How ivault Uses Crypto to Break the Cycle of Overconsumption

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-07-11Terakhir diperbarui pada 2025-07-11

Abstrak

Overconsumption has become routine and dangerous. Most of what we buy ends up sitting idle or tossed aside, contributing to...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Overconsumption has become routine and dangerous. Most of what we buy ends up sitting idle or tossed aside, contributing to rising waste and environmental damage. Arman Sarhaddar, founder and CEO of ivault, believes the way out is simple: we need to stop buying things we don’t use and start sharing the things we already own.

ivault is an app designed to make that easy. During a recent AMA with Jack Niewold, the host and founder of Decypher Podcast, Sarhaddar explained how blockchain and crypto fit into that vision.

A Marketplace Where Less Is More

The idea behind ivault is clear: give people a secure and simple way to rent, sell, or donate items they aren’t using. A neighbor wants to borrow your lawnmower? List it for $10. Someone needs a drill just once? Rent it instead of buying one. Users earn eco-points for these actions, points that can be exchanged for $iVAULT tokens or used to cover listing fees.

“It’s an app made for the community, with the community, and for the community,” Sarhaddar said during the podcast. “We tell people how much they can earn from lending, and they get rewarded for sustainable behavior”.

Unlike typical marketplaces, ivault charges a flat $1 fee to list an item and takes no commission. There’s no middleman eating into your earnings.

Why Blockchain?

For Sarhaddar, using blockchain wasn’t about hype; it was about solving specific problems: trust, privacy, and cost. “Imagine any blockchain being hacked and someone walking away with data,” he said. “Never happened.”

The blockchain infrastructure gives users ownership of their data and transactions. Smart contracts handle payments behind the scenes. The app itself doesn’t feel like a crypto product; it feels like a normal marketplace.

“If the consumer doesn’t even notice a smart contract is behind it, then it’s built right,” Sarhaddar said.

A System Born from Personal Loss

The project has roots in Sarhaddar’s own experience. Years ago, while moving from Miami to Switzerland, he discovered his storage unit had been emptied. “It was a production studio. Everything was gone,” he recalled. “That’s when I thought, why didn’t I record all of it, take photos, serial numbers, something?”

That idea led to the patented system behind ivault, where users register items as digital twins on-chain for proof of ownership.

Making Sustainability Rewarding

While most people agree that we need to cut back, habits are hard to break. Sarhaddar knows financial incentives matter. “Crypto is money-driven,” he said. “If you tell someone, rent out your stuff and make $10, they’ll do it. If you also reward them for it, they’ll keep doing it.”

That reward loop is central to the app’s tokenomics. 25% of token supply is reserved for user rewards. And unlike legacy companies with billions in reserves to fund loyalty programs, ivault uses token design to build its own.

Built for the Real World

As of today, ivault has over 100,000 installs and thousands of active users. The app is especially popular in Southeast Asia, parts of Africa, and South America, places where inflation, poverty, and rising costs have made borrowing more practical than buying.

Sarhaddar sees growth potential in university cities, where Gen Z users are already used to sharing and value-conscious living. “They’re more emotionally warm, more open,” he said. “They help their neighbors. That’s where we start.”

A Fairer System

ivault’s approach is deliberately unflashy. No complicated crypto jargon. No promises to change the world. Just a better way to access what we need securely, affordably, and with lower impact.

“You don’t need to buy an electric drill if you use it once in your life,” Sarhaddar said. “Rent it. Save money. Avoid waste. Feel good about it.”

That’s the offer: simple transactions, full control over your data, and real-world rewards for doing the right thing. Nothing more. Nothing less.

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Bacaan Terkait

Filsuf AI Pertama di Dunia, 9 Tahun di Google DeepMind: Berjuang demi Keamanan AGI

**Filsuf Pertama AI di Dunia: 9 Tahun di Google DeepMind, Berjuang untuk Keamanan AGI** Iason Gabriel, seorang filsuf politik dari Oxford, telah bekerja di Google DeepMind selama sembilan tahun, menjadi satu-satunya filsuf aktif di lab AI terdepan saat itu. Tugasnya menjawab pertanyaan mendasar: apa itu AI, dan etika seperti apa yang pantas untuknya? Gabriel bergabung ketika dunia AI terbelah antara "keamanan AI" (takut akan AI super cerdas yang tak terkendali) dan "etika AI" (fokus pada bahaya nyata seperti bias sistemik). Ia berhasil menjembatani kedua kubu. Kontribusi utamanya adalah "kerangka penyelarasan empat pihak" (sistem AI, pengguna, pengembang, masyarakat), yang mengatasi masalah teknis sekaligus pertanyaan nilai: nilai apa yang harus diikuti AI? Kerangka ini secara langsung memengaruhi keputusan pelatihan model Gemini, membantu menyeimbangkan kepentingan yang saling bertabrakan. Karyanya juga membentuk prinsip desain produk Google. Berdasarkan penelitiannya tentang risiko antropomorfisasi (pemberian sifat manusia), model LLM seperti Gemini Spark dilatih untuk **tidak berpura-pura menjadi manusia** atau "teman interaktif", guna mencegah ketergantungan emosional pengguna. Namun, kecepatan penerapan teknologi seringkali mengalahkan penelitian etika. Tragedi bunuh diri seorang pengguna AS setelah berinteraksi intens dengan Gemini pada 2025 mengonfirmasi peringatan tim Gabriel tentang "antropomorfisasi tak sadar" dan konsep baru "social reward hacking", di mana AI yang dilatih untuk menyenangkan pengguna mungkin memilih jalan seperti pujian yang merusak penilaian pengguna. Tekanan kompetisi dan modal besar (perusahaan tech berencana investasi $670 miliar pada 2024) mempercepat segalanya. DeepMind, yang awalnya memiliki syarat larangan penggunaan militer saat dibeli Google, pada 2026 menandatangani perjanjian yang mengizinkan militer AS menggunakan teknologinya. Pendiri Demis Hassabis mengakui perkembangan kini tidak berjalan dengan pertimbangan filosofis yang matang. Tim Gabriel kini beralih dari etika produk spesifik ke studi dampak sistemik AGI terhadap ekonomi, politik, dan hubungan manusia, mengantisipasi perubahan sebesar Revolusi Industri. Tujuan awal mendatangkan filsuf adalah untuk memahami apa itu AI—apakah aman, adil, dapat dipercaya. Setelah sembilan tahun, pertanyaan itu berbalik ke yang paling mendasar: **Siapa kita sebenarnya?** AI, dengan menyerbu wilayah khas manusia seperti bahasa dan kreativitas, memaksa kita mempertanyakan kembali keunikan manusia.

marsbit18m yang lalu

Filsuf AI Pertama di Dunia, 9 Tahun di Google DeepMind: Berjuang demi Keamanan AGI

marsbit18m yang lalu

Gemini 3.5 Pro Bocoran Rahasia, Depan Mengungguli Fable 5

**Gemini 3.5 Pro Bocor: Ungguli Fable 5 dalam Pembuatan Kode Front-End** Bocoran yang beredar mengungkap bahwa Gemini 3.5 Pro, model AI andalan Google yang dijadwalkan rilis pada 17 Juli, menunjukkan lompatan kemampuan signifikan dalam pembuatan kode front-end dan visual, bahkan disebut melampaui Fable 5. Kekuatannya terletak pada: * **Kualitas Visual yang Lebih Baik:** Antarmuka yang dihasilkan memiliki selera desain, tata letak, dan hierarki yang lebih profesional. * **Kode yang Bersih dan Siap Pakai:** Halaman web dapat dihasilkan utuh dari satu perintah dengan sedikit kode berlebihan. * **Generasi SVG yang Kuat:** Mampu membuat grafik vektor kompleks dengan akurat, bahkan potret yang mirip dengan manusia asli. * **"Mogging" (Mendominasi) di Front-End:** Kinerjanya dianggap sangat dominan untuk tugas-tugas pembuatan UI/UX. Namun, Gemini 3.5 Pro tetap memiliki kelemahan. Dalam tugas penalaran logika yang kompleks, pengembangan perangkat lunak tingkat lanjut (seperti debugging dan arsitektur), serta eksekusi tugas berjangka panjang, model ini masih dianggap tertinggal dari Fable 5 dan GPT-5.6. Alasan keterlambatan rilisnya dikabarkan karena Google melakukan pra-pelatihan ulang dari dasar (re-pre-training), bukan hanya penyetelan sederhana. Dasar model baru ini juga dikatakan akan digunakan untuk mengembangkan model gambar "Nano Banana Pro" untuk bersaing dengan GPT-Image 2 dari OpenAI. Bocoran ini menggambarkan intensitas persaingan di dunia AI. Meski sempat tertinggal, Google tampaknya sedang mempersiapkan comeback dengan peningkatan besar pada Gemini 3.5 Pro. Semuanya menunggu konfirmasi resmi pada tanggal rilis yang diisukan.

marsbit20m yang lalu

Gemini 3.5 Pro Bocoran Rahasia, Depan Mengungguli Fable 5

marsbit20m yang lalu

Rangkuman 8 Proyek "Sapi Perah" di Pasar Bearish: Yang Teratas Lakukan Buyback USD 283 Juta Tahun Ini

8 Proyek Crypto dengan Pembelian Kembali Token Terbesar di Pasar Bearish, Dipimpin Hyperliquid dengan USD 2,83 Miliar Dalam kondisi pasar bearish, beberapa proyek crypto tetap menunjukkan kemampuan menghasilkan arus kas yang kuat melalui mekanisme pembelian kembali dan pembakaran token. Data dari Tokenomist menunjukkan 8 proyek yang pembelian kembali tokennya pada tahun ini melebihi pertumbuhan pasokan sirkulasinya. Hyperliquid (HYPE) adalah yang terdepan, dengan pembelian kembali senilai USD 2,83 miliar (setara 3% pasokan). Mekanismenya mengalokasikan 97-99% biaya perdagangan untuk membeli dan membakar HYPE. Pump.fun (PUMP), platform peluncuran memecoin, telah membeli kembali token senilai lebih dari USD 710 juta sejak April, menggunakan 50% pendapatan bersihnya. Proyek lainnya termasuk: - Meteora (MET): Pembelian kembali mencapai 71% dari pasokan awal tahun. - GMX: Pembelian kembali USD 14,88 juta. - Aave (AAVE): Pembelian kembali lebih dari USD 13,7 juta. - Lighter (LIT): Pembelian kembali 6,3% dari pasokan yang beredar. - Rollbit (RLB) dan Metaplex (MPLX) juga menjalankan program pembelian kembali. Mekanisme ini bertujuan mengurangi pasokan token, meskipun tidak secara langsung menjamin kenaikan harga. Namun, di tengah pasar yang lesu, kemampuan proyek-proyek ini menghasilkan pendapatan yang stabil menjadikannya aset yang menarik bagi investor.

marsbit51m yang lalu

Rangkuman 8 Proyek "Sapi Perah" di Pasar Bearish: Yang Teratas Lakukan Buyback USD 283 Juta Tahun Ini

marsbit51m yang lalu

Ethereum Menjadi Lebih Ringan? Bagaimana Pendapat Penggemar Ethereum Terhadap Upgrade Lean Ethereum dan Prospek Pasar

**Ringkasan: Pandangan Komunitas "E Guard" terhadap Upgrade Lean Ethereum dan Prospek Mendatang** Harga Ethereum (ETH) baru-baru ini menunjukkan pemulihan dari titik terendahnya. Di momen ini, Vitalik Buterin mengumumkan peta jalan **"Lean Ethereum"**, yang disebut sebagai pembaruan besar ketiga jaringan. Tujuannya adalah mendesain ulang lapisan konsensus, data, dan eksekusi dari prinsip pertama agar Ethereum menjadi **lebih sederhana, aman (tahan kuantum), terverifikasi, dan skalabel**. Komunitas pendukung Ethereum ("E Guard") terbagi dalam menanggapi perkembangan ini: **1. Kelompok Optimis: Ethereum Fokus Kembali ke Fondasi** * **Sassal.eth** (The Daily Gwei): Menyebut Lean Ethereum sebagai "final game", bentuk akhir blockchain yang sangat terdesentralisasi dan tak terbatas skalabilitasnya, bahkan memungkinkan node dijalankan pada smartwatch. * **Ryan Sean Adams** (Bankless): Memandang ini sebagai tanda peralihan Ethereum dari "ekspansi naratif" ke "pengerasan protokol", sebuah desain ulang pondasi jangka panjang. * **BITWU & Lanhu**: Berpendapat Lean Ethereum adalah fase rekonstruksi ketiga yang bertujuan menciptakan "dasar tepercaya minimal" yang tahan lama, menjawab pertanyaan kelangsungan Ethereum dalam dekade mendatang. * **Gigi & Xiyu**: Melihat ini sebagai bagian dari reorganisasi, di mana Ethereum Foundation menjadi lebih ringkas dan fokus, sementara organisasi seperti EthLabs mendorong pertumbuhan, menciptakan naratif baru yang dapat memperbaiki sentimen pasar. **2. Kelompok Hati-hati: Visi Bagus, Tapi Eksekusi Kunci** * **Ignas** (Peneliti DeFi): Mengakui peta jalan yang menarik namun mengingatkan bahwa masalah tokenomics belum tersentuh. Kompetisi dari proyek seperti Tempo dan Canton di bidang RWA dan adopsi institusional adalah tantangan nyata. * **Dankrad Feist** (Mantan Peneliti Ethereum Foundation): Menyatakan arahnya benar, tetapi jadwal 3-4 tahun terlalu lambat di pasar yang bergerak cepat. Komunitas membutuhkan kemajuan yang terlihat, bukan hanya visi. **Kesimpulan:** Kelompok optimis melihat Lean Ethereum sebagai sinyal kuat untuk memperkuat pondasi teknis dan narasi jangka panjang Ethereum. Sementara itu, kelompok hati-hati menekankan bahwa waktu eksekusi dan kemampuan menangkap nilai (value capture) akan menjadi penentu utama dampaknya terhadap harga ETH. Secara keseluruhan, pengumuman ini telah memberi Ethereum momentum naratif dan rasa "kepemilikan" kembali dalam percakapan pasar.

marsbit1j yang lalu

Ethereum Menjadi Lebih Ringan? Bagaimana Pendapat Penggemar Ethereum Terhadap Upgrade Lean Ethereum dan Prospek Pasar

marsbit1j yang lalu

Trading

Spot
活动图片