解码底部信号:加密市场的崩盘与反弹剧本

链捕手Dipublikasikan tanggal 2025-06-23Terakhir diperbarui pada 2025-06-23

原文标题:Market Selloff Dynamics + Bottoming

原文作者:Doc

原文编译:Tim,PANews

 

这篇撰文的目的是让你了解我如何识别市场中的关键信号。我们需要理解风险背后的心理机制,并借此优势来识别潜在的市场底部。

1.共识越低的项目越先崩盘

当不确定性袭来,卖家会抛售他们最不看好的资产。例如,共识低的币将率先崩盘,更早失血。

从逻辑上想想:如果你急需用钱,不会去卖你的贵重物品,而是卖掉那些平时用不着、不值钱的东西。

同样地,当交易员不确定市场走势或希望降低风险时,往往会变卖自己情感依赖最低的资产来套现。

这种现象在比特币每次冲顶时都会发生,绝非巧合。山寨币并非在比特币登顶后上涨,而是伴随比特币登顶同步上涨。它们更早在比特币面前显露出一丝疲态,数周前就已率先见顶。

这是一个早期预警信号。聪明的交易者会在其他人还未察觉要发生什么事之前就先行降低风险。

2.风险 VS 蓝筹币

让我们回到之前的那个逻辑:人们会尽可能长久地保留自己珍视的高品质财物,只有在走投无路时才会忍痛割爱。

那些最受追捧的币种,通常都会尽可能地守住已有的涨幅。这就是为什么比特币总是一副坚挺的样子,而每次市场崩盘前几周,网上总会充斥着“大家慌什么,比特币明明稳得很”之类的推文。

抛售顺序:

a)先是垃圾币

b)然后是蓝筹币

c)最后所有币都被抛售

3.反身性效应出现

疲软会导致更多的疲软。

当巨鲸开始在枯竭需求中抛售时,就会诱发市场疲软。这是典型的筹码派发阶段特征:接盘乏力、需求枯竭、趋势走远等现象。

风险资产的特征转变,将使经验丰富的交易员中核心决策层重新评估策略。

"我没能在顶部卖出,但行情性质已变。是时候降低敞口或平仓了。"

"要是这种跌幅都算核爆级崩盘,我账户里还藏着什么雷?"

突然间:仓位调整引发更大的抛售,这就是反身性,风险偏好消退的正反馈循环。

4.波动性:最后一舞

​​当比特币大跌将至,市场常现诡静:波动骤降、行情窄幅震荡、自满心态登顶。​​

然后,砰~,就崩盘了。

​​现在,让我们聚焦平衡与失衡的市场本质。​​

平衡在市场参与者对何为昂贵、何为便宜逐渐达成共识时达成。这是一场​​共舞​​。这就是​​均衡​​。

均衡则意味着平静。​​ 已知信息已被消化、投机活动减弱、波动性收窄​​。

这场​​共舞​​会持续下去,直到一方感到厌倦、疲惫,或者想去酒吧再喝一杯。即,买方或卖方筋疲力竭;或者供给、需求发生改变。

均衡遭到破坏​​。一旦它被打破:便出现​​失衡​​。

价格剧烈偏离原位。​​ 价值变得模糊不清;​​波动性暴增​​。市场渴望平衡并会​​主动寻求​​ 。

价格常常会​​回归到最近形成过平衡的区域​:如高成交量点、订单块、综合价值区域等。

正是在这些区域,你会看到最​​猛烈的反弹​​。

“​​初测即最佳时机​​”。后续测试的反应会逐渐减弱。情况趋于结构化。价格在新点位企稳。波动性收缩。平衡重现于市。

5.抛售进程及底部识别

投降抛售并非终局的开始,而是中局的终结。

a)山寨VS比特币

本轮周期中,山寨币往往在比特币崩盘前完成主要抛售。

最近案例:Fartcoin在二月底比特币崩盘前,已从高点回落88%。既然该规律成立,我们便可在寻找市场衰竭信号(触底迹象)时将其作为交易信号。

当比特币仍在剧烈波动、寻得新平衡时,最强的山寨币会率先显现相对强势的枯竭迹象。

简单来说,当比特币进入失衡后期阶段时,应该寻找优质替代币来建立平衡仓位。

作为参与者,我们的目标是捕捉这些背离现象。

"市场动能是否转变?"

"波动性是否在收窄?"

"抛售速度是否正在放缓?"

"当比特币创新低时,它是否仍能稳住?"

第二季度见底信号:

  1. 动量减弱 (比如Fartcoin)
  2. SFP、偏离度 (比如Hype、Sui公链)
  3. 更高的低点VS比特币更低的点(比如Pepe币)

山寨币通常先跌为敬,待比特币触底后其跌势反而放缓。

​​甄别优质山寨币的诀窍在此。​​

弱者恒弱。

强者悄然布局,抢在市场行情启动之前。

b)比特币VS标普500

现在给大家安排一个小练习吧。

整合本文的所有概念,或许以下现象就变得合理了:

  • 23年夏季:比特币先于标普500见顶,更早完成筑底
  • 24年夏季:比特币先于标普500见顶,并在区间低位消化了标普因宏观因素引发的暴跌
  • 25年迄今:比特币先于标普500见顶,并在区间低位承受了标普20%的暴跌

​​核心结论​​

市场筑底是过程而非瞬间完成:山寨币先行 → 比特币接力 → 标普殿后

​​操作要义​​:重点观察市场结构演变,而非单纯跟踪情绪波动

Bacaan Terkait

Estafet 'Menyelamatkan Obligasi AS': Bessent Gagal Pekan Lalu, Pekan Ini Lihat Walsh

Upaya Menteri Keuangan AS Besant menstabilkan imbal hasil obligasi pemerintah jangka panjang melalui peningkatan pembelian kembali (buyback) ternyata hanya berdampak singkat. Alih-alih mendukung pasar obligasi, langkah tersebut justru memicu lonjakan harga emas dan Bitcoin sebagai "katup pelepas tekanan" bagi kecemasan pasar. Kini perhatian beralih ke Ketua Fed Walsh, yang diharapkan memberikan kejelasan dalam pidato Jackson Hole-nya. Pasar menantikan respons kebijakan Fed terkait inflasi yang masih tinggi dan kondisi fiskal yang memburuk. Jika Walsh gagal memberikan sinyal meyakinkan, tekanan jual pada obligasi jangka panjang bisa meningkat. Analis mengkritik langkah Besant sebagai terlalu kecil dibandingkan total utAS yang beredar. Solusi potensial yang dibahas adalah "Operation Twist" oleh Fed—menjual obligasi jangka pendek dan membeli obligasi jangka panjang untuk menekan imbal hasil—tanpa memperbesar neraca. Namun, ketegangan antara kebijakan moneter dan beban biaya bunga fiskal tetap menjadi tantangan. Data PCE yang dirilis Rabu akan menjadi petunjuk penting sebelum pidato Walsh. Sementara itu, tingkat imbal hasil obligasi 30-tahun AS di level 5% dianggap sebagai batas kritis. Jika tidak tembus, tekanan pada aset berisiko tinggi seperti sektor teknologi AI dan kredit privat akan meningkat. Investor seperti Ray Dalio menyarankan diversifikasi ke emas dan Bitcoin sebagai lindung nilai dari potensi krisis utang.

marsbit3m yang lalu

Estafet 'Menyelamatkan Obligasi AS': Bessent Gagal Pekan Lalu, Pekan Ini Lihat Walsh

marsbit3m yang lalu

Tiga Bulan Dua Putaran, "Palantir" Versi China Populer

**Ringkasan: Platform AI Cerdas Kausal versi China, "China's Palantir", Mengumpulkan Pendanaan Strategis Senilai Miliaran Yuan** Beijing Zhongshu Ruizhi Technology Co., Ltd. (Zhongshu Ruizhi), yang dianggap sebagai "Palantir-nya China", baru saja mengumumkan penyelesaian putaran pendanaan strategis senilai ratusan juta yuan. Pendanaan ini dipimpin oleh China Internet Investment Fund (CIIF) dan didukung oleh investor seperti Su Chuangtou National Social Security Fund, Financial Street Capital, ICBC Capital, dan Kunlun Capital. Ini adalah putaran pendanaan besar kedua perusahaan dalam tiga bulan, menunjukkan pengakuan pasar yang kuat terhadap teknologi inti dan kemampuan komersialisasinya. Didirikan pada tahun 2020 oleh Dr. Han Han, alumni doktoral Universitas Tsinghua dengan pengalaman di China Academy of Information and Communications Technology (CAICT), Zhongshu Ruizhi berfokus pada pengembangan AI keputusan yang andal untuk sektor industri. Perusahaan ini mengatasi tantangan kritis seperti "halusinasi AI" dan kurangnya kemampuan penalaran dalam model besar generatif dengan teknologi dasar yang orisinal, termasuk teori kognitif meta-kausal, pemodelan kausal, dan mesin ontologi dinamis. Teknologi ini memungkinkan AI membuat keputusan yang dapat dipercaya, dijelaskan, dan dapat dilacak untuk skenario industri yang kompleks dan toleransi kesalahan rendah. Zhongshu Ruizhi telah mencapai komersialisasi skala besar, melayani lebih dari 50 klien perusahaan milik negara dan grup industri di bidang tenaga listrik, minyak & gas, dan dirgantara, dengan lebih dari 800 skenario produksi kompleks yang diimplementasikan. Perusahaan melaporkan pendapatan yang berlipat ganda pada tahun 2025, menunjukkan kemampuan menghasilkan pendapatan yang kuat. Dana segar ini akan dialokasikan untuk penelitian teori dasar lebih lanjut, replikasi aplikasi percontohan yang matang untuk memperluas pasar, dan perekrutan talenta tinggi. Investor seperti CIIF melihat perusahaan sebagai pemain kunci dalam mendefinisikan paradigma AI industri yang andal dan mendorong perkembangan kekuatan produktif baru di China, terutama dalam mengamankan infrastruktur kritis dan membangun keamanan siber.

marsbit38m yang lalu

Tiga Bulan Dua Putaran, "Palantir" Versi China Populer

marsbit38m yang lalu

Proposisi Ekonomi Politik Terbesar Era AI: Robot Semakin Cakap, Bagaimana Manusia Berbagi Nilai?

Artikel dari *The Economist* memicu perdebatan dengan menyoroti kemajuan pesat China dalam robotika, AI, energi baru, dan manufaktur canggih, yang di satu sisi dikritik karena diduga mengalihkan sumber daya dari pemulihan permintaan domestik. Esai ini berargumen bahwa isu mendasarnya bukanlah tentang China atau kecepatan perkembangan teknologi, melainkan sebuah pertanyaan politik-ekonomi global yang mendesak: **bagaimana manusia membagi nilai yang diciptakan mesin ketika robot dan AI semakin canggih?** Revolusi AI mengubah logika dasar penciptaan dan distribusi kekayaan. Berbeda dengan revolusi industri sebelumnya yang tetap menempatkan manusia sebagai inti sistem produksi, AI kini mulai menggantikan pekerjaan kognitif. Jika AGI terwujud, semakin sedikit manusia yang terlibat langsung dalam penciptaan nilai, berpotensi memicu kontradiksi mendasar: produktivitas dan keuntungan perusahaan meningkat, tetapi daya beli konsumen stagnan atau turun karena berkurangnya partisipasi tenaga kerja. Masalahnya adalah terputusnya rantai penyebaran manfaat teknologi dari inovasi ke pendapatan masyarakat. Baik di China maupun secara global (misalnya, di AS dengan dominasi raksasa teknologi), kemajuan teknologi sering kali berkonsentrasi pada peningkatan nilai perusahaan dan kekayaan segelintir pemilik modal, alih-alih mendorong pertumbuhan upah dan konsumsi luas. Masa depan mungkin menawarkan tiga jalur: 1) **Kapitalisme tradisional**, di mana pemegang modal menguasai sebagian besar keuntungan AI; 2) **Kapitalisme negara**, dengan keterlibatan negara melalui investasi strategis; atau 3) **Model inovatif** seperti dana kekayaan digital, kepemilikan saham kolektif, atau bentuk pendapatan dasar baru untuk membagikan nilai tambah dari ekonomi pintar secara langsung kepada masyarakat. Bagi China, tantangannya adalah tidak hanya memenangkan persaingan teknologi, tetapi juga membangun sistem distribusi baru yang mampu mengubah kekayaan yang dihasilkan robot dan AI menjadi pertumbuhan pendapatan rumah tangga, peningkatan konsumsi, dan perlindungan sosial. Kompetisi di era AI tidak hanya soal siapa yang memiliki teknologi terkuat, tetapi terutama tentang siapa yang dapat membangun sistem ekonomi di mana kemakmuran dibagikan secara luas, sehingga kemajuan teknologi benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat banyak.

marsbit48m yang lalu

Proposisi Ekonomi Politik Terbesar Era AI: Robot Semakin Cakap, Bagaimana Manusia Berbagi Nilai?

marsbit48m yang lalu

Trading

Spot
活动图片