Switzerland Opens Crypto Tax Vault To 74 Nations—Details

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-06-07Terakhir diperbarui pada 2025-06-07

Abstrak

Switzerland’s government has given the green light to a plan that will force crypto firms to hand over data on...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

Switzerland’s government has given the green light to a plan that will force crypto firms to hand over data on their customers’ digital assets. The measure, adopted on June 6, 2025, aims to start sharing information with 74 partner countries. It is set to take effect on January 1, 2026, but the first actual exchange of data won’t happen until 2027.

Plan Timeline And Details

According to the Swiss Federal Council, the bill was put forward to update existing rules on international data sharing. Starting January 1, 2026, crypto-service providers in Switzerland must record who holds which crypto assets and report that data to Swiss tax authorities.

Then, in 2027, those authorities will send the information to partner states that meet the required standards. Parliament is debating the bill now, and approval will lock in the January 2026 start date.

List Of Partner Jurisdictions

Based on reports, Switzerland plans to share crypto data with 74 jurisdictions. That group covers all 27 member states of the European Union plus the United Kingdom. It also includes most G20 countries.

However, the United States, Saudi Arabia and China are not on the list because they haven’t agreed to the Crypto-Asset Reporting Framework (CARF) rules. Data will only flow to countries that both request it and meet OECD criteria under CARF.

Total crypto market cap currently at $3.2 trillion. Chart: TradingView

Rules And Oversight Process

Under the current proposal, Swiss authorities must double-check every partner state before sending any data. This review is similar to the one in place for bank-account data. If a country falls short of the CARF rules, sharing will be suspended until it corrects any issues.

The bill would amend Swiss law to ensure that the same checks apply to crypto assets as they do to traditional finance accounts.

Impact On Local Crypto Firms

Crypto-service providers in Switzerland will see changes starting 2026. By then, they will have to compile customer names, addresses, tax ID numbers and crypto balances. That data goes to Switzerland, which then passes it along to other states in 2027.

Under the EU’s eighth update to the Directive on Administrative Cooperation (DAC 8), Swiss firms will also have to report directly to EU member states until Switzerland signs all the new EU data-protection agreements under the European Convention on Human Rights.

These new steps aim to bring crypto assets in line with how banks report accounts. The Swiss Federal Council says this will help meet international tax transparency commitments and protect the reputation of Switzerland’s financial sector.

Featured image from Unsplash, chart from TradingView

Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Christian, a journalist and editor with leadership roles in Philippine and Canadian media, is fueled by his love for writing and cryptocurrency. Off-screen, he's a cook and cinephile who's constantly intrigued by the size of the universe.

Bacaan Terkait

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

SK Hynix, produsen memori terkemuka asal Korea Selatan, telah mencatatkan diri di Nasdaq dengan penawaran umum perdana (IPO) senilai $265 miliar. Langkah ini mencatat rekor sebagai IPO terbesar oleh perusahaan asing di AS. Yang menarik, perusahaan ini sebenarnya tidak kekurangan dana, karena pada kuartal pertama tahun ini saja mereka meraih laba bersih sekitar $300 miliar dengan margin keuntungan mencapai 77%, bahkan melampaui Nvidia. Alasan utama di balik IPO ini bukanlah sekadar mengumpulkan modal, melainkan untuk mendapatkan penilaian ulang yang lebih tinggi dari pasar global. Di Bursa Efek Korea, SK Hynix diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PE) hanya sekitar 8x, jauh di bawah pesaingnya di AS seperti Micron Technology yang memiliki PE di atas 23x. Perbedaan ini mencerminkan "Korea Discount", sebuah fenomena diskon valuasi bagi perusahaan-perusahaan berkualitas yang terdaftar di Korea akibat likuiditas terbatas dan hambatan bagi investor global. SK Hynix mendominasi pasar HBM (High-Bandwidth Memory) global dengan pangsa 56.4%. Memori HBM adalah komponen kritis untuk mempercepat pelatihan model AI, menjadikannya pemain sentral dalam rantai pasokan AI, terutama untuk chip Nvidia. Namun, persaingan teknologi di era AI membutuhkan pendanaan yang sangat masif. Dengan transisi ke HBM4 yang memerlukan proses fabrikasi canggih dari pihak ketiga seperti TSMC, kebutuhan biaya modal menjadi jauh lebih besar. Dengan mendaftar di Nasdaq, SK Hynix membuka akses bagi dana pensiun global, reksa dana, dan investor institusional AS yang lebih luas. Ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan valuasi yang lebih tinggi guna mendanai ekspansi dan inovasi secara agresif. Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan pergeseran paradigma: dalam persaingan AI yang ketat, efisiensi modal dan akses ke pasar keuangan global menjadi sama pentingnya dengan keunggulan teknologi.

marsbit2j yang lalu

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

marsbit2j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

Momen bersejarah lainnya. SK Hynix, raksasa memori global, resmi melantai di Nasdaq pada 10 Juli. Kapitalisasi pasar penutupannya mencapai 1,22 triliun USD (sekitar 83 triliun RMB). IPO ini mengumpulkan dana 26,5 miliar USD, menjadi yang terbesar untuk perusahaan asing di AS dan kedua terbesar sepanjang sejarah global. Perjalanan SK Hynix adalah sebuah cerita bangkit dari keterpurukan. Bermula dari Hyundai Electronics pada 1983, perusahaan ini pernah nyaris bangkrut sebelum diselamatkan oleh SK Group pada 2012. Fokus pada pengembangan HBM (High Bandwidth Memory), yang awalnya dianggap niche, akhirnya membuahkan hasil. Gelombang AI yang dipicu ChatGPT pada 2022 mendorong permintaan meledak, menjadikan SK Hynix pemasok utama HBM untuk chip Nvidia. Kini, mereka menguasai 58% pasar HBM global. Laba mereka juga fenomenal. Pada Q1 2026, margin operasi mencapai 72% dan margin laba bersih 77%, bahkan melampaui Nvidia. Karyawan pun mendapat bagian, dengan bonus tahunan rata-rata diperkirakan mencapai ratusan juta won. Siklus "super memori" sedang berlangsung, didorong kebutuhan komputasi AI. Pasar memori global diprediksi tumbuh pesat hingga 2028. Ini adalah peluang besar bagi pemain China. Di dalam negeri, Changxin Memory Technology (CXMT) bersiap IPO di Bursa Shanghai pada 16 Juli, dengan valuasi diperkirakan mencapai 3 triliun RMB. Sebagai produsen DRAM terintegrasi terbesar di China dengan pangsa pasar global sekitar 8%, CXMT diperkirakan bisa melampaui Micron pada 2026. Pemain lain seperti YMTC juga bersiap go public. Meski masih ada jarak dengan pemimpin global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, perusahaan memori China seperti CXMT dan YMTC terus mengejar dalam perlombaan yang menantang ini.

marsbit2j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片