Shiba Inu Takes A Major Leap As ShibDAO Decentralizes Power

bitcoinistDipublikasikan tanggal 2025-05-30Terakhir diperbarui pada 2025-05-30

Abstrak

The Shiba Inu ecosystem has officially taken a major step towards full decentralization with the launch of ShibDAO. On May...

Trusted Editorial content, reviewed by leading industry experts and seasoned editors. Ad Disclosure

The Shiba Inu ecosystem has officially taken a major step towards full decentralization with the launch of ShibDAO. On May 29, 2025, Shibarium Updates (@Shibizens) announced via X that the long-awaited transition to community-driven governance has commenced. With the Shiba Inu community now in control, ShibDAO aims to eliminate centralized decision-making and give power directly to those who stake the Shiba Inu (SHIB), Bone (BONE), Leash (LEASH), and Treat (TREAT) tokens.

Shiba Inu’s Next Chapter

“Breaking: ShibDAO Officially Live — Community Governance Begins,” the announcement states. ShibDAO’s launch opens the door for true decentralization in Shiba Inu’s vast ecosystem, providing community members with both voting power and direct influence over the project’s future.

Key features of ShibDAO’s decentralized governance system include on-chain staking, off-chain voting, and the delegation system. The on-chain staking function, introduced as Bury 2.0, allows users to stake SHIB, BONE, LEASH, or TREAT tokens to gain influence. The more tokens users stake and the longer they maintain their stakes, the more voting power they accumulate, strengthening their voice within the governance process. As of now, no staking rewards are active, with the current phase focused solely on governance participation.

Off-chain voting has been integrated into the system through Snapshot, where community members can propose changes and vote without incurring any gas fees. Real-time on-chain staking data directly influences vote outcomes, ensuring that voting power is dynamically linked to participants’ actual investments in the ecosystem.

“ShibDAO has launched, marking a major step toward real decentralization across the SHIB ecosystem. No more backroom deals — this system gives voice and power to the community,” @Shibizens announced.

For those who lack the time or inclination to vote directly, ShibDAO offers a delegation system. This allows token holders to delegate their governance power to trusted community leaders, with the ability to retract their delegation at any time. This flexible system ensures that even those who cannot actively participate can still influence the project’s trajectory through trusted representatives.

Additionally, ShibDAO introduces the DAO Factory, which enables users to launch their own decentralized autonomous organizations (DAOs) within the Shiba Inu ecosystem. This feature allows anyone to create DAOs for a range of purposes, including gaming, art, decentralized finance (DeFi), or public goods, further decentralizing the platform’s structure.

Currently, four distinct DAOs are operational within the Shiba Inu ecosystem: Shiba Inu DAO, the official central hub for social governance, where veSHIB stakers lead initiatives in community events, charity, UX upgrades, and public good funding. Second, there’s the Bone DAO, focused on Shibarium’s technological evolution, with veBONE stakers overseeing upgrades, contract changes, network improvements, and technical integrations.

Third, there’s the Leash DAO which acts as Shibarium’s judiciary, with veLEASH stakers resolving disputes, arbitrating conflicts, and handling governance litigations. Finally, the Treat DAO is dedicated to innovation, with veTREAT stakers funding new products, dApps, research, and business proposals to drive expansion and innovation within Shiba Inu’s ecosystem.

Notably, the Bury 2.0 beta is currently live and active, marking just the beginning of ShibDAO’s journey toward full decentralization.

At press time, SHIB traded at $0.00001337.

Shiba Inu price
SHIB remains in bearish territory, 1-week chart | Source: SHIBUSDT on TradingView.com
Featured image created with DALL.E, chart from TradingView.com
Editorial Process for bitcoinist is centered on delivering thoroughly researched, accurate, and unbiased content. We uphold strict sourcing standards, and each page undergoes diligent review by our team of top technology experts and seasoned editors. This process ensures the integrity, relevance, and value of our content for our readers.

Jake Simmons has been a Bitcoin enthusiast since 2016. Ever since he heard about Bitcoin, he has been studying the topic every day and trying to share his knowledge with others. His goal is to contribute to Bitcoin's financial revolution, which will replace the fiat money system. Besides BTC and crypto, Jake studied Business Informatics at a university. After graduation in 2017, he has been working in the blockchain and crypto sector. You can follow Jake on Twitter at @realJakeSimmons.

Bacaan Terkait

Setelah Aave Pergi dan TVL Berguncang Hebat, Di Mana Anchor Valuasi MegaETH Berada?

Berdasarkan data DefiLlama, TVL MegaETH mengalami fluktuasi tajam pada 9-10 Juli, turun sekitar 60% dalam 24 jam menjadi sedikit di atas $30 juta, turun sekitar 70% dari puncaknya pada Mei. Protokol teratas Aave V3 menarik sekitar 80% likuiditas. Harga MEGA turun ke sekitar $0.048, dengan kapitalisasi pasar sekitar $54 juta dan FDV sekitar $480 juta. Artikel ini menganalisis tiga ketidaksesuaian dalam valuasi MegaETH: 1. **Ketidaksesuaian valuasi dengan penggunaan nyata**: FDV $4.7 miliar tidak didukung oleh aktivitas ekonomi riil. Pendapatan protokol 30 hari kurang dari $900k dengan hanya 2.619 alamat aktif harian. Sekitar 88.7% token belum beredar, berpotensi menciptakan tekanan jual di masa depan. 2. **Ketidaksesuaian narasi token dengan kualitas ekosistem**: Meski dinarasikan sebagai blockchain DeFi berkinerja tinggi, sebagian besar pendapatannya justru berasal dari game kartu Monster (sekitar 80%). Aave hanya menyumbang sekitar $90k. Volume perdagangan DEX dan kontrak berlanjut rendah, dan stablecoin native USDM terus menyusut. 3. **Ketidaksesuaian ekspektasi jangka pendek dengan realisasi jangka panjang**: TVL awal didorong oleh insentif dan strategi arbitrase siklus (seperti yang melibatkan USDe), bukan kebutuhan riil yang stabil. Integrasi protokol besar seperti Uniswap dan Aave tidak mempertahankan TVL. Penurunan serupa terlihat pada Monad (MON), menunjukkan pasar mulai meminta dukungan nilai yang lebih jelas daripada sekadar TVL dan narasi. Kesimpulannya, setelah insentif dan modal arbitrase keluar, MegaETH kekurangan pijakan nilai yang solid antara valuasi saat ini dan fundamental on-chain-nya. Pemulihan berkelanjutan bergantung pada kemampuan tim untuk mengubah likuiditas jangka pendek menjadi penggunaan nyata dan mewujudkan hasil ekosistem yang konkret. Tanpa itu, selain pemulihan jangka pendek dari sentimen pasar, sulit menemukan alasan kuat untuk valuasi yang stabil.

链捕手4j yang lalu

Setelah Aave Pergi dan TVL Berguncang Hebat, Di Mana Anchor Valuasi MegaETH Berada?

链捕手4j yang lalu

Laporan Mendalam Goldman Sachs: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang di Industri Model AI Besar China?

Laporan mendalam Goldman Sachs menganalisis masa depan industri AI model besar China, menilai siapa yang akan menjadi pemenang jangka panjang. China saat ini berada pada titik balik historis, dengan model sumber terbuka/berbobot terbuka yang mendekati kinerja model berpemilik global terdepan. Efek roda data dari adopsi massal perusahaan domestik dan global mendorong iterasi model lebih lanjut. Model China mencapai efisiensi biaya tinggi melalui inovasi arsitektur (seperti MoE) dan efisiensi parameter, dengan model seperti DeepSeek V4 Pro (1,6T parameter) dan GLM5.2 (0,7T). Pasar membentuk struktur dua lapis: model high-end (contoh: GLM5.2) berharga ~$1/juta token, sementara model low-end untuk agen pintar berharga serendah $0,06/juta token. Goldman memproyeksikan pendapatan API/berlangganan model AI China tumbuh dari RMB35 miliar (2026) menjadi RMB879 miliar (2030). Strategi sumber terbuka mendorong adopsi global, tetapi monetisasi terbatas. Pergeseran menuju model "berat terbuka + lisensi komunitas" diharapkan dapat meningkatkan ekonomi unit melalui pembagian pendapatan dengan platform seperti AWS Bedrock. Untuk menentukan pemenang, Goldman menggunakan kerangka kerja tiga dimensi: kemampuan penetapan harga, keunggulan biaya, dan kekuatan keuangan. Dalam model teks dasar, Zhipu (GLM) dan DeepSeek dipandang paling kuat. Dalam multimodal/generasi video, ByteDance (Seedance) menjadi pemimpin, dengan Kuaishou (Kling) dan MiniMax juga diunggulkan. MiniMax mendapat peringkat Beli karena valuasi menarik dan posisi model M3-nya. Ekspansi ke pasar internasional non-AS merupakan peluang pertumbuhan kunci.

marsbit4j yang lalu

Laporan Mendalam Goldman Sachs: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang di Industri Model AI Besar China?

marsbit4j yang lalu

Laporan Mendalam Goldman Sachs: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang dalam Industri Model AI Besar China?

Laporan mendalam Goldman Sachs membahas pergeseran historis dalam industri model AI besar (LLM) China. Analisis menilai bagaimana model China, melalui inovasi arsitektur (seperti MoE) dan efisiensi parameter, mencapai kinerja cerdas yang mendekati model global teratas dengan biaya lebih rendah, didorong oleh momen efisiensi biaya DeepSeek (2025) dan momen kecerdasan model GLM Zhipu (2026). Pasar membentuk struktur dua lapis: model high-end (contoh: GLM5.2, Qwen3.7 Max) dengan harga ~$1/juta token, dan model low-end untuk agen AI dengan harga serendah $0.06/juta token, yang memperluas adopsi di kalangan UKM global. Goldman memproyeksikan pendapatan API/subskripsi model AI China tumbuh dari ~¥35 miliar (2026) menjadi ~¥879 miliar pada 2030. Strategi open-source/terbobot terbuka mendominasi untuk fleksibilitas dan ekosistem, tetapi monetisasinya terbatas. Tren pergeseran ke model "bobot terbuka + lisensi komunitas" (seperti MiniMax) dengan bagi hasil diharapkan meningkatkan ekonomi unit. Ekspansi ke pasar internasional (non-AS) adalah peluang kunci, seiring pergeseran paradigma perusahaan global dari "token maksimisasi" ke prioritas ROI. Menggunakan kerangka penilaian tiga dimensi (kemampuan penetapan harga, keunggulan biaya, kekuatan finansial), Goldman mengidentifikasi pemenang jangka panjang: Zhipu AI (cakupan awal: netral) dan DeepSeek (swasta) paling kuat di domain model teks dasar. Di bidang multimodal/generasi video, ByteDance (Seedance) memimpin, diikuti Kuaishou (Kling) dan MiniMax. Goldman mempertahankan rating "beli" untuk MiniMax, melihat diskon valuasi.

链捕手4j yang lalu

Laporan Mendalam Goldman Sachs: Siapa yang Akan Menjadi Pemenang Jangka Panjang dalam Industri Model AI Besar China?

链捕手4j yang lalu

Trading

Spot
活动图片