从掌纹“革命”到门禁厂商,撕开 Humanity 技术 “画皮” 双面戏码

链捕手Dipublikasikan tanggal 2025-06-24Terakhir diperbarui pada 2025-06-24

作者:Fairy,ChainCatcher

编辑:TB,ChainCatcher

 

一边是顶级资本的热捧,一边是技术外包与隐私争议缠身;一边高举“抗女巫”大旗,一边被扒出代码中躺着深圳门禁厂商的 logo 图。

Humanity Protocol,这个被誉为“最强抗女巫网络”的 Web3 身份识别明星项目,估值已突破 11 亿美元,背后站着 Pantera、Jump、Animoca 等豪华资本阵容,一度被视为对标 Worldcoin 的有力竞争者。

但在聚光灯的另一面,那层“技术革命”与“隐私护盾”的外衣正在一寸寸剥落。Humanity 的背后究竟有着怎样的“双面戏码”?

资本造神:11 亿估值的速成密码

Humanity Protocol成立于2023年,核心卖点是基于掌纹识别的人类证明系统,宣称能通过非侵入性生物识别技术解决 Web3 世界的 "女巫" 难题。

资本的嗅觉迅速被吸引:Humanity至今完成了三轮融资,金额超5000万美元,完全稀释估值达 11 亿美元。投资者包括Animoca Brands、Blockchain.com、Polygon、IDG Blockchain等31家知名机构。


Humanity基金会同样大咖云集,由Animoca Brands董事长Yat Siu领衔,联合创始董事还包括国际区块链咨询公司创始人Mario Nawfal,以及来自摩根士丹利和Ortus Capital的资深投资专家Yeewai Chong。

6月17日,Humanity支持掌纹扫描验证的Android版本发布,预约Human ID的用户超800万。紧接着6月22日,币安宣布在 Alpha 和合约市场将上线 Humanity Protocol (H)。至此,Humanity的发展势头看似非常强劲,但随着空投活动的启动,越来越多隐藏的信息被网友扒出,疑云也逐渐浮现。

核心技术出自中国外包厂?

据 X 用户@ LianFang 爆料称,Humanity Protocol 或为“国产项目套壳”, APP 代码素材库内仍留有深圳门禁厂商掌腾信息图片,并称其社交平台热度多由项目方小号自导自演。

Image

加密 KOL AB Kuai.Dong 进一步披露,掌腾信息背后是上海外包公司,专门承接身份验证系统的整体外包服务。而这与 Humanity 所宣扬的“技术创新”形成了刺眼的对比。

对此,Humanity 创始人 Terence Kwok 回应称掌腾信息是早期的合作伙伴,相关素材为打包过程中的“历史遗留”,并强调对方创始人为前腾讯高管,也曾与银联合作,拥有生物识别领域的丰富经验。

然而,这一回应并未打消社区疑虑。AB Kuai.Dong反问道,若只是合作,为何能应用他们代码库,甚至包括人家的公司的封面?

事实上,这并非 Humanity 首次在技术层面引发争议。早在 2024 年 12 月,慢雾科技创始人余弦就曾在 X 平台发文指出,Humanity 在测试网阶段存在严重安全隐患:若用户使用 Web2 登录方式(如邮箱),平台会自动分配钱包地址,并将私钥以明文形式存储在浏览器的 sessionStorage 中。

Humanity华丽包装下的技术底色,随着一次次爆料逐渐褪去光环。

创始人履历阴影:1.7 亿美元“前车之鉴”

面对团队争议时,Humanity Protocol 创始人 Terence Kwok 表示:“我是放弃了美国护照、只拿香港护照的中国人。”但随着对其背景的深挖,一个并不光鲜的创业履历浮出水面。

据外媒Protos报道,Terence Kwok曾因激进扩张几乎葬送其价值15亿美元的智能手机公司Tink Labs,烧掉了超过1.7亿美元的投资资金。Tink Labs当年凭借为酒店客人提供免费智能手机的创新服务,曾获得包括软银、富士康等多家巨头的青睐,却因市场环境变化、运营模式失衡以及资金链断裂而陷入困境,最终于2020年进入破产清算。

Tink Labs 的前人力资源负责人直言:“我从未期待它能撑太久,但也没想到会倒得这么快。Kwok 眼里只有赚钱。”这段“独角兽坠落”的旧案,如今也在用户心中埋下另一道隐忧。

空投成“笑话”

6月22日,Humanity Protocol 宣布启动首个“人性证明” Fairdrop 空投,符合空投资格的用户包括:参与早期测试网、真实用户、推广社区的贡献者等。然而,这场备受期待的空投,最终却点燃了社区的集体怒火。

据加密KOL 冰蛙披露,有人花了一年时间坚持完成签到任务,最终却只收到价值 1 美元的空投;更多人则直接显示“未满足资格”。长期维护社区、产出内容、担任官方 Mod 的志愿者,也同样被“0 空投”打发。与此同时,链上却出现多个幽灵地址,无交互与贡献记录,却领走高达 4 万枚 $H 的空投。

过去一年里,Humanity 频繁推出各种“反女巫”限时填表活动,要求用户填写详细资料、配合验证、参与互动。但事实却是,这些行为并未成为空投的真实参考标准,而是项目方制造活跃度的操作。

Humanity 创始人Terence Kwok对空投争议回应表示:“已关注到社区的广泛反馈,正在认真处理关于公平空投分配的申诉。”然而,项目未来仍充满不确定性,社区迫切期待更加公开、透明和负责任的答复。

Humanity Protocol被资本与愿景托举至云端,却在质疑与争议的漩涡中摇摇欲坠。所谓 "创新" 的包装纸下,可能只是又一场用技术叙事粉饰的资本围猎。

Bacaan Terkait

Model Baru Anthropic Timbulkan 'Drama', Fable 5 yang Terkuat Tak Laku

Anthropic telah meluncurkan dua model Claude baru yang terdeteksi lebih awal, yakni "Marshmallow" (kemungkinan varian Opus 5.1) dan "Melon" (mirip Sonnet), dengan rencana rilis minggu depan. Model Marshmallow dilaporkan mengungguli Opus 5 dalam hal kelancaran percakapan. Namun, berita utama justru datang dari model andalan terbaru mereka, Fable 5. Meski diluncurkan dua bulan lalu sebagai model terkuat dan termahal Anthropic, adopsinya oleh perusahaan ternyata sangat rendah. Data dari platform Ramp menunjukkan Fable 5 hanya menyumbang sekitar 11% dari pengeluaran token bisnis di Anthropic, jauh di bawah saingannya, GPT-5.6 Sol dari OpenAI yang mencapai 25%. Kinerja Fable 5 juga terkesan kurang optimal dibandingkan model saudaranya, Opus 5, yang diluncurkan kemudian dengan harga separuhnya. Dalam beberapa pengujian seperti CursorBench 3.2, performa Opus 5 hampir menyamai Fable 5 dengan biaya yang jauh lebih murah. Tekanan juga datang dari model AI open source, yang pangsa penggunaan token-nya melonjak dari 11% menjadi 62% hanya dalam empat bulan, dengan biaya yang sangat rendah. Situasi ini membuat posisi Fable 5 sebagai model premium menjadi semakin sulit. Oleh karena itu, kemunculan Marshmallow dan Melon diduga sebagai respons Anthropic untuk mengisi celah dalam portofolionya: menawarkan model yang tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki harga yang lebih kompetitif untuk adopsi skala besar oleh perusahaan.

marsbit7m yang lalu

Model Baru Anthropic Timbulkan 'Drama', Fable 5 yang Terkuat Tak Laku

marsbit7m yang lalu

Tiga Bulan Setelah Anjing Rosie Meninggal, Rekam Medisnya Menjadi Sebuah Perusahaan AI Kesehatan

Kisah Rosie, seekor anjing yang menderita kanker kulit, mendorong pemiliknya Paul S. Conyngham — seorang pebisnis AI tanpa latar belakang medis — untuk merancang vaksin mRNA personal dengan bantuan alat-alat AI seperti ChatGPT dan AlphaFold. Upaya ini sempat berhasil mengecilkan beberapa tumor Rosie. Namun, Rosie akhirnya meninggal karena kanker kambuh setelah menjalani operasi. Paul menyatakan, mereka tidak cukup cepat membuat vaksin mRNA berikutnya untuknya. Kini, Conyngham mendirikan perusahaan startup bernama Gamgee, yang baru saja mendapat pendanaan seed $4 juta dari Founders Fund. Perusahaan ini bertujuan mengindustrialisasi proses pembuatan vaksin mRNA personal untuk anjing penderita kanker, mengubah "proses manual" yang dijalani Rosie menjadi alur kerja yang dapat direplikasi. Gamgee akan melakukan uji klinis di Australia, bekerja sama dengan beberapa institusi penelitian. Pendekatan ini memanfaatkan bidang onkologi komparatif, di mana kanker pada anjing memiliki banyak kesamaan biologis dengan kanker pada manusia, sehingga memiliki nilai riset yang lebih luas. Artikel ini juga menyoroti tantangan utama terapi personal: kecepatan. Meski AI dapat mempercepat desain, seluruh proses mulai dari persetujuan etika, produksi, hingga pemberian obat harus dipercepat agar sesuai dengan waktu yang dimiliki pasien. Saran utama: pemilik hewan peliharaan dengan kondisi serupa harus berkonsultasi dengan dokter hewan onkologis yang berkualifikasi, bukan hanya mengandalkan kisah viral.

marsbit16m yang lalu

Tiga Bulan Setelah Anjing Rosie Meninggal, Rekam Medisnya Menjadi Sebuah Perusahaan AI Kesehatan

marsbit16m yang lalu

Bukan Pengikut Lembah Silikon: Beberapa Pemuda yang Sedang Menempuh Doktor, Bertaruh pada Otak Terpadu Humanoid Berkaki Dua

Akhir pekan ini, sebuah video viral menunjukkan robot humanoid mengemudikan go-kart di sirkuit dengan mahir, berbelok, berakselerasi, dan bermanuver layaknya manusia. Robot itu adalah hasil kerja Symbiotic Intelligence (共生知行), perusahaan rintisan yang baru berusia dua bulan. Didirikan oleh Ding Pengxiang (kelahiran 1996), tim intinya terdiri dari para peneliti muda kelahiran tahun 2000-an yang masih menempuh pendidikan doktoral. Mereka mengembangkan "otak" terpadu ujung-ke-ujung (end-to-end) untuk robot humanoid berkaki dua. Berbeda dengan pendekatan mainstream yang modular (berlapis), di mana "otak" membuat keputusan dan "otak kecil" mengontrol gerakan, Symbiotic Intelligence bertaruh pada model tunggal yang langsung memproses input sensorik menjadi target gerakan sendi. Pendekatan ini dianggap lebih efisien dan berpotensi mencapai skala lebih besar, mencontoh evolusi di bidang mobil otonom dan model bahasa besar. Tantangan utamanya sangat kompleks. Robot berkaki dua dengan 29 derajat kebebasan harus menguasai dinamika tubuh penuh, menjaga keseimbangan sambil melakukan tugas. Tim mengatasi ini dengan mekanisme "DriftDistill", yang menggabungkan pembelajaran tiruan untuk akurasi tugas dengan pengetahuan gerakan bawaan untuk stabilitas. Mereka juga menghadapi kelangkaan data. Untuk melatih model, mereka mengembangkan "TrajBooster", teknik yang menggunakan kembali data lintasan dari lengan robot dalam simulasi. Tim ini yakin robot humanoid adalah bentuk paling serbaguna untuk berintegrasi ke lingkungan buatan manusia. Meski industri masih awal dan belum ada konvergensi arsitektur final, ambisi mereka adalah memimpin pengembangan teknologi, bukan sekadar mengikuti. Mereka berinvestasi di jalan yang paling sulin dan paling depan, memecahkan masalah penting berikutnya sebelum jawabannya jelas.

marsbit20m yang lalu

Bukan Pengikut Lembah Silikon: Beberapa Pemuda yang Sedang Menempuh Doktor, Bertaruh pada Otak Terpadu Humanoid Berkaki Dua

marsbit20m yang lalu

Trading

Spot
活动图片