Fact Check: Is Hasbulla’s BULLA Token Another Pump N Dump?

CoingapeDipublikasikan tanggal 2025-05-28Terakhir diperbarui pada 2025-05-28

Abstrak

After a brief hiatus, the broader crypto market is now seeing another surge in celebrity tokens including Hasbulla's BULLA token

Highlights

  • Hasbullah has joined the celebrity memecoin push with BULLA Token
  • There is a high likelihood of selloff in the market as typical to rug pulls
  • Eric Trump and even Microsoft have seen their brand names used in fake celebrity memecoin trends

A new market trend has spotlighted the Hasbulla BULLA token, which has quickly raised over $12.5 million from the industry. Despite the growing hype, many market participants are questioning whether or not it is just another pump-and-dump scheme. Notably, past projects linked to Hasbulla have failed, raising doubts about this new token’s future.

Past Scams Tied to Hasbullah Resurfaces With BULLA Token

The token in question is tied to Hasbulla Magomedov, an internet personality whose track record in Web3 is already a troubling reality. In 2021, he launched NFTs with vague perks and plans for a metaverse that never materialized. In early 2024, he introduced the Barsik token, which quickly became a pump-and-dump.

It is worth noting that over 60% of the supply was scooped up by insiders and bots at launch. Blockchain analysis showed wallets linked to the team selling off large amounts while public promotions continued.

The same pattern is unfolding with the BULLA token. Analysts say many presale wallets are new, unfunded before this project, and linked to past Hasbulla-related contracts. There is no Whitepaper, audit, or explanation of how the funds will be used. Promotions rely entirely on Hasbulla’s fame and meme content.

Meanwhile, Blockchain investigator ZachXBT has recently warned against a new BNB token sale tied to BULLA.

Notably, as the influencer posted about the BULLA token presale on Monday, the project have already received over $12.5 million in less than 24 hours. This adoption is not unique and generally common among celebrities.

Celebrity Tokens and the Caution to Note

Just as concerns around the BULLA token grow, Argentina’s President Javier Milei has shut down the task force investigating his role in promoting the failed Libra token. The scandal saw insiders walk away with funds and over $4 billion in market cap was wiped out.

It is essential to state that a government decree claimed the unit had completed its job. However, critics believe the move attempts to sweep the issue under the rug.

Still, Blockchain data showed massive cashouts during Libra’s brief run. The case has fueled growing suspicion around political figures and influencers like Hasbullah promoting unregulated products in the market.

Microsoft and Eric Trump In the Same Memecoin Impersonation Boat

Furthermore, the BULLA token comes at a time when trust in memecoins is already shaky. A fake Microsoft token recently surged to a market cap of $80 million before crashing.

According to the update, promoters claimed it was tied to Microsoft AI, but no connection existed. Wallets linked to the launch were shown dumping tokens after drawing in unsuspecting buyers.

Likewise, a new Eric Trump meme coin spiked by 8,500% within 24 hours before collapsing. Trump never confirmed involvement. The token’s rally and drawdown closely mirrors other coins that use a celebrity’s name without consent, creating quick profits for a few while others lose out.

Bacaan Terkait

Apakah Ethereum Benar-Benar Sebuah "Komputer Dunia"?

Ethereum, sejak diluncurkan pada 2015, sering disebut sebagai "komputer dunia". Namun, analisis terbaru dari Four Pillars menunjukkan bahwa distribusi geografis validator utamanya terkonsentrasi di AS (38,19%) dan Jerman (13,04%), yang bersama-sama menguasai lebih dari separuh jaringan. Sebagian besar validator di AS bahkan dijalankan dari rumah menggunakan koneksi internet residensial. Di antara validator yang dioperasikan oleh lembaga profesional, distribusinya lebih seimbang. Pangsa AS turun menjadi 25,81%, sementara negara-negara Asia seperti Singapura (7,28%), Hong Kong (6,44%), Jepang (6,38%), dan Korea Selatan (4,59%) meningkat signifikan, menunjukkan upaya strategis untuk memenuhi kebutuhan klien lokal dan mengurangi latensi. Namun, wilayah seperti Amerika Selatan, Timur Tengah, dan Afrika hampir tidak terwakili. Mekanisme jaringan peer-to-peer (P2P) Ethereum dapat merugikan area dengan kepadatan node yang rendah, berpotensi menurunkan performa validator dan pendapatan staking mereka. Konsentrasi ini menantang prinsip desentralisasi Ethereum. Namun, hal ini juga membuka peluang besar. Operator yang dapat membangun infrastruktur validator yang andal di wilayah-wilayah yang kurang terlayani ini, seperti Timur Tengah, dapat memperoleh keunggulan kompetitif dengan memenuhi tuntutan peraturan dan kedaulatan data lokal, serta menawarkan latensi yang lebih rendah, mengikuti pola keberhasilan yang terlihat di Asia.

Foresight News37m yang lalu

Apakah Ethereum Benar-Benar Sebuah "Komputer Dunia"?

Foresight News37m yang lalu

Jebakan Arbitrase Kecerdasan Bittensor: Modal Hanya Spekulasi Token, AI Berkualitas Tak Ada yang Mau Bayar

**Bittensor dan Jebakan Arbitrase Kecerdasan: Modal Hanya Spekulasi Token, AI Berkualitas Tak Terbayar** Bittensor, jaringan AI terdesentralisasi yang menggunakan token TAO untuk memberi insentif pengembangan AI, menghadapi kritik mendasar: sistemnya lebih mendorong spekulasi token daripada penghargaan atas nilai AI yang sesungguhnya. Jaringan ini terbagi menjadi sekitar 128 subnet, masing-masing dengan token Alpha-nya sendiri. Alur insentifnya menciptakan siklus swaperkuat: membeli Alpha -> harga naik -> subnet dapat alokasi TAO lebih besar -> TAO dibagikan ke pemegang Alpha -> pemegang beli lebih banyak. Dengan demikian, alokasi modal ditentukan oleh harga token, bukan kualitas atau utilitas sebenarnya dari model atau layanan AI yang dihasilkan. Ini menciptakan ekonomi "uang mengejar uang". Terdapat kerentanan dalam mekanisme penilaian, seperti risiko kolusi jika suatu kelompok menguasai lebih dari setengah kekuatan stake di sebuah subnet, serta praktik "penyalinan nilai" oleh validator yang malas. Meski memiliki potensi untuk mendemokratisasi AI dan telah melahirkan inovasi nyata (seperti model Covalent yang didistribusikan), sistem saat ini masih bergelut untuk mengaitkan insentif dengan nilai riil dan penggunaan pelanggan. Dengan aplikasi ETF Bittensor dari Grayscale dan Bitwise yang sedang menunggu persetujuan SEC, risiko dan peluangnya semakin besar. Sementara ini dapat membawa modal tradisional dan pengawasan ketat yang mungkin memaksa perbaikan sistem, investor ritel perlu waspada terhadap kompleksitas dan "cacat bawaan" dalam mekanisme insentif yang belum sepenuhnya teruji ini. Potensi besar Bittensor terletak pada janjinya untuk AI terbuka dan terdesentralisasi, tetapi jalan menuju realisasi nilai berkelanjutan masih panjang.

Foresight News1j yang lalu

Jebakan Arbitrase Kecerdasan Bittensor: Modal Hanya Spekulasi Token, AI Berkualitas Tak Ada yang Mau Bayar

Foresight News1j yang lalu

Warsh Diam-Diam Membentuk Ulang Fed Melalui Lima Kelompok Kerja

Penulis: Qinbafrank Hari ini, The Fed mengumumkan susunan pemimpin lima kelompok kerja reformasi. Kesan pertama adalah Kevin Warsh sedang membangun lapisan desain kebijakan paralel yang dipimpin Ketua The Fed: kewenangan pengambilan keputusan formal tetap berada di FOMC dan Dewan Gubernur, namun kewenangan penetapan agenda, produksi pengetahuan, akses data, dan narasi publik tampak semakin terkonsentrasi pada Ketua dan para ahli eksternal pilihannya. Ada nuansa serupa dengan "kelompok kerja pusat" yang sering digunakan dalam reformasi lembaga Partai Komunis Tiongkok. Kelima kelompok kerja ini secara resmi dinamai "Kelompok Kerja Advancing Monetary Policy for the Chair." Kelima belas ko-pemimpinnya semuanya dari luar The Fed, didukung staf The Fed, melakukan penelitian secara independen, dan pada akhirnya menyampaikan kesimpulan kepada FOMC. Lima kelompok ini mencakup seluruh "sistem operasi" kebijakan moneter: input data → model produktivitas, ketenagakerjaan, dan inflasi → alat neraca keuangan → komunikasi eksternal. Karakteristik kelompok kerja ini menunjukkan keahlian Warsh: 1) Diluncurkan langsung oleh pimpinan tertinggi; 2) Melintasi batas departemen lama; 3) Membangun saluran pelaporan informasi paralel; 4) Menghindari kelambanan birokrasi rutin dan kepentingan departemen; 5) Mengatur ulang agenda kebijakan dengan cepat melalui "desain puncak"; 6) Memusatkan kewenangan koordinasi dan pengetahuan melalui organisasi khusus. Di masa depan, sebelum hasil studi kelompok kerja reformasi keluar, kemungkinan besar Warsh akan menahan diri untuk tidak bertindak. Perlu diperhatikan apakah kelompok kerja ini akan bertahan dalam jangka panjang, apakah kesimpulannya akan disamakan dengan kebijakan tetap Ketua, dan apakah FOMC akhirnya hanya bertugas mengesahkannya.

marsbit2j yang lalu

Warsh Diam-Diam Membentuk Ulang Fed Melalui Lima Kelompok Kerja

marsbit2j yang lalu

WEEX TradFi Trading Competition Sedang Berlangsung Panas, Hadiah 50,000 USDT Untuk yang Duluan, Buka Posisi Langsung Dapat 5 U

Pasar kripto saat ini sedang mengalami penyesuaian siklus, dengan Bitcoin turun lebih dari 50% dari puncaknya. Namun, pertukaran kripto seperti WEEX berhasil menghindari penurunan volume perdagangan tradisional dengan menghadirkan aset TradFi (Keuangan Tradisional) yang ditokenisasi. Melalui WEEX, pengguna dapat berpartisipasi dalam perdagangan saham global (seperti NVIDIA, Apple, Tesla), ETF (seperti SPY, QQQ), komoditas (emas, minyak), dan bahkan saham pra-IPO seperti OpenAI menggunakan USDT. Untuk memperkenalkan ekosistem TradFi-nya, WEEX meluncurkan "Kompetisi Perdagangan TradFi" dari 9 hingga 23 Juli, dengan total hadiah 50,000 USDT. Hadiahnya meliputi: 1. **Hadiah Pendatang Baru**: 200 USDT untuk pengguna baru setelah melakukan setoran dan perdagangan tertentu. 2. **Kompetisi untuk Semua**: Hadiah bertingkat (3, 10, 50 USDT) berdasarkan volume perdagangan kontrak TradFi. 3. **Hadiah Partisipasi**: 5 USDT untuk setiap pengguna yang membuka posisi kontrak TradFi apa pun. Keunggulan WEEX TradFi: * **Hedging Antar Aset**: Alihkan aset kripto ke aset TradFi selama pasar bearish. * **Akses Mudah**: Gunakan USDT, setoran instan, perdagangan fraksional (mulai dari $5). * **Perdagangan 24/7**: Perdagangan kontrak tersedia sepanjang waktu, bahkan di luar jam pasar saham biasa. Ikuti kompetisi dan tangkap peluang keuangan global dengan mudah di WEEX.

marsbit2j yang lalu

WEEX TradFi Trading Competition Sedang Berlangsung Panas, Hadiah 50,000 USDT Untuk yang Duluan, Buka Posisi Langsung Dapat 5 U

marsbit2j yang lalu

Trading

Spot
活动图片