JD.com Registers Jcoin and Joycoin Ahead of Hong Kong Stablecoin Rules

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-07-02Terakhir diperbarui pada 2025-07-30

Chinese e-commerce giant JD.com has registered two stablecoin-related trademarks through its fintech subsidiary JD Coinlink Technology, positioning for Hong Kong’s mandatory stablecoin licensing regime that takes effect August 1, 2025.

JD Coinlink registered both “Jcoin” and “Joycoin” trademarks in Hong Kong according to Ming Pao reporting, making JD.com among the first major Chinese technology companies to formally prepare for the Hong Kong Monetary Authority’s (HKMA) new regulatory framework.

JD Coinlink’s Stablecoin Development Strategy

JD Coinlink Technology, JD.com’s blockchain and digital currency subsidiary, describes its planned “Jingdong stablecoin” as a Hong Kong dollar-backed digital asset issued on public blockchain infrastructure. The company’s official website states the stablecoin will maintain 1:1 backing with HKD reserves and serve both business and retail users.

The subsidiary emphasizes that no stablecoin has launched yet and warns the public against scams or impostor projects using similar names.

JD Coinlink reportedly participates in HKMA’s stablecoin sandbox program, launched in March 2024 to allow select companies to test digital currency issuance under regulatory supervision. The sandbox program enables participants to develop compliance frameworks before formal licensing begins.

Hong Kong’s Stablecoin Licensing Requirements

HKMA published comprehensive stablecoin regulations on July 29, 2025, establishing mandatory licensing for all stablecoin issuers operating in Hong Kong. The framework requires:

  • Minimum Capital: HK$25 million ($3.2 million USD) initial capital requirement with HKMA authority to demand additional funding based on operational scale.
  • Reserve Management: Full backing of issued stablecoins with segregated reserves held in cash or high-quality liquid assets, separate from company operational funds.
  • Redemption Standards: Guaranteed 1:1 redemption within one business day using readily accessible reserve assets.
  • AML Compliance: Comprehensive anti-money laundering and counter-terrorism financing procedures for all user transactions.

However, HKMA’s official register currently shows zero licensed stablecoin issuers, but the authority expects initial approvals following August 1 enforcement.

Chinese Tech Industry Interest

JD.com joins a growing list of major companies preparing Hong Kong stablecoin applications, including Standard Chartered Hong Kong, Animoca Brands, RD InnoTech, and Hong Kong Telecommunications, according to industry reports.

The early trademark registrations suggest Chinese technology companies view Hong Kong’s regulatory framework as an opportunity for compliant digital asset expansion into Asian markets.

JD.com’s e-commerce platform processed over $149 billion in transactions during 2024, making stablecoin integration potentially significant for cross-border payments and supply chain financing across the company’s logistics network.

Market Positioning Strategy

JD Coinlink’s dual trademark approach with “Jcoin” and “Joycoin” suggests potential differentiation between business-focused and consumer-oriented stablecoin products, though the company has not confirmed specific use cases for each trademark.

The registrations position JD.com to potentially launch Hong Kong dollar-denominated stablecoins that could facilitate e-commerce transactions across JD.com’s retail platform and JD Logistics’ supply chain network.

HKMA will begin accepting formal license applications on August 1, with priority processing for complete submissions received before September 30, 2025.

Also Read: Algeria Criminalizes All Cryptocurrency Activities Under New Law



Bacaan Terkait

Meraup $7,2 Juta Dalam Seminggu, Bagaimana pump.fun Menghasilkan Uang?

**Ringkasan: Bagaimana pump.fun Mencetak Untung Besar?** Platform penerbitan token meme di ekosistem Solana, pump.fun, baru-baru ini mengungkap data kinerja mengesankan. Dalam seminggu (29 Juni - 5 Juli), pendapatan protokol mencapai **$7,2 juta**, menandai transisi platform ke era arus kas yang stabil. **Sumber Pendapatan Utama:** Pendapatan terutama berasal dari tiga layanan inti: 1. **Bonding Curve**: Volume perdagangan $553 juta. Mekanisme ini secara otomatis menentukan harga dan menerbitkan token, dengan platform mengambil fee dari setiap transaksi. 2. **PumpSwap**: Volume perdagangan mencapai $1,65 miliar, berfungsi sebagai pusat likuiditas internal. 3. **Terminal**: Alat pengembang yang terus diperluas, mendiversifikasi sumber pendapatan. **Model Ekonomi Token Baru: Siklus Nilai PUMP** Langkah strategisnya adalah menggunakan **50% dari pendapatan bersih protokol** untuk membeli kembali dan **memusnahkan (burn) token PUMP** secara permanen. Dalam seminggu, $3,7 juta PUMP telah dimusnahkan, dengan total **41,8% pasokan yang beredar telah dihancurkan**. Ini menciptakan siklus positif di mana pertumbuhan pendapatan mendorong pengurangan pasokan, mengaitkan nilai token PUMP secara langsung dengan kinerja bisnis platform. **Evolusi Menuju Platform Ekosistem:** Pump.fun tidak hanya berfokus pada penerbitan meme. Platform ini berkembang dengan: * **Pengalaman Pengguna**: Meningkatkan kecepatan swap menjadi 300-400 milidetik dan menambahkan jalur deposit fiat dengan KYC rendah (meningkatkan volume deposit harian ~21%). * **Alat Pengembang**: Terminal terus ditingkatkan untuk menarik lebih banyak pengembang pihak ketiga. * **Komunitas**: Fitur "GO" dan sistem bounty telah menciptakan ekosistem konten yang aktif. **Kesimpulan:** Laporan ini menunjukkan bahwa pump.fun sedang membangun model bisnis Web3 yang matang dengan arus kas nyata, siklus nilai token yang terdefinisi, dan ekosistem yang berkembang, melampaui sekadar ketergantungan pada hype meme jangka pendek.

marsbit58m yang lalu

Meraup $7,2 Juta Dalam Seminggu, Bagaimana pump.fun Menghasilkan Uang?

marsbit58m yang lalu

Tiger Research: Tiga Strategi bagi Lembaga Keuangan untuk Mengikuti Gelombang Tokenisasi

Laporan Tiger Research menekankan bahwa pasar tokenisasi aset dunia nyata tumbuh pesat, tetapi banyak wilayah hukum belum memiliki kerangka peraturan yang matang. Lembaga keuangan di yurisdiksi tersebut dihadapkan pada tiga pilihan strategis: menunggu regulasi domestik, bereksperimen dalam sandbox terbatas, atau masuk lebih dulu ke pasar luar negeri yang sudah matang. Sebelum masuk, institusi harus mempersiapkan enam aspek inti: pemilihan yurisdiksi, perolehan lisensi, definisi aset, target investor, mekanisme penyelesaian, dan pengaturan operasional. Ada dua jalur utama: masuk langsung ke yurisdiksi dengan regulasi matang (seperti Hong Kong, Singapura, atau AS) atau mengadopsi jalur native-on-chain yang memanfaatkan platform berlisensi untuk mengurangi hambatan masuk. Jalur native-on-chain, seperti yang digunakan Ondo Global dan Plume Nest, memungkinkan masuk cepat dengan cakupan luas dan potensi akses ke likuiditas DeFi, meski kompleksitas desain strukturnya lebih tinggi. Intinya, tokenisasi bukanlah sihir; ini adalah proses yang membutuhkan ketepatan tinggi. Daripada menunggu kerangka regulasi sempurna, lembaga keuangan harus segera bertindak, merencanakan jalur yang layak, dan mengumpulkan pengalaman operasional nyata. Pasar tidak akan menunggu. Persiapan untuk bisnis offshore membutuhkan waktu 6-12 bulan, dan tinjauan hukum menjadi hambatan utama. Namun, kunci sukses terletak pada menyelesaikan proses penjualan yang lengkap, bukan hanya desain teknis.

Foresight News1j yang lalu

Tiger Research: Tiga Strategi bagi Lembaga Keuangan untuk Mengikuti Gelombang Tokenisasi

Foresight News1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片