Brazil’s Crypto Economy Believes in USDT, But Can’t Use It

ccn.comDipublikasikan tanggal 2025-07-19Terakhir diperbarui pada 2025-07-21

Key Takeaways
  • Despite 83% of Brazilian crypto users holding USDT and 43.5% expressing full trust in it, only 37% have used crypto in real-world settings.
  • The desire to use crypto is high but infrastructure issues, like high fees and low merchant adoption, are preventing widespread usage.
  • Countries like Turkey, Nigeria, Indonesia, and Argentina are seeing similar challenges.

Brazil’s overwhelming embrace of the crypto industry has garnered international recognition, with the majority of its citizens holding more crypto than traditional stocks.

However, a new survey from Oobit reveals that while stablecoins like USDT dominate the market in Brazil, a surprising number of holders are unable to use them.

Brazil Believes in USDT

According to Oobit’s July 2025 survey of Brazilian crypto users aged 23–45, an overwhelming 91.8% hold stablecoins, with Tether-issued USDT used by 83%.

This confidence runs deeper: 43.5% of respondents place full trust in Tether’s stablecoin, reflecting a strong connection to the digital asset.

“Brazilian users are among the most advanced crypto participants globally,” Amram Adar, Co-Founder and CEO of Oobit said.

“They trust USDT. They’re holding stablecoins. They’re staking, trading, investing, and they’re eager to use crypto in the real world,” he added.

However, despite this enthusiasm in Brazil, only 54.3% have ever made a crypto payment, and a mere 37% have used USDT in a real-world context, whether online or in-store.

This stands in stark contrast to the 85% who express a desire to use crypto for everyday purchases.

The problem, therefore, isn’t belief but infrastructure.

Infrastructure Friction

Despite overwhelming enthusiasm and trust in USDT and other stablecoins, Brazilian crypto users face significant infrastructure challenges that hinder everyday usage.

When asked to identify the biggest barriers to spending their assets, 41% of respondents cited high fees as the top issue.

In a country where consumers are already cost-conscious and familiar with efficient local payment systems, crypto fees can seem especially excessive.

Following closely, 39% pointed to the lack of merchants accepting crypto as a major limitation.

Other barriers included transaction slowness (17%), poor user experience (11%), and miscellaneous issues (7%).

While Brazilian users exhibit advanced and intentional financial behavior, the tools meant to integrate crypto into daily life remain underdeveloped.

Brazil Is Not Alone

Brazil is not an anomaly, Oobit suggests it’s a warning signal.

Similar patterns are emerging in Turkey, Nigeria, Indonesia, and Argentina.

All are digitally fluent and crypto-curious economies where trust in stablecoins is high, yet spending remains limited.

“If stablecoins can’t work in Brazil, they’ll struggle everywhere until the rails catch up,” Oobit wrote in its report.

“The infrastructure just needs to meet them halfway,” it added.

However, some countries have already made forward-thinking moves to bridge the gap seen in Brazil.

Crypto-Forward Countries

El Salvador and Malta are rare examples of national policy and merchant adoption actively supporting real-world crypto use.

Even so, their experiences highlight the challenges of implementation.

El Salvador made global headlines in 2021 as the first country to adopt Bitcoin as legal tender.

With the introduction of the Chivo wallet, the government aimed to bring Bitcoin into everyday use, enabling citizens and tourists to pay with Bitcoin at stores, restaurants, and for transportation services nationwide.

The country positioned itself as a crypto testbed.

However, the bold initiative drew scrutiny from global institutions, particularly the International Monetary Fund (IMF), which raised concerns about financial stability.

In response, El Salvador scaled back some aspects of its Bitcoin program last year. This included reducing official support for the Chivo wallet and removing the legal requirement for all merchants to accept Bitcoin.

Although Bitcoin remains legal tender, its use is now voluntary.

Was this Article helpful? Yes No

Kripto yang Sedang Tren

Bacaan Terkait

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

Artikel ini membahas konsep "world model" (model dunia) dalam kecerdasan buatan (AI) yang saat ini banyak digunakan dengan makna berbeda-beda. Fei-Fei Li mengusulkan taksonomi fungsional untuk mengklarifikasi kekacauan ini. Berdasarkan siklus interaksi agen-dunia dalam POMDP (Partially Observable Markov Decision Process), ia mengategorikan model dunia menjadi tiga jenis berdasarkan outputnya: 1. **Renderer (Perender):** Menghasilkan **observasi**, khususnya piksel yang ditujukan untuk mata manusia. Contohnya adalah model video seperti Sora atau sistem interaktif seperti Genie yang menghasilkan gambar berdasarkan input. Fokus utamanya adalah kesetiaan visual, bukan akurasi fisik. 2. **Simulator (Simulator):** Menghasilkan **state (keadaan)**, yaitu representasi dunia yang akurat secara geometri, fisika, dan dinamika. Simulator berfungsi sebagai landasan struktural untuk perhitungan, digunakan oleh profesional (arsitek, desainer) dan program komputer (robot, kendaraan otonom) untuk pelatihan dan pengujian. Contohnya adalah platform seperti NVIDIA Omniverse. 3. **Planner (Perencana):** Menghasilkan **tindakan**. Model ini menentukan langkah selanjutnya yang harus diambil sebuah agen berdasarkan observasi dan tujuan. Ini menutup lingkaran persepsi-aksi. Contohnya adalah model visi-bahasa-aksi (VLA) dan model aksi dunia (World Action Models). Artikel menyoroti bahwa **simulator adalah kunci penghubung** yang paling penting namun kurang mendapat perhatian publik. Simulator bekerja pada tingkat geometri dan fisika yang mendasarinya, sehingga pemahamannya dapat diproyeksikan ke dalam piksel (untuk renderer) atau prediksi konsekuensi tindakan (untuk planner). Tren terpenting saat ini adalah peleburan batas antara ketiga kategori ini, didorong oleh kesadaran bahwa pengetahuan dasar tentang dunia yang dibutuhkan adalah sama. Tujuan akhirnya adalah model dunia terpadu yang dapat beralih di antara rendering, simulasi, dan perencanaan sesuai kebutuhan. Perkembangan ini mendorong kemajuan menuju kecerdasan spasial, di mana mesin tidak hanya memahami bahasa tentang dunia, tetapi juga dapat memahami, membayangkan, bernalar, dan berinteraksi dengan dunia fisik itu sendiri.

marsbit6j yang lalu

Artikel Terbaru Li Feifei: Saat Video Generation, Robot, dan NVIDIA Mengaku Sebagai Model Dunia, Kita Membutuhkan Taksonomi

marsbit6j yang lalu

Trading

Spot

Artikel Populer

Cara Membeli T

Selamat datang di HTX.com! Kami telah membuat pembelian Threshold Network Token (T) menjadi mudah dan nyaman. Ikuti panduan langkah demi langkah kami untuk memulai perjalanan kripto Anda.Langkah 1: Buat Akun HTX AndaGunakan alamat email atau nomor ponsel Anda untuk mendaftar akun gratis di HTX. Rasakan perjalanan pendaftaran yang mudah dan buka semua fitur.Dapatkan Akun SayaLangkah 2: Buka Beli Kripto, lalu Pilih Metode Pembayaran AndaKartu Kredit/Debit: Gunakan Visa atau Mastercard Anda untuk membeli Threshold Network Token (T) secara instan.Saldo: Gunakan dana dari saldo akun HTX Anda untuk melakukan trading dengan lancar.Pihak Ketiga: Kami telah menambahkan metode pembayaran populer seperti Google Pay dan Apple Pay untuk meningkatkan kenyamanan.P2P: Lakukan trading langsung dengan pengguna lain di HTX.Over-the-Counter (OTC): Kami menawarkan layanan yang dibuat khusus dan kurs yang kompetitif bagi para trader.Langkah 3: Simpan Threshold Network Token (T) AndaSetelah melakukan pembelian, simpan Threshold Network Token (T) di akun HTX Anda. Selain itu, Anda dapat mengirimkannya ke tempat lain melalui transfer blockchain atau menggunakannya untuk memperdagangkan mata uang kripto lainnya.Langkah 4: Lakukan trading Threshold Network Token (T)Lakukan trading Threshold Network Token (T) dengan mudah di pasar spot HTX. Cukup akses akun Anda, pilih pasangan perdagangan, jalankan trading, lalu pantau secara real-time. Kami menawarkan pengalaman yang ramah pengguna baik untuk pemula maupun trader berpengalaman.

916 Total TayanganDipublikasikan pada 2024.12.10Diperbarui pada 2026.06.02

Cara Membeli T

Diskusi

Selamat datang di Komunitas HTX. Di sini, Anda bisa terus mendapatkan informasi terbaru tentang perkembangan platform terkini dan mendapatkan akses ke wawasan pasar profesional. Pendapat pengguna mengenai harga T (T) disajikan di bawah ini.

活动图片