The plan dedicates a huge 80% chunk to the community, rewarding people for daily check-ins and growing their networks.

The biggest hurdle to a $10 PI isn’t fancy technology—it’s basic arithmetic. With a reported 7.4 billion coins already circulating by early 2025, hitting that price would demand a market cap of $74 billion. That would instantly catapult a project, fresh out of its enclosed system, into the same league as crypto titans, a feat few have ever achieved. The pressure only gets worse as billions more in rewards are unlocked, threatening to flood the market and dilute value.

Mainnet launch, controversies and more…

The open mainnet launch didn’t bring the expected windfall though. After a brief spike, the price cratered. In fact, some reports claimed an 84% crash, as those who got in early rushed for the exits. By summer 2025, the coin was struggling to stay above fifty cents on the few platforms listing it or its IOUs.

This was the case at the time of writing too, with the altcoin valued at $0.41 after falling from $2.80.

Source: TradingView

Pi Network has always operated under a cloud of controversy. Critics point to a lack of genuine transparency, with the core team holding tight control over the network’s nodes and delaying features like smart contracts for years. The referral system, which heavily rewarded bringing in new people, has drawn constant comparisons to multi-level marketing.

Then there’s the massive data collection – Millions handed over government IDs and face scans for the mandatory KYC process, raising serious privacy alarms. Looming over everything is the threat from regulators like the SEC, who might see Pi not as a utility but as an unregistered security, triggering a legal nightmare.

Pi’s greatest weapon is its colossal community, which numbers over 65 million people. That’s a built-in user base that most crypto projects can only dream of, and initiatives like “PiFest” are trying to spark real-world use. However, that same crowd is also its biggest liability.

For every believer holding on for dear life, there’s another early user sitting on a pile of free coins, tempted to cash out. This creates a constant, crushing sell pressure that could keep the price pinned down for a long time.

So, can PI ever reach $10? It would require a miracle of market demand, flawless execution, and a whole lot of luck. The project needs to prove it’s more than just a popular app. It needs to become a truly useful ecosystem that makes people want to use Pi, not just sell it.

Until that happens, the $10 goal feels less like a target and more like a prayer in the wild world of crypto.

Share

Bacaan Terkait

Pujian dari Hinton, Presentasi Kontributor Inti Gemini: Akan Ada Miliaran AI Superhuman Selevel Einstein di Masa Depan

Adam Brown, kontributor inti Gemini dan pemimpin tim Blueshift di DeepMind, menyampaikan pidato berjudul "Training Sand to Think: Artificial General Intelligence & Future of Physics". Dia menceritakan perkembangan AI yang pesat, dari kemampuan seperti TK hingga level doktoral, dan memproyeksikan masa depan fisika. Brown menekankan bahwa model bahasa besar (LLM) bukanlah program yang ditulis, tetapi "ditumbuhkan" melalui pelatihan. Hukum penskalaan (*Scaling Law*), yang didorong oleh cara berpikir fisikawan, menjadi kunci revolusi AI, di mana peningkatan skala komputasi, data, dan model secara konsisten meningkatkan kinerja. AI telah melampaui berbagai uji benchmark akademis, mulai dari matematika SMA (MATH), kualifikasi doktoral (GPQA), hingga ujian relativitas umum dan mekanika kuantum tingkat lanjut. Bahkan, AI telah mencapai level medalis emas dalam Olimpiade Matematika Internasional (IMO) dan, yang lebih penting, berhasil memecahkan konjektur matematika "Unit Distance" Erdős yang berusia 80 tahun secara mandiri. Dengan menarik paralel dari perkembangan komputer catur, Brown memprediksi tahapan "manusia-centaur" (kolaborasi manusia-AI) menuju era "AI superhuman" dalam penelitian ilmiah. Meskipun AI saat ini masih memiliki kelemahan seperti otonomi rendah dan perencanaan yang lemah, AI sudah mampu mengubah lanskap fisika sebagai tutor pribadi, asisten pemrograman yang kuat, dan alat penelusuran literatur. Brown menyimpulkan bahwa kita berada di ambang zaman keemasan kolaborasi manusia-AI. Jika tren ini berlanjut, kita mungkin akan segera memiliki miliaran "AI Einstein" supercerdas yang beroperasi secara bersamaan, membuka babak baru yang paling menarik dalam sejarah fisika dan sains.

marsbit33m yang lalu

Pujian dari Hinton, Presentasi Kontributor Inti Gemini: Akan Ada Miliaran AI Superhuman Selevel Einstein di Masa Depan

marsbit33m yang lalu

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

IPO Terbesar Li Yanhong: Saham Kunlun Chip Sangat Diburu, Valuasi Ditargetkan 3400 Miliar Kunlun Chip, perusahaan chip AI yang dipisahkan dari Baidu, sedang mempersiapkan IPO di Hong Kong dengan valuasi target sekitar 500 miliar dolar AS (sekitar 3400 miliar yuan). Jika tercapai, valuasinya akan melampaui kapitalisasi pasar Baidu saat ini. Saat ini, perusahaan berada dalam tahap krusial mencari investor dasar (cornerstone investors), di mana persaingan untuk mendapatkan jatah saham sangat ketat dan sulit diperoleh. Laporan menyebutkan Kunlun Chip memberi prioritas kepada calon investor yang juga berkomitmen untuk membeli chip-nya, dengan nilai pembelian chip harus mencapai 3 hingga 7 kali nilai langganan saham. Persyaratan ini diduga membatasi investor murni finansial dan lebih mengutamakan investor industri. Didirikan pada 2021 sebagai kelanjutan dari departemen chip Baidu, Kunlun Chip telah mengumpulkan 57 investor, termasuk dana pemerintah dan raksasa industri seperti China Mobile dan BYD. Produk utamanya, Kunlun P800, diluncurkan pada 2024 dan menjadi pesaing untuk Nvidia A800. Bisnis eksternal perusahaan kini telah melampaui pasokan ke internal Baidu, dengan klien besar seperti China Mobile dan Bank China Merchants. IPO ini dipandang sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang penting bagi Baidu, yang dianggap 'terlambat menuai' dalam persaingan model AI besar (LLM) meski memulai lebih dulu. Dengan ledakan permintaan komputasi AI, keberhasilan Kunlun Chip diharapkan dapat menjadi momentum balik bagi Baidu. Perusahaan juga dilaporkan sedang mempersiapkan IPO paralel di pasar STAR China.

marsbit44m yang lalu

Valuasi 340 Miliar Yuan: IPO Terbesar Robin Li, Bagian Kunlun Core Langka Tersedia

marsbit44m yang lalu

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

Menurut laporan media, Kunlunxin (Kunlun Chip), perusahaan chip AI milik Baidu, sedang dalam persiapan untuk IPO dengan valuasi target sekitar 500 miliar USD (sekitar 3,4 triliun RMB). Jika terealisasi, valuasinya diperkirakan akan melampaui nilai pasar Baidu sendiri, menjadikannya IPO terbesar bagi Robin Li, pendiri Baidu. Artikel menyebutkan bahwa Kuota *cornerstone investor* untuk IPO Kunlunxin sangat kompetitif dan sulit diperoleh. Perusahaan dilaporkan lebih memprioritaskan investor strategis yang juga berkomitmen untuk membeli chip, dengan rasio pembelian hingga 3-7 kali nilai investasi mereka. Kunlunxin, yang dulunya merupakan departemen chip Baidu, didirikan sebagai perusahaan independen pada 2021. Sejak itu, perusahaan telah mengumpulkan dana dari banyak investor ternama, termasuk CPE Source Capital, IDG Capital, dan dana pemerintah. Produk utama Kunlunxin, chip P800 yang diluncurkan pada 2024, ditargetkan untuk pasar *data center inference*. Perusahaan memiliki basis klien yang luas, termasuk Baidu sendiri, China Mobile, dan bank-bank besar. Baru-baru ini diungkapkan bahwa bisnis eksternal Kunlunxin kini melebihi pasokan ke Baidu. IPO ini dilihat sebagai momen penting bagi Baidu, yang merupakan salah satu perusahaan pionir AI di Tiongkok tetapi melihat persaingan ketat dari pendatang baru seperti DeepSeek, Kimi, dan perusahaan model besar lainnya. Di tengah ledakan permintaan daya komputasi AI, keberhasilan Kunlunxin dianggap sebagai aset paling berharga dalam narasi AI Baidu dan peluang krusial untuk "membalikkan keadaan". Perusahaan dikabarkan sedang mengejar IPO ganda di pasar saham Hong Kong dan China (*A+H*).

链捕手49m yang lalu

Valuasi 3400 Miliar: IPO Terbesar Robin Li, Saham Kunlunxin Sangat Diburu

链捕手49m yang lalu

Trading

Spot
活动图片