Hong Kong’s RD Technologies Raises $40M Amid Stablecoin Licensing Buzz

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-07-02Terakhir diperbarui pada 2025-07-30

RD Technologies secured $40 million in Series A2 funding just four days before Hong Kong’s mandatory stablecoin licensing regime takes effect August 1, 2025, positioning the fintech company to compete for early regulatory approval in Asia’s emerging stablecoin market.

The Hong Kong-based company announced the funding round Tuesday, involving eight institutional investors including ZA Global, China Harbour Capital, Bright Venture Capital, and Hivemind Capital Partners. Additional participants in the funding round included HSG Capital, Eternal Digital Assets, CMSC Partners, and Guotai Junan International Private Equity Fund.

Strategic Timing for Regulatory Compliance

Founded in 2020, RD Technologies has developed HKDR, a planned Hong Kong dollar-backed stablecoin designed for 1:1 fiat backing on public blockchain infrastructure. The company participated in the Hong Kong Monetary Authority’s (HKMA) stablecoin sandbox program launched in March 2024, providing early regulatory testing experience before mandatory licensing begins.

As per the official release, the $40 million raise provides RD Technologies with the minimum HK$25 million ($3.2 million USD) capital requirement for HKMA stablecoin licensing, plus substantial additional resources for technology development and market expansion.

“This funding round marks another strategic milestone […] positioning RD Technologies for its next phase of growth under Hong Kong’s evolving stablecoin regulatory framework,” the company stated in its funding announcement. Though it has not disclosed specific licensing application timelines.

ZA Bank Partnership for Financial Infrastructure

With the funding announcement, RD Technologies also announced a strategic partnership with ZA Bank, Hong Kong’s first licensed virtual bank, to develop stablecoin custody, business payment solutions, and integrated financial products pending regulatory approvals.

ZA Bank’s existing Hong Kong banking license and digital infrastructure could accelerate RD Technologies’ path to market once HKMA stablecoin licenses are approved. The partnership represents the first major collaboration between a licensed Hong Kong virtual bank and a stablecoin development company.

Hong Kong Stablecoin Market Competition

RD Technologies joins approximately 40 companies reportedly preparing Hong Kong stablecoin license applications, including major institutions like Standard Chartered, Animoca Brands, and Ant Group. However, HKMA indicated it will initially approve only a limited number of licenses to ensure regulatory oversight quality.

The company’s early sandbox participation and Hong Kong dollar focus could provide competitive advantages in the licensing process. HKMA prioritizes applications that demonstrate strong regulatory compliance and serve Hong Kong’s financial ecosystem needs.

OSL Group, Hong Kong’s licensed crypto exchange operator, raised $300 million in 2024 to support digital asset expansion, indicating strong institutional investor appetite for regulated Hong Kong crypto companies.

Also Read: Strategy Buys 21,021 Bitcoin for $2.47 Billion After U.S. IPO



Bacaan Terkait

Meraup $7,2 Juta Dalam Seminggu, Bagaimana pump.fun Menghasilkan Uang?

**Ringkasan: Bagaimana pump.fun Mencetak Untung Besar?** Platform penerbitan token meme di ekosistem Solana, pump.fun, baru-baru ini mengungkap data kinerja mengesankan. Dalam seminggu (29 Juni - 5 Juli), pendapatan protokol mencapai **$7,2 juta**, menandai transisi platform ke era arus kas yang stabil. **Sumber Pendapatan Utama:** Pendapatan terutama berasal dari tiga layanan inti: 1. **Bonding Curve**: Volume perdagangan $553 juta. Mekanisme ini secara otomatis menentukan harga dan menerbitkan token, dengan platform mengambil fee dari setiap transaksi. 2. **PumpSwap**: Volume perdagangan mencapai $1,65 miliar, berfungsi sebagai pusat likuiditas internal. 3. **Terminal**: Alat pengembang yang terus diperluas, mendiversifikasi sumber pendapatan. **Model Ekonomi Token Baru: Siklus Nilai PUMP** Langkah strategisnya adalah menggunakan **50% dari pendapatan bersih protokol** untuk membeli kembali dan **memusnahkan (burn) token PUMP** secara permanen. Dalam seminggu, $3,7 juta PUMP telah dimusnahkan, dengan total **41,8% pasokan yang beredar telah dihancurkan**. Ini menciptakan siklus positif di mana pertumbuhan pendapatan mendorong pengurangan pasokan, mengaitkan nilai token PUMP secara langsung dengan kinerja bisnis platform. **Evolusi Menuju Platform Ekosistem:** Pump.fun tidak hanya berfokus pada penerbitan meme. Platform ini berkembang dengan: * **Pengalaman Pengguna**: Meningkatkan kecepatan swap menjadi 300-400 milidetik dan menambahkan jalur deposit fiat dengan KYC rendah (meningkatkan volume deposit harian ~21%). * **Alat Pengembang**: Terminal terus ditingkatkan untuk menarik lebih banyak pengembang pihak ketiga. * **Komunitas**: Fitur "GO" dan sistem bounty telah menciptakan ekosistem konten yang aktif. **Kesimpulan:** Laporan ini menunjukkan bahwa pump.fun sedang membangun model bisnis Web3 yang matang dengan arus kas nyata, siklus nilai token yang terdefinisi, dan ekosistem yang berkembang, melampaui sekadar ketergantungan pada hype meme jangka pendek.

marsbit58m yang lalu

Meraup $7,2 Juta Dalam Seminggu, Bagaimana pump.fun Menghasilkan Uang?

marsbit58m yang lalu

Tiger Research: Tiga Strategi bagi Lembaga Keuangan untuk Mengikuti Gelombang Tokenisasi

Laporan Tiger Research menekankan bahwa pasar tokenisasi aset dunia nyata tumbuh pesat, tetapi banyak wilayah hukum belum memiliki kerangka peraturan yang matang. Lembaga keuangan di yurisdiksi tersebut dihadapkan pada tiga pilihan strategis: menunggu regulasi domestik, bereksperimen dalam sandbox terbatas, atau masuk lebih dulu ke pasar luar negeri yang sudah matang. Sebelum masuk, institusi harus mempersiapkan enam aspek inti: pemilihan yurisdiksi, perolehan lisensi, definisi aset, target investor, mekanisme penyelesaian, dan pengaturan operasional. Ada dua jalur utama: masuk langsung ke yurisdiksi dengan regulasi matang (seperti Hong Kong, Singapura, atau AS) atau mengadopsi jalur native-on-chain yang memanfaatkan platform berlisensi untuk mengurangi hambatan masuk. Jalur native-on-chain, seperti yang digunakan Ondo Global dan Plume Nest, memungkinkan masuk cepat dengan cakupan luas dan potensi akses ke likuiditas DeFi, meski kompleksitas desain strukturnya lebih tinggi. Intinya, tokenisasi bukanlah sihir; ini adalah proses yang membutuhkan ketepatan tinggi. Daripada menunggu kerangka regulasi sempurna, lembaga keuangan harus segera bertindak, merencanakan jalur yang layak, dan mengumpulkan pengalaman operasional nyata. Pasar tidak akan menunggu. Persiapan untuk bisnis offshore membutuhkan waktu 6-12 bulan, dan tinjauan hukum menjadi hambatan utama. Namun, kunci sukses terletak pada menyelesaikan proses penjualan yang lengkap, bukan hanya desain teknis.

Foresight News1j yang lalu

Tiger Research: Tiga Strategi bagi Lembaga Keuangan untuk Mengikuti Gelombang Tokenisasi

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片