Analyst Calls for Bearish Bets on Circle Stock, Short Squeeze Incoming?

TheCryptoTimesDipublikasikan tanggal 2025-06-06Terakhir diperbarui pada 2025-06-06

Circle recently went public via an initial public offering (IPO) with a stunning 168% spike on its IPO day, pushing its valuation over $22 billion. However, this has not convinced everyone that the rally is going to continue. 

The IPO went live on Thursday, June 5, 2025, on the NYSE under the ticker ‘CRCL’. On the first day of trading, the stock quickly surged past $100 before settling around $87.76. Despite this excitement, some analysts remain cautious about whether the high valuation truly reflects Circle’s financial health.

Analyst Offers Bearish Warning on CRCL

Dom Kowk, a former Goldman Sachs investment banker and co-founder of EasyA, has publicly stated that he believes CRCL “is a great short” at these IPO levels. 

Kwok is most concerned about Circle’s financial foundation. Even with the high valuation, Circle had only $65 million of net income in Q1 2025. That is more concerning, as 99% of it is interest income generated by reserves supporting its USDC stablecoin. This implies that if interest rates fall, Circle’s revenue would suffer significantly.

Yet another significant point made by Kwok is the IPO “pop” phenomenon, a phenomenon he is familiar with from his experience as an investment banker. He explained, “As we just witnessed with Circle’s 168% pop, this sudden spike in price generates gigantic enthusiasm and bullish sentiment toward the company.”

He explained that investment banks often engineer a large first-day price jump to generate buzz and attract retail investors. Nonetheless, this can also lead to inflated valuations that correct over time. Kwok cautions investors to “wait 90–180 days” after the IPO, when the “lock-up period” ends and insiders are allowed to sell their shares.

Even the Circle’s own S-1 filing confirms that insiders are barred from selling their shares until either 180 days post-IPO or the second trading day after Q3 2025 earnings, whichever comes first. Some employees may be allowed to sell 15% of their shares after Q2 earnings, but the bulk of insider sales will likely hit later this year.

Is a Short Squeeze Possible for Circle Stock?

Interestingly, while Kwok’s warning is bearish, it may also set the stage for a short squeeze. Now, if lots of investors begin shorting the Circle stock, betting that it will decline, the level of short interest increases.

However, if an unexpected situation happens, such as strong earnings or positive news, the price could increase instead. Then, all of those individuals who wagered against the stock could rapidly buy it back to prevent a loss. It can drive the Circle stock price up unprecedentedly, which is known as a short squeeze.

So even though the analyst is warning the stock could drop, if too many people follow that advice, it might actually lead to a big price jump. That’s why some are wondering if Circle stock could be the next short squeeze.

Also Read: BREAKING: Gemini Exchange Files for IPO After Circle’s NYSE Debut



Bacaan Terkait

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

SK Hynix, produsen memori terkemuka asal Korea Selatan, telah mencatatkan diri di Nasdaq dengan penawaran umum perdana (IPO) senilai $265 miliar. Langkah ini mencatat rekor sebagai IPO terbesar oleh perusahaan asing di AS. Yang menarik, perusahaan ini sebenarnya tidak kekurangan dana, karena pada kuartal pertama tahun ini saja mereka meraih laba bersih sekitar $300 miliar dengan margin keuntungan mencapai 77%, bahkan melampaui Nvidia. Alasan utama di balik IPO ini bukanlah sekadar mengumpulkan modal, melainkan untuk mendapatkan penilaian ulang yang lebih tinggi dari pasar global. Di Bursa Efek Korea, SK Hynix diperdagangkan dengan rasio harga terhadap laba (PE) hanya sekitar 8x, jauh di bawah pesaingnya di AS seperti Micron Technology yang memiliki PE di atas 23x. Perbedaan ini mencerminkan "Korea Discount", sebuah fenomena diskon valuasi bagi perusahaan-perusahaan berkualitas yang terdaftar di Korea akibat likuiditas terbatas dan hambatan bagi investor global. SK Hynix mendominasi pasar HBM (High-Bandwidth Memory) global dengan pangsa 56.4%. Memori HBM adalah komponen kritis untuk mempercepat pelatihan model AI, menjadikannya pemain sentral dalam rantai pasokan AI, terutama untuk chip Nvidia. Namun, persaingan teknologi di era AI membutuhkan pendanaan yang sangat masif. Dengan transisi ke HBM4 yang memerlukan proses fabrikasi canggih dari pihak ketiga seperti TSMC, kebutuhan biaya modal menjadi jauh lebih besar. Dengan mendaftar di Nasdaq, SK Hynix membuka akses bagi dana pensiun global, reksa dana, dan investor institusional AS yang lebih luas. Ini memungkinkan perusahaan untuk memanfaatkan valuasi yang lebih tinggi guna mendanai ekspansi dan inovasi secara agresif. Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan pergeseran paradigma: dalam persaingan AI yang ketat, efisiensi modal dan akses ke pasar keuangan global menjadi sama pentingnya dengan keunggulan teknologi.

marsbit2j yang lalu

SK Hynix, Melarikan Diri dari Korea

marsbit2j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

Momen bersejarah lainnya. SK Hynix, raksasa memori global, resmi melantai di Nasdaq pada 10 Juli. Kapitalisasi pasar penutupannya mencapai 1,22 triliun USD (sekitar 83 triliun RMB). IPO ini mengumpulkan dana 26,5 miliar USD, menjadi yang terbesar untuk perusahaan asing di AS dan kedua terbesar sepanjang sejarah global. Perjalanan SK Hynix adalah sebuah cerita bangkit dari keterpurukan. Bermula dari Hyundai Electronics pada 1983, perusahaan ini pernah nyaris bangkrut sebelum diselamatkan oleh SK Group pada 2012. Fokus pada pengembangan HBM (High Bandwidth Memory), yang awalnya dianggap niche, akhirnya membuahkan hasil. Gelombang AI yang dipicu ChatGPT pada 2022 mendorong permintaan meledak, menjadikan SK Hynix pemasok utama HBM untuk chip Nvidia. Kini, mereka menguasai 58% pasar HBM global. Laba mereka juga fenomenal. Pada Q1 2026, margin operasi mencapai 72% dan margin laba bersih 77%, bahkan melampaui Nvidia. Karyawan pun mendapat bagian, dengan bonus tahunan rata-rata diperkirakan mencapai ratusan juta won. Siklus "super memori" sedang berlangsung, didorong kebutuhan komputasi AI. Pasar memori global diprediksi tumbuh pesat hingga 2028. Ini adalah peluang besar bagi pemain China. Di dalam negeri, Changxin Memory Technology (CXMT) bersiap IPO di Bursa Shanghai pada 16 Juli, dengan valuasi diperkirakan mencapai 3 triliun RMB. Sebagai produsen DRAM terintegrasi terbesar di China dengan pangsa pasar global sekitar 8%, CXMT diperkirakan bisa melampaui Micron pada 2026. Pemain lain seperti YMTC juga bersiap go public. Meski masih ada jarak dengan pemimpin global seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron, perusahaan memori China seperti CXMT dan YMTC terus mengejar dalam perlombaan yang menantang ini.

marsbit3j yang lalu

8 Triliun, IPO Terbesar Kedua dalam Sejarah Tiba

marsbit3j yang lalu

Trading

Spot
活动图片