BOLT12:支付协商协议与新的发票标准

btcstudyDipublikasikan tanggal 2025-06-23Terakhir diperbarui pada 2025-06-24

作者:Anony

BOLT12 是目前最新一个合并到 “BOLT(闪电网络基础协议)” 的规范。

人们常常会把 BOLT12 与 “LNURL” 对比。应该说,这种对比是合理的,而且抓住了 BOLT12 给闪电网络带来的最重要的新特性 —— 兼顾了隐私性的稳定身份标识。但 BOLT12 不止于此。

为了流畅地解释 BOLT12,我们先从 BOLT11 开始。

BOLT11 发票与标准的闪电支付

在常见的互联网支付中,往往要由收款方先出示一段信息(比如所谓的 “收款码” 和 “比特币地址”),然后支付方根据这段信息发起支付。闪电支付也不例外。

显然,这样的信息必须起到一个身份标识的作用。由 BOLT11 所定义的数据对象 “发票”,可以充当这个功能,但还不止于此。发票中包含了以下信息:

  • 收款节点的公钥:即起到身份标识作用的信息,用于在闪电网络的图谱中寻找收款方的位置。
    • 即使不直接包含收款节点的公钥,也会提供其它信息来帮助支付方定位。
  • 支付哈希值:用于在闪电通道中建立承载多跳支付的哈希时间锁输出(HTLC)的哈希值。
  • 支付秘密值:一个秘密值。

这些信息都是极为关键的:

  • 支付哈希值用于建立免信任的接力支付,并且重要的是,当收款方为获得支付而释放出这个哈希值的原像之后,这个原像将沿着接力支付的网络路径反向传回给支付方,成为支付的证据
  • 支付的秘密值则用来分辨支付者的身份、防止接力支付的中间节点猜测路径的结尾(支付的收款方):由于收款者的发票只出示给了支付方,那么只有支付方知道这个秘密值,从而,可以要求抵达收款方节点的数据包裹包含这个秘密值,来拒绝非支付方的猜测和打探。

身份信息也许不需要用发票来传递,但上述两种信息与闪电支付密不可分。如果收款方没有向支付方传递发票,支付方就收不到支付证据,也就失去了使用闪电支付的一个关键好处。

这也是为什么发票必然是一次性的:支付哈希值和支付秘密值必须是一次性的,否则就无法建立安全的多跳支付,也无法获得上述好处。

剩下的问题仅仅是:给定发票是一次性的,无法成为收款方的稳定身份标识符,那么如何为收款方安排一个稳定标识符,使支付方总能按需请求发票?

LNURL 和互联网服务器

“LNURL” 以及衍生的 “Lightning Address” 协议,正是解决上述问题的一种方式。

这里的想法非常简单:假设收款方节点附带着一个总是可以访问到的网络端口,那么支付方就可以借助这个网络端口来向收款方节点请求 BOLT11 发票;一旦获得了发票,就可以开始正常的闪电网络支付流程。

这个网络端口的稳定可访问是重要的,但由谁来保证它可以访问则是相对次要的:收款方可以自设互联网服务器,也可以借助他人的服务器。LNURL 就是一套规定客户端如何与这样的服务端通信的标准。

使用 LNURL 之后,收款方就可以出示一个形如邮箱地址的 [email protected] 的 “闪电地址”,作为自己的稳定身份标识(收款码)。支付者只需 扫描/输入 这个地址并填入支付细节,请求发票和支付发票的流程都会在后台完成。

对于自己有能力或者使用 BTCPay Server 这样的服务的收款方来说,这是切实可行的解决办法。(更不用说使用托管型闪电钱包的用户了。)只是,使用了第三方的 LNURL 服务器,隐私性就会差一些。

那 BOLT12 做了什么呢?

BOLT12 的特性

BOLT12 的基本想法与 LNURL 没有什么不同,只是将它做进了闪电网络协议中,利用闪电网络自身的一系列基本特性来实现它。这种实现不仅减少了闪电网络用户对互联网服务器的依赖,还带来了一系列新功能:

  • 在闪电网络中实现的对 “洋葱消息” —— 多层加密、逐层解密的网络转发消息 —— 的支持,让人们可以利用闪电网络本身来跟某一个节点通信;消息都是由闪电网络中的节点来转发的,中间节点并不知道消息的最终的目的地。
  • “盲化路径” —— 由 消息/支付 的 收款方/接收方 自己设定,带有机密性的转发路径,则让接收方在提供定位信息的同时,不暴露自身的具体位置。盲化路径的阅读者只能知道这条路径的入口节点,而不知道其中包含的节点,因此也不知道接收方的具体位置,只知道依据这条路径,就能给接收方发送 支付/消息。

上述两者相结合,收款方就得到了一种兼顾隐私性的稳定身份标识,在 BOLT12 中称为 “offer(要约)”。Offer 中包含了盲化路径,这种信息是可以很稳定的,同时,又没有暴露收款方的具体位置。支付方只需要根据 Offer,使用洋葱消息向收款方请求发票(发送 BOLT12 所定义的 invoice_request 消息);收款方生成发票后,通过支付方在 invoice_request 中包含的 reply_path 发回给支付方;随后支付方便可依据发票发起支付。

基于这种稳定的身份标识,支付方可以多次向收款方请求发票并支付,从而订阅、捐赠、按量预付(随付随用)等支付场景也就成为了可能(原本需要依赖于网络服务端,如今不再需要)。

由于 Offer 在使用时要由支付方发起 invoice_request,支付方可以在其中包含一个自己的公钥,从而在支付完成后得到一个支付者证明,这也是原来做不到的。

invoice_request 也可以反过来使用,从而使退款也变得便利:比如说,商家可以直接给出一个 invoice_request,顾客依据其中的信息,向商家发送一张发票,从而让商家可以退款。

最后,还需要注意的是:通过 offer 来请求发票时,请求方获得的并不是 BOLT11 发票,而是由 BOLT12 所定义的发票。两者在功能上没有什么很大区别,都包含前述关键的支付哈希值和支付秘密值信息;一大关键区别是 BOLT11 发票使用 ECDSA 签名,而 BOLT12 发票使用 Schnorr 签名。

这是一个令人难以索解的事情:一方面,当前的 BOLT11 并没有给出使用盲化路径的方法,这是一种极为重要的隐私保护技术,如果 BOLT11 发票不支持,就将使 BOLT11 发票在功能上落后于 BOLT12 offer/发票,那么似乎用户没有理由再使用 BOLT11 发票,而应该完全依赖于 BOLT12 offer;然而,BOLT11 并没有从当前的 BOLT 中退出,意味着以后的客户端实现也必须 实现/维护 处理它的代码,这会影响协议的整洁。

就目前为止,还无法知道如何处理这种矛盾。唯一我们可以确定的事情是,BOLT12 确实能够改变闪电支付的体验,使闪电网络覆盖更多的支付场景。

参考文献

Bacaan Terkait

Triliun Rupiah Masuk ke Dana Pensiun? ETF Reinvestasi Dividen Bitcoin Franklin Templeton Bawa Langit-Langit Tekanan Jual

Franklin Templeton telah mengajukan dua ETF yang memasukkan Bitcoin ke dalam portofolio melalui mekanisme "konfigurasi default" dan reinvestasi dividen. Produk ini dirancang terutama untuk penasihat keuangan, memungkinkan klien memegang Bitcoin tanpa menyadarinya, dengan struktur awal 95% saham dan 5% Bitcoin. Dividen dari bagian saham akan otomatis digunakan untuk membeli Bitcoin. Namun, analisis menunjukkan dampak pembeliannya kecil. Dengan yield dividen rendah (sekitar 1% untuk dana luas dan 0.5% untuk sektor inovasi), aliran pembelian tahunan diperkirakan hanya beberapa juta dolar, yang terserap pasar dalam hitungan menit. Desainnya justru menciptakan tekanan jual saat harga Bitcoin naik, karena aturan rebalancing kuartalan akan menjual Bitcoin jika porsinya melebihi 5% untuk kembali ke 4.5%, dengan batas maksimal 20%. Produk ini berpotensi menjadi penjual pasif di pasar bullish. Produk ini memanfaatkan kemalasan manusia dan celah peraturan, menawarkan cara bagi penasihat untuk mengalokasikan Bitcoin secara "tidak langsung" dan mematuhi aturan internal yang melarang aset kripto. Meski ada potensi aliran dana pensiun setelah perubahan regulasi AS baru-baru ini, dampak langsungnya terhadap permintaan Bitcoin dianggap terbatas, dan produk semacam ini justru dapat menciptakan "langit-langit tekanan jual" jika banyak diterapkan.

marsbit24m yang lalu

Triliun Rupiah Masuk ke Dana Pensiun? ETF Reinvestasi Dividen Bitcoin Franklin Templeton Bawa Langit-Langit Tekanan Jual

marsbit24m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Harga Bitcoin menyentuh level terendah dalam 20 bulan terakhir, jatuh di bawah $60,000 pada 25 Juni. Aset kripta utama lainnya seperti ETH dan SOL juga terkoreksi tajam. Lebih dari $1 miliar posisi leverage dilikuidasi dalam 24 jam, dengan mayoritas adalah posisi long. Indeks Fear & Greed turun ke 15, menandakan sentimen "ketakutan ekstrem". Pilar utama bull run sebelumnya—yaitu strategi pembelian berkelanjutan oleh perusahaan seperti Strategy (MSTR) dan aliran dana institusional melalui ETF spot AS—sedang melemah secara bersamaan. Strategy, pemegang Bitcoin korporat terbesar, kini mencatat kerugian mengambang lebih dari $14,6 miliar. Produk pendanaan terbarunya, STRC, telah anjlok 25% dari nilai nominalnya, mengancam kemampuan perusahaan untuk terus mengumpulkan dana dan membeli Bitcoin. Sementara itu, ETF spot Bitcoin AS mengalami arus keluar bersih besar-besaran, dengan sekitar $2,8-3,5 miliar mengalir keluar sepanjang Juni. Lingkungan makro yang ketat dengan inflasi tinggi dan penundaan ekspektasi pemotongan suku bunga AS semakin menekan aset berisiko seperti kripto. Modal institusional juga tampak beralih ke sektor AI. Faktor jangka pendek, termasuk kadaluarsa opsi Bitcoin senilai sekitar $10 miliar pada 26 Juni, diperkirakan akan terus memicu volatilitas. Analis memperingatkan bahwa ujian sesungguhnya bagi pasar mungkin datang pada awal Juli setelah likuidasi kontak berjangka kuartalan dan penurunan leverage.

Foresight News32m yang lalu

Harga Bitcoin Menyentuh Level Terendah dalam 20 Bulan, Investor "Bull" Terbesar Sudah Rugi 15 Miliar Dolar

Foresight News32m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

STRC, saham preferen Strategos yang ditargetkan pada nilai nominal $100, telah jatuh di bawah $80, menawarkan yield dividen tersirat yang tampak tinggi sekitar 13-15%. Artikel ini menganalisis apakah ini peluang beli atau perangkap. Poin utamanya: Diskon ini bukan hanya karena likuiditas, tetapi mencerminkan keraguan pasar tentang kemampuan model pembiayaan Strategos. Strategos mengandalkan siklus "menerbitkan sekuritas -> membeli BTC" untuk tumbuh. STRC, sebagai lapisan pendanaan berbiaya tinggi yang membutuhkan pembayaran dividen tunai, menjadi titik tekanan jika siklus ini melambat. Alasan utama STRC melemah: 1. Tekanan pada harga BTC dan premium saham MSTR, mengurangi efisiensi pendanaan. 2. Mekanisme penerbitan STRC terhambat saat harga jauh di bawah nominal. 3. Kompetisi dari produk pendapatan serupa (seperti SATA) menarik likuiditas. 4. Sinyal risiko: Strategos menjual sedikit BTC (32 BTC) untuk mendanai dividen, mempertanyakan komitmen "hanya beli, tidak jual". STRC bukan skema Ponzi karena didukung aset BTC nyata, tetapi memiliki risiko "Ponisifikasi" jika dividennya semakin bergantung pada penjualan BTC atau penerbitan sekuritas baru. "Ledakan" atau kegagalan bagi STRC lebih mungkin berupa keruntuhan bertahap dalam kepercayaan dan kemampuan pendanaan, dipicu oleh kombinasi: BTC turun dalam, diskon STRC yang dalam berlanjut, tekanan biaya dividen tunai, dan penjualan BTC menjadi rutin untuk membayar dividen. Kesimpulan: STRC bukan aset pendapatan tetap bebas risiko. Ini adalah taruhan pada apakah model perbendaharaan BTC Strategos dapat bertahan dalam pasar bearish. Membelinya adalah spekulasi pada pemulihan harga menuju $100 dan keberlanjutan narasi pendanaan Strategos, sambil menerima risiko dividen tertunda atau harga diskon yang berkepanjangan.

marsbit46m yang lalu

STRC Tembus di Bawah 80 Dolar, Masih Bisakah Investor Beli di Titik Terendah?

marsbit46m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

Penulis: Gu Yu, ChainCatcher Di dunia bisnis tradisional, aset merek adalah garis hidup perusahaan. Mengganti nama secara sering hampir setara dengan menghancurkan pertahanan bisnis secara sukarela. Namun, di dunia kripto, aturannya seringkali berkebalikan. Menurut statistik RootData, lebih dari 16% proyek kripto pernah mengganti nama, termasuk banyak proyek terkenal. Artikel ini membahas alasan umum di balik fenomena ini: 1. **Loyalitas merek kripto yang rendah:** Pengguna awal banyak proyek kripto seringkali adalah investor, pemburu airdrop, atau pedagang naratif, bukan konsumen setia. Loyalitas mereka lebih terikat pada potensi keuntungan daripada pengalaman produk. Nama lama yang dikaitkan dengan penurunan harga, narasi usang, atau kontroversi bisa menjadi beban, bukan aset. 2. **Strategi pemasaran dan penyesuaian:** Beberapa pergantian nama merupakan penyesuaian strategis yang sah saat cakupan bisnis berkembang melampaui nama awal (contoh: Matic Network menjadi Polygon). Namun, banyak juga yang bertujuan "menumpang" pada tren panas pasar (seperti AI, RWA) untuk mendapatkan perhatian dan modal segar. Pergantian nama juga bisa menjadi alat hubungan masyarakat untuk memutus hubungan dengan masa lalu setelah peretasan, kerugian, atau kegagalan yang merusak kepercayaan. 3. **Ruang abu-abu "ganti nama dan ganti token":** Yang perlu diwaspadai adalah ketika pergantian nama disertai migrasi token. Ini bisa menjadi kesempatan untuk "mereset" likuiditas dan grafik harga lama, menciptakan kesan segar. Dalam proses ini, seringkali terjadi perubahan pada tokenomics yang tidak menguntungkan pemegang token lama, seperti pengenceran melalui penambahan pasokan untuk insentif baru. **Kesimpulan:** Masalah sebenarnya bukan pada pergantian nama itu sendiri, melainkan pada motif di baliknya. Pergantian nama untuk memperluas visi strategis dengan produk nyata dapat positif. Namun, jika tujuannya adalah melarikan diri dari sejarah kegagalan, menggeser narasi usang, atau mereset grafik harga dan likuiditas untuk permainan lama yang sama, maka itu adalah tanda bahaya. Ketika sebuah proyek mengganti nama, pertanyaan kritisnya adalah: Apa kemampuan atau strategi baru yang nyata? Apakah tokenomics berubah? Sejarah lama apa yang paling ingin mereka lupakan?

marsbit52m yang lalu

Mengapa Proyek Kripto Sering Berganti Nama?

marsbit52m yang lalu

Trading

Spot
Futures
活动图片