ARK Invest Sells $146M in Circle Stock After 675% IPO Surge

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-06-21Terakhir diperbarui pada 2025-06-21

ARK Invest has sold another $146.3 million worth of Circle (CRCL) stock just two weeks after its recently launched IPO. The largest reduction came from the ARKK ETF, which sold 490,549 shares, or about 1.8% of the portfolio. Additional shares were offloaded from ARKW and ARKF, bringing the total number of shares sold to over 609,000.

This move comes as Circle’s jaw-dropping 675% surge in share price,  from its IPO listing at $31 to $240.28 per share. This IPO has been described as the most explosive public debut of any U.S. company raising $500 million or more since 1980. 

Despite the sell-off, ARK Invest, led by CEO Cathie Wood, still holds 2.52 million shares of Circle (8.31%), valued at $504.4 million. This makes Circle among the top holdings in ARK’s flagship ARK Innovation ETF (ARKK). After Circle, the second-largest holding becomes Tesla (TSLA) at $652.56 million (10.15% of the portfolio).

At the same time, ARK Invest is diversifying its portfolio by rotating into traditional tech leaders, adding shares of AMD, Shopify, and Taiwan Semiconductor Manufacturing Company across its ETFs.

Circle’s relevance in the crypto space remains strong. Its stablecoin, USDC, is the second-largest globally, with $61.26 billion in circulation, trailing only Tether’s USDT.  Meanwhile, Shopify has enabled USDC payments through Base, a Layer 2 Ethereum network, making it easier for merchants to accept crypto payments.

Also Read: Ark Invest sells $44.8M in Circle shares a day after $51.7M sale



Bacaan Terkait

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Robinhood Chain adalah contoh sempurna dari bagaimana perusahaan tradisional memilih model L1+L2 Ethereum saat beralih ke bisnis berbasis blockchain. Alih-alih membangun infrastruktur dari nol atau mengadopsi model rantai mandiri yang mahal, Robinhood menggunakan Ethereum sebagai L1 untuk penyelesaian, keamanan, dan likuiditas, sambil membangun L2 khususnya sendiri dengan teknologi Arbitrum. Ini memungkinkan kendali, kinerja tinggi, dan kepatuhan terhadap regulasi, tanpa biaya dan risiko untuk memelihara ekosistem keamanan dan token gas-nya sendiri. Perbedaan ini mencerminkan pergeseran mendasar dalam industri crypto. Era sebelumnya didorong oleh model "tokenomics" di mana proyek memilih infrastruktur untuk memaksimalkan nilai token. Namun, era baru ini didominasi oleh bisnis nyata (real-world) yang menggunakan teknologi blockchain sebagai infrastruktur untuk mengoptimalkan produk dan arus kas mereka. Targetnya bukan lagi penjualan token, tetapi melayani kebutuhan konsumen nyata. Perusahaan seperti ini memerlukan keseimbangan: L1 Ethereum menawarkan desentralisasi maksimal, netralitas, dan likuiditas global. Sementara itu, L2 (seperti Base milik Coinbase atau Robinhood Chain) menyediakan lingkungan eksekusi yang dapat dikustomisasi, biaya rendah, dan dikendalikan oleh operator. Model "barbel" Ethereum ini—pusat yang kuat (L1) dan tepi yang sangat terdiversifikasi (L2)—menjadi pilihan bisnis yang rasional bagi perusahaan yang fokus pada produk dan pelanggan. Pergeseran ini menguntungkan Ethereum dan ETH. Adopsi oleh bisnis nyata akan mengintegrasikan ETH lebih dalam ke dalam ekonomi dunia, mendistribusikannya ke lebih banyak pengguna, dan memperkuat statusnya sebagai aset likuid dan penyimpan nilai yang andal. Keputusan Robinhood bukanlah eksklusif, melainkan mercusuar untuk masa depan di mana perusahaan dunia nyata membangun di atas Ethereum melalui keputusan komersial pragmatis, bukan ideologi.

Odaily星球日报41m yang lalu

Kesuksesan Robinhood Chain Membuktikan Ethereum Tidak Mati

Odaily星球日报41m yang lalu

Trading

Spot
活动图片